Consort of A Thousand Faces
Chapter 417 : Aroma yang Wangi
Terlepas
selalu suka mengenakan jubah putih, Situ Li memakai jubah dengan warna yang
sedikit lebih hangat hari ini. Tatapannya tenang sewaktu ia diam-diam
menyaksikan acara di perjamuan tersebut. Semua persiapan sudah dibuat,
dan aku sudah memberitahukan Yun Ruo Feng kapan harus menyelinap masuk ke
Kediaman Pangeran Hao.
Di
dalam kamar pengantin, Su Xi-er makan buah-buahan dan kue sembari mendengarkan
percakapan Hong Li dan Ruo Yuan, mengingatkan dirinya sendiri untuk bersabar
selagi ia menunggu malam tiba. Bahkan, ketika sudah pukul 8.30 malam, suara
hiruk-pikuk dari perjamuan masih belum berhenti.
Beberapa
saat kemudian, seseorang mengetuk pintu, dan suara Wu Ling mengikuti. "Ruo
Yuan, keluar dan ambil sup kurma merah. Hao Wang Fei harus
meminum semangkuk kecil sebelum malam pengantin untuk melambangkan
kebahagiaan."
Satu
mangkuk di pagi hari dan satu mangkuk di malam hari akan menyimbolkan harapan
untuk hari-hari yang manis dan penuh kebahagiaan selama sisa hidup seseorang.
Jantung
Ruo Yuan berdebar-debar ketika ia mendengar suaranya, bangkit berdiri dan
cepat-cepat membukakan pintu untuk mengambil semangkuk sup itu, hanya untuk
menutupnya secepat itu juga. Wu Ling tertegun. Apa yang terjadi hingga
ia begitu tergesa-gesa? Aku hanya datang untuk mengantarkan semangkuk sup.
Hong
Li mengambil mangkuk itu dari Ruo Yuan dan memeriksa suhunya sebelum
menyerahkannya kepada Su Xi-er. "Kau harus meminum ini, sehingga segala
sesuatunya hanya akan menjadi manis."
"Mmm."
Su Xi-er menerima mangkuk itu dan meminumnya sesendok demi sesendok.
Mangkuk
itu sangat kecil, membuat Su Xi-er menghabiskannya dalam enam sendokan. Ruo
Yuan mengambil mangkuk kosong itu darinya dan meletakkannya di atas meja.
"Pangeran
Hao akan datang untuk melepaskan tudung merah pengantinnya sebentar lagi!"
Wajah Hong Li tampak cerah penuh suka cita selagi ia berseru. Kemudian, ia
berjalan ke jendela untuk melihat ke lentera-lentera merah meriah di halaman
utama.
Tiba-tiba
saja, aroma yang wangi melayang masuk, mendorong Ruo Yuan untuk mengendusnya.
"Apa ini? Aku mencium wangi yang harum."
Tepat
sewaktu kata-kata itu meninggalkan mulutnya, ia merasa tubuhnya kehilangan
tenaga. Hong Li berbalik menatapnya, tetapi jatuh pingsan di lantai sebelum ia
dapat mengatakan apa-apa. Menggelengkan kepalanya kuat-kuat, Ruo Yuan berhasil
mengeluarkan beberapa patah kata sebelum ambruk ke lantai. "Hao Wang
Fei, ada yang aneh dengan wangi ini!"
Faktanya,
Su Xi-er sudah mulai menahan napasnya ketika ia mendeteksi wangi ini. Ia tidak membalas
Ruo Yuan karena takut menghirupnya. Wangi ini akan menyebabkan orang
kehilangan tenaga mereka, tetapi itu tidak akan membahayakan nyawa.
Berani-beraninya menimbulkan masalah selama pernikahanku!
Su
Xi-er mengangkat tudung pengantinnya, memperlihatkan tatapannya yang dalam dan
dingin. Hanya dengan beberapa langkah, ia sudah berlari keluar dari kamar
pengantin.
Angin
malam bertiup mengenai gaun pengantin merah terangnya, membuatnya tampak
seperti bunga peoni yang mekar, dan menambahkan secercah pesona pada kecantikan
luar biasa dan aura bangsawannya.
Namun,
seseorang muncul dari hutan tepat sewaktu Su Xi-er keluar dari kamar; itu
adalah Yun Ruo Feng. Ia menatap wanita yang berdiri di depannya dan tidak tahan
untuk menggumamkan, "Kau masih secantik biasanya."
Su
Xi-er menyipitkan matanya. "Pangeran Yun, pastinya kau bersemangat sekali,
datang jauh-jauh ke Bei Min, bukannya beristirahat dengan baik di Kediaman
Pangeran Yun." Ia secara diam-diam datang kemari tanpa
mengungkapkan dirinya kepada siapa pun, bahkan menipu Lian Chen agar mengira
kalau ia masih berada di Kediaman Pangeran Yun.
Walaupun
Lian Chen sudah lebih banyak akal dan cerdik, ia masih kalah dari Yun Ruo Feng
dalam hal membuat rencana licik.
"Lan-er,
aku kemari untuk membawamu pergi sementara Pangeran Hao sedang dikelilingi oleh
pejabat dan tidak bisa datang. Terlepas dari apa pun yang kau pikirkan, aku
tidak tahan hanya berdiri diam dan menonton tak berdaya sementara kau
meninggalkanku." Yun Ruo Feng berujar lembut sewaktu ia perlaha-lahan berjalan
ke arah Su Xi-er.
Su
Xi-er hanya bisa merasakan ironi yang kejam ketika ia mendengar nama 'Lan-er'.
Ia mengangkat tangannya dengan cepat, berencana untuk menarik tusuk rambut emas
dari rambutnya dan melemparkannya kepada Yun Ruo Feng. Malam itu, ia
menganugerahkanku sebuah anak panah. Malam ini, aku akan membalasnya dengan
sebuah tusuk rambut di tenggorokan.
Akan
tetapi, sebelum ia bahkan menarik tusuk rambut itu, ia menemukan dirinya
kehilangan tenaga.
Mau
tak mau, Su Xi-er merasa keheranan. Aku tidak menghirup wewangian itu,
jadi kenapa aku tidak punya tenaga sekarang?
Yun
Ruo Feng sudah berhenti di depannya dengan ekspresi yang tidak terganggu. Ia
mengangkat tangan, berencana untuk menarik satu helaian rambut yang terurai ke
belakang telinganya; tetapi yang mengejutkannya, Su Xi-er berpindah selangkah
ke samping dengan sisa tenaganya, menyebabkan tangannya melewatkannya.
"Lan-er,
kau tidak punya tenaga sekarang; saat ini, kau bukan lawanku."
Kenyataannya seperti yang dikatakannya, Su Xi-er yang tak bertenaga tidak akan
sanggup melawan Yun Ruo Feng.
Mengapa
aku kehilangan kekuatanku padahal aku saja tidak menghirup wewangian
itu? Su
Xi-er tidak dapat memikirkan alasannya, tetapi tahu bahwa prioritasnya adalah
untuk melarikan diri dari situasi gentingnya saat ini. Mengapa aku
tidak berpura-pura untuk mengikutinya lebih dulu, lalu menyerang balik ketika
ia tidak memerhatikan nantinya!
Oleh
sebab itu, Su Xi-er mengikuti Yun Ruo Feng guna menghindari pertarungan yang
tak bisa dimenangkannya. Di waktu bersamaan, ia mengambil tusuk rambut emas
dari rambutnya dan dengan kasar menancapkannya ke lengannya sebelum
melemparkannya ke rumput. Rasa sakitnya cukup untuk membangunkan indranya yang
tumpul sampai pada batasan tertentu, membiarkannya tetap sadar.
***
Perjamuan
di Kediaman Pangeran Hao sangat ramai, dengan banyaknya tamu yang memberi
selamat dan menyemangati si mempelai pria untuk minum. Bahkan, Situ Li, yang
tidak minum terlalu banyak, sudah bergabung dalam kemeriahan tersebut. Saat ia
berkonsultasi dengan Su Xi-er mengenai Aksara Lan di hari yang sebelumnya, ia
sengaja mengoleskan aroma aneh dari daun-daun di pepohonan ke buku salinan itu.
Itu tidak akan menunjukkan adanya efek secara langsung, dan hanya akan
menyebabkan seseorang kehilangan tenaga ketika mereka meminum sup kurma merah.
Pengantin
wanita sudah pasti akan meminum semangkuk sup kurma merah manis di pagi hari
dan satu di malam pernikahannya, melihat waktunya sekarang, mungkin Yun Ruo
Feng sudah berhasil.
Namun,
biarpun jika rencana Situ Li dan Yun Ruo Feng tampak sempurna di permukaan,
bukan berarti itu sangat mudah. Terlepas dari senyuman di wajahnya, tatapan Pei
Qian Hao sama sekali tidak bahagia meski ia tersenyum. Ia sudah lama mengetahui
kehadiran Yun Ruo Feng di Bei Min, tetapi sudah bertindak dengan hati-hati agar
membuat dirinya tampak tidak tahu apa-apa supaya tidak membuat musuh waspada.
Memancing
musuh keluar dan mengakhiri mereka dengan satu pukulan yang fatal adalah
gayanya. Sekarang, karena musuh sudah muncul, yang tersisa hanyalah
menyerang bagian vitalnya. Yun Ruo Feng, setelah menyinggung Pangeran ini dan
datang ke Bei Min, jangan pikir kalau aku akan mengizinkanmu untuk kembali
hidup-hidup.
***
Sementara
itu, Yun Ruo Feng sudah membawa Su Xi-er ke pintu belakang. Sepanjang jalan, Su
Xi-er sudah berpura-pura kalau ia pingsan. Setelah sampai di pintu belakang, ia
memanfaatkan selang perhatian Yun Ruo Feng untuk menendang lututnya.
Kaki
kanan Yun Ruo Feng sedikit menekuk, tetapi tidak merasakan sakit selagi ia
tetap berdiri. Ia pun tertawa seraya berkata, "Hanya kau yang mengetahui
kelemahanku, tetapi aku sudah mengkonsumsi banyak obat penghilang rasa sakit
sebelum datang, meskipun aku tahu bahwa dosis obat sebesar itu sudah pasti akan
melukai tubuhku."
Ia
sudah meminum bermangkuk-mangkuk obat hingga ia bahkan tidak merasakan sedikit
pun sakit ketika ia ditendang dengan kuat. Faktanya, ia sudah kehilangan semua
rasa di lututnya selama masa ini. Aku takut kalau setelah malam ini,
aku tidak akan pernah bisa berdiri lagi. Kemungkinan, aku akan berakhir lumpuh.
"Yun
Ruo Feng, kau benar-benar kejam pada dirimu sendiri." Su Xi-er berkomentar
pelan selagi aura dingin berkedip di matanya.
"Aku
bisa tahu kalau kau membenciku. Hanya ketika ada cinta, barulah ada kebencian.
Terlepas dari apa kau mengakuinya, kau masih mencintaiku." Sudut mulut Yun
Ruo Feng pun tanpa sadar terangkat.
Tepat
saat ini, suara dingin seorang pria terdengar. "Bagaimana bisa Wang
Fei Pangeran ini memiliki perasaan cinta kepadamu?"
Ini
langsung membuat Yun Ruo Feng waspada, dan ia segera bergegas ke arah Su Xi-er.
Namun, ia tidak tahu bahwa Su Xi-er sudah jadi lebih sadar setelah menusuk
dirinya sendiri. Dengan satu putaran tubuhnya, ia menghindari tangannya dan
dengan gesit pergi ke belakang Pei Qian Hao.
"Pangeran
Yun, Pangeran ini tidak bisa melepaskanmu karena sudah merusak
pernikahakanku." Mata Pei Qian Hao menyipit, berkedip dengan aura dingin.
Segera, dua baris pengawal dari Kediaman Pangeran Hao muncul dengan panah
mereka yang terarah kepada Yun Ruo Feng.
Su
Xi-er membeku. Pemandangan ini begitu familier!
Yun
Ruo Feng tertawa terbahak-bahak sebelum menatap ke arah Su Xi-er dengan sikap
lembut. "Tampaknya, Pangeran Hao sudah memutuskan untuk mengakhiri nyawa
Pangeran ini dengan tembakan panah menembus jantungku. Gerakan ini tidak
buruk."
(T/N
: Semenjak babang Hao mastiin Xi-er tuh Ru Lan, semua soal Ru Lan, dia inget.
Sampe cara tragis ninggalnya juga mau dibales donk ke si yunpreet. Kau buat ku
terpesona lagi bang ;")

0 comments:
Posting Komentar