Sabtu, 25 Juli 2026

CTF - Chapter 434

Consort of A Thousand Faces

Chapter 434 : Sikap yang Elegan


Setelah mereka memasuki aula utama, Consort Dowager Guo menarikkan sendiri kursi untuk Su Xi-er, menggesturkan pada orang itu untuk duduk sambil tersenyum.

Su Xi-er merasa sedikit malu dengan kebaikan Consort Dowager Guo, tetapi segera duduk ketika ia mendengar ucapan selanjutnya yang keluar dari mulutnya.

"Kalau saja, Consort Dowager ini melahirkan seorang putri, aku tidak perlu terlalu cemas. Sayang sekali, aku melahirkan seorang putra yang sudah berkeliaran tanpa peduli di dunia. Consort Dowager ini akan mengambilmu sebagai putri angkatku apabila Guru Besar Kong tidak melakukannya; kenapa kau tidak datang meminta Consort Dowager ini, Pangeran Hao?" Consort Dowager Guo memasang senyum ramah selagi ia meratap main-main.

Pei Qian Hao tersenyum sewaktu ia menjawab, "Consort Dowager, mana mungkin Pangeran ini mengganggumu ketika kau berdoa dengan damai pada Buddha?"

"Tetapi Consort Dowager ini benar-benar menyukai gadis semenggemaskan ini." Consort Dowager Guo berkomentar sementara ia memandangi Su Xi-er. Jelas bahwa ia sangat cantik hanya dengan sekali lihat, dan ia hanya tampak semakin cantik saat aku melihat lebih dekat. Rasanya, aku tidak akan bosan memandanginya. Pantas saja Pangeran Hao sangat menghargainya dan berusaha keras demi dirinya.

Melihat Consort Dowager Guo praktisnya berseri-seri, Su Xi-er pun membuat lelucon kecil untuk mencairkan suasana. "Consort Dowager, aku akan jadi arogan jika Anda begitu memujiku."

Consort Dowager Guo langsung memahami maksudnya, dan itu hanya semakin membuatnya lebih menyukai Su Xi-er. Sejujurnya, Yang Mulia masih muda, meyisakan Pangeran Hao sebagai satu-satunya orang yang memiliki pengaruh paling besar di Bei Min. Oleh karenanya, tentu saja tidak ada wanita di harem kekaisaran yang statusnya bisa menandingi Hao Wang Fei.

Su Xi-er tidak angkuh maupun pemarah, sebaliknya, memiliki sikap yang lembut dan menyenangkan, yang susah didapat.

"Consort Dowager, Pangeran ini akan meninggalkan Xi-er di sini bersamamu hingga perjamuan malam ini." Ia menundukkan kepalanya untuk menatap Su Xi-er. "Pangeran ini akan pergi ke Istana Naga Langit untuk memeriksa pekerjaan rumah Yang Mulia; aku harus memastikan ia tidak bermalas-malasan."

Su Xi-er mengangguk dan menjawab dengan lembut, "Kalau begitu pergilah. Aku akan menemani Consort Dowager Guo."

Pei Qian Hao menjawab pelan sambil mengiyakan sebelum membungkuk pada Consort Dowager Guo dan berbalik pergi.

Tepat saat Pei Qian Hao sedang berjalan keluar dari istana peristirahatan, Ye Qing Zhu datang membawa sebuah nampan selagi ia menuju ke aula utama. Ketika ia melihat bahwa Pei Qian Hao pergi, ia langsung mengejarnya karena panik, mengakibatkan nampan di tangannya hampir tergelincir.

"Pangeran Hao," panggil Ye Qing Zhu. Kemudian ia mencengkeram nampannya dengan benar selagi ia membungkuk.

Pei Qian Hao bisa menebak apa yang hendak dikatakannya, dan langsung memutus segala harapannya. "Tinggallah di istana peristirahatan Consort Dowager dengan baik, dan kau akan dibebaskan dari tugasmu saat kau berumur delapan belas tahun."

"Pangeran Hao, hamba telah melayani Kediaman Pangeran Hao selama bertahun-tahun; aku tidak sanggup untuk pergi sekarang." Ye Qing Zhu tidak berani mengungkapkan alasan sebenarnya atas keinginannya untuk tetap tinggal; ia takut kalau Pei Qian Hao akan menolaknya jika ia mengetahuinya.

"Ye Qing Zhu, Pangeran ini mengetahui tentang perasaanmu untuk Wu Ling. Namun, kehadiranmu akan mengganggu kemampuannya bekerja untuk Pangeran ini." Kemudian Pei Qian Hao pun berlalu.

Ye Qing Zhu mengerutkan bibirnya. Ialah orang yang waktu itu menyuruhku berjuang untuk apa yang kusukai, tetapi ia sengaja memindahkanku keluar dari Kediaman Pangeran Hao. Menempatkanku di istana peristirahatan Consort Dowager, ia bahkan mengambil kemampuanku untuk diam-diam mengawasi Kakak Wu dari kejauhan.

Jantungnya berdebar menyakitkan dalam dadanya, dan itu adalah pertama kalinya dalam hidupnya, ia dihadapkan dengan kesedihan yang tak berdaya. Tidak ada yang bisa dilakukannya selain berbalik dan lanjut menuju aula utama.

Ia baru saja melangkah masuk ketika ia melihat Su Xi-er dan Consort Dowager mengobrol dengan riang satu sama lainnya. Su Xi-er berada di puncak kejayaannya, dan membuat iri semua orang.

Consort Dowager Guo melihat Ye Qing Zhu dan menginstruksikan, "Qing Zhu, taruh teko tehnya di sini dan tuangkan satu cangkir untuk Hao Wang Fei." Kemudian, ia berpaling pada Su Xi-er. "Teh yang diseduh pelayan ini enak. Cicipilah."

Su Xi-er mengangguk patuh, tatapannya tertuju pada Ye Qing Zhu.

Setelah menuangkan tehnya, Ye Qing Zhu menyerahkan cangkirnya pada Su Xi-er dengan hormat. "Hao Wang Fei, silakan minum perlahan. Masih panas."

"Gadis ini cerdas dan cepat tanggap karena melayani Kediaman Pangeran Hao selama bertahun-tahun. Pangeran Hao hanya memindahkannya ke istana Consort Dowager ini karena ia mengasihani nenek tua ini."

Su Xi-er tidak tahan untuk tertawa. "Consort Dowager, bagaiamana Anda adalah nenek tua? Kulit Anda begitu terawat hingga aku akan salah mengira Anda adalah seorang gadis."

Perkataan Su Xi-er sangat menyenangkan Consort Dowager Guo, dan tatapan orang itu nyaris seperti ia sedang memandangi anaknya sendiri. "Anak ini, mulutmu manis sekali. Kau bahkan memuji Consort Dowager ini sebagai seorang gadis."

Menyaksikan mereka berdua mengobrol dengan riang, Ye Qing Zhu mendadak teringat ekspresi Pei Qian Hao ketika ia menolaknya. Suasana hatinya langsung mencapai titik terendah. "Consort Dowager, hamba akan memerintahkan seseorang untuk membawakan kue kemari."

"Baiklah, kau boleh undur diri." Consort Dowager Guo melambaikan tangannya.

Ye Qing Zhu membungkuk selagi ia pergi, tetapi kekecewaan sekilas di matanya tidak luput dari Su Xi-er.

Panggilan 'Pangeran Hao' tiba-tiba itu, yang berasal dari lorong, tidak luput dari telinga Su Xi-er, dan jelas bahwa orang yang memanggilnya adalah Ye Qing Zhu. Ia pasti sudah memohon Pangeran Hao untuk kembali ke kediaman, hanya untuk ditolak. Dapat dimengerti kalau sekarang ia tertekan.

Selagi Consort Dowager Guo memerhatikan sosok Ye Qing Zhu yang berlalu, mau tak mau ia pun menghela napas. "Gadis ini menyembunyikan sesuatu dalam hatinya; gadis sebaik ini tidak seharusnya sebegitu sedih. Saat waktunya tepat, Consort Dowager ini akan mencarikan pasangan yang cocok untuknya."

Keingintahuan merayap di mata Su Xi-er. Bagaimana Consort Dowager Guo tetap tidak ternoda sementara tinggal di istana kekaisaran sekian lama? Aku paham dengan sangat jelas, apa yang mampu dilakukan para wanita di harem kekaisaran, dari menyaksikan Ayahanda Kaisar dulu. Mereka bahkan sanggup membunuh anak mereka sendiri untuk maju.

Setelah itu, Consort Dowager Guo penuh pujian saat ia memakan beberapa roti kukus rasa jagung. Lalu, ia membawa Su Xi-er ke taman belakang untuk berjalan-jalan sebelum mereka makan kue, dan mereka makan malam sebelum Pei Qian Hao kembali sekitar pukul 5:30 sore.

"Pangeran Hao, kalian berdua harus ke sana. Consort Dowager ini tidak suka keramaian, jadi aku tidak akan pergi. Aku harap kau bisa mengerti." Consort Dowager Guo mengeluarkan seuntai manik-manik Buddha dari lemari di aula utama dan bersiap untuk berjalan ke aula Buddha.

"Consort Dowager, tolong jaga dirimu baik-baik. Kami akan pergi duluan." Pei Qian Hao berpamitan padanya dengan sopan sebelum menggandeng tangan Su Xi-er dan pergi.

Hanya setelah mereka sampai di jalan istana yang sepi, barulah Pei Qian Hao berhenti dan membantu Su Xi-er merapikan rambut dan gaunnya.

Su Xi-er tertawa. "Consort Dowager Guo sudah membantuku merapikan diriku sore ini. Ayo langsung pergi ke sana."

"Xi-er, kau tidak diizinkan untuk menari." Pei Qian Hao mengingatkannya sebelum menggandeng tangannya lagi dan terus menyusuri jalan setapak.

Aku tahu kalau ia 'picik', dan hanya ingin aku menari untuknya, tetapi tak dapat dihindari bahwa seseorang akan memintanya di perjamuan istana.

Dengan hadirnya berbagai menteri mahkamah dan utusan dari kerajaan yang berbeda-beda, tidak ada cukup ruang di taman untuk menampung mereka semua. Dengan demikian, perjamuan akan diadakan di halaman yang biasanya hanya digunakan untuk perjamuan kerajaan.

Panggung tinggi sudah dipasang, dan anggota dari opera dan sanggar tari sudah lama memasuki istana.

Semua orang dituntun ke sisi tempat duduk mereka oleh para dayang istana, tetapi tetap berdiri karena mereka menunggu Kaisar dan Pangeran Hao.

Bahkan lebih daripada ini, semua orang mengetahui bahwa Hao Wang Fei akan datang, jadi perhatian semua orang akan terkunci padanya segera setelah ia tiba.

Seorang kasim mengumumkan dengan semangat tinggi, "Pangeran Hao dan Hao Wang Fei sudah tiba!"

Mata semua orang langsung beralih ke pintu masuk halaman, hanya untuk melihat seorang pria jangkung berjubah hitam sedang menggandeng tangan seorang wanita yang mengenakan gaun merah.

Langkah kaki si wanita ringan dan gesit, seolah-olah teratai bermekaran seiring tiap langkahnya. Setiap pergerakannya elegan, dan senyum samar di wajahnya memberikan sikap agung yang membuat semua orang bingung. Bagaimana ia mirip seorang pelayan dengan auranya? Bahkan Putri Pertama Kekaisaran suatu kerajaan saja mungkin kesulitan untuk menanggung sikap seperti itu!

Pei Qian Hao membawanya ke tempat duduk mereka, dan kebetulan Situ Lin memasuki halaman saat ini. Sewaktu ia melihat Pei Qian Hao mengangguk padanya, ia melambaikan tangannya dan berbicara pada para hadirin dengan gaya yang mengesankan, "Utusan dari berbagai kerajaan, pemimpin dari suku asing, pejabat yang terhormat, silakan duduk dan nikmati makanan kalian."

 

0 comments:

Posting Komentar