Sabtu, 10 Januari 2026

CTF - Chapter 219

 Consort of A Thousand Faces

Chapter 219 : Apa yang Kuinginkan adalah


Meskipun pertunjukan di atas panggung yang mengambang terus berlanjut dengan suara dari alat musik bambu sutra, suasana di atas dek pengamatan sunyi senyap. Perhatian semua orang terkonsentrasi pada Yun Ruo Feng, bertanya-tanya apakah ia akan memberikan apa pun yang diinginkan oleh dayang Pangeran Hao.

Pertanyaan Su Xi-er masuk akal, tetapi situasinya membuatnya berbahaya untuk menjawabnya.

Yun Ruo Feng merilekskan alisnya sementara sudut bibirnya terangkat sedikit, sikap lembutnya meluap. "Silakan utarakan pemikiranmu secara bebas. Selama itu berada dalam kemampuan Pangeran ini, aku akan menganugerahkannya."

Selagi semuanya akan dipaksakan pada Yun Ruo Feng agar menerima apa pun permintaan Su Xi-er, ia juga penasaran, apa yang akan diminta oleh gadis itu.

Segera saja, semua orang mengalihkan perhatian mereka pada Su Xi-er.

Tak lama kemudian, bibir Su Xi-er terbuka selagi ia berbicara dengan suara yang merdu. "Apa yang hamba inginkan sudah pasti berada dalam jangkauan kemampuan Pangeran Yun. Bahkan, sebagai seorang dayang, aku pernah mendengarkan kisah mengenai Putri Pertama Kekaisaran yang terdahulu. Tidak peduli seberapa kecil detailnya, hamba akan mendengarkannya selama kisah itu berhubungan dengannya."

Mengucapkan lima kata, 'Putri Pertama Kekaisaran yang Terdahulu', adalah seperti menuangkan sebaskom air ke dalam sebuah wajan berisi minyak panas—menyebabkan keributan yang memercik tak terkendali!

Di Nan Zhao, Ning Ru Lan adalah hal tabu. Bahkan, menyebutkan namanya terlalu sering bisa membawa kematian. Namun, orang yang mengungkitnya kali ini adalah dayang Pangeran Hao. Akankah Nan Zhao dipaksa untuk menahan lidah mereka?

Kerumunan pun memasang ekspresi yang berbeda-beda di wajah mereka, sementara mata Pei Qian Hao sendiri menyipit keheranan. Mengapa ia menyebut-nyebut Ning Ru Lan? Ia bahkan menyebutnya di percakapan kami sebelumnya.

Ia tidak mengerti. Mengapa ia begitu memedulikan soal Putri Pertama Kerajaan Nan Zhao yang terdahulu sebagai seorang dayang biasa di Istana Samping?

Ekspresi tidak berminat Hua Zi Rong juga berubah. Ning Ru Lan adalah seorang wanita yang ia kagumi, bukan hanya karena yang lainnya juga begitu, tetapi karena ia sungguh-sungguh mengapresiasi bakat serta keahlian kenegaraannya yang tak terhitung jumlahnya.

Suhu di panggung yang mengambang sudah jatuh, meninggalkan keheningan yang canggung. Tentu saja, si pecinta drama, Chu Ling Long pun sangat senang. Su Xi-er sungguh tahu bagaimana caranya bersenang-senang. Tidak buruk. Aku tidak boleh mendendam padanya karena mengatai bahwa aku tampak seperti seorang wanita barusan ini.

Secercah hawa dingin melintas di mata Yun Ruo Feng selagi ia bertanya sambil tersenyum, "Nona Xi-er, mengapa kau menyebut-nyebut soal Putri Pertama Kekaisaran yang terdahulu saat kau meminta sesuatu dari Pangeran ini? Mungkinkah, benda yang kau inginkan ada hubungannya dengan Putri Pertama Kekaisaran yang terdahulu? Kalau memang demikian, itu di luar kemampuan Pangeran ini."

"Hamba mendengar bahwa, Putri Pertama Kekaisaran terdahulu memiliki sebuah hiasan rambut berwarna hijau giok dengan bandul giok yang menjuntai. Ia adalah seseorang yang paling hamba kagumi. Pangeran Yun, apabila Anda memiliki hiasan rambut ini, dapatkah Anda berbaik hati menganugerahkan hiasan rambut itu pada hamba?" Nada bicara Su Xi-er tenang, tetapi setiap katanya seperti sebongkah batu besar yang menghancurkan dada Yun Ruo Feng.

Ning Lian Chen merasakan emosi yang mirip. Aku tahu dengan jelas hiasan rambut apa yang sedang dibicarakannya. Itu adalah favorit Kakak Perempuan dan Ibunda Permaisuri sebelum dirinya. Sebelum Ibunda Permaisuri meninggalkan kami, ia menyerahkan hiasan rambut itu pada Kakak Perempuan.

Tetapi, setelah kematian Kakak Perempuan, Ning An Lian merampas hiasan rambut itu. Ning An Lian membuang semua barang-barang Kakak Perempuan, kecuali hiasan rambut hijau giok beruntai itu.

Sepertinya, Ning An Lian sangat menyukai hiasan rambut beruntai itu, bahkan akan mengenakannya dari waktu ke waktu.

Ning Lian Chen merasa ingin sekali merebut kembali hiasan rambut itu setiap kali ia melihat Ning An Lian mengenakannya, tetapi ia tidak memiliki kekuasaan untuk melakukannya. Yun Ruo Feng membiarkan Ning An Lian memakainya, dan bahkan memberitahunya bahwa, sebagai kaisar kerajaan, ia tidak semestinya terlalu memedulikan soal aksesoris wanita.

Tetapi sekarang, Su Xi-er sudah meminta hiasan rambut hijau giok beruntai itu. Ning Lian Chen segera menoleh ke arah Yun Ruo Feng. Ia harus menggunakan kesempatan ini untuk memaksa Ning An Lian menyerahkannya. Benda itu adalah favorit Kakak Perempuan, dan tidak boleh tetap berada di tangan Ning An Lian!

Tanpa menanti Yun Ruo Feng berbicara, Ning Lian Chen membalas, "Kebetulan sekali. Pangeran Yun memang memiliki hiasan rambut beruntai ini, tetapi hiasan itu sekarang ini berada di tangan Putri Pertama Kekaisaran yang sekarang. Apabila itu hanyalah sebuah hiasan rambut, dan karena kau sudah bekerja untuk itu, mengapa tidak menganugerahkan hiasan rambut itu padanya, Pangeran Yun?"

Mata Yun Ruo Feng jadi cerah sewaktu ia melafalkan kata-katanya perlahan-lahan. "Pangeran ini tidak mengurusi aksesoris wanita, dan kau harus bertanya pada Putri Pertama Kekaisaran untuk memenuhi permintaan ini. Pangeran ini tidak bisa membuat keputusan tentang hal yang tidak menyangkut diriku."

Akhirnya, Pei Qian Hao mengerti. Jadi, ia menginginkan hiasan rambut hijau giok beruntai milik Ning Ru Lan. Ia sangat terkejut tentang ini. Tetapi, apa yang lebih mengejutkannya lagi adalah bahwa orang yang dikagumi Su Xi-er adalah Ning Ru Lan—seseorang yang pada dasarnya melambangkan sikap kuat dan keras kepala yang orang itu tunjukkan.

Hanya orang-orang yang serupa saja yang akan saling mengagumi. Itu berarti bahwa Su Xi-er adalah seorang wanita yang kuat juga di dalam hatinya.

Pei Qian Hao teringat akan percakapan aneh mereka di dalam kereta kuda. Mengapa ia tiba-tiba menyebut-nyebut soal Ning Ru Lan? Ia bertanya padaku apakah aku akan jatuh cinta pada Ning Ru Lan, tetapi bukankah pada dasarnya ia sedang bertanya, 'akankah kau jatuh cinta padaku?'

Ia merasakan tarikan di dalam hatinya, suatu perasaan yang mendadak muncul, membuat Pei Qian Hao merasa sangat tidak nyaman.

Melihat siluet berbaju merah, ia dapat merasakan kekuatan yang kuat memancar halus dari dalam dirinya. Ia bisa dengan mudahnya menarik perhatian semua orang dan masih tetap dalam kendali. Bahkan, Yun Ruo Feng saja bukan tandingannya dalam perselisihan hari ini.

Memiliki seorang dayang yang sekuat ini—haruskah aku merasa senang soal itu?

"Pangeran Yun, hamba hanya menginginkan hiasan rambut hijau giok itu dan tidak ada yang lainnya. Apabila Anda berencana untuk menanugerahkan sesuatu yang lain, Pangeran Hao memiliki banyak sekali." Su Xi-er mendadak menoleh dan tersenyum pada Pei Qian Hao.

Tanpa alasan atau sebab, Pei Qian Hao merasakan getaran di hatinya. Beberapa saat setelahnya, ia mengangguk dan membalas, "Kapan kau pernah menghargai benda-benda yang Pangeran ini anugerahkan padamu? Berapa banyak dari benda-benda itu yang sudah kau buang?"

Kata-katanya diliputi dengan kemanjaan tak tergambarkan terhadap Su Xi-er. Alis Hua Zi Rong sedikit mengernyit. Pangeran Hao memang sangat memanjakan dayang ini.

Sementara itu, Ning Lian Chen memerhatikan Su Xi-er lekat. Meskipun ia baru bertemu dengannya sebanyak empat kali, setiap kali, gadis itu meninggalkan kesan padanya—pertemuan pertama mereka di Istana Yun, perjamuan kerajaan tadi malam, dan selanjutnya di istana peristirahatan, dan sekarang, di dek pengamatan.

Ia merasa bahwa akan berkali-kali lipat lebih baik untuk memberikan hiasan rambut hijau giok milik Kakak Perempuannya pada Su Xi-er ketimbang benda itu tetap berada di tangan Ning An Lian.

Oleh sebab itu, Ning Lian Chen berkata secara langsung, "Karena ini menyangkut Bei Min, itu bukan lagi hanya sekadar aksesoris wanita. Kaisar ini akan membuat keputusannya dan menghadiahkanmu dengan hiasan rambut beruntai itu. Seseorang, pergi ke istana peristirahatan Putri Pertama Kekaisaran dan ambilkan hiasan rambut hijau giok itu. Kaisar ini ingin melihatnya dalam waktu empat jam lagi."

Yun Ruo Feng tidak menyetujui ataupun menolak keputusan itu. Biarpun Ning Lian Chen biasanya tidak lebih dari seorang kaisar boneka, kata-katanya masih berarti di depan para utusan dari kerajaan-kerajaan berbeda.

Melihat kalau Pangeran Yun tidak keberatan, seorang pengawal membungkuk dan mengiyakan sebelum menuju ke jalur yang digunakan semuanya untuk sampai kemari. Kemudian, ia menaiki kudanya dan mulai perjalanan kembali ke istana kekaisaran.

Telah mendapatkan tujuannya, Su Xi-er tersenyum. "Terima kasih banyak, Yang Mulia." Kemudian, ia duduk dan bertatapan dengan mata menyelidik Pei Qian Hao.

Pertunjukan di panggung mengambangnya sudah berakhir. Selanjutnya adalah demonstrasi dari proses pembuatan anggur Nan Zhao. Tentu saja, Embun Madu Bunga Giok juga dihidangkan selama pertunjukan ini.

Su Xi-er berdiri dan mengambil guci anggur itu sebelum mengisi cangkir anggur Pei Qian Hao. "Pangeran Hao, anggur ini rasanya enak, tetapi Anda tetap harus minum lebih sedikit."

"Menarik sekali. Putra Mahkota ini belum pernah melihat seorang dayang yang mengendalikan tuannya sebelumnya." Tentu saja, pelakunya adalah Chu Ling Long. Ia adalah satu-satunya orang yang akan secara langsung mengutarakan pemikiran seperti ini.

Pei Qian Hao mengangkat cangkir anggurnya dan menyesap ringan sebelum ia mempertanyakan, "Apakah kau sedang mengingatkan Pangeran ini kalau aku terlalu memanjakan dayangku, atau apakah kau sedang iri karena Pangeran ini memiliki seorang wanita cantik yang melayaniku?" 

0 comments:

Posting Komentar