Sabtu, 25 Juli 2026

CTF - Chapter 439

Consort of A Thousand Faces

Chapter 439 : Sebenarnya Mengetahui


Hari berikutnya, Pei Qian Hao dan Su Xi-er bangun dan sarapan bersama sebelum ia pergi untuk menghadiri pertemuan mahkamah pagi. Karena Pei Qian Hao melakukan itu, Su Xi-er pun berkeliling secara acak di kediaman bersama Ruo Yuan dan Hong Li di sisinya.

Ruo Yuan menunjuk ke kerimbunan pepohonan di kejauhan. "Setelah mengamati dengan cermat, aku menyadari bahwa tanaman di kediaman sangat berbeda."

Su Xi-er berminat. "Beritahu kami, apa maksudmu dengan berbeda?"

"Lihat, sudah musim dingin, tetapi sepetak pepohonan itu masih hijau. Pepohonan ini pastinya tipe yang tetap subur sepanjang musim. Bahkan ada bermacam-macam bunga berwarna-warni yang akan mekar di taman belakang!" Ruo Yuan menjadi semakin bersemangat sewaktu ia menggambarkan mereka. Kita masih bisa melihat pemandangan semenakjubkan ini di musim dingin!

Hong Li tertawa. "Pepohonan yang kau sebutkan adalah holly Cina—mereka tetap hidup sepanjang tahun. Sedangkan bunganya, mereka semua berbeda warna, tetapi semuanya adalah bunga yang sama: bunga prem. Banyak penyair yang mengarang puisi berdasarkan bunga-bunga ini. Mereka tidak takut pada angin dingin yang keras, mekar dengan bangganya dan pantang menyerah."

(T/N: contoh bunganya.)


 

"Hong Li, kau adalah seorang ahli yang memiliki kemampuan tersembunyi; kau sebenarnya tahu sangat banyak!" Ruo Yuan tersenyum, wajahnya penuh kekaguman.

Su Xi-er diam-diam mengamati pemandangan di depannya. Hong Li berasal dari keluarga terpelajar sebelum ia masuk istana, jadi tidak mengherankan kalau ia banyak membaca. Sayang sekali, keluarganya merosot hingga ke titik dimana ia dipaksa masuk istana. Sedangkan untuk orang tuanya, aku takutnya mereka tidak ada lagi di dunia ini. Kalau tidak, mengapa Hong Li tidak mencari mereka saat ia diizinkan keluar?

"Mengapa kita tidak pergi ke taman belakang untuk melihat-lihat?" Ruo Yuan tiba-tiba mengusulkan. Aku benar-benar ingin melihat bunga premnya lagi.

Su Xi-er mengangguk. "Baiklah, kalau begitu, kita akan pergi sekarang."

Mereka bertiga dengan segera sampai di taman belakang, mengagumi pemandangannya.

Tanpa memerhatikan waktunya, ketiganya masih di taman belakang saat Pei Qian Hao kembali dari pertemuan mahkamah. Ia tidak menemukan Su Xi-er di aula utama, tetapi sebelum ia bisa pergi jauh, seorang pengawal mendatanginya untuk memberitahukannya, "Pangeran Hao, Wang Fei sedang mengagumi bunga prem di taman belakang."

Pei Qian Hao mengangguk dan berbalik menuju ke arah taman belakang. Ia baru saja berjalan sebentar ketika ia melihat Feng Chang Qing yang mengenakan jubah birunya, juga menuju ke jalan yang sama.

Mendengarkan langkah kaki di belakangnya, Feng Chang Qing langsung berbalik, dadanya menegang setelah melihat Pei Qian Hao. Mungkinkah Pangeran Hao mencurigai sesuatu? Namun, ucapan Pei Qian Hao selanjutnya membuatnya membeku di jalannya.

"Feng Chang Qing, Pangeran ini sudah mengetahui tentang identitasmu; seorang bawahan Putri Pertama Kekaisaran Nan Zhao yang terdahulu. Kau sangat setia, bahkan kehilangan penampilan tampanmu demi dirinya." Pei Qian Hao berbicara selagi ia menghampiri Feng Chang Qing, akhirnya berhenti tiga langkah jauhnya dari orang itu.

"Dikarenakan kesetiaanmu terhadap majikanmu, makanya Pangeran ini memerintahkanmu agar menjadi pengawal Wang Fei. Aku hanya bisa tenang jika itu adalah orang setia yang kukenal setia."

Tatapan Feng Chang Qing mendalam selagi ia memandangi Pei Qian Hao. Tiba-tiba mengatakan hal semacam ini ... mungkinkah ia sudah mengetahui identitas Putri Pertama Kekaisaran?

"Pangeran ini sudah mengetahui semua masalah tentang Wang Fei. Apa kau sedang menuju ke taman belakang karena ada sesuatu yang harus kau laporkan?"

Feng Chang Qing tidak menjawab, hanya menatapnya dengan tenang setelah tersadar dari keterkejutannya.

Pei Qian Hao memuji Feng Chang Qing dalam hati. Aku sudah mengatakan begitu banyak, tetapi ia masih mengamati diam-diam dan menutup mulutnya rapat-rapat. Tak hanya ia mahir dalam keterampilan tempur, kehebatannya dalam florikultura juga salah satu yang terbaik. Aku harus mengakui bahwa bawahan setia istriku sangat hebat.

Untuk menilai seorang majikan, orang cukup melihat bawahan mereka. Kekuatan tangguh Ning Ru Lan tercerminkan dalam kemampuan Feng Chang Qing sendiri.

Setelah beberapa saat, Feng Chang Qing akhirnya bersedia membuka mulut. Ia membungkuk pada Pei Qian Hao sebelum berkata, "Pangeran Hao, bahkan jika Anda sudah mengetahui tentang identitas Putri Pertama Kekaisaran, bawahan ini tetap tidak bisa memberitahukan Anda apa yang akan aku laporkan. Aku hanya boleh memberitahukan Putri Pertama Kekaisaran. Jika Anda ingin mengetahuinya, Anda bisa bertanya padanya."

Lancang sekali! Kilat berbahaya muncul di mata Pei Qian Hao, tetapi ia segera menyingkirkannya. "Pergilah duluan ke taman belakang. Pangeran ini akan pergi sebentar lagi."

"Terima kasih banyak, Pangeran Hao." Feng Chang Qing membungkuk lagi sebelum berbalik taman belakang."

Pei Qian Hao menyaksikan kepergian cepat Feng Chang Qing. Seorang majikan yang berani menghasilkan bawahan yang berani. Karakter Feng Chang Qing lumayan bagus; tidak hanya ia teliti, ia juga hanya setia pada Su Xi-er. Tipe orang seperti ini mengingatkanku pada bawahan Pangeran Yun, Qin Ling.

***

Tepat saat Feng Chang Qing sampai di pintu masuk taman belakang, ia mendengar suara tawa beberapa wanita. Setelah berbelok di tikungan, ia melihat Ruo Yuan dan Hong Li sedang tertawa terbahak-bahak sedangkan Su Xi-er tersenyum tipis selagi ia memerhatikan mereka dari samping.

Ia dapat membedakan suasana hati Su Xi-er yang bagus. Semenjak Putri Pertama Kekaisaran menikahi Pangeran Hao, selalu ada senyuman di wajahnya, meski kadang samar-samar.

Mendengar langkah kaki, Su Xi-er menoleh dan melihat Feng Chang Qing. Mungkin ada sesuatu yang harus dilaporkannya. Karena itulah, ia membubarkan Ruo Yuan dan Hong Li dengan menyuruh mereka untuk menyiapkan sup polong teratai.

Hanya setelah mereka berdua meninggalkan halaman belakang, barulah Feng Chang Qing bicara. "Putri Pertama Kekaisaran, Pangeran Hao telah mengetahui tentang identitas Anda."

Su Xi-er mengangguk. "Mmm, aku tidak memberitahukan padamu tentang masalah ini." Meskipun ia mengetahui soal itu, aku masih bisa merasakan cintanya yang dalam dan intens untukku.

"Dengan kematian Pangeran Yun, Yang Mulia hanya perlu menstabilkan mahkamah sebelum ia dapat benar-benar menggenggam kekuasaan kekaisaran. Bawahan lama Anda dari Nan Zhao sudah mengirimkan surat, menanyakan apa langkah kita selanjutnya."

Pandangan Su Xi-er jadi menjauh selagi ia terpikirkan Ning Lian Chen yang berada jauh di Nan Zhao. "Bawahan-bawahan lama di Nan Zhao harus membantu Lian Chen dengan seluruh kekuatan mereka. Ingatlah untuk diam-diam melatih pasukan dan mengelola bisnis."

"Apa yang harus kita lakukan dengan mereka yang mengikuti kita ke Bei Min? Terus menangani bisnis?" tanya Feng Chang Qing.

"Meski jika Yun Ruo Feng sudah mati, bawahan ini masih berguna. Bahkan jika segala sesuatunya stabil sekarang, bukan berarti bahwa kedamaian akan bertahan selamanya. Kita tidak boleh menurunkan kewaspadaan kita."

"Bawahan ini mematuhi perintah."

Melihat ekspresi seriusnya, Su Xi-er tidak tahan untuk berkomentar, "Kau sudah melewati dua puluh tahun, kan? Jika ada gadis mana saja yang kau sukai, ingatlah untuk memberitahuku."

Feng Chang Qing tertegun sejenak sebelum ia menjawab dengan cepat, "Bawahan ini tidak terburu-buru untuk menikah." Selain itu, penampilanku ini cukup untuk menakuti siapa saja.

"Yu Xiao unggul dalam tumbuhan dan ramuan aneh, sementara Mei Jin Xiu dengan rajin mempelajari keterampilan medis Keluarga Mei. Dengan mereka berdua yang bekerja sama, aku yakin kalau penampilanmu dapat dipulihkan." Wajah Su Xi-er penuh dengan tekad. Apabila kolaborasi mereka masih tidak dapat memulihkan penampilan Feng Chang Qing, aku akan memikirkan cara lain.

"Putri Pertama Kekaisaran, bawahan ini telah menyusahkan Anda. Terima kasih banyak." Feng Chang Qing memahami karakternya, dan mengatahui bahwa ia adalah orang yang tidak akan terbujuk begitu ia menetapkan pikirannya. Namun. Ia juga mengetahui bahwa luka-lukanya terlalu dalam untuk bekas luka di wajahnya dapat memudar.

"Feng Chang Qing, tidak tepat bagimu untuk sendirian. Harapanku adalah agar bawahanku dapat memiliki sebuah keluarga, dan menghabiskan hari-harinya dengan bahagia." Su Xi-er mengucapkan setiap katanya.

Pei Qian Hao kebetulan mendengar ucapannya sewaktu ia memasuki taman belakang. "Ia benar; kau seharusnya memiliki keluargamu sendiri, dan menghabiskan hari-harimu dengan bahagia."

Feng Chang Qing berbalik dan membungkuk dengan hormat. "Bawahan ini memberi hormat kepada Pangeran Hao."

Pei Qian Hao melambaikan tangannya dan memberi sinyal agar ia bangkit. "Gadis mana yang kau sukai?"

"Bawahan ini tidak mempunyai wanita yang kusukai. Tidak perlu terburu-buru dalam urusan ini." Feng Chang Qing tidak menduga seorang pria menanyakannya sesuatu seperti itu.

Su Xi-er menatap Pei Qian Hao. "Kau sudah hampir selesai dengan ladang bunganya, kan?"

"Persiapan untuk tahapan awal sudah selesai. Kita hanya perlu menunggu hingga musim semi berikutnya." Pei Qian Hao menjawab selagi ia menyelipkan helaian rambut yang lepas ke belakang telinganya.

Su Xi-er mengangguk. "Baguslah kalau begitu. Feng Chang Qing, carilah waktu untuk berjalan-jalan di luar. Siapa tahu kau akan menemukan seorang gadis yang kau sukai?"

 

0 comments:

Posting Komentar