Sabtu, 27 Juni 2026

CTF - Chapter 415

Consort of A Thousand Faces

Chapter 415 : Pernikahan


Su Xi-er duduk di pinggir ranjang dengan tudung pengantin merah menyala yang disulam dengan bebek mandarin, sementara jumbai merah berkibar menggantung di tepinya.

(T/N : Bebek mandarin biasanya berpasangan, jadi mereka sering digunakan untuk melambangkan pasangan seumur hidup dalam kebudayaan Tiongkok.)

Pernikahan merupakan peristiwa sekali seumur hidup bagi seorang wanita, dan Su Xi-er tidak tahan merasa gugup selagi ia dengan erat mencengkeram saputangan tersebut. Ia memakai korset Cina merah yang telah diberikan Pei Qian Hao padanya dulu sekali, bahkan memakai bubuk bunga Ling Rui di tubuhnya setelah ia mandi kemarin.

Meski sudah merasa gugup kemarin, duduk di pinggir ranjang sembari menunggu tandu pengantin Pei Qian Hao membuatnya jauh lebih gugup.

Menyadari tangan Su Xi-er yang mencengkeram erat saputangan itu, Ruo Yuan membungkuk dan berbisik, "Apa kau sangat gugup?"

Hong Li langsung memukul kepalanya. "Bagaimana mungkin seorang wanita tidak merasa gugup saat ia akan menikah? Kau hanya membuat Su Xi-er lebih gugup dengan mengatakan itu."

Ruo Yuan cemberut. "Aku hanya sedang berusaha untuk membantunya merasa rileks." Mata Ruo Yuan tiba-tiba saja berbinar. "Biarpun kau merasa gugup, Hong Li dan aku akan memapahmu dengan mantap. Sekalinya Pangeran Hao memegang tanganmu, kau tidak akan gugup lagi!"

Su Xi-er tidak tahan untuk tertawa mendengarkan olok-olokan mereka, menyebabkan tudung merah pengantinnya bergoyang.

Ruo Yuan dan Hong Li mengembuskan napas lega ketika mereka mendengar tawanya. Mereka berdua belum pernah melihat seorang wanita menikah, tetapi sekarang, bukan hanya mereka melihatnya untuk pertama kalinya, mereka bahkan harus mengiringi sang pengantin wanita. Terlebih lagi, pengantin wanitanya adalah Hao Wang Fei. Mana mungkin mereka tidak merasa gugup?

Itu hanya satu jam, tetapi menit-menitnya terasa seperti lama sekali bagi Su Xi-er selagi mereka pelan-pelan berlalu. Setiap gerakan dan suara dari luar kamar secara praktisnya menguat baginya, dengan suara dari suona, gong, gendang, dan petasan yang memekakkan telinga. Bahkan, ketika ia menyerbu di medan perang di masa lalu, ia tidak pernah merasa begitu gugup.

Ia tidak tahu berapa lama ia menunggu ketika ia mendengar suara bergema di luar ruangan. "Sudah datang! Tandu pengantinnya sudah datang!" Suara meriah dari instrumen dan petasan pun segera mengikuti setelahnya.

Suara yang memekakkan telinga dan atmosfer yang meriah itu membuat Guru Agung Kong gembira, dengan air mata yang membasahi matanya, membuatnya tampak seakan itu adalah putri kandungnya yang akan menikah.

Ruo Yuan dan Hong Li dengan cepat mengingatkan diri mereka sendiri agar tenang dan menjaga ekspresi yang serius. Mereka menoleh untuk melihat ke arah Su Xi-er sebelum Hong Li berkata dengan lembut, "Tandu pengantin Pangeran Hao sudah di sini."

Su Xi-er mengangguk pelan, kedua tangannya digenggam Ruo Yuan dan Hong Li di saat berikutnya. Seorang pengawal memanggilnya dari luar pintu. "Hao Wang Fei, tandu pengantinnya telah tiba. Mohon cepatlah keluar; Pangeran Hao sudah gelisah."

Menurut adat Bei Min, si pengantin wanita dapat 'mempersulit' pengantin pria, karena tidak mudah bagi si pengantin wanita untuk berjalan keluar dari ruangan. Pengawal itu akan memanggil si pengantin wanita untuk membukakan pintu supaya mereka dapat 'membantu' si pengantin pria menikahi si pengantin wanita.

Selama beberapa hari Hong Li tinggal di Perpustakaan Kekaisaran, ia meluangkan waktu untuk membaca buku mengenai tradisi pernikahan Bei Min. Tentunya ia paham bahwa langkah ini disebut dengan 'memanggil pintu'. Akan tetapi, karena itu adalah pertama kalinya Su Xi-er menikah, ia merasa agak gugup dan tentunya juga tidak mengetahui tentang praktik ini.

Saat ia melihat Hong Li berhenti, Su Xi-er kebingungan. "Kenapa kita tidak keluar? Tandu pernikahannya sudah di sini."

"Jangan tidak sabaran, biarkan aku mempersulitnya sebentar." Hong Li terkikik sebelum lanjut menjelaskan. "Ini adalah adatnya."

Hong Li melemparkan lirikan penuh makna pada Ruo Yuan, mendorong orang itu agar berteriak ke pintu. "Anda harus menunjukkan ketulusan apabila Anda ingin menikahi pengantin wanita yang cantik. Kalau tidak, hamba tidak akan membukakan pintunya."

Pengawal di luar pintu pun berteriak sebagai jawabannya. "Pengantin wanita yang cantik, duduk di dalam ruangan, sementara Pangeran Hao dengan gelisah menantikan di luar. Cepatlah bukakan pintunya dan keluar; semua orang akan merasa senang dan menikmati nuansa perayaan."

Digoda dengan gaya semacam ini, sudut mulut Su Xi-er tanpa sadar melengkung ke atas. Nan Zhao tidak punya adat ini. Praktik ini di Bei Min sebenarnya menambah suasana meriahnya. Itu membuat pelayan dan pengawal lebih dekat dengan majikan mereka, sekaligus membiarkan semua orang untuk menikmati acara yang menggembirakan itu bersama-sama.

Hong Li tersenyum senang. "Tidak buruk, kau bahkan membuatkan sebuah puisi untuk si pengantin wanita yang cantik. Tetapi hamba masih belum bisa membukakan pintunya."

Setelah ia berkata demikian, para pengawal mulai mengerahkan segalanya, yang mana termasuk memikat dengan perak dan melakukan pertunjukan di luar ruangan, mengundang sorak-sorai dari kerumunan. Hong Li dan Ruo Yuan saling berpandangan dan merasa itu sudah waktunya untuk membukakan pintu.

Namun, sebelum mereka dapat melakukannya, suara serak yang dihiasi dengan sejejak rasa main-main pun terdengar. "Jika kalian masih belum membukakan pintunya, Pangeran ini akan menghancurkannya."

Kelopak mata Hong Li dan Ruo Yuan berkedut, tetapi mereka masih dengan cepat membukakan pintunya sebelum menuntun Su Xi-er berjalan keluar.

Mendengarkan suara yang akrab itu, Su Xi-er merasakan kehangatan menyelimuti hatinya. Di waktu yang sama, telapak tangannya juga jadi berkeringat. Jadi, inilah rasanya menikah.

Dengan hati-hati mereka berjalan setiap langkahnya hingga satu tangan besar meraih tangannya, menyelubunginya dalam kehangatan. Ia langsung merasakan napas Pei Qian Hao dan remasan tangannya, suara rendahnya terdengar di telinganya. "Xi-er, kau seharusnya hanya gugup saat malam pernikahan kita nanti."

Nada menggodanya membuat Su Xi-er rileks seketika. Kalau bukan karena kerumunan yang berkumpul di sekitar mereka, ia sudah akan mengangkat tangannya untuk memukul Pei Qian Hao.

Ruo Yuan dan Hong Li dengan hati-hati mengikuti dari belakang, penuh emosi. Mereka akan mengikuti di samping tandu pengantin dan berjalan sepanjang jalan menuju ke Kediaman Pangeran Hao.

Tandu pengantinnya besar dan luas, dan atapnya dihiasi dengan lingkaran bunga warna merah tua. Bahkan bingkainya dihiasi dengan benang emas, memberikan orang lain kesan yang dalam hanya dengan sepintas lihat.

Pei Qian Hao menggenggam tangan Su Xi-er sewaktu mereka berjalan menuju ke tandu pengantin. Tepat saat mereka sudah akan sampai, Ruo Yuan dan Hong Li maju ke depan karena mereka harus membantu Su Xi-er menaiki tandu.

Akan tetapi, sebelum mereka dapat menyangga Su Xi-er, Pei Qian Hao sedikit berbalik, mengejutkan semua orang dengan tindakannya yang selanjutnya.

Semua orang di Perpustakaan Kekaisaran menyaksikan selagi Pei Qian Hao membopong Su Xi-er, langsung mengangkatnya naik ke tandu pengantin tersebut.

Ya Tuhan! Ini ... Belum pernah ada pengantin pria yang menggendong sendiri pengantin wanitanya masuk ke dalam tandu pengantin. Orang yang menyangga pengantin wanita ke dalam tandu semestinya berasal dari keluarga gadisnya. Tingkat kasih sayangnya mengejutkan! Apabila Pangeran Hao tidak mengikuti peraturan dan memanjakan Hao Wang Fei sampai tingkat ini, bagaimana Hao Wang Fei akan membuang kepribadiannya ....?

Pei Qian Hao hanya melirik sekilas ke arah wajah takjub para penonton sebelum mengangkat tangannya untuk memberi sinyal agar instrumen dan petasannya mulai lagi.

Prosesi pernikahannya mengambil jalur terlebar istana dimana semua dayang istana berbaris rapi di kedua sisi, menyambut pemandangan prosesi dengan membungkuk hormat.

Itu bahkan jauh lebih meriah setelah mereka keluar dari istana kekaisaran. Rakyat berbaris di jalan dengan ekspresi yang penuh suka cita, dan bersorak ketika mereka melihat giringan pernikahan itu. "Pangeran Hao, Hao Wang Fei! Selamanya, bergembira dan penuh kebahagiaan!"

Duduk di punggung kuda, Pei Qian Hao berbalik untuk menggesturkan pada Wu Ling. Segera, sekelompok pengawal dari Kediaman Pangeran Hao melemparkan permen pernikahan mereka kepada para penonton, mendorong banyak dari mereka untuk membungkuk dan memungut mereka dengan bersemangat.

Su Xi-er duduk di tandu pengantin ketika ia mendengar harapan-harapan baik mereka, dan itu memperbesar kebahagiaan dalam hatinya. Setelah mendengar bahwa aku menyukai Bunga Ling Rui, ia memeras otaknya untuk mencari cara mentransplantasikan mereka. Ketika ia mengetahui tentang hiasan rambut hijau giok beruntai dan tusuk rambut kayu pemberian Lian Chen, ia sama sekali tidak keberatan. Dan ketika aku memberitahunya bahwa aku menginginkan sebuah pesta pernikahan yang mewah dan meriah, ia melakukannya dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Su Xi-er merasa begitu tersentuh hingga air mata nyaris jatuh dari matanya. Ibunda Permaisuri, kau pasti bahagia karena putrimu cukup beruntung, untuk bertemu dengan pria penuh kasih sayang. Aku yakin kau akan puas terhadap Pei Qian Hao. Setelah melalui banyak cobaan dan kesengsaraan, putrimu akhirnya mendapatkan kebahagiaan yang kau dambakan sepanjang hidupmu.

(T/N : iye neng, cece penerjemah juga terhura karena kalian akhirnya nikah juga :")

 

0 comments:

Posting Komentar