Consort of A Thousand Faces
Chapter 415 : Pernikahan
Su
Xi-er duduk di pinggir ranjang dengan tudung pengantin merah menyala yang
disulam dengan bebek mandarin, sementara jumbai merah berkibar
menggantung di tepinya.
(T/N
: Bebek mandarin biasanya berpasangan, jadi mereka sering digunakan untuk
melambangkan pasangan seumur hidup dalam kebudayaan Tiongkok.)
Pernikahan
merupakan peristiwa sekali seumur hidup bagi seorang wanita, dan Su Xi-er tidak
tahan merasa gugup selagi ia dengan erat mencengkeram saputangan tersebut. Ia memakai
korset Cina merah yang telah diberikan Pei Qian Hao padanya dulu sekali, bahkan
memakai bubuk bunga Ling Rui di tubuhnya setelah ia mandi kemarin.
Meski
sudah merasa gugup kemarin, duduk di pinggir ranjang sembari menunggu tandu
pengantin Pei Qian Hao membuatnya jauh lebih gugup.
Menyadari
tangan Su Xi-er yang mencengkeram erat saputangan itu, Ruo Yuan membungkuk dan
berbisik, "Apa kau sangat gugup?"
Hong
Li langsung memukul kepalanya. "Bagaimana mungkin seorang wanita tidak
merasa gugup saat ia akan menikah? Kau hanya membuat Su Xi-er lebih gugup
dengan mengatakan itu."
Ruo
Yuan cemberut. "Aku hanya sedang berusaha untuk membantunya merasa
rileks." Mata Ruo Yuan tiba-tiba saja berbinar. "Biarpun kau merasa
gugup, Hong Li dan aku akan memapahmu dengan mantap. Sekalinya Pangeran Hao
memegang tanganmu, kau tidak akan gugup lagi!"
Su
Xi-er tidak tahan untuk tertawa mendengarkan olok-olokan mereka, menyebabkan
tudung merah pengantinnya bergoyang.
Ruo
Yuan dan Hong Li mengembuskan napas lega ketika mereka mendengar tawanya.
Mereka berdua belum pernah melihat seorang wanita menikah, tetapi sekarang,
bukan hanya mereka melihatnya untuk pertama kalinya, mereka bahkan harus
mengiringi sang pengantin wanita. Terlebih lagi, pengantin wanitanya adalah
Hao Wang Fei. Mana mungkin mereka tidak merasa gugup?
Itu
hanya satu jam, tetapi menit-menitnya terasa seperti lama sekali bagi Su Xi-er
selagi mereka pelan-pelan berlalu. Setiap gerakan dan suara dari luar kamar
secara praktisnya menguat baginya, dengan suara dari suona, gong,
gendang, dan petasan yang memekakkan telinga. Bahkan, ketika ia menyerbu di
medan perang di masa lalu, ia tidak pernah merasa begitu gugup.
Ia
tidak tahu berapa lama ia menunggu ketika ia mendengar suara bergema di luar
ruangan. "Sudah datang! Tandu pengantinnya sudah datang!" Suara
meriah dari instrumen dan petasan pun segera mengikuti setelahnya.
Suara
yang memekakkan telinga dan atmosfer yang meriah itu membuat Guru Agung Kong
gembira, dengan air mata yang membasahi matanya, membuatnya tampak seakan itu
adalah putri kandungnya yang akan menikah.
Ruo
Yuan dan Hong Li dengan cepat mengingatkan diri mereka sendiri agar tenang dan
menjaga ekspresi yang serius. Mereka menoleh untuk melihat ke arah Su Xi-er
sebelum Hong Li berkata dengan lembut, "Tandu pengantin Pangeran Hao sudah
di sini."
Su
Xi-er mengangguk pelan, kedua tangannya digenggam Ruo Yuan dan Hong Li di saat
berikutnya. Seorang pengawal memanggilnya dari luar pintu. "Hao Wang
Fei, tandu pengantinnya telah tiba. Mohon cepatlah keluar; Pangeran Hao
sudah gelisah."
Menurut
adat Bei Min, si pengantin wanita dapat 'mempersulit' pengantin pria, karena
tidak mudah bagi si pengantin wanita untuk berjalan keluar dari ruangan.
Pengawal itu akan memanggil si pengantin wanita untuk membukakan pintu supaya
mereka dapat 'membantu' si pengantin pria menikahi si pengantin wanita.
Selama
beberapa hari Hong Li tinggal di Perpustakaan Kekaisaran, ia meluangkan waktu
untuk membaca buku mengenai tradisi pernikahan Bei Min. Tentunya ia paham bahwa
langkah ini disebut dengan 'memanggil pintu'. Akan tetapi, karena itu adalah
pertama kalinya Su Xi-er menikah, ia merasa agak gugup dan tentunya juga tidak
mengetahui tentang praktik ini.
Saat
ia melihat Hong Li berhenti, Su Xi-er kebingungan. "Kenapa kita tidak
keluar? Tandu pernikahannya sudah di sini."
"Jangan
tidak sabaran, biarkan aku mempersulitnya sebentar." Hong Li terkikik
sebelum lanjut menjelaskan. "Ini adalah adatnya."
Hong
Li melemparkan lirikan penuh makna pada Ruo Yuan, mendorong orang itu agar
berteriak ke pintu. "Anda harus menunjukkan ketulusan apabila Anda ingin
menikahi pengantin wanita yang cantik. Kalau tidak, hamba tidak akan membukakan
pintunya."
Pengawal
di luar pintu pun berteriak sebagai jawabannya. "Pengantin wanita yang
cantik, duduk di dalam ruangan, sementara Pangeran Hao dengan gelisah
menantikan di luar. Cepatlah bukakan pintunya dan keluar; semua orang akan
merasa senang dan menikmati nuansa perayaan."
Digoda
dengan gaya semacam ini, sudut mulut Su Xi-er tanpa sadar melengkung ke
atas. Nan Zhao tidak punya adat ini. Praktik ini di Bei Min
sebenarnya menambah suasana meriahnya. Itu membuat pelayan dan
pengawal lebih dekat dengan majikan mereka, sekaligus membiarkan semua orang
untuk menikmati acara yang menggembirakan itu bersama-sama.
Hong
Li tersenyum senang. "Tidak buruk, kau bahkan membuatkan sebuah puisi
untuk si pengantin wanita yang cantik. Tetapi hamba masih belum bisa membukakan
pintunya."
Setelah
ia berkata demikian, para pengawal mulai mengerahkan segalanya, yang mana
termasuk memikat dengan perak dan melakukan pertunjukan di luar ruangan,
mengundang sorak-sorai dari kerumunan. Hong Li dan Ruo Yuan saling berpandangan
dan merasa itu sudah waktunya untuk membukakan pintu.
Namun,
sebelum mereka dapat melakukannya, suara serak yang dihiasi dengan sejejak rasa
main-main pun terdengar. "Jika kalian masih belum membukakan pintunya,
Pangeran ini akan menghancurkannya."
Kelopak
mata Hong Li dan Ruo Yuan berkedut, tetapi mereka masih dengan cepat membukakan
pintunya sebelum menuntun Su Xi-er berjalan keluar.
Mendengarkan
suara yang akrab itu, Su Xi-er merasakan kehangatan menyelimuti hatinya. Di
waktu yang sama, telapak tangannya juga jadi berkeringat. Jadi, inilah
rasanya menikah.
Dengan
hati-hati mereka berjalan setiap langkahnya hingga satu tangan besar meraih
tangannya, menyelubunginya dalam kehangatan. Ia langsung merasakan napas Pei
Qian Hao dan remasan tangannya, suara rendahnya terdengar di telinganya.
"Xi-er, kau seharusnya hanya gugup saat malam pernikahan kita nanti."
Nada
menggodanya membuat Su Xi-er rileks seketika. Kalau bukan karena kerumunan yang
berkumpul di sekitar mereka, ia sudah akan mengangkat tangannya untuk memukul
Pei Qian Hao.
Ruo
Yuan dan Hong Li dengan hati-hati mengikuti dari belakang, penuh emosi. Mereka
akan mengikuti di samping tandu pengantin dan berjalan sepanjang jalan menuju
ke Kediaman Pangeran Hao.
Tandu
pengantinnya besar dan luas, dan atapnya dihiasi dengan lingkaran bunga warna
merah tua. Bahkan bingkainya dihiasi dengan benang emas, memberikan orang lain
kesan yang dalam hanya dengan sepintas lihat.
Pei
Qian Hao menggenggam tangan Su Xi-er sewaktu mereka berjalan menuju ke tandu
pengantin. Tepat saat mereka sudah akan sampai, Ruo Yuan dan Hong Li maju ke
depan karena mereka harus membantu Su Xi-er menaiki tandu.
Akan
tetapi, sebelum mereka dapat menyangga Su Xi-er, Pei Qian Hao sedikit berbalik,
mengejutkan semua orang dengan tindakannya yang selanjutnya.
Semua
orang di Perpustakaan Kekaisaran menyaksikan selagi Pei Qian Hao membopong Su
Xi-er, langsung mengangkatnya naik ke tandu pengantin tersebut.
Ya
Tuhan! Ini ... Belum pernah ada pengantin pria yang menggendong sendiri
pengantin wanitanya masuk ke dalam tandu pengantin. Orang yang menyangga
pengantin wanita ke dalam tandu semestinya berasal dari keluarga gadisnya.
Tingkat kasih sayangnya mengejutkan! Apabila Pangeran Hao tidak mengikuti
peraturan dan memanjakan Hao Wang Fei sampai tingkat ini, bagaimana Hao Wang
Fei akan membuang kepribadiannya ....?
Pei
Qian Hao hanya melirik sekilas ke arah wajah takjub para penonton sebelum
mengangkat tangannya untuk memberi sinyal agar instrumen dan petasannya mulai
lagi.
Prosesi
pernikahannya mengambil jalur terlebar istana dimana semua dayang istana
berbaris rapi di kedua sisi, menyambut pemandangan prosesi dengan membungkuk
hormat.
Itu
bahkan jauh lebih meriah setelah mereka keluar dari istana kekaisaran. Rakyat
berbaris di jalan dengan ekspresi yang penuh suka cita, dan bersorak ketika
mereka melihat giringan pernikahan itu. "Pangeran Hao, Hao Wang
Fei! Selamanya, bergembira dan penuh kebahagiaan!"
Duduk
di punggung kuda, Pei Qian Hao berbalik untuk menggesturkan pada Wu Ling.
Segera, sekelompok pengawal dari Kediaman Pangeran Hao melemparkan permen
pernikahan mereka kepada para penonton, mendorong banyak dari mereka untuk
membungkuk dan memungut mereka dengan bersemangat.
Su
Xi-er duduk di tandu pengantin ketika ia mendengar harapan-harapan baik mereka,
dan itu memperbesar kebahagiaan dalam hatinya. Setelah mendengar bahwa
aku menyukai Bunga Ling Rui, ia memeras otaknya untuk mencari cara
mentransplantasikan mereka. Ketika ia mengetahui tentang hiasan rambut hijau
giok beruntai dan tusuk rambut kayu pemberian Lian Chen, ia sama sekali tidak
keberatan. Dan ketika aku memberitahunya bahwa aku menginginkan sebuah pesta
pernikahan yang mewah dan meriah, ia melakukannya dengan skala yang belum
pernah terjadi sebelumnya.
Su
Xi-er merasa begitu tersentuh hingga air mata nyaris jatuh dari matanya. Ibunda
Permaisuri, kau pasti bahagia karena putrimu cukup beruntung, untuk bertemu
dengan pria penuh kasih sayang. Aku yakin kau akan puas terhadap Pei Qian Hao.
Setelah melalui banyak cobaan dan kesengsaraan, putrimu akhirnya mendapatkan
kebahagiaan yang kau dambakan sepanjang hidupmu.
(T/N
: iye neng, cece penerjemah juga terhura karena kalian akhirnya nikah juga
:")

0 comments:
Posting Komentar