Sabtu, 27 Juni 2026

CTF - Chapter 414

Consort of A Thousand Faces

Chapter 414 : Hari Pernikahan


"Warna kulitmu menjadi semakin cerah setelah kau sembuh, tetapi kau tetap harus mandi dan tidur lebih awal hari ini." Pei Qian Hao mencubit pipinya. Lumayan, rasanya nyaman mencubit pipi empuknya.

Saat ini, seorang dayang istana tiba di luar kamar bagian dalam membawa sebaskom air. "Pangeran Hao, airnya di sini."

Pei Qian Hao menjawab, "Bawa masuk."

Mematuhi perintahnya, dayang istana itu masuk dengan kepala yang tertunduk, menurunkan baskom di rak sebelum mundur.

"Pangeran ini akan keluar sementara kau membasuh wajahmu." Kali ini, Pei Qian Hao tidak tinggal untuk melihatnya menyegarkan diri.

Kemudian Su Xi-er mengambil saputangan yang tergantung di baskom setelah ia pergi.

***

Di ruang depan aula samping, Pei Qian Hao memanggil Yu chi Mo. "Selidiki dengan saksama tentang latar belakang Su Xi-er."

Yu Chi Mo memandang ekspresi serius Pei Qian Hao. Apa yang terjadi? Mengapa ia mendadak ingin menyelidiki latar belakang Hao Wang Fei? Bukan hanya itu tercatat dalam daftar Departemen Rumah Tangga Kekaisaran, Komandan Wu bahkan secara pribadi melakukan perjalanan ke kampung halaman Su Xi-er guna memastikan semua informasi tersebut.

Mengapa ia mau melakukan investigasi lagi? Mungkinkah telah terjadi sesuatu?

"Kerjakan sesegera mungkin." Ekspresi Pei Qian Hao sangat serius selagi bayangan dari bunga Bebek Mandarin Ungu muncul kembali dalam benaknya.

"Pangeran Hao, penyelidikan saksama telah dilakukan. Kedua orang tua Hao Wang Fei telah meninggal dunia, dan ia hanya memiliki sedikit sekali anggota keluarga. Aku takut, bahkan jika kita memeriksanya lagi, hasilnya akan sama." Yu Chi Mo menjawab dengan serius. Apabila ada masalah, itu seharusnya diketahui terakhir kali kami memeriksanya.

Pei Qian Hao memelankan suaranya, dan tatapannya menjadi dalam. "Barangkali itu bukanlah tempat lahirnya yang sebenarnya, atau mungkin, orang yang meninggal bukanlah orang tua kandungnya."

Kata-kata mengejutkannya menyebabkan mata Yu Chi Mo melebar. Ini berarti bahwa kemungkinan mereka adalah orang tua angkatnya? Jika itu kasusnya, latar belakang Hao Wang Fei ....

"Cepat kerjakan."

Mendengarkan penjelasan Pei Qian Hao, Yu Chi Mo tak lagi ragu-ragu. "Bawahan ini mematuhi perintah." Ia langsung meninggalkan aula samping, secara rahasia mengumpulkan sekelompok pengawal pribadi dan menuju ke kampung halaman Su Xi-er bahkan tanpa berhenti untuk istirahat.

***

Suasana di istana kekaisaran Bei Min sangat bervariasi selama beberapa hari ini, secara tak terduga, berubah dari tenang dan meriah, menjadi gelap dan menggelisahkan. Semua rumah tangga di ibu kota sudah menggantungkan sutra merah di pintu mereka.

Para penguasa dari berbagai kerajaan juga tiba satu demi satu, dan semuanya tinggal di rumah pos. Pei Qian Hao juga mengadakan perjamuan untuk menyambut mereka, membuat kegembiraan selama masa ini, melampaui semua festival atau acara besar lainnya.

Rakyat jelata sudah menunggu dengan penuh semangat untuk hari pernikahan tersebut, dan pada hari perayaannya, banyak dari mereka yang sudah memainkan lagu-lagu pesta ciptaan sendiri dengan gong dan gendang mereka sendiri. Pemandangan ibu kota Bei Min sesemarak yang mungkin terjadi!

Semua warga sudah bangun pagi-pagi sekali, mulai berkumpul sekitar lima ratus meter jauhnya dari gerbang istana, sepanjang jalan dimana Kediaman Pangeran Hao berada.

Beberapa dari pengawal Pasukan Tentara Kekasiaran, petugas kehakiman, pengawal Kediaman Pangeran Hao, dan sejumlah tentara dari barak ditempatkan di sepanjang jalan untuk menjaga ketertiban.

Kaisar, Pei Zheng, Guru Agung Kong, penguasa dari berbagai kerajaan, sekaligus para menteri mahkamah, semuanya muncul. Namun, ada satu orang yang jelas sekali hilang, dan itu tak lain tak bukan adalah Xie Yun. Ia masih berada tiga puluh kilometer jauhnya dari ibu kota saat ini, terikat oleh masalah penting lainnya.

Sementara untuk Pei Ya Ran, posisinya sudah diambil alih sementara waktu oleh Consort Dowager Guo selama ketidakhadirannya. Orang itu hanya bisa merasa sedih ketika ia melihat bahwa baik putranya dan Pangeran Kekaisaran Pertama masih belum kembali.

Namun, Consort Dowager Guo paham bahwa ia harus menjaga gambaran yang lebih besar dalam benaknya dengan peristiwa sepenting ini, meski jika ia merindukan putranya.

***

Setelah Su Xi-er bangun pukul lima pagi, seorang dayang istana yang sangat ahli dalam kosmetik pun sampai di pintunya, dikirimkan oleh Consort Dowager Guo. Satu jam setelahnya, Su Xi-er hampir tidak bisa mengenali dirinya sendiri setelah riasannya selesai.

Selanjutnya, Ruo Yuan dan Hong Li membantunya mengenakan gaun pengantin, sekaligus dengan hiasan rambut hijau giok beruntai, tusuk rambut emas, dan tusuk rambut kayu persik.

Hong Li bingung mengapa ia mau memakai tusuk rambut kayu itu, tetapi mengerti ketika ia melihat huruf yang ada di gagangnya. "Aku tidak tahu bahwa Pangeran Hao sesungguhnya begitu perhatian."

Itu seakan-akan orang yang ada di cermin kini sudah bertransformasi menjadi orang lain. Dengan penampilannya yang semula cantik, riasan dan tatanan rambut yang indah, hanya semakin meningkatkan penampilannya. Kulitnya lembut seperti giok, dan bibir merahnya diperkuat dengan beberapa helai rambut yang secara sengaja dibiarkan terurai.

Mata Ruo Yuan melebar sewaktu ia melihat Su Xi-er, hampir lupa untuk bernapas dan berbicara, hingga Hong Li menyodoknya.

"Consort Dowager Guo sudah tiba." Suara seorang kasim pun dapat terdengar.

Beberapa saat setelahnya, Consort Dowager Guo memasuki ruangan bersama seorang dayang istana senior yang mengikuti di belakangnya. Ini karena, sebelum pengantin wanita menikah, ia harus meminum sup kurma merah di rumah keluarga gadisnya untuk melambangkan kebahagiaan dan keabadian.

"Xi-er, minumlah sup kurma merah ini, dan bahagia selamanya bersama Pangeran Hao. Yang lebih penting, segeralah melahirkan anak." Consort Dowager Guo menyerahkan semangkuk kecil sup itu kepada Su Xi-er.

Sudah berdoa kepada Buddha selama bertahun-tahun, Consort Dowager Guo memancarkan aura yang welas kasih, dan memberikan orang lain perasaan yang sangat nyaman.

Su Xi-er berdiri dan perlahan-lahan berjalan mendekat sambil tersenyum, dengan sopan menerima sup kurma merah tersebut. Nan Zhao juga punya adat ini. Seorang wanita senior dari keluarga pengantin wanita harus memberikan semangkuk sup kurma merah. Karena Guru Agung Kong tidak punya istri, Consort Dowager Guo dibiarkan bertanggung jawab untuk tugas ini. Meski Consort Dowager Guo jarang sekali menunjukkan wajahnya di sekitar istana, ia memiliki status yang cukup di istana sebagai seorang selir kekaisaran yang tidak dibuat untuk mengikuti mendiang Kaisar dalam kematiannya.

Dengan dirinya yang memberikan sup kurma merah tersebut, posisi Su Xi-er akan meningkat.

Consort Dowager Guo tersenyum murah hati selagi ia memerhatikan Su Xi-er perlahan-lahan meminum sup tersebut. Betapa bagusnya jika putra kekaisaranku kembali dan menikahi seorang istri.

Karena ukuran mangkuknya kecil, Su Xi-er dapat dengan cepat menghabiskannya. Seorang dayang istana yang berdiri di belakang Consort Dowager Guo maju ke depan untuk mengambil mangkuk kosong itu dan meletakkannya di atas nampan.

"Tandu pernikahan dari Kediaman Pangeran Hao akan datang dalam satu jam. Consort Dowager ini akan membantu memakaikan tudung merah pengantinnya sekarang. Xi-er, kau adalah wanita yang penuh kebahagiaan. Ibu kota Bei Min sudah didekorasi secara spesial, dan diselimuti dengan nuansa perayaan. Tandu pernikahannya juga akan tampak megah." Kata Consort Dowager Guo sambil tersenyum sebelum berjalan ke meja untuk mengambil tudung merah pengantin.

"Xi-er, kemarilah." Suara Consort Dowager Guo lembut sewaktu ia mengangkat tudung merah pengantin itu.

Su Xi-er berjalan mendekat dan menundukkan kepalanya. Suara dari angin melewati telinganya, dan sebelum ia mengetahuinya, tudung merah pernikahan sudah bertengger di atas kepalanya.

"Bantu Su Xi-er duduk di samping ranjang. Pastikan kalian membawa saputangannya; kau harus membuang kepribadianmu sebelum kau memasuki Kediaman Pangeran Hao." Consort Dowager Guo menginstruksikan Hong Li dan Ruo Yuan. Mereka berdua mengangguk dan menerima perintahnya.

"Tandu pernikahan akan datang dalam satu jam. Pastikan kalian berhati-hati saat kalian memapahnya." Consort Dowager Guo memberikan restunya sekali lagi sebelum bersiap untuk pergi.

Ruo Yuan dan Hong Li mau tak mau merasa gugup sewaktu mereka berulang kali mengangguk. "Hamba akan sangat memerhatikannya."

Consort Dowager Guo merasa ia bisa tenang setelah mendengarkan janji mereka dan berbalik untuk meninggalkan ruangan tersebut, berencana untuk menunggu di halaman Perpustakaan Kekaisaran bersama dengan Guru Agung Kong, Tan Ge, juga beberapa pengawal dan dayang istana lainnya.

Tan Ge bermandikan dalam sinar matahari yang hangat selagi ia mengamati pemandangan meriah di Perpustakaan Kekaisaran. Hari ini adalah hari yang baik. Cocok untuk pernikahan. Pengantin wanitanya tampak menyentuh di bawah sinar mentari yang cerah, dan tak diragukan lagi, tandu pernikahannya pasti akan tampak luar biasa.

 

0 comments:

Posting Komentar