Jumat, 24 Juli 2026

CTF - Chapter 433

Consort of A Thousand Faces

Chapter 433 : Lancang


Kereta kuda terus menuju pinggiran kota, dan Pei Qian Hao tidak melakukan apa-apa selain diam-diam memerhatikan Su Xi-er dengan tatapan yang membuatnya bergeser ke sudut dengan ketakutan.

Angin sepoi-sepoi menyingkap tirai jendela, dan Su Xi-er tahu bahwa mereka sudah sampai di pinggiran kota ketika ia melihat hamparan pohon di luar sana.

Segera, pengawal itu menghentikan kereta di samping hutan dan melaporkan, "Pangeran Hao, kita sudah sampai di pinggiran kota."

Pei Qian Hao mengangkat tirai jendela dan memerintahkan, "Hao Wang Fei ingin memakan roti kukus jagung dari keluarga petani. Pergi ke desa terdekat dan belikan beberapa."

(T/N : contoh roti kukus jagungnya. Sepertinya ada muncul juga di chapter 94, kalo ga salah sih.)


 

Terlepas dari keheranannya, pengawal itu membungkuk dengan hormat. "Bawahan ini mematuhi perintah." Ia kemudian berbalik untuk berjalan menuju ke hutan, dimana terletak sebuah desa kecil di belakangnya.

Setelah mengirim pengawal itu pergi, Pei Qian Hao melihat ke arah Su Xi-er dengan ekspresi yang natural dan mengangkat tangannya. "Xi-er, kemarilah."

Su Xi-er tetap di sudut dan menolak dengan tegas. "Aku tidak mau ke sana. Aku sudah menyesal berjanji denganmu. Aku tidak akan punya tenaga untuk perjamuan istana malam ini kalau kau menyiksaku sekarang."

"Pangeran ini sudah pasti tidak akan menyiksamu; aku hanya akan menciummu." Mengetahui bahwa ia tidak mudah tertipu, Pei Qian Hao mengulurkan tangannya untuk mengangkatnya dan mendudukkannya di pangkuannya.

"Pelan-pelan; malam ini akan jadi peristiwa besar." Su Xi-er tidak tahan untuk mengingatkannya saat ia melihat pria itu berusaha melepaskan gaunnya.

"Pangeran ini akan memerhatikannya." Tepat setelahnya, hujan ciuman pun menuruni lehernya sementara ia menghindari wajah Su Xi-er supaya tidak mengacaukan riasannya.

Di saat yang sama, tangannya menjelajah nakal di bawah pakaian Su Xi-er yang setengah terbuka dengan rasa yang akrab. Su Xi-er merasakan tubuhnya memanas, dan matanya yang setengah tertutup memberikan aura yang memikat.

Pei Qian Hao adalah pria yang lumayan pintar; ia sudah mengetahui dengan cepat, bagian tubuh Su Xi-er yang mana yang lebih sensitif.

Tidak butuh waktu lama sebelum tangan Su Xi-er melingkari leher Pei Qian Hao, dan ia menopang pinggang wanita itu selagi ia bergerak naik turun. Kilau yang bergerak di wajah Su Xi-er menyebabkan jantungnya berdebar-debar selagi mereka saling bertatapan.

Tentu saja, keretanya sendiri berguncang karena pergerakan di dalam. Satu-satunya hal yang mencegah seseorang mengintip ke dalam tirai yang sedikit terbuka adalah tangan kecil yang memeganginya dari dalam.

Untungnya, waktunya masih pagi dan lokasi yang sepi membuatnya tidak mungkin ada orang di sekitar.

Saat akhirnya mereka selesai, suara pakaian yang dikenakan pun dapat terdengar. Tak lama kemudian, suara wanita yang menarik perhatian pun terdengar. "Pei Qian Hao, aku tidak akan percaya lagi padamu!"

Suara seorang pria mengikuti. "Pangeran ini sudah menahan diri. Itu tidak akan memengaruhi perjamuan istana malam ini."

"Kau jelas-jelas tahu bahwa ada perjamuan di istana malam ini, tetapi kau tetap ...."

"Kau bisa memulihkan tenagamu dengan cepat setelah kau istirahat di istana peristirahatan Consort Dowager Guo nanti."

Ketika pengawal itu kembali, ia tidak mengerti kenapa Su Xi-er berselisih dengan Pei Qian Hao, tetapi ia menyadari bahwa majikannya sedang berusaha membujuk istrinya. Pengawal itu pun tidak tahan untuk meratap. Benar-benar tidak mudah bagi Pangeran Hao untuk tunduk pada Wang Fei dalam segala hal.

Mendeteksi suara di luar kereta, Su Xi-er langsung mengangkat tirai. Menyadari bahwa itu adalah si pengawal, ia segera berbicara dengan gaya yang dingin dan menekan yang tidak kalah dari Pei Qian Hao, "Berikan rotinya padaku dan bawa kami ke istana kekaisaran sekarang juga."

Kaget, pengawal itu bergegas menyerahkan roti kukus yang dibungkus kertas kuning itu.

Sebelum ia dapat menyerahkannya pada Su Xi-er, tangan besar Pei Qian Hao datang dan mengambil bungkusannya sementara ia memerintahkan, "Dengarkan Wang Fei dan segera menuju ke istana kekaisaran."

Ini mengkonfirmasi kecurigaan si pengawal bahwa Pei Qian Hao takut pada istrinya, dan mau tak mau, melolong pedih dalam hati sebelum melompat ke atas kereta dan mengemudikannya menuju istana kekaisaran.

Pei Qian Hao membungkus kertas kuning itu lebih aman. "Consort Dowager Guo lahir dengan latar belakang pedagang, tetapi biasanya ia paling suka memakan roti kukus rasa jagung. Ingatlah untuk memberikan ini padanya ketika kita sampai di istana peristirahatannya nanti."

Su Xi-er dapat mengetahui bahwa Pei Qian Hao memperlakukan Consort Dowager Guo dengan cukup baik, jadi ia memutuskan untuk bertanya secara terus terang, "Bagaimana kau tahu bahwa Consort Dowager Guo suka makan ini?"

"Pangeran ini adalah putra angkat Keluarga Pei, dan selalu dipandang rendah oleh orang lain semenjak aku masih kecil. Tentunya aku diolok-olok oleh semua orang, pertama kalinya aku memasuki istana. Consort Dowager Guo-lah yang menegur yang lainnya, sebelum membawa Pangeran ini ke istana peristirahatannya. Di hari itulah aku menemukan bahwa ia suka memakan roti kukus rasa jagung."

Untuk mengingat bantuan kecil yang diterimanya saat ia masih muda, dan bahkan ingat untuk terus membalaskanya bertahun-tahun kemudian ... jelas bahwa ia bukanlah orang tak tahu terima kasih yang melupakan utangnya. Ia juga memahami lebih baik, mengapa Consort Dowager Guo adalah satu-satunya dari selir kekaisaran mendiang Kaisar, yang tidak harus menemaninya dalam kematian.

Su Xi-er mengulurkan tangan untuk memeluknya. "Saat Ibunda Permaisuri masih hidup, aku memiliki masa kanak-kanak yang bahagia, tetapi kau ..."

Ia menguburkan kepalanya ke dadanya dan berujar muram, "Mulai sekarang, kau punya aku di sisimu. Kau tidak perlu memedulikan tentang menjadi putra angkat."

"Pangeran ini merasa terhormat karena menikahi Putri Pertama Kekaisaran suatu kerajaan; garis keturunan yang begitu agung." Tatapan menggoda berkedip di mata Pei Qian Hao.

Su Xi-er mendongakkan kepalanya. "Itulah kenapa, kau harus mendengarkanku mulai sekarang. Apa kau mengerti?" Ia menunjukkan ekspresi yang iseng dan licik.

Pei Qian Hao menundukkan kepalanya untuk memberikan ciuman di keningnya. "Pangeran ini telah berjanji pada adik lelaki kekaisaranmu bahwa aku akan mendengarkan keinginanmu dalam segala hal."

Dalam masyarakat misoginis Bei Min, sungguh tidak mudah bagi seorang pria yang bersedia terus memikirkan istrinya dalam benaknya selagi membuat keputusan, terlebih lagi seseorang seberkuasa Pei Qian Hao.

Kereta kuda berjalan sepanjang jalan ke istana, baru berhenti saat mereka sampai di gerbang istana. Terlepas dari seberapa banyaknya kekuasaan yang dimiliki Pei Qian Hao, ia tetap menunjukkan formalitas yang diperlukan. Dalam keadaan normal, hanya Tandu Naga dan kereta kuda dari istana kekaisaran yang diizinkan untuk masuk.

Namun, karena Consort Dowager sudah menunggu kunjungan Su Xi-er, sudah ada seseorang yang menanti untuk menyambut mereka di gerbang istana.

Saat seorang dayang senior melihat Pei Qian Hao, ia langsung maju ke depan. "Pelayan tua ini memberi hormat kepada Pangeran Hao dan Hao Wang FeiConsort Dowager Guo sudah menyiapkan teh dan kue, dan sudah menunggu di istana peristirahatan."

Su Xi-er menopang dayang senior itu bangun, dan tersenyum sebelum menjawab, "Dayang Senior, kau boleh mengesampingkan formalitasnya."

Itu adalah pertama kalinya dayang senior tersebut melihat Su Xi-er. Meski tidak mengenakan berbagai macam ornamen yang mewah, pesona wanita di depannya cukup untuk membuat dayang senior itu terpana sesaat sebelum ia kembali tersadar.

"Pangeran Hao, Hao Wang Fei, silakan ikuti pelayan tua ini." Ia berbicara selagi mengulurkan tangannya untuk memberi isyarat agar mereka ikut.

Mereka mengambil jalan yang jarang dipakai karena itu membuat mereka menghindari perhatian yang tidak perlu, serta tiba di istana peristirahatan Consort Dowager Guo lebih cepat.

Consort Dowager Guo menunggu di depan pintu istana peristiahatan, sedangkan Ye Qing Zhu berdiri di sebelahnya.

"Qing Zhu, pergi dan lihat apakah kau sudah menyeduh tehnya dengan baik. Bawakan satu teko dan letakkan di meja aula utama." Consort Dowager Guo menginstruksikan selagi ia melihat ke depan.

Ye Qing Zhu menjawab pelan sambil mengiyakan sebelum berjalan menuju halaman belakang istana peristirahatan. Karena Pangeran Hao sudah datang ke istana Consort Dowager, aku bisa mengggunakan kesempatan ini untuk memohon Pangeran Hao agar mengizinkanku untuk masuk Kediaman Pangeran Hao. Aku akan merasa puas meski jika aku hanya bisa melirik Kakak Wu dari jauh.

Beberapa saat sebelum Consort Dowager Guo akhirnya melihat Pei Qian Hao dan Su Xi-er. Ia langsung maju ke depan untuk menyapa mereka sambil tersenyum ramah. "Consort Dowager ini merasa bahwa Hao Wang Fei bahkan sudah jadi semakin cantik sejak pernikahan. Tampaknya, Pangeran Hao mengurusimu dengan sangat baik. Kemari, duduk dan mengobrol dengan Consort Dowager ini di dalam."

Meskipun istana peristirahatan tidak ceria, Consort Dowager Guo adalah seseorang yang menyukai anak-anak, dan Su Xi-er lima belas tahun lebih muda dari putranya. Dengan kenangan akan putranya yang terus dalam benaknya, ia pun hanya bisa meratap.

Pei Qian Hao menggandeng tangan Su Xi-er dan berjalan masuk.

Su Xi-er memiliki kesan yang baik terhadap Consort Dowager Guo, dan cukup menyukainya. Pada hari pernikahan, ia sudah mengirimkan semangkuk sup kurma merah manis. Ia bahkan datang untuk menasihatiku secara pribadi dan dengan senyuman di wajahnya, seolah-olah aku adalah putri kandungnya.

 

0 comments:

Posting Komentar