Consort of A Thousand Faces
Chapter 434 : Sikap yang Elegan
Setelah
mereka memasuki aula utama, Consort Dowager Guo menarikkan
sendiri kursi untuk Su Xi-er, menggesturkan pada orang itu untuk duduk sambil
tersenyum.
Su
Xi-er merasa sedikit malu dengan kebaikan Consort Dowager Guo,
tetapi segera duduk ketika ia mendengar ucapan selanjutnya yang keluar dari
mulutnya.
"Kalau
saja, Consort Dowager ini melahirkan seorang putri, aku tidak
perlu terlalu cemas. Sayang sekali, aku melahirkan seorang putra yang sudah
berkeliaran tanpa peduli di dunia. Consort Dowager ini akan
mengambilmu sebagai putri angkatku apabila Guru Besar Kong tidak melakukannya;
kenapa kau tidak datang meminta Consort Dowager ini, Pangeran
Hao?" Consort Dowager Guo memasang senyum ramah selagi ia
meratap main-main.
Pei
Qian Hao tersenyum sewaktu ia menjawab, "Consort Dowager, mana
mungkin Pangeran ini mengganggumu ketika kau berdoa dengan damai pada
Buddha?"
"Tetapi Consort
Dowager ini benar-benar menyukai gadis semenggemaskan ini." Consort
Dowager Guo berkomentar sementara ia memandangi Su Xi-er. Jelas
bahwa ia sangat cantik hanya dengan sekali lihat, dan ia hanya tampak semakin
cantik saat aku melihat lebih dekat. Rasanya, aku tidak akan bosan
memandanginya. Pantas saja Pangeran Hao sangat menghargainya dan berusaha keras
demi dirinya.
Melihat Consort
Dowager Guo praktisnya berseri-seri, Su Xi-er pun membuat lelucon
kecil untuk mencairkan suasana. "Consort Dowager, aku akan jadi
arogan jika Anda begitu memujiku."
Consort
Dowager Guo
langsung memahami maksudnya, dan itu hanya semakin membuatnya lebih menyukai Su
Xi-er. Sejujurnya, Yang Mulia masih muda, meyisakan Pangeran Hao
sebagai satu-satunya orang yang memiliki pengaruh paling besar di Bei Min. Oleh
karenanya, tentu saja tidak ada wanita di harem kekaisaran yang statusnya bisa
menandingi Hao Wang Fei.
Su
Xi-er tidak angkuh maupun pemarah, sebaliknya, memiliki sikap yang lembut dan
menyenangkan, yang susah didapat.
"Consort
Dowager, Pangeran ini akan meninggalkan Xi-er di sini bersamamu hingga
perjamuan malam ini." Ia menundukkan kepalanya untuk menatap Su Xi-er.
"Pangeran ini akan pergi ke Istana Naga Langit untuk memeriksa pekerjaan
rumah Yang Mulia; aku harus memastikan ia tidak bermalas-malasan."
Su
Xi-er mengangguk dan menjawab dengan lembut, "Kalau begitu pergilah. Aku
akan menemani Consort Dowager Guo."
Pei
Qian Hao menjawab pelan sambil mengiyakan sebelum membungkuk pada Consort
Dowager Guo dan berbalik pergi.
Tepat
saat Pei Qian Hao sedang berjalan keluar dari istana peristirahatan, Ye Qing
Zhu datang membawa sebuah nampan selagi ia menuju ke aula utama. Ketika ia
melihat bahwa Pei Qian Hao pergi, ia langsung mengejarnya karena panik,
mengakibatkan nampan di tangannya hampir tergelincir.
"Pangeran
Hao," panggil Ye Qing Zhu. Kemudian ia mencengkeram nampannya dengan benar
selagi ia membungkuk.
Pei
Qian Hao bisa menebak apa yang hendak dikatakannya, dan langsung memutus segala
harapannya. "Tinggallah di istana peristirahatan Consort Dowager dengan
baik, dan kau akan dibebaskan dari tugasmu saat kau berumur delapan belas
tahun."
"Pangeran
Hao, hamba telah melayani Kediaman Pangeran Hao selama bertahun-tahun; aku
tidak sanggup untuk pergi sekarang." Ye Qing Zhu tidak berani
mengungkapkan alasan sebenarnya atas keinginannya untuk tetap tinggal; ia takut
kalau Pei Qian Hao akan menolaknya jika ia mengetahuinya.
"Ye
Qing Zhu, Pangeran ini mengetahui tentang perasaanmu untuk Wu Ling. Namun,
kehadiranmu akan mengganggu kemampuannya bekerja untuk Pangeran ini."
Kemudian Pei Qian Hao pun berlalu.
Ye
Qing Zhu mengerutkan bibirnya. Ialah orang yang waktu itu menyuruhku
berjuang untuk apa yang kusukai, tetapi ia sengaja memindahkanku keluar dari
Kediaman Pangeran Hao. Menempatkanku di istana peristirahatan Consort Dowager,
ia bahkan mengambil kemampuanku untuk diam-diam mengawasi Kakak Wu dari
kejauhan.
Jantungnya
berdebar menyakitkan dalam dadanya, dan itu adalah pertama kalinya dalam
hidupnya, ia dihadapkan dengan kesedihan yang tak berdaya. Tidak ada yang bisa
dilakukannya selain berbalik dan lanjut menuju aula utama.
Ia
baru saja melangkah masuk ketika ia melihat Su Xi-er dan Consort
Dowager mengobrol dengan riang satu sama lainnya. Su Xi-er
berada di puncak kejayaannya, dan membuat iri semua orang.
Consort
Dowager Guo
melihat Ye Qing Zhu dan menginstruksikan, "Qing Zhu, taruh teko tehnya di
sini dan tuangkan satu cangkir untuk Hao Wang Fei." Kemudian,
ia berpaling pada Su Xi-er. "Teh yang diseduh pelayan ini enak.
Cicipilah."
Su
Xi-er mengangguk patuh, tatapannya tertuju pada Ye Qing Zhu.
Setelah
menuangkan tehnya, Ye Qing Zhu menyerahkan cangkirnya pada Su Xi-er dengan
hormat. "Hao Wang Fei, silakan minum perlahan. Masih
panas."
"Gadis
ini cerdas dan cepat tanggap karena melayani Kediaman Pangeran Hao selama
bertahun-tahun. Pangeran Hao hanya memindahkannya ke istana Consort
Dowager ini karena ia mengasihani nenek tua ini."
Su
Xi-er tidak tahan untuk tertawa. "Consort Dowager, bagaiamana Anda
adalah nenek tua? Kulit Anda begitu terawat hingga aku akan salah mengira Anda
adalah seorang gadis."
Perkataan
Su Xi-er sangat menyenangkan Consort Dowager Guo, dan tatapan
orang itu nyaris seperti ia sedang memandangi anaknya sendiri. "Anak ini,
mulutmu manis sekali. Kau bahkan memuji Consort Dowager ini
sebagai seorang gadis."
Menyaksikan
mereka berdua mengobrol dengan riang, Ye Qing Zhu mendadak teringat ekspresi
Pei Qian Hao ketika ia menolaknya. Suasana hatinya langsung mencapai titik
terendah. "Consort Dowager, hamba akan memerintahkan seseorang
untuk membawakan kue kemari."
"Baiklah,
kau boleh undur diri." Consort Dowager Guo melambaikan
tangannya.
Ye
Qing Zhu membungkuk selagi ia pergi, tetapi kekecewaan sekilas di matanya tidak
luput dari Su Xi-er.
Panggilan
'Pangeran Hao' tiba-tiba itu, yang berasal dari lorong, tidak luput dari
telinga Su Xi-er, dan jelas bahwa orang yang memanggilnya adalah Ye Qing
Zhu. Ia pasti sudah memohon Pangeran Hao untuk kembali ke kediaman,
hanya untuk ditolak. Dapat dimengerti kalau sekarang ia tertekan.
Selagi Consort
Dowager Guo memerhatikan sosok Ye Qing Zhu yang berlalu, mau tak mau
ia pun menghela napas. "Gadis ini menyembunyikan sesuatu dalam hatinya;
gadis sebaik ini tidak seharusnya sebegitu sedih. Saat waktunya tepat, Consort
Dowager ini akan mencarikan pasangan yang cocok untuknya."
Keingintahuan
merayap di mata Su Xi-er. Bagaimana Consort Dowager Guo tetap tidak
ternoda sementara tinggal di istana kekaisaran sekian lama? Aku paham dengan
sangat jelas, apa yang mampu dilakukan para wanita di harem kekaisaran, dari
menyaksikan Ayahanda Kaisar dulu. Mereka bahkan sanggup membunuh anak mereka
sendiri untuk maju.
Setelah
itu, Consort Dowager Guo penuh pujian saat ia memakan beberapa
roti kukus rasa jagung. Lalu, ia membawa Su Xi-er ke taman belakang untuk
berjalan-jalan sebelum mereka makan kue, dan mereka makan malam sebelum Pei
Qian Hao kembali sekitar pukul 5:30 sore.
"Pangeran
Hao, kalian berdua harus ke sana. Consort Dowager ini tidak
suka keramaian, jadi aku tidak akan pergi. Aku harap kau bisa
mengerti." Consort Dowager Guo mengeluarkan seuntai
manik-manik Buddha dari lemari di aula utama dan bersiap untuk berjalan ke aula
Buddha.
"Consort
Dowager, tolong jaga dirimu baik-baik. Kami akan pergi duluan." Pei
Qian Hao berpamitan padanya dengan sopan sebelum menggandeng tangan Su Xi-er
dan pergi.
Hanya
setelah mereka sampai di jalan istana yang sepi, barulah Pei Qian Hao berhenti
dan membantu Su Xi-er merapikan rambut dan gaunnya.
Su
Xi-er tertawa. "Consort Dowager Guo sudah membantuku merapikan
diriku sore ini. Ayo langsung pergi ke sana."
"Xi-er,
kau tidak diizinkan untuk menari." Pei Qian Hao mengingatkannya sebelum
menggandeng tangannya lagi dan terus menyusuri jalan setapak.
Aku
tahu kalau ia 'picik', dan hanya ingin aku menari untuknya, tetapi tak dapat
dihindari bahwa seseorang akan memintanya di perjamuan istana.
Dengan
hadirnya berbagai menteri mahkamah dan utusan dari kerajaan yang berbeda-beda,
tidak ada cukup ruang di taman untuk menampung mereka semua. Dengan demikian,
perjamuan akan diadakan di halaman yang biasanya hanya digunakan untuk
perjamuan kerajaan.
Panggung
tinggi sudah dipasang, dan anggota dari opera dan sanggar tari sudah lama
memasuki istana.
Semua
orang dituntun ke sisi tempat duduk mereka oleh para dayang istana, tetapi
tetap berdiri karena mereka menunggu Kaisar dan Pangeran Hao.
Bahkan
lebih daripada ini, semua orang mengetahui bahwa Hao Wang Fei akan
datang, jadi perhatian semua orang akan terkunci padanya segera setelah ia
tiba.
Seorang
kasim mengumumkan dengan semangat tinggi, "Pangeran Hao dan Hao Wang
Fei sudah tiba!"
Mata
semua orang langsung beralih ke pintu masuk halaman, hanya untuk melihat
seorang pria jangkung berjubah hitam sedang menggandeng tangan seorang wanita
yang mengenakan gaun merah.
Langkah
kaki si wanita ringan dan gesit, seolah-olah teratai bermekaran seiring tiap
langkahnya. Setiap pergerakannya elegan, dan senyum samar di wajahnya
memberikan sikap agung yang membuat semua orang bingung. Bagaimana ia
mirip seorang pelayan dengan auranya? Bahkan Putri Pertama Kekaisaran suatu
kerajaan saja mungkin kesulitan untuk menanggung sikap seperti itu!
Pei
Qian Hao membawanya ke tempat duduk mereka, dan kebetulan Situ Lin memasuki
halaman saat ini. Sewaktu ia melihat Pei Qian Hao mengangguk padanya, ia
melambaikan tangannya dan berbicara pada para hadirin dengan gaya yang
mengesankan, "Utusan dari berbagai kerajaan, pemimpin dari suku asing,
pejabat yang terhormat, silakan duduk dan nikmati makanan kalian."

0 comments:
Posting Komentar