Sabtu, 10 Januari 2026

CTF - Chapter 216

Consort of A Thousand Faces

Chapter 216 : Penuh dengan Trik Licik


Meskipun Ning An Lian marah sekali, ia harus menelan amarahnya dan terus menguping. Saat itu tengah hari, dan tidak mungkin ia bisa mendekati teras pengamatan dengan begitu banyaknya pengawal kekaisaran yang ada di sekitar.

Pria-pria kekar itu masih terlibat dalam diskusi yang panas. "Aku penasaran, apa yang terjadi pada Putri Pertama Kekaisaran atas ketidakhadirannya. Karena inilah, makanya wanita Pangeran Hao sudah mencuri semua perhatian yang tadinya milik Putri Pertama Kekaisaran di perjamuan kerajaan."

"Yah, itu adalah rumah tangga kekaisaran. Ada banyak hal yang tidak boleh dikomentari oleh rakyat biasa seperti kita ini. Namun, aku sedang berpikir, ingat bagaimana kedua Nona Wei meninggal tak lama setelah wanita itu memberi mereka pelajaran? Apakah menurutmu ....?"

Ia disela oleh teman sejawatnya sebelum ia bisa melengkapi kalimatnya. "Berhenti menyemburkan omong kosong. Ia bersama Pangeran Hao; apa kau gila!"

Ketakutan, pria itu cepat-cepat merapatkan mulutnya dan menahan diri untuk tidak berbicara.

Ning An Lian mendengar seluruh percakapan dan kilat dingin melintas di matanya. Tiba-tiba saja, ia teringat akan kabar yang diterimanya beberapa hari yang lalu. Seorang gadis cantik tak tertandingi tiba di Nan Zhao dan memberi pelajaran pada Nona-Nona Wei di jalanan.

Gadis cantik tak tertandingi itu sudah pasti adalah Su Xi-er. Akan ada pertunjukan yang bagus nanti. Su Xi-er pasti ada hubungannya dengan kematian Nona-Nona Wei, dan ia bahkan mungkin adalah pembunuhnya!

Kejahatan seorang bangsawan dianggap sama dengan rakyat jelata. Tidak mungkin aku akan memercayai kalau pengurus dan pelayan dari Rumah Aprikot Keberuntungan yang telah membunuh Nona-Nona Wei.

"Semua bahan perjamuan kerajaan berasal dari ladang Tuan Tanah Wei, dan ia pastinya sudah mendengar soal masalah ini. Menurutmu, bagaimana pendapatnya?"

Kata-kata sembrono pria kekar itu mencerahkan Ning An Lian. Alisnya tidak tertaut saat ia segera menuju ke Kediaman Wei.

Sekarang, aku bahkan memiliki cara yang lebih baik untuk sampai di Sungai Air Caltrop. Yun Ruo Feng, semakin kau mau mencegahku untuk muncul, semakin aku ingin muncul. Aku bahkan akan mengungkap Su Xi-er sebagai seorang pembunuh!

Bibir Ning An Lian terangkat membentuk senyuman sementara kilatan jahat muncul di matanya. Ia tahu bahwa Tuan Tanah Wei, sudah melakukan bisnis selama bertahun-tahun, sudah pasti tidak sebodoh itu untuk memercayai Kantor Kehakiman tanpa pertanyaan.

Ia berhati-hati dalam setiap langkahnya, takut membuat pergelangan kakinya keseleo lagi. Tidak ada yang mengetahui bahwa ia sudah meninggalkan istana, dan tidak ada orang yang mengetahui identitasnya. Alhasil, tidak ada orang di sekitar untuk membantunya jika ia mendadak terluka lagi.

***

Sampai di Kediaman Wei, Ning An Lian melihat kalau pintu utamanya tertutup. Kedua pelayan berdiri di pintu masuk, tampak lesu dan menyedihkan. Kematian dua Nona Wei telah memberikan pukulan yang besar pada Tuan Tanah Wei, menyebabkan seluruh Kediaman Wei diliputi dengan suasana yang suram dan dingin.

Ning An Lian maju ke depan. "Buka pintu kalian. Aku perlu bertemu dengan Tuan Besar kalian."

Kedua pelayan itu saling berpandangan. Mengapa wanita ini mau bertemu dengan Tuan Besar?

"Ini ada hubungannya dengan kematian Nona-Nona Wei. Tidakkah Tuan Besar kalian akan tertarik untuk mengetahuinya?" Ning An Lian tersenyum, tetapi kata-katanya telah membuat wajah mereka berubah serius.

Biarpun kedua Nona Wei tidak berparas cantik dan berkepribadian buruk, mereka adalah kesayangan Tuan Besar. Jika wanita di depan kami ini mengetahui sesuatu tentang kematian mereka, kami harus menyampaikan pesannya.

Oleh sebab itu, salah satu dari mereka tetap berada di pintu depan, sementara yang lainnya bergegas.

Dapat diduga, Tuan Besar Kediaman Wei keluar tak lama setelahnya. Ia melihat Ning An Lian sepintas, dan baru saja akan mulai menanyainya, gadis itu mengeluarkan token pinggangnya.

Mata Wei Guang langsung melebar setelah melihat penanda pinggangnya. Wanita yang berdiri di depanku ini sesungguhnya adalah ... Putri Pertama Kekaisaran! Bukannya seharusnya ia berada di Sungai Air Caltrop? Apa yang sedang dilakukannya di sini?

Ning An Lian langsung memasukkan lagi penanda pinggangnya dan memberi isyarat pada Wei Guang. "Tuan Tanah Wei, mari bicara di dalam."

"Silakan, sebelah sini." Wei Guang cepat-cepat tersadar sebelum menggesturkan ke arah pintu masuk, dengan hormat mengajaknya masuk ke dalam.

Dua pelayan itu langsung paham—wanita di hadapan mereka bukan orang biasa! Meskipun mereka tidak berhasil melihat dengan jelas apa yang tertulis di atas penanda pinggang itu, mereka bisa melihat kalau itu terbuat dari emas. Hanya ada dua macam orang yang akan menggunakan token pinggang yang terbuat dari emas: para pejabat berpangkat tinggi, dan anggota keluarga kekaisaran.

Siapakah wanita ini? Selagi para pelayan terus bertanya-tanya, Ning An Lian memasuki Kediaman Wei.

***

Di dalam aula utama Kediaman Wei, Wei Guang membubarkan semua pelayan dan menutup pintu aula. Lalu, ia pun membungkuk dan menyapa Ning An Lian. "Orang desa ini memberi hormat pada Putri Pertama Kekaisaran."

Ia dipenuhi dengan keraguan. Perayaan untuk hari kedua perjamuan kerajaan diadakan di Sungai Air Caltrop. Mengapa Putri Pertama malah berada di sini? Lebih-lebih, membicarakan soal kematian putri-putriku ....

Dengan satu ayunan tangannya, Ning An Lian menggesturkan agar ia bangkit. "Tuan Tanah Wei, Putri ini tidak akan bicara bertele-tele. Kau pastinya mengetahui sekarang bahwa wanita yang memberi pelajaran pada Nona-Nona Wei di jalanan hari itu adalah dayang Pangeran Hao, kan?"

Pelayan Wei Guang baru saja memberitahukan padanya soal ini hari ini, sangat mengejutkannya. Ketika ia tadinya mendengar bahwa putri-putrinya diberi pelajaran di jalanan, ia mengacuhkannya. Ia tahu kalau mereka sudah dimanjakan sejak lahir, dan sebagai hasilnya, bertemperamen buruk.

Tetapi, tak lama, kedua putrinya ditemukan meninggal di Rumah Aprikot Keberuntungan tanpa adanya penjelasan.

Ia selalu memiliki kecurigaannya, tetapi saat ia mengetahui bahwa orang yang sudah memberikan pelajaran pada putri-putrinya adalah seseorang di bawah Pangeran Hao ....

Pertemuan dengan Putri Pertama Kekaisaran hanya memastikan informasi ini.

"Tuan Tanah Wei, kau tidak akan sanggup menyelidiki seseorang seperti Pangeran Hao, dengan statusmu, tetapi akan berbeda jika Putri ini membantumu."

Mata Wei Guang melebar. "Putri Pertama, apakah Anda sungguh bersedia menolong orang desa ini? Orang desa ini hanya mau mengadili pembunuh yang sebenarnya."

"Mengapa aku tidak mau? Pembunuhnya harus menanggung konsekuensi daripada mencari dua kambing hitam."

Mata Wei Guang berbinar. "Apakah Anda juga merasa kalau pengurus dan pelayan Rumah Aprikot Keberuntungan hanyalah kambing hitam, Putri Pertama?"

"Tentu saja. Rumah Aprikot Keberuntungan adalah kedai teh nomor satu di Nan Zhao. Gaji tahunan si pengurus itu sudah pasti melimpah, memberinya motivasi yang kecil untuk mencoba memeras Keluarga Wei. Belum lagi, dengan pengalamanmu dalam berbisnis selama bertahun-tahn, kau terkenal karena perseptif, Tuan Tanah Wei. Tentu saja, Putri ini juga memiliki alasanku sendiri untuk ikut campur dalam masalah ini, tetapi kau tidak perlu mengetahuinya. Kau hanya perlu mematuhi perintah Putri ini."

Wei Guang mengangguk sebelum ia membungkuk dengan hormat sekali lagi. "Orang desa ini akan mengikuti perintah Anda, Putri Pertama."

"Bagus. Bahan-bahan untuk perjamuan di sebelah Sungai Air Caltrop semuanya berasal dari ladang Keluarga Wei, kan?"

"Benar. Putri Pertama. Silakan sampaikan perintah Anda."

"Putri ini akan pergi ke Sungai Air Caltrop dengan menggunakan kereta kuda Keluarga Wei malam ini."

Wei Guang tertegun, dan merasa bahwa masalahnya berkembang secara aneh. Putri Pertama Kekaisaran dari kerajaan ini harus berada di Sungai Air Caltrop. Mengapa ia perlu menyelinap masuk? Ada beberapa pertanyaan di dalam kepalanya, tetapi Ning An Lian sudah menegaskan bahwa ia memiliki agenda tersembunyi.

Jika seseorang bahkan mencoba untuk memikirkannya, jelas sekali kalau tidak ada untungnya bagi Ning An Lian untuk ikut campur dalam masalah ini. Namun, ia jelas-jelas bertekad untuk memeriksanya sampai tuntas! Kalau begitu ....

"Tuan Tanah Wei, Putri ini ingin kau menuduh dayang Pangeran Hao terkait dengan kematian putri-putrimu di perjamuan malam ini!"

"Putri Pertama, putri orang desa ini hanya diberikan pelajaran oleh dayang Pangeran Hao. Apakah itu motifnya untuk membunuh?"

Putri Pertama mencemooh. "Tak lama setelah ia memberi mereka pelajaran, kedua putrimu ditemukan tewas di Rumah Aprikot Keberuntungan. Terlebih lagi, semenjak ia muncul, semua orang sudah membanding-bandingkan dirinya dengan Putri ini. Aku adalah Putri Pertama Kekaisaran, tetapi siapakah dirinya? Hanya seorang dayang! Bagaimana bisa ia bahkan mulai dibanding-bandingkan dengan Putri ini?!"


0 comments:

Posting Komentar