Consort of A Thousand Faces
Chapter 439 : Sebenarnya Mengetahui
Hari
berikutnya, Pei Qian Hao dan Su Xi-er bangun dan sarapan bersama sebelum ia
pergi untuk menghadiri pertemuan mahkamah pagi. Karena Pei Qian Hao melakukan
itu, Su Xi-er pun berkeliling secara acak di kediaman bersama Ruo Yuan dan Hong
Li di sisinya.
Ruo
Yuan menunjuk ke kerimbunan pepohonan di kejauhan. "Setelah mengamati
dengan cermat, aku menyadari bahwa tanaman di kediaman sangat berbeda."
Su
Xi-er berminat. "Beritahu kami, apa maksudmu dengan berbeda?"
"Lihat,
sudah musim dingin, tetapi sepetak pepohonan itu masih hijau. Pepohonan ini
pastinya tipe yang tetap subur sepanjang musim. Bahkan ada bermacam-macam bunga
berwarna-warni yang akan mekar di taman belakang!" Ruo Yuan menjadi
semakin bersemangat sewaktu ia menggambarkan mereka. Kita masih bisa
melihat pemandangan semenakjubkan ini di musim dingin!
Hong
Li tertawa. "Pepohonan yang kau sebutkan adalah holly Cina—mereka
tetap hidup sepanjang tahun. Sedangkan bunganya, mereka semua berbeda warna,
tetapi semuanya adalah bunga yang sama: bunga prem. Banyak penyair yang
mengarang puisi berdasarkan bunga-bunga ini. Mereka tidak takut pada angin
dingin yang keras, mekar dengan bangganya dan pantang menyerah."
(T/N:
contoh bunganya.)
"Hong
Li, kau adalah seorang ahli yang memiliki kemampuan tersembunyi; kau sebenarnya
tahu sangat banyak!" Ruo Yuan tersenyum, wajahnya penuh kekaguman.
Su
Xi-er diam-diam mengamati pemandangan di depannya. Hong Li berasal dari
keluarga terpelajar sebelum ia masuk istana, jadi tidak mengherankan kalau ia
banyak membaca. Sayang sekali, keluarganya merosot hingga ke titik dimana ia
dipaksa masuk istana. Sedangkan untuk orang tuanya, aku takutnya mereka tidak
ada lagi di dunia ini. Kalau tidak, mengapa Hong Li tidak mencari mereka saat
ia diizinkan keluar?
"Mengapa
kita tidak pergi ke taman belakang untuk melihat-lihat?" Ruo Yuan
tiba-tiba mengusulkan. Aku benar-benar ingin melihat bunga premnya lagi.
Su
Xi-er mengangguk. "Baiklah, kalau begitu, kita akan pergi sekarang."
Mereka
bertiga dengan segera sampai di taman belakang, mengagumi pemandangannya.
Tanpa
memerhatikan waktunya, ketiganya masih di taman belakang saat Pei Qian Hao
kembali dari pertemuan mahkamah. Ia tidak menemukan Su Xi-er di aula utama,
tetapi sebelum ia bisa pergi jauh, seorang pengawal mendatanginya untuk
memberitahukannya, "Pangeran Hao, Wang Fei sedang
mengagumi bunga prem di taman belakang."
Pei
Qian Hao mengangguk dan berbalik menuju ke arah taman belakang. Ia baru saja
berjalan sebentar ketika ia melihat Feng Chang Qing yang mengenakan jubah
birunya, juga menuju ke jalan yang sama.
Mendengarkan
langkah kaki di belakangnya, Feng Chang Qing langsung berbalik, dadanya
menegang setelah melihat Pei Qian Hao. Mungkinkah Pangeran Hao
mencurigai sesuatu? Namun, ucapan Pei Qian Hao selanjutnya membuatnya
membeku di jalannya.
"Feng
Chang Qing, Pangeran ini sudah mengetahui tentang identitasmu; seorang bawahan
Putri Pertama Kekaisaran Nan Zhao yang terdahulu. Kau sangat setia, bahkan
kehilangan penampilan tampanmu demi dirinya." Pei Qian Hao berbicara
selagi ia menghampiri Feng Chang Qing, akhirnya berhenti tiga langkah jauhnya
dari orang itu.
"Dikarenakan
kesetiaanmu terhadap majikanmu, makanya Pangeran ini memerintahkanmu agar
menjadi pengawal Wang Fei. Aku hanya bisa tenang jika itu adalah
orang setia yang kukenal setia."
Tatapan
Feng Chang Qing mendalam selagi ia memandangi Pei Qian Hao. Tiba-tiba
mengatakan hal semacam ini ... mungkinkah ia sudah mengetahui identitas Putri
Pertama Kekaisaran?
"Pangeran
ini sudah mengetahui semua masalah tentang Wang Fei. Apa kau sedang
menuju ke taman belakang karena ada sesuatu yang harus kau laporkan?"
Feng
Chang Qing tidak menjawab, hanya menatapnya dengan tenang setelah tersadar dari
keterkejutannya.
Pei
Qian Hao memuji Feng Chang Qing dalam hati. Aku sudah mengatakan begitu
banyak, tetapi ia masih mengamati diam-diam dan menutup mulutnya rapat-rapat.
Tak hanya ia mahir dalam keterampilan tempur, kehebatannya dalam florikultura
juga salah satu yang terbaik. Aku harus mengakui bahwa bawahan setia istriku
sangat hebat.
Untuk
menilai seorang majikan, orang cukup melihat bawahan mereka. Kekuatan tangguh
Ning Ru Lan tercerminkan dalam kemampuan Feng Chang Qing sendiri.
Setelah
beberapa saat, Feng Chang Qing akhirnya bersedia membuka mulut. Ia membungkuk
pada Pei Qian Hao sebelum berkata, "Pangeran Hao, bahkan jika Anda sudah
mengetahui tentang identitas Putri Pertama Kekaisaran, bawahan ini tetap tidak
bisa memberitahukan Anda apa yang akan aku laporkan. Aku hanya boleh memberitahukan
Putri Pertama Kekaisaran. Jika Anda ingin mengetahuinya, Anda bisa bertanya
padanya."
Lancang
sekali! Kilat
berbahaya muncul di mata Pei Qian Hao, tetapi ia segera menyingkirkannya.
"Pergilah duluan ke taman belakang. Pangeran ini akan pergi sebentar lagi."
"Terima
kasih banyak, Pangeran Hao." Feng Chang Qing membungkuk lagi sebelum
berbalik taman belakang."
Pei
Qian Hao menyaksikan kepergian cepat Feng Chang Qing. Seorang majikan
yang berani menghasilkan bawahan yang berani. Karakter Feng Chang Qing lumayan
bagus; tidak hanya ia teliti, ia juga hanya setia pada Su Xi-er. Tipe orang
seperti ini mengingatkanku pada bawahan Pangeran Yun, Qin Ling.
***
Tepat
saat Feng Chang Qing sampai di pintu masuk taman belakang, ia mendengar suara
tawa beberapa wanita. Setelah berbelok di tikungan, ia melihat Ruo Yuan dan
Hong Li sedang tertawa terbahak-bahak sedangkan Su Xi-er tersenyum tipis selagi
ia memerhatikan mereka dari samping.
Ia
dapat membedakan suasana hati Su Xi-er yang bagus. Semenjak Putri
Pertama Kekaisaran menikahi Pangeran Hao, selalu ada senyuman di wajahnya,
meski kadang samar-samar.
Mendengar
langkah kaki, Su Xi-er menoleh dan melihat Feng Chang Qing. Mungkin ada
sesuatu yang harus dilaporkannya. Karena itulah, ia membubarkan Ruo
Yuan dan Hong Li dengan menyuruh mereka untuk menyiapkan sup polong teratai.
Hanya
setelah mereka berdua meninggalkan halaman belakang, barulah Feng Chang Qing
bicara. "Putri Pertama Kekaisaran, Pangeran Hao telah mengetahui tentang
identitas Anda."
Su
Xi-er mengangguk. "Mmm, aku tidak memberitahukan padamu tentang
masalah ini." Meskipun ia mengetahui soal itu, aku masih bisa
merasakan cintanya yang dalam dan intens untukku.
"Dengan
kematian Pangeran Yun, Yang Mulia hanya perlu menstabilkan mahkamah sebelum ia
dapat benar-benar menggenggam kekuasaan kekaisaran. Bawahan lama Anda dari Nan
Zhao sudah mengirimkan surat, menanyakan apa langkah kita selanjutnya."
Pandangan
Su Xi-er jadi menjauh selagi ia terpikirkan Ning Lian Chen yang berada jauh di
Nan Zhao. "Bawahan-bawahan lama di Nan Zhao harus membantu Lian Chen
dengan seluruh kekuatan mereka. Ingatlah untuk diam-diam melatih pasukan dan
mengelola bisnis."
"Apa
yang harus kita lakukan dengan mereka yang mengikuti kita ke Bei Min? Terus
menangani bisnis?" tanya Feng Chang Qing.
"Meski
jika Yun Ruo Feng sudah mati, bawahan ini masih berguna. Bahkan jika segala
sesuatunya stabil sekarang, bukan berarti bahwa kedamaian akan bertahan
selamanya. Kita tidak boleh menurunkan kewaspadaan kita."
"Bawahan
ini mematuhi perintah."
Melihat
ekspresi seriusnya, Su Xi-er tidak tahan untuk berkomentar, "Kau sudah
melewati dua puluh tahun, kan? Jika ada gadis mana saja yang kau sukai,
ingatlah untuk memberitahuku."
Feng
Chang Qing tertegun sejenak sebelum ia menjawab dengan cepat, "Bawahan ini
tidak terburu-buru untuk menikah." Selain itu, penampilanku ini
cukup untuk menakuti siapa saja.
"Yu
Xiao unggul dalam tumbuhan dan ramuan aneh, sementara Mei Jin Xiu dengan rajin
mempelajari keterampilan medis Keluarga Mei. Dengan mereka berdua yang bekerja
sama, aku yakin kalau penampilanmu dapat dipulihkan." Wajah Su Xi-er penuh
dengan tekad. Apabila kolaborasi mereka masih tidak dapat memulihkan
penampilan Feng Chang Qing, aku akan memikirkan cara lain.
"Putri
Pertama Kekaisaran, bawahan ini telah menyusahkan Anda. Terima kasih
banyak." Feng Chang Qing memahami karakternya, dan mengatahui bahwa ia
adalah orang yang tidak akan terbujuk begitu ia menetapkan pikirannya. Namun.
Ia juga mengetahui bahwa luka-lukanya terlalu dalam untuk bekas luka di
wajahnya dapat memudar.
"Feng
Chang Qing, tidak tepat bagimu untuk sendirian. Harapanku adalah agar bawahanku
dapat memiliki sebuah keluarga, dan menghabiskan hari-harinya dengan
bahagia." Su Xi-er mengucapkan setiap katanya.
Pei
Qian Hao kebetulan mendengar ucapannya sewaktu ia memasuki taman belakang.
"Ia benar; kau seharusnya memiliki keluargamu sendiri, dan menghabiskan
hari-harimu dengan bahagia."
Feng
Chang Qing berbalik dan membungkuk dengan hormat. "Bawahan ini memberi
hormat kepada Pangeran Hao."
Pei
Qian Hao melambaikan tangannya dan memberi sinyal agar ia bangkit. "Gadis
mana yang kau sukai?"
"Bawahan
ini tidak mempunyai wanita yang kusukai. Tidak perlu terburu-buru dalam urusan
ini." Feng Chang Qing tidak menduga seorang pria menanyakannya sesuatu
seperti itu.
Su
Xi-er menatap Pei Qian Hao. "Kau sudah hampir selesai dengan ladang
bunganya, kan?"
"Persiapan
untuk tahapan awal sudah selesai. Kita hanya perlu menunggu hingga musim semi
berikutnya." Pei Qian Hao menjawab selagi ia menyelipkan helaian rambut
yang lepas ke belakang telinganya.
Su
Xi-er mengangguk. "Baguslah kalau begitu. Feng Chang Qing, carilah waktu
untuk berjalan-jalan di luar. Siapa tahu kau akan menemukan seorang gadis yang
kau sukai?"

0 comments:
Posting Komentar