Sabtu, 27 Juni 2026

CTF - Chapter 417

Consort of A Thousand Faces

Chapter 417 : Aroma yang Wangi


Terlepas selalu suka mengenakan jubah putih, Situ Li memakai jubah dengan warna yang sedikit lebih hangat hari ini. Tatapannya tenang sewaktu ia diam-diam menyaksikan acara di perjamuan tersebut. Semua persiapan sudah dibuat, dan aku sudah memberitahukan Yun Ruo Feng kapan harus menyelinap masuk ke Kediaman Pangeran Hao.

Di dalam kamar pengantin, Su Xi-er makan buah-buahan dan kue sembari mendengarkan percakapan Hong Li dan Ruo Yuan, mengingatkan dirinya sendiri untuk bersabar selagi ia menunggu malam tiba. Bahkan, ketika sudah pukul 8.30 malam, suara hiruk-pikuk dari perjamuan masih belum berhenti.

Beberapa saat kemudian, seseorang mengetuk pintu, dan suara Wu Ling mengikuti. "Ruo Yuan, keluar dan ambil sup kurma merah. Hao Wang Fei harus meminum semangkuk kecil sebelum malam pengantin untuk melambangkan kebahagiaan."

Satu mangkuk di pagi hari dan satu mangkuk di malam hari akan menyimbolkan harapan untuk hari-hari yang manis dan penuh kebahagiaan selama sisa hidup seseorang.

Jantung Ruo Yuan berdebar-debar ketika ia mendengar suaranya, bangkit berdiri dan cepat-cepat membukakan pintu untuk mengambil semangkuk sup itu, hanya untuk menutupnya secepat itu juga. Wu Ling tertegun. Apa yang terjadi hingga ia begitu tergesa-gesa? Aku hanya datang untuk mengantarkan semangkuk sup.

Hong Li mengambil mangkuk itu dari Ruo Yuan dan memeriksa suhunya sebelum menyerahkannya kepada Su Xi-er. "Kau harus meminum ini, sehingga segala sesuatunya hanya akan menjadi manis."

"Mmm." Su Xi-er menerima mangkuk itu dan meminumnya sesendok demi sesendok.

Mangkuk itu sangat kecil, membuat Su Xi-er menghabiskannya dalam enam sendokan. Ruo Yuan mengambil mangkuk kosong itu darinya dan meletakkannya di atas meja.

"Pangeran Hao akan datang untuk melepaskan tudung merah pengantinnya sebentar lagi!" Wajah Hong Li tampak cerah penuh suka cita selagi ia berseru. Kemudian, ia berjalan ke jendela untuk melihat ke lentera-lentera merah meriah di halaman utama.

Tiba-tiba saja, aroma yang wangi melayang masuk, mendorong Ruo Yuan untuk mengendusnya. "Apa ini? Aku mencium wangi yang harum."

Tepat sewaktu kata-kata itu meninggalkan mulutnya, ia merasa tubuhnya kehilangan tenaga. Hong Li berbalik menatapnya, tetapi jatuh pingsan di lantai sebelum ia dapat mengatakan apa-apa. Menggelengkan kepalanya kuat-kuat, Ruo Yuan berhasil mengeluarkan beberapa patah kata sebelum ambruk ke lantai. "Hao Wang Fei, ada yang aneh dengan wangi ini!"

Faktanya, Su Xi-er sudah mulai menahan napasnya ketika ia mendeteksi wangi ini. Ia tidak membalas Ruo Yuan karena takut menghirupnya. Wangi ini akan menyebabkan orang kehilangan tenaga mereka, tetapi itu tidak akan membahayakan nyawa. Berani-beraninya menimbulkan masalah selama pernikahanku!

Su Xi-er mengangkat tudung pengantinnya, memperlihatkan tatapannya yang dalam dan dingin. Hanya dengan beberapa langkah, ia sudah berlari keluar dari kamar pengantin.

Angin malam bertiup mengenai gaun pengantin merah terangnya, membuatnya tampak seperti bunga peoni yang mekar, dan menambahkan secercah pesona pada kecantikan luar biasa dan aura bangsawannya.

Namun, seseorang muncul dari hutan tepat sewaktu Su Xi-er keluar dari kamar; itu adalah Yun Ruo Feng. Ia menatap wanita yang berdiri di depannya dan tidak tahan untuk menggumamkan, "Kau masih secantik biasanya."

Su Xi-er menyipitkan matanya. "Pangeran Yun, pastinya kau bersemangat sekali, datang jauh-jauh ke Bei Min, bukannya beristirahat dengan baik di Kediaman Pangeran Yun." Ia secara diam-diam datang kemari tanpa mengungkapkan dirinya kepada siapa pun, bahkan menipu Lian Chen agar mengira kalau ia masih berada di Kediaman Pangeran Yun.

Walaupun Lian Chen sudah lebih banyak akal dan cerdik, ia masih kalah dari Yun Ruo Feng dalam hal membuat rencana licik.

"Lan-er, aku kemari untuk membawamu pergi sementara Pangeran Hao sedang dikelilingi oleh pejabat dan tidak bisa datang. Terlepas dari apa pun yang kau pikirkan, aku tidak tahan hanya berdiri diam dan menonton tak berdaya sementara kau meninggalkanku." Yun Ruo Feng berujar lembut sewaktu ia perlaha-lahan berjalan ke arah Su Xi-er.

Su Xi-er hanya bisa merasakan ironi yang kejam ketika ia mendengar nama 'Lan-er'. Ia mengangkat tangannya dengan cepat, berencana untuk menarik tusuk rambut emas dari rambutnya dan melemparkannya kepada Yun Ruo Feng. Malam itu, ia menganugerahkanku sebuah anak panah. Malam ini, aku akan membalasnya dengan sebuah tusuk rambut di tenggorokan.

Akan tetapi, sebelum ia bahkan menarik tusuk rambut itu, ia menemukan dirinya kehilangan tenaga.

Mau tak mau, Su Xi-er merasa keheranan. Aku tidak menghirup wewangian itu, jadi kenapa aku tidak punya tenaga sekarang?

Yun Ruo Feng sudah berhenti di depannya dengan ekspresi yang tidak terganggu. Ia mengangkat tangan, berencana untuk menarik satu helaian rambut yang terurai ke belakang telinganya; tetapi yang mengejutkannya, Su Xi-er berpindah selangkah ke samping dengan sisa tenaganya, menyebabkan tangannya melewatkannya.

"Lan-er, kau tidak punya tenaga sekarang; saat ini, kau bukan lawanku." Kenyataannya seperti yang dikatakannya, Su Xi-er yang tak bertenaga tidak akan sanggup melawan Yun Ruo Feng.

Mengapa aku kehilangan kekuatanku padahal aku saja tidak menghirup wewangian itu? Su Xi-er tidak dapat memikirkan alasannya, tetapi tahu bahwa prioritasnya adalah untuk melarikan diri dari situasi gentingnya saat ini. Mengapa aku tidak berpura-pura untuk mengikutinya lebih dulu, lalu menyerang balik ketika ia tidak memerhatikan nantinya!

Oleh sebab itu, Su Xi-er mengikuti Yun Ruo Feng guna menghindari pertarungan yang tak bisa dimenangkannya. Di waktu bersamaan, ia mengambil tusuk rambut emas dari rambutnya dan dengan kasar menancapkannya ke lengannya sebelum melemparkannya ke rumput. Rasa sakitnya cukup untuk membangunkan indranya yang tumpul sampai pada batasan tertentu, membiarkannya tetap sadar.

***

Perjamuan di Kediaman Pangeran Hao sangat ramai, dengan banyaknya tamu yang memberi selamat dan menyemangati si mempelai pria untuk minum. Bahkan, Situ Li, yang tidak minum terlalu banyak, sudah bergabung dalam kemeriahan tersebut. Saat ia berkonsultasi dengan Su Xi-er mengenai Aksara Lan di hari yang sebelumnya, ia sengaja mengoleskan aroma aneh dari daun-daun di pepohonan ke buku salinan itu. Itu tidak akan menunjukkan adanya efek secara langsung, dan hanya akan menyebabkan seseorang kehilangan tenaga ketika mereka meminum sup kurma merah.

Pengantin wanita sudah pasti akan meminum semangkuk sup kurma merah manis di pagi hari dan satu di malam pernikahannya, melihat waktunya sekarang, mungkin Yun Ruo Feng sudah berhasil.

Namun, biarpun jika rencana Situ Li dan Yun Ruo Feng tampak sempurna di permukaan, bukan berarti itu sangat mudah. Terlepas dari senyuman di wajahnya, tatapan Pei Qian Hao sama sekali tidak bahagia meski ia tersenyum. Ia sudah lama mengetahui kehadiran Yun Ruo Feng di Bei Min, tetapi sudah bertindak dengan hati-hati agar membuat dirinya tampak tidak tahu apa-apa supaya tidak membuat musuh waspada.

Memancing musuh keluar dan mengakhiri mereka dengan satu pukulan yang fatal adalah gayanya. Sekarang, karena musuh sudah muncul, yang tersisa hanyalah menyerang bagian vitalnya. Yun Ruo Feng, setelah menyinggung Pangeran ini dan datang ke Bei Min, jangan pikir kalau aku akan mengizinkanmu untuk kembali hidup-hidup.

***

Sementara itu, Yun Ruo Feng sudah membawa Su Xi-er ke pintu belakang. Sepanjang jalan, Su Xi-er sudah berpura-pura kalau ia pingsan. Setelah sampai di pintu belakang, ia memanfaatkan selang perhatian Yun Ruo Feng untuk menendang lututnya.

Kaki kanan Yun Ruo Feng sedikit menekuk, tetapi tidak merasakan sakit selagi ia tetap berdiri. Ia pun tertawa seraya berkata, "Hanya kau yang mengetahui kelemahanku, tetapi aku sudah mengkonsumsi banyak obat penghilang rasa sakit sebelum datang, meskipun aku tahu bahwa dosis obat sebesar itu sudah pasti akan melukai tubuhku."

Ia sudah meminum bermangkuk-mangkuk obat hingga ia bahkan tidak merasakan sedikit pun sakit ketika ia ditendang dengan kuat. Faktanya, ia sudah kehilangan semua rasa di lututnya selama masa ini. Aku takut kalau setelah malam ini, aku tidak akan pernah bisa berdiri lagi. Kemungkinan, aku akan berakhir lumpuh.

"Yun Ruo Feng, kau benar-benar kejam pada dirimu sendiri." Su Xi-er berkomentar pelan selagi aura dingin berkedip di matanya.

"Aku bisa tahu kalau kau membenciku. Hanya ketika ada cinta, barulah ada kebencian. Terlepas dari apa kau mengakuinya, kau masih mencintaiku." Sudut mulut Yun Ruo Feng pun tanpa sadar terangkat.

Tepat saat ini, suara dingin seorang pria terdengar. "Bagaimana bisa Wang Fei Pangeran ini memiliki perasaan cinta kepadamu?"

Ini langsung membuat Yun Ruo Feng waspada, dan ia segera bergegas ke arah Su Xi-er. Namun, ia tidak tahu bahwa Su Xi-er sudah jadi lebih sadar setelah menusuk dirinya sendiri. Dengan satu putaran tubuhnya, ia menghindari tangannya dan dengan gesit pergi ke belakang Pei Qian Hao.

"Pangeran Yun, Pangeran ini tidak bisa melepaskanmu karena sudah merusak pernikahakanku." Mata Pei Qian Hao menyipit, berkedip dengan aura dingin. Segera, dua baris pengawal dari Kediaman Pangeran Hao muncul dengan panah mereka yang terarah kepada Yun Ruo Feng.

Su Xi-er membeku. Pemandangan ini begitu familier!

Yun Ruo Feng tertawa terbahak-bahak sebelum menatap ke arah Su Xi-er dengan sikap lembut. "Tampaknya, Pangeran Hao sudah memutuskan untuk mengakhiri nyawa Pangeran ini dengan tembakan panah menembus jantungku. Gerakan ini tidak buruk."

(T/N : Semenjak babang Hao mastiin Xi-er tuh Ru Lan, semua soal Ru Lan, dia inget. Sampe cara tragis ninggalnya juga mau dibales donk ke si yunpreet. Kau buat ku terpesona lagi bang ;")

 

0 comments:

Posting Komentar