Consort of A Thousand Faces
Chapter 414 : Hari Pernikahan
"Warna
kulitmu menjadi semakin cerah setelah kau sembuh, tetapi kau tetap harus mandi
dan tidur lebih awal hari ini." Pei Qian Hao mencubit pipinya. Lumayan,
rasanya nyaman mencubit pipi empuknya.
Saat
ini, seorang dayang istana tiba di luar kamar bagian dalam membawa sebaskom
air. "Pangeran Hao, airnya di sini."
Pei
Qian Hao menjawab, "Bawa masuk."
Mematuhi
perintahnya, dayang istana itu masuk dengan kepala yang tertunduk, menurunkan
baskom di rak sebelum mundur.
"Pangeran
ini akan keluar sementara kau membasuh wajahmu." Kali ini, Pei Qian Hao
tidak tinggal untuk melihatnya menyegarkan diri.
Kemudian
Su Xi-er mengambil saputangan yang tergantung di baskom setelah ia pergi.
***
Di
ruang depan aula samping, Pei Qian Hao memanggil Yu chi Mo. "Selidiki
dengan saksama tentang latar belakang Su Xi-er."
Yu
Chi Mo memandang ekspresi serius Pei Qian Hao. Apa yang terjadi?
Mengapa ia mendadak ingin menyelidiki latar belakang Hao Wang Fei? Bukan hanya
itu tercatat dalam daftar Departemen Rumah Tangga Kekaisaran, Komandan Wu
bahkan secara pribadi melakukan perjalanan ke kampung halaman Su Xi-er guna
memastikan semua informasi tersebut.
Mengapa
ia mau melakukan investigasi lagi? Mungkinkah telah terjadi sesuatu?
"Kerjakan
sesegera mungkin." Ekspresi Pei Qian Hao sangat serius selagi bayangan
dari bunga Bebek Mandarin Ungu muncul kembali dalam benaknya.
"Pangeran
Hao, penyelidikan saksama telah dilakukan. Kedua orang tua Hao Wang Fei telah
meninggal dunia, dan ia hanya memiliki sedikit sekali anggota keluarga. Aku
takut, bahkan jika kita memeriksanya lagi, hasilnya akan sama." Yu Chi Mo
menjawab dengan serius. Apabila ada masalah, itu seharusnya diketahui
terakhir kali kami memeriksanya.
Pei
Qian Hao memelankan suaranya, dan tatapannya menjadi dalam. "Barangkali
itu bukanlah tempat lahirnya yang sebenarnya, atau mungkin, orang yang
meninggal bukanlah orang tua kandungnya."
Kata-kata
mengejutkannya menyebabkan mata Yu Chi Mo melebar. Ini berarti bahwa
kemungkinan mereka adalah orang tua angkatnya? Jika itu kasusnya, latar
belakang Hao Wang Fei ....
"Cepat
kerjakan."
Mendengarkan
penjelasan Pei Qian Hao, Yu Chi Mo tak lagi ragu-ragu. "Bawahan ini
mematuhi perintah." Ia langsung meninggalkan aula samping, secara rahasia
mengumpulkan sekelompok pengawal pribadi dan menuju ke kampung halaman Su Xi-er
bahkan tanpa berhenti untuk istirahat.
***
Suasana
di istana kekaisaran Bei Min sangat bervariasi selama beberapa hari ini, secara
tak terduga, berubah dari tenang dan meriah, menjadi gelap dan menggelisahkan.
Semua rumah tangga di ibu kota sudah menggantungkan sutra merah di pintu
mereka.
Para
penguasa dari berbagai kerajaan juga tiba satu demi satu, dan semuanya tinggal
di rumah pos. Pei Qian Hao juga mengadakan perjamuan untuk menyambut mereka,
membuat kegembiraan selama masa ini, melampaui semua festival atau acara besar
lainnya.
Rakyat
jelata sudah menunggu dengan penuh semangat untuk hari pernikahan tersebut, dan
pada hari perayaannya, banyak dari mereka yang sudah memainkan lagu-lagu pesta
ciptaan sendiri dengan gong dan gendang mereka sendiri. Pemandangan ibu kota
Bei Min sesemarak yang mungkin terjadi!
Semua
warga sudah bangun pagi-pagi sekali, mulai berkumpul sekitar lima ratus meter
jauhnya dari gerbang istana, sepanjang jalan dimana Kediaman Pangeran Hao
berada.
Beberapa
dari pengawal Pasukan Tentara Kekasiaran, petugas kehakiman, pengawal Kediaman
Pangeran Hao, dan sejumlah tentara dari barak ditempatkan di sepanjang jalan
untuk menjaga ketertiban.
Kaisar,
Pei Zheng, Guru Agung Kong, penguasa dari berbagai kerajaan, sekaligus para
menteri mahkamah, semuanya muncul. Namun, ada satu orang yang jelas sekali
hilang, dan itu tak lain tak bukan adalah Xie Yun. Ia masih berada tiga puluh
kilometer jauhnya dari ibu kota saat ini, terikat oleh masalah penting lainnya.
Sementara
untuk Pei Ya Ran, posisinya sudah diambil alih sementara waktu oleh Consort
Dowager Guo selama ketidakhadirannya. Orang itu hanya bisa merasa
sedih ketika ia melihat bahwa baik putranya dan Pangeran Kekaisaran Pertama
masih belum kembali.
Namun, Consort
Dowager Guo paham bahwa ia harus menjaga gambaran yang lebih besar
dalam benaknya dengan peristiwa sepenting ini, meski jika ia merindukan
putranya.
***
Setelah
Su Xi-er bangun pukul lima pagi, seorang dayang istana yang sangat ahli dalam
kosmetik pun sampai di pintunya, dikirimkan oleh Consort Dowager Guo.
Satu jam setelahnya, Su Xi-er hampir tidak bisa mengenali dirinya sendiri
setelah riasannya selesai.
Selanjutnya,
Ruo Yuan dan Hong Li membantunya mengenakan gaun pengantin, sekaligus dengan
hiasan rambut hijau giok beruntai, tusuk rambut emas, dan tusuk rambut kayu
persik.
Hong
Li bingung mengapa ia mau memakai tusuk rambut kayu itu, tetapi mengerti ketika
ia melihat huruf yang ada di gagangnya. "Aku tidak tahu bahwa Pangeran Hao
sesungguhnya begitu perhatian."
Itu
seakan-akan orang yang ada di cermin kini sudah bertransformasi menjadi orang
lain. Dengan penampilannya yang semula cantik, riasan dan tatanan rambut yang
indah, hanya semakin meningkatkan penampilannya. Kulitnya lembut seperti giok,
dan bibir merahnya diperkuat dengan beberapa helai rambut yang secara sengaja
dibiarkan terurai.
Mata
Ruo Yuan melebar sewaktu ia melihat Su Xi-er, hampir lupa untuk bernapas dan
berbicara, hingga Hong Li menyodoknya.
"Consort
Dowager Guo sudah tiba." Suara seorang kasim pun dapat terdengar.
Beberapa
saat setelahnya, Consort Dowager Guo memasuki ruangan bersama
seorang dayang istana senior yang mengikuti di belakangnya. Ini karena, sebelum
pengantin wanita menikah, ia harus meminum sup kurma merah di rumah keluarga
gadisnya untuk melambangkan kebahagiaan dan keabadian.
"Xi-er,
minumlah sup kurma merah ini, dan bahagia selamanya bersama Pangeran Hao. Yang
lebih penting, segeralah melahirkan anak." Consort Dowager Guo
menyerahkan semangkuk kecil sup itu kepada Su Xi-er.
Sudah
berdoa kepada Buddha selama bertahun-tahun, Consort Dowager Guo
memancarkan aura yang welas kasih, dan memberikan orang lain perasaan yang
sangat nyaman.
Su
Xi-er berdiri dan perlahan-lahan berjalan mendekat sambil tersenyum, dengan
sopan menerima sup kurma merah tersebut. Nan Zhao juga punya adat ini.
Seorang wanita senior dari keluarga pengantin wanita harus memberikan semangkuk
sup kurma merah. Karena Guru Agung Kong tidak punya istri, Consort
Dowager Guo dibiarkan bertanggung jawab untuk tugas ini. Meski Consort
Dowager Guo jarang sekali menunjukkan wajahnya di sekitar istana, ia
memiliki status yang cukup di istana sebagai seorang selir kekaisaran yang
tidak dibuat untuk mengikuti mendiang Kaisar dalam kematiannya.
Dengan
dirinya yang memberikan sup kurma merah tersebut, posisi Su Xi-er akan
meningkat.
Consort
Dowager Guo
tersenyum murah hati selagi ia memerhatikan Su Xi-er perlahan-lahan meminum sup
tersebut. Betapa bagusnya jika putra kekaisaranku kembali dan menikahi
seorang istri.
Karena
ukuran mangkuknya kecil, Su Xi-er dapat dengan cepat menghabiskannya. Seorang
dayang istana yang berdiri di belakang Consort Dowager Guo
maju ke depan untuk mengambil mangkuk kosong itu dan meletakkannya di atas
nampan.
"Tandu
pernikahan dari Kediaman Pangeran Hao akan datang dalam satu jam. Consort
Dowager ini akan membantu memakaikan tudung merah pengantinnya
sekarang. Xi-er, kau adalah wanita yang penuh kebahagiaan. Ibu kota Bei Min
sudah didekorasi secara spesial, dan diselimuti dengan nuansa perayaan. Tandu
pernikahannya juga akan tampak megah." Kata Consort Dowager Guo
sambil tersenyum sebelum berjalan ke meja untuk mengambil tudung merah
pengantin.
"Xi-er,
kemarilah." Suara Consort Dowager Guo lembut sewaktu ia
mengangkat tudung merah pengantin itu.
Su
Xi-er berjalan mendekat dan menundukkan kepalanya. Suara dari angin melewati
telinganya, dan sebelum ia mengetahuinya, tudung merah pernikahan sudah
bertengger di atas kepalanya.
"Bantu
Su Xi-er duduk di samping ranjang. Pastikan kalian membawa saputangannya; kau
harus membuang kepribadianmu sebelum kau memasuki Kediaman Pangeran
Hao." Consort Dowager Guo menginstruksikan Hong Li dan
Ruo Yuan. Mereka berdua mengangguk dan menerima perintahnya.
"Tandu
pernikahan akan datang dalam satu jam. Pastikan kalian berhati-hati saat kalian
memapahnya." Consort Dowager Guo memberikan restunya
sekali lagi sebelum bersiap untuk pergi.
Ruo
Yuan dan Hong Li mau tak mau merasa gugup sewaktu mereka berulang kali
mengangguk. "Hamba akan sangat memerhatikannya."
Consort
Dowager Guo
merasa ia bisa tenang setelah mendengarkan janji mereka dan berbalik untuk
meninggalkan ruangan tersebut, berencana untuk menunggu di halaman Perpustakaan
Kekaisaran bersama dengan Guru Agung Kong, Tan Ge, juga beberapa pengawal dan
dayang istana lainnya.
Tan
Ge bermandikan dalam sinar matahari yang hangat selagi ia mengamati pemandangan
meriah di Perpustakaan Kekaisaran. Hari ini adalah hari yang baik.
Cocok untuk pernikahan. Pengantin wanitanya tampak menyentuh di
bawah sinar mentari yang cerah, dan tak diragukan lagi, tandu
pernikahannya pasti akan tampak luar biasa.

0 comments:
Posting Komentar