Consort of A Thousand Faces
Chapter 432 : Bujuk Rayu
Feng
Chang Qing tahu bahwa Pei Qian Hao telah menyelidikinya, jadi ia tidak berani
mendekati Su Xi-er belakangan ini. Hanya karena urusan hari ini terlalu penting
makanya ia mengambil risiko. Tentu saja, ia tidak menyangka Pei Qian Hao akan
memergokinya, apalagi menunjuknya sebagai pengawal Su Xi-er. Biarpun demikian,
Feng Chang Qing menyembunyikan keterkejutannya dengan baik, hanya membungkuk
selagi ia menjawab, "Bawahan ini mematuhi perintah. Aku pasti tidak akan
mengkhianati kepercayaan Anda, Pangeran Hao."
"Pangeran
ini bisa tenang dengan kau menjadi pengawalnya. Baiklah, kau boleh
mundur." Pei Qian Hao melambaikan tangannya dan memeluk pinggang Su Xi-er
dengan gaya yang sangat alami sebelum melanjutkan. "Para menteri mahkamah,
sekaligus utusan dari berbagai kerajaan akan menghadiri perjamuan istana malam
ini. Kau bisa masuk istana bersama Pangeran ini nanti."
Perjamuan
itu sangat penting, karena semua orang penasaran tentang Hao Wang Fei yang
baru. Ia harus memanfaatkan kesempatan ini untuk muncul dengan busana yang
indah dan meyakinkan semua orang bahwa ia benar-benar pantas untuk posisi
barunya.
"Xi-er,
dengan pesona anggunmu, semua orang pasti akan sangat mengagumimu." Mata
Pei Qian Hao cerah, senang membayangkan istrinya yang memukau semua orang.
"Aku
tidak tahu kalau Pangeran Hao juga besar kepala." Goda Su Xi-er.
Pei
Qian Hao memeluknya dengan erat, menundukkan kepalanya untuk mengecup ringan
bibir merah mudanya. "Pangeran ini juga manusia, jadi tidak bisa dihindari
akan besar kepala dalam beberapa hal. Tetapi ...." Tatapannya mendalam.
"Kau tidak boleh menari."
Tariannya
terlalu memesona, dan akan meninggalkan kesan pada siapa saja yang melihatnya.
Aku tidak mau banyak pria melihatnya menari.
Su
Xi-er tersenyum. "Aku mengerti, aku hanya akan menari untukmu. Namun,
ternyata, kau bukan hanya besar kepala, kau juga picik." Ia melepaskan
diri dari pria itu dan berjalan pergi.
Ia
baru saja mengambil beberapa langkah ketika ia ditarik kembali oleh tangan yang
besar. "Picik?"
Melihat
responsnya, Su Xi-er mendengus. "Iya, bukankah begitu?" Orang
yang posesif ini.
Pei
Qian Hao menariknya ke dalam dekapannya. "Memangnya kenapa kalau Pangeran
ini picik?" Ia mencondongkan diri ke telinganya. "Hao Wang
Fei, Pangeran ini tahu bahwa tubuhmu sudah agak baik belakangan ini.
Setelah kita kembali dari perjamuan istana malam ini, bagaimana kalau kita
...."
Su
Xi-er langsung menginterupsi. "Teruslah bermimpi, kita sudah melakukannya
berkali-kali, tetapi kau tidak pernah ingat untuk bersikap lebih lembut, tak
peduli seberapa banyak aku memberitahumu."
Hal
semacam ini seperti anak panah pada tali busur yang kencang, yang tidak punya
pilihan selain dilepaskan. Bagaimanapun juga, aku telah menahannya selama dua
puluh lima tahun. Bahkan jika aku mempelajari buku medis dan menangkap
tekniknya, tetap tidak bisa dihindari bahwa .... Tetapi aku akan ingat untuk
lebih lambat lain kali.
"Pangeran
ini pasti akan mengingatnya malam ini." Ia berusaha merayu Su Xi-er
seperti yang dilakukannya belakangan ini.
Namun,
Su Xi-er tidak lagi memercayainya kali ini. "Malam ini tidak boleh.
Biarkan aku istirahat." Ia dengan tegas menolaknya, tetapi setelah melihat
ekspresi kecewanya, ia teringat bahwa pria itu telah menahan dirinya selama dua
puluh lima tahun. "Bagaimana kalau besok malam?"
Pei
Qian Hao berpikir, kalau begitu, besok malam saja. Aku tidak boleh
terlalu memaksanya. Oleh sebab itu, ia pun mengangguk, "Pangeran
ini akan melakukan seperti yang kau bilang."
Akhirnya,
kedua belah pihak berhasil berkompromi, dan Su Xi-er pun meninggalkan ruangan
untuk bersiap-siap, sementara Pei Qian Hao menunggu di luar.
Para
pengawal yang menjaga halaman utama di siang hari merasa mata mereka terbuka
lebar-lebar melihat Pei Qian Hao menunggu dengan sabar. Hao Wang Fei
benar-benar hebat, membuat Pangeran Hao berada dalam telapak tangannya! Siapa
yang akan mengira bahwa Pangeran Hao yang kuat dan hebat akan takut pada
istrinya? Mengejutkan bahwa ia akan dengan begitu alaminya menempatkan Hao Wang
Fei di atas segalanya!
Ruo
Yuan dan Hong Li terus keluar masuk kamar untuk membantu Su Xi-er berdandan,
dan ia akhirnya muncul dari kamar setelah dua jam.
Pei
Qian Hao telah menyaksikan kecantikan Su Xi-er, tetapi melihatnya lagi
sekarang, tetap menyebabkan jantungnya berdebar-debar. Gaun merah tua yang
dikenakannya ada bunga emas kecil yang disulam di kerah serta kelimannya,
memberinya aura dan pesona bermartabat yang sesuai dengan wanita muda yang
sudah menikah.
Kulitnya
kemerahan, dan matanya berkilauan bak langit berbintang.
Alih-alih
tusuk rambut kayu, ia memakai tusuk rambut giok di sanggul rambutnya, dan
kerudung tirai manik-manik emas di depan keningnya pun berayun ringan. Karena
ia akan bertemu para menteri dan utusan dari berbagai kerajaan di perjamuan
istana, tidak akan pantas untuk memakai tusuk rambut kayu.
Su
Xi-er berhenti di depannya. Melihat bahwa Pei Qian Hao tidak mengatakan
apa-apa, ia pun bertanya, "Apa aku kelihatan cantik?"
Sepertinya
Pei Qian Hao tiba-tiba jadi kehabisan kata-kata, dan hanya dapat menjawab,
"Cantik."
Ruo
Yuan bingung selagi ia berdiri di samping, dan tidak tahan untuk ikut campur.
"Pangeran Hao, Anda bisa berkomentar bahwa ia adalah seorang
wanita cantik yang memesona yang membuat ikan-ikan tenggelam dan angsa pun
turun; saking cantiknya hingga bulan saja bersembunyi di balik awan dan
bunga-bunga pun dibuat malu." Namun, ia langsung mendeteksi tatapan
dingin terlempar ke arahnya, menyebabkannya melompat ketakutan ke belakang
untuk bersembunyi di belakang Hong Li.
(T/N
: Ruo Yuan pernah mengucapkan kata-kata ini di chapter 398.)
Su
Xi-er menarik lengan pakaian Pei Qian Hao. "Jangan menakuti orangku. Mari
pergi ke istana kekaisaran." Ia menarik Pei Qian Hao pergi selagi ia
berjalan maju, memberikan Ruo Yuan ruang untuk menenangkan dirinya.
Pei
Qian Hao sedikit tidak senang dengan bagaimana Su Xi-er mengatakan 'orangku',
tetapi ia menahan lidahnya hingga mereka duduk di kereta kuda. "Kau lumayan
bias terhadap gadis gemuk dan kurus itu."
Su
Xi-er dapat merasakan kecemburuannya, dan berpura-pura melebarkan matanya
sekaligus melebih-lebihkan ekspresinya. "Pangeran Hao, tidak mungkin kan
kau mau cemburu pada wanita juga?"
Pei
Qian Hao hampir membantah dengan keras mendengar betapa cepatnya ia ketahuan,
tetapi masih mempertahankan penampilan luarnya yang tenang. "Pangeran ini
tidak repot bertengkar dengan wanita. Bagaimana bisa aku cemburu pada
mereka?"
"Kau
mungkin tidak mau mengakuinya, tetapi aku bisa mengetahui bahwa kau cemburu.
Hong Li dan Ruo Yuan adalah orangku, dan itu bahkan lebih berlaku padamu."
Su Xi-er menjawab sambil tersenyum.
Su
Xi-er barangkali satu-satunya orang di dunia yang berani menyatakan bahwa
Pangeran Hao adalah miliknya tepat di depan orang ini, yang dianggap dewa
perang yang dingin dan kejam.
Tetapi,
justru inilah apa yang bekerja pada Pei Qian Hao. Ia mengulurkan tangannya
untuk menarik Su Xi-er ke dalam pelukannya. "Pangeran ini milikmu, dan kau
juga adalah milik Pangeran ini."
Kemudian
ia bersiap untuk mencium bibirnya.
Namun,
Su Xi-er menolaknya. "Aku menghabiskan dua jam untuk riasanku, kau harus
berhati-hati untuk tidak mengacaukannya."
"Tidak
apa-apa, perjamuan istana mulai di malam hari, dan kita akan pergi ke istana
peristirahatan Consort Dowager Guo dulu. Kalau jadi
berantakan, kau bisa memintanya memperbaikinya untukmu."
Keluarga
gadis Consort Dowager Guo telah menjadi pedagang selama
beberapa generasi, dan mereka berpengetahuan dalam tata rias. Namun, semenjak mendiang
Kaisar menyukai Consor Dowager Guo, keluarganya dipaksa untuk
melakukan hal lain sebagai mata pencaharian. Dibesarkan di lingkungan semacam
itu semenjak ia masih kecil, Consort Dowager Guo berhasil
mengambil sejumlah keahlian dari keluarganya, dan karenanya, sangat
berpengalaman dalam tata rias. Karena itu, ia masih mempertahankan pesonannya,
biarpun sudah berusia lebih dari lima puluh tahun.
Setidaknya
masih ada satu jam sebelum mereka sampai di istana kekaisaran, dan Su Xi-er
takut kalau Pei Qian Hao akan menyebabkan masalah di dalam kereta.
"Xi-er."
Pei Qian Hao berbisik di telinganya.
Setiap
kali ia memanggilnya dengan cara seperti itu, lonceng tanda bahaya akan
berbunyi di kepalanya. Sudah pasti kabar buruk! Karena itulah,
Su Xi-er langsung memukulnya. "Jangan main-main. Kau baru berjanji padaku
kalau kita akan menunggu hingga besok malam."
"Xi-er,
kau harus membaca buku medisnya. Urusan semacam ini tidak bisa ditahan terlalu
lama. Bagaimana kalau tubuh Pangeran ini rusak karena menahannya terlalu
lama?" Pei Qian Hao beralih ke ekspresi serius.
Mengamati
ekspresi sungguh-sungguhnya, Su Xi-er merenungkan situasi saat ini. Tubuhku
sudah sembuh, dan semestinya aku bisa menahannya selama ia tidak mengerahkan
terlalu banyak kekuatan. Selain itu, ia jadi semakin berpengalaman setiap
kalinya.
"Xi-er."
Pei Qian Hao dengan lembut memanggil lagi.
Pria
yang baru saja mencicipi sesuatu ini benar-benar ....
Di
bawah tatapannya yang membara, Su Xi-er hanya bisa mengangguk. "Hati-hati.
Jangan mengacaukan rambutku."
Setelah
berhasil mendapatkan apa yang diinginkan, Pei Qian Hao langsung menyetujui
permintaannya, dan menginstruksikan pengawal yang mengendarai kereta.
"Pilih jalan yang sepi dan menuju ke pinggiran kota."
Si
pengawal pun langsung menerima perintah itu dan memutar keretanya menuju
pinggiran kota.
Mendengar
perkataannya, Su Xi-er merasa menyesal. Ia benar-benar menginstruksikan
pengawal untuk menuju ke pinggiran kota! Ini artinya, siksaanku baru saja
dimulai!

0 comments:
Posting Komentar