Jumat, 24 Juli 2026

CTF - Chapter 432

Consort of A Thousand Faces

Chapter 432 : Bujuk Rayu


Feng Chang Qing tahu bahwa Pei Qian Hao telah menyelidikinya, jadi ia tidak berani mendekati Su Xi-er belakangan ini. Hanya karena urusan hari ini terlalu penting makanya ia mengambil risiko. Tentu saja, ia tidak menyangka Pei Qian Hao akan memergokinya, apalagi menunjuknya sebagai pengawal Su Xi-er. Biarpun demikian, Feng Chang Qing menyembunyikan keterkejutannya dengan baik, hanya membungkuk selagi ia menjawab, "Bawahan ini mematuhi perintah. Aku pasti tidak akan mengkhianati kepercayaan Anda, Pangeran Hao."

"Pangeran ini bisa tenang dengan kau menjadi pengawalnya. Baiklah, kau boleh mundur." Pei Qian Hao melambaikan tangannya dan memeluk pinggang Su Xi-er dengan gaya yang sangat alami sebelum melanjutkan. "Para menteri mahkamah, sekaligus utusan dari berbagai kerajaan akan menghadiri perjamuan istana malam ini. Kau bisa masuk istana bersama Pangeran ini nanti."

Perjamuan itu sangat penting, karena semua orang penasaran tentang Hao Wang Fei yang baru. Ia harus memanfaatkan kesempatan ini untuk muncul dengan busana yang indah dan meyakinkan semua orang bahwa ia benar-benar pantas untuk posisi barunya.

"Xi-er, dengan pesona anggunmu, semua orang pasti akan sangat mengagumimu." Mata Pei Qian Hao cerah, senang membayangkan istrinya yang memukau semua orang.

"Aku tidak tahu kalau Pangeran Hao juga besar kepala." Goda Su Xi-er.

Pei Qian Hao memeluknya dengan erat, menundukkan kepalanya untuk mengecup ringan bibir merah mudanya. "Pangeran ini juga manusia, jadi tidak bisa dihindari akan besar kepala dalam beberapa hal. Tetapi ...." Tatapannya mendalam. "Kau tidak boleh menari."

Tariannya terlalu memesona, dan akan meninggalkan kesan pada siapa saja yang melihatnya. Aku tidak mau banyak pria melihatnya menari.

Su Xi-er tersenyum. "Aku mengerti, aku hanya akan menari untukmu. Namun, ternyata, kau bukan hanya besar kepala, kau juga picik." Ia melepaskan diri dari pria itu dan berjalan pergi.

Ia baru saja mengambil beberapa langkah ketika ia ditarik kembali oleh tangan yang besar. "Picik?"

Melihat responsnya, Su Xi-er mendengus. "Iya, bukankah begitu?" Orang yang posesif ini.

Pei Qian Hao menariknya ke dalam dekapannya. "Memangnya kenapa kalau Pangeran ini picik?" Ia mencondongkan diri ke telinganya. "Hao Wang Fei, Pangeran ini tahu bahwa tubuhmu sudah agak baik belakangan ini. Setelah kita kembali dari perjamuan istana malam ini, bagaimana kalau kita ...."

Su Xi-er langsung menginterupsi. "Teruslah bermimpi, kita sudah melakukannya berkali-kali, tetapi kau tidak pernah ingat untuk bersikap lebih lembut, tak peduli seberapa banyak aku memberitahumu."

Hal semacam ini seperti anak panah pada tali busur yang kencang, yang tidak punya pilihan selain dilepaskan. Bagaimanapun juga, aku telah menahannya selama dua puluh lima tahun. Bahkan jika aku mempelajari buku medis dan menangkap tekniknya, tetap tidak bisa dihindari bahwa .... Tetapi aku akan ingat untuk lebih lambat lain kali.

"Pangeran ini pasti akan mengingatnya malam ini." Ia berusaha merayu Su Xi-er seperti yang dilakukannya belakangan ini.

Namun, Su Xi-er tidak lagi memercayainya kali ini. "Malam ini tidak boleh. Biarkan aku istirahat." Ia dengan tegas menolaknya, tetapi setelah melihat ekspresi kecewanya, ia teringat bahwa pria itu telah menahan dirinya selama dua puluh lima tahun. "Bagaimana kalau besok malam?"

Pei Qian Hao berpikir, kalau begitu, besok malam saja. Aku tidak boleh terlalu memaksanya. Oleh sebab itu, ia pun mengangguk, "Pangeran ini akan melakukan seperti yang kau bilang."

Akhirnya, kedua belah pihak berhasil berkompromi, dan Su Xi-er pun meninggalkan ruangan untuk bersiap-siap, sementara Pei Qian Hao menunggu di luar.

Para pengawal yang menjaga halaman utama di siang hari merasa mata mereka terbuka lebar-lebar melihat Pei Qian Hao menunggu dengan sabar. Hao Wang Fei benar-benar hebat, membuat Pangeran Hao berada dalam telapak tangannya! Siapa yang akan mengira bahwa Pangeran Hao yang kuat dan hebat akan takut pada istrinya? Mengejutkan bahwa ia akan dengan begitu alaminya menempatkan Hao Wang Fei di atas segalanya!

Ruo Yuan dan Hong Li terus keluar masuk kamar untuk membantu Su Xi-er berdandan, dan ia akhirnya muncul dari kamar setelah dua jam.

Pei Qian Hao telah menyaksikan kecantikan Su Xi-er, tetapi melihatnya lagi sekarang, tetap menyebabkan jantungnya berdebar-debar. Gaun merah tua yang dikenakannya ada bunga emas kecil yang disulam di kerah serta kelimannya, memberinya aura dan pesona bermartabat yang sesuai dengan wanita muda yang sudah menikah.

Kulitnya kemerahan, dan matanya berkilauan bak langit berbintang.

Alih-alih tusuk rambut kayu, ia memakai tusuk rambut giok di sanggul rambutnya, dan kerudung tirai manik-manik emas di depan keningnya pun berayun ringan. Karena ia akan bertemu para menteri dan utusan dari berbagai kerajaan di perjamuan istana, tidak akan pantas untuk memakai tusuk rambut kayu.

Su Xi-er berhenti di depannya. Melihat bahwa Pei Qian Hao tidak mengatakan apa-apa, ia pun bertanya, "Apa aku kelihatan cantik?"

Sepertinya Pei Qian Hao tiba-tiba jadi kehabisan kata-kata, dan hanya dapat menjawab, "Cantik."

Ruo Yuan bingung selagi ia berdiri di samping, dan tidak tahan untuk ikut campur. "Pangeran Hao, Anda bisa berkomentar bahwa ia adalah seorang wanita cantik yang memesona yang membuat ikan-ikan tenggelam dan angsa pun turun; saking cantiknya hingga bulan saja bersembunyi di balik awan dan bunga-bunga pun dibuat malu." Namun, ia langsung mendeteksi tatapan dingin terlempar ke arahnya, menyebabkannya melompat ketakutan ke belakang untuk bersembunyi di belakang Hong Li.

(T/N : Ruo Yuan pernah mengucapkan kata-kata ini di chapter 398.)

Su Xi-er menarik lengan pakaian Pei Qian Hao. "Jangan menakuti orangku. Mari pergi ke istana kekaisaran." Ia menarik Pei Qian Hao pergi selagi ia berjalan maju, memberikan Ruo Yuan ruang untuk menenangkan dirinya.

Pei Qian Hao sedikit tidak senang dengan bagaimana Su Xi-er mengatakan 'orangku', tetapi ia menahan lidahnya hingga mereka duduk di kereta kuda. "Kau lumayan bias terhadap gadis gemuk dan kurus itu."

Su Xi-er dapat merasakan kecemburuannya, dan berpura-pura melebarkan matanya sekaligus melebih-lebihkan ekspresinya. "Pangeran Hao, tidak mungkin kan kau mau cemburu pada wanita juga?"

Pei Qian Hao hampir membantah dengan keras mendengar betapa cepatnya ia ketahuan, tetapi masih mempertahankan penampilan luarnya yang tenang. "Pangeran ini tidak repot bertengkar dengan wanita. Bagaimana bisa aku cemburu pada mereka?"

"Kau mungkin tidak mau mengakuinya, tetapi aku bisa mengetahui bahwa kau cemburu. Hong Li dan Ruo Yuan adalah orangku, dan itu bahkan lebih berlaku padamu." Su Xi-er menjawab sambil tersenyum.

Su Xi-er barangkali satu-satunya orang di dunia yang berani menyatakan bahwa Pangeran Hao adalah miliknya tepat di depan orang ini, yang dianggap dewa perang yang dingin dan kejam.

Tetapi, justru inilah apa yang bekerja pada Pei Qian Hao. Ia mengulurkan tangannya untuk menarik Su Xi-er ke dalam pelukannya. "Pangeran ini milikmu, dan kau juga adalah milik Pangeran ini."

Kemudian ia bersiap untuk mencium bibirnya.

Namun, Su Xi-er menolaknya. "Aku menghabiskan dua jam untuk riasanku, kau harus berhati-hati untuk tidak mengacaukannya."

"Tidak apa-apa, perjamuan istana mulai di malam hari, dan kita akan pergi ke istana peristirahatan Consort Dowager Guo dulu. Kalau jadi berantakan, kau bisa memintanya memperbaikinya untukmu."

Keluarga gadis Consort Dowager Guo telah menjadi pedagang selama beberapa generasi, dan mereka berpengetahuan dalam tata rias. Namun, semenjak mendiang Kaisar menyukai Consor Dowager Guo, keluarganya dipaksa untuk melakukan hal lain sebagai mata pencaharian. Dibesarkan di lingkungan semacam itu semenjak ia masih kecil, Consort Dowager Guo berhasil mengambil sejumlah keahlian dari keluarganya, dan karenanya, sangat berpengalaman dalam tata rias. Karena itu, ia masih mempertahankan pesonannya, biarpun sudah berusia lebih dari lima puluh tahun.

Setidaknya masih ada satu jam sebelum mereka sampai di istana kekaisaran, dan Su Xi-er takut kalau Pei Qian Hao akan menyebabkan masalah di dalam kereta.

"Xi-er." Pei Qian Hao berbisik di telinganya.

Setiap kali ia memanggilnya dengan cara seperti itu, lonceng tanda bahaya akan berbunyi di kepalanya. Sudah pasti kabar buruk! Karena itulah, Su Xi-er langsung memukulnya. "Jangan main-main. Kau baru berjanji padaku kalau kita akan menunggu hingga besok malam."

"Xi-er, kau harus membaca buku medisnya. Urusan semacam ini tidak bisa ditahan terlalu lama. Bagaimana kalau tubuh Pangeran ini rusak karena menahannya terlalu lama?" Pei Qian Hao beralih ke ekspresi serius.

Mengamati ekspresi sungguh-sungguhnya, Su Xi-er merenungkan situasi saat ini. Tubuhku sudah sembuh, dan semestinya aku bisa menahannya selama ia tidak mengerahkan terlalu banyak kekuatan. Selain itu, ia jadi semakin berpengalaman setiap kalinya.

"Xi-er." Pei Qian Hao dengan lembut memanggil lagi.

Pria yang baru saja mencicipi sesuatu ini benar-benar ....

Di bawah tatapannya yang membara, Su Xi-er hanya bisa mengangguk. "Hati-hati. Jangan mengacaukan rambutku."

Setelah berhasil mendapatkan apa yang diinginkan, Pei Qian Hao langsung menyetujui permintaannya, dan menginstruksikan pengawal yang mengendarai kereta. "Pilih jalan yang sepi dan menuju ke pinggiran kota."

Si pengawal pun langsung menerima perintah itu dan memutar keretanya menuju pinggiran kota.

Mendengar perkataannya, Su Xi-er merasa menyesal. Ia benar-benar menginstruksikan pengawal untuk menuju ke pinggiran kota! Ini artinya, siksaanku baru saja dimulai!

 

0 comments:

Posting Komentar