Sabtu, 10 Januari 2026

CTF - Chapter 212

 Consort of A Thousand Faces

Chapter 212 : Cium Aku Sampai Aku Puas


Yun Ruo Feng tidak pernah meminta pendapat Ning Lian Chen sebelum hari ini. Ning Lian Chen mencibir pada diri sendiri, tetapi tidak mengekspos si pangeran.

"Mari pergi ke Sungai Air Caltrop." Rombongannya lanjut bergerak maju setelah perintahnya diberikan.

Satu-satunya perbedaan adalah bahwa Su Xi-er sudah pergi dari bagian belakang rombongan, berdiri tepat di belakang Pei Qian Hao. Gaun merah terangnya menarik perhatian semua orang kepada dirinya, bahkan, Yun Ruo Feng saja melirik ke belakang ke arahnya dari waktu ke waktu.

Ekspresi Pei Qian Hao tidak berubah, tetapi ia sedikit mengangkat tangannya untuk memberi sinyal pada Su Xi-er. Ia menyuruh Su Xi-er berdiri lebih dekat dengannya agar tubuhnya bisa menghadang pandangan Yun Ruo Feng.

Ia berani melihat dayangku di depanku. Aku sungguh harus mencungkil bola mata Pangeran Yun!

Karena ini, Su Xi-er nyaris bergabung dengan para penguasa dari keempat kerajaan besar di barisan pertama, sebuah detail yang tidak lepas dari mata Chu Ling Long atau pun Hua Zi Rong.

Sudut mulut Chu Ling Long terangkat membentuk senyum iseng.

Ekspresi Hua Zi Rong acuh tak acuh. Ia mengagumi orang berbakat, tidak peduli apakah mereka pria atau wanita. Di Nan Zhao, ia mengagumi kemampuan militer Yun Ruo Feng, tetapi ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pendapatnya mengenai Ning Ru Lan.

Oleh sebab itu, ketika ia mendengar kabar bahwa Ning Ru Lan sudah meninggal, ia tidak mampu menahan rasa sakit di hatinya. Setelahnya, saat ia mendengar bahwa Yun Ruo Feng-lah yang membunuhnya, ia menjadi lebih keheranan lagi.

Namun, apa pun yang terjadi adalah urusan Nan Zhao. Sebagai seseorang yang berasal dari Xi Liu, aku tidak bisa ikut campur dengan urusan dari kerajaan lain.

Rombongan itu segera berjalan melewati gerbang istana sebelum disambut oleh banyak sekali kereta kuda yang besar. Para dayang dan kasim semuanya duduk di satu rombongan di dalam kereta kuda yang lebih biasa yang terdapat di bagian belakang.

Banyak tamu dari kerajaan lain yang juga membawa dayang pribadi mereka, tetapi mereka disuruh untuk duduk di dalam kereta biasa tanpa terkecuali. Su Xi-er merupakan satu-satunya pengecualian, karena Pei Qian Hao bersikeras agar Su Xi-er harus menemani dirinya.

Si pecinta drama, Chu Ling Long tidak tahan untuk tidak menyela. "Rumornya benar; Pangeran Hao memang mencintai wanita cantik. Dayang ini bukan hanya cantik, tetapi sekaligus memiliki mulut yang cerdas. Pantas saja, Pangeran Hao begitu memanjakannya sampai-sampai bersikeras untuk duduk di dalam kereta yang sama."

Suara Pei Qian Hao terdengar rendah dan dalam, memancarkan aura yang tidak dapat ditandingi siapa pun. Ia melirik Chu Ling Long. "Pangeran ini penasaran, mengapa Putra Mahkota dari kerajaan lain terus membicarakan tentang dayang Pangeran ini?"

Su Xi-er familier dengan Chu Ling Long, dan sudah bisa menerka apa yang akan dikatakannya. Oleh sebab itu, bahkan tanpa menanti respons orang itu, ia segera menyela. "Yang Mulia, hamba tahu bahwa Anda suka menjadi cantik. Hamba tidak secantik Anda, mohon jangan cemas."

Semua orang tertegun. Bahkan, Yun Ruo Feng saja, tidak bisa mempertahankan senyum lembutnya yang biasa.

Ekspresi Chu Ling Long langsung menggelap. Ia pikir, alasan aku terus membicarakan soal dirinya adalah karena aku ingin membandingkan penampilanku dengannya?

Baik, aku sudah mengingatnya! Dayang Pangeran Hao ini kurang ajar! Lihat bagaimana aku akan membuat masalah dengannya malam ini!

Hua Zi Rong yang biasanya pendiam pun membuka mulutnya. "Putra Mahkota Chu, bagaimana Pangeran Hao mendisiplinkan dayangnya adalah urusannya. Orang-orang dari kerajaan lain tidak punya hak dalam masalah itu. Kalau Kaisar ini tidak keliru, kau juga memiliki banyak sekali selir lemah lembut di istanamu; bahkan ada beberapa kabar bahwa, ada pula beberapa pria tampan."

Ekspresi Chu Ling Long bahkan lebih buruk lagi sekarang. Aku akui, aku memang memiliki banyak selir, tetapi, darimana ia mendengar kalau aku memiliki pria tampan? Itu jelas-jelas adalah fitnah!

Su Xi-er menyadari kalau Chu Ling Long sudah hampir mencapai titik puncaknya, dan mengetahui kapan untuk maju dan kapan untuk mundur. Menarik lengan baju Pei Qian Hao, ia berujar pelan. "Pangeran Hao, mari naik ke kereta kuda."

Pei Qian Hao mengetahui bahwa alasan utama dibalik situasi canggung ini adalah kehadiran Su Xi-er. Wanita ini benar-benar mengetahui bagaimana membaca situasi. Ia bahkan mahir dalam menangani Chu Ling Long.

Tidak baik bagi seorang wanita menjadi terlalu pintar. Aku harus mendisiplinkannya dengan benar setelah kami naik ke kereta kuda.

Ekspresi Chu Ling Long baru kembali normal setelah Pei Qian Hao dan Su Xi-er naik ke kereta kuda. Kilat terang melintas di matanya. Tidak buruk, perjamuan kerajaan Nan Zhao ini jauh lebih menarik tahun ini.

***

Sungai Air Caltrop adalah sungai induk Nan Zhao, menarik banyak pengunjung di hari kedua perjamuan kerajaan. Akan ada banyak sekali perahu dengan lentera-lentera mewah yang dinyalakan, yang mengapung di atas air saat malam tiba, mengarahkan pada atmosfer yang hiruk-pikuk.

Di dalam kereta kuda, Pei Qian Hao memandangi Su Xi-er dalam diam, dan tidak mengatakan apa-apa. Su Xi-er juga sama, dikurangi dengan tatapannya. Namun, ini hanya membuat Pei Qian Hao semakin kesal. Ia merasa bahwa ia sudah terlalu memanjakan Su Xi-er, bahkan berkompromi demi dirinya.

Akan tetapi, karena ia sudah dengan patuhnya tidur denganku semalaman kemarin malam, aku akan melepaskannya.

Tetap saja, Pei Qian Hao memecah keheningannya lebih dulu. "Su Xi-er, tidakkah menurutmu, kau kehilangan sesuatu?"

Su Xi-er menatapnya. Kehilangan sesuatu? Kehilangan apa?

"Pikirkan baik-baik. Jika kau tidak bisa mengingatnya, kau akan dihukum."

"Kalau begitu, jika hamba mengingatnya, apakah aku akan diberi hadiah?"

Segera setelah kata-kata itu meninggalkan mulutnya, ia merasakan kepalan tangan Pei Qian Hao yang mengetuk ringan kepalanya. Su Xi-er agak mengerutkan alisnya. "Pangeran Hao, jika Anda ingin hamba melayani Anda, maka, jangan terlalu banyak memukulku. Kalau tidak, hamba akan melayani orang lain."

Wow, apakah ia sedang mengatakan bahwa aku tidak bisa hidup tanpanya? Selain darinya, tidak ada orang lain yang bisa melayaniku?

Tetapi, tepat saat Pei Qian Hao mengulurkan tangan untuk menggetok kepalanya, ia cepat-cepat menghindarinya.

"Pangeran Hao, hamba sudah mengingatnya. Itu adalah gaun ungu yang aku tinggalkan di dalam istana peristirahatan Putri Pertama Kekaisaran. Tetapi, hamba pikir bahwa Pangeran Hao pasti sudah mengambilnya kembali."

Tangan Pei Qian Hao langsung berhenti. Ia menebaknya. "Tidak baik bagi seorang wanita menjadi terlalu cerdas."

"Bukannya hamba yang cerdas, tetapi Pangeran Hao yang cerdas. Mereka bilang bahwa orang jenius berpikiran sama, dan tidak ada orang tidak berbakat di sekitar Pangeran Hao."

Kata-katanya tidak meninggalkan ruang untuk keluhan, memuji Pei Qian Hao sementara melindungi dirinya sendiri di waktu bersamaan.

Pei Qian Hao terkekeh. "Apakah kau secerdas Pangeran ini?"

"Tentu saja hamba tidak secerdas Anda. Jika hamba secerdas Anda, maka takutnya, aku tidak akan tetap hidup."

"Kadang-kadang, Pangeran ini sangat menyukai mulutmu ini, tetapi merasa itu menyebalkan pada orang lain. Dikatakan begitu, kau memang benar, bahwa Pangeran ini sudah menginstruksikan seorang pengawal untuk mengambil gaun ungumu kembali."

Su Xi-er tahu kalau ia tidak bisa mengenakan gaun ungu itu lagi, kalau tidak, semua orang yang sudah melihat tariannya semalam akan mengenalinya.

Namun, orang yang menari, biasanya tidak akan kembali ke istana peristirahatan mereka dan berganti dengan gaun lainnya setelah mereka menyelesaikan pertunjukan mereka di perjamuan kerajaan. Dengan Ning An Lian yang 'memakai' dua gaun ungu berbeda, pasti akan ada, di antara keramaian itu yang mencurigainya.

Kemudian, Pei Qian Hao berbicara lagi, mengeluarkannya dari lamunannya. "Semua orang mengetahui bahwa seseorang menari menggantikan Putri Pertama Kekaisaran; mereka hanya tidak tahu siapakah wanita itu."

Kata-kata Pei Qian Hao membuat Su Xi-er terdiam untuk sedetik. Ia baru saja mengatakan apa yang sedang kupikirkan.

"Kaisar Nan Zhao tepat. Putri Pertama yang sekarang ini bahkan tidak ada sepersepuluhnya dari Ning Ru Lan. Tarianmu begitu sempurna hingga tidak ada seorang pun yang meragukanmu."

Dengan seberapa banyaknya Pei Qian Hao berbicara hari ini, sepertinya ia sedang dalam suasana hati yang baik. Su Xi-er juga ingin lebih banyak mengetahui tentang apa yang terjadi pada perjamuan kerajaan, sehingga ia menjadi seorang pendengar yang baik.

"Kau mau mendengarkan soal itu?" Pei Qian Hao melihatnya penasaran dan sengaja bertanya untuk membuatnya tegang.

Su Xi-er mengangguk. "Hamba penasaran, karena aku pergi segera setelah aku menyelesaikan tarian. Secara logika, bahkan, orang yang paling curigaan saja, tidak akan sempat untuk memastikan kecurigaan mereka. Satu-satunya cara itu jadi kacau adalah apabila Putri Pertama sendiri yang membuat kesalahan."

Kurang lebih, ia sudah mengetahui apa yang terjadi, tetapi masih ingin aku menceritakan padanya ... . Pei Qian Hao tersenyum jail. "Pangeran ini tidak akan bicara lagi."

"Pangeran Hao, mohon ceritakan. Hamba sedang mendengarkan."

"Urusan Nan Zhao tidak ada hubungannya dengan Pangeran ini. Aku tidak akan bicara lagi."

Ia tidak bisa berhenti bicara sebelumnya, tetapi sekarang tiba-tiba saja ia begitu keras kepala. Su Xi-er meliriknya dan disela tepat ketika ia mau membuka mulutnya.

"Kecuali kau mencium Pangeran ini sampai Pangeran ini puas."

0 comments:

Posting Komentar