Sabtu, 10 Januari 2026

CTF - Chapter 217

 Consort of A Thousand Faces

Chapter 217 : Panggung yang Mengambang


Wei Guang mengamati roman muka Ning An Lian, mampu dengan jelas melihat kebencian di matanya. Tampaknya, dayang Pangeran Hao benar-benar telah mencuri seluruh perhatiannya.

Hanya dibutuhkan sejenak bagi Wei Guang untuk memahami situasinya. Ini seperti kesepakatan bisnis memberi dan menerima yang klasik. Kami berdua sama-sama mengambil apa yang kami butuhkan dari yang lainnya.

Wei Guang langsung mengirimkan perintahnya ke ladang. Dalam waktu empat jam berikutnya, ladang sudah mengirimkan bahan-bahan ke restoran di sebelah Sungai Air Caltrop. Mereka baru saja mengirimkan sekumpulan bahan-bahan di pagi hari, dengan sekumpulan kedua yang ditujukan untuk perjamuan makan malam.

Saat Rumah Aprikot Keberuntungan masih ada, itu begitu terkenal hingga menekan restoran lain yang ada di ibu kota. Sekarang, karena tempat itu sudah ambruk, sebelum pemilik baru bisa membangun kembali tempat itu, restoran di sebelah Sungai Air Caltrop mengeluarkan beberapa hidangan baru untuk mempergunakan kesempatan atas kekosongannya. Restoran itu segera menjadi bintang yang melesat di antara para pesaingnya.

Sementara itu, Ning An Lian masuk ke dalam kamar yang mana tadinya milik Nona-Nona Wei. Ia berganti pakaian dan menata ulang rambut dan riasannya. Gaunnya berwarna merah menyilaukan, dan benang-benang emas tersulam di ujungnya, membuatnya tampak mewah.

***

Di waktu bersamaan, semuanya ditata di dek pengamatan di Sungai Air Caltrop. Para tamu sudah duduk berdasarkan pengaturan kursi yang sudah ditentukan. Satu-satunya masalah adalah ... Su Xi-er belum dihitung.

Tidak ada seorang pun yang menduga kalau Pei Qian Hao akan seenggan itu untuk membiarkan dayangnya meninggalkan sisinya. Ini adalah situasi yang sulit; dimana Su Xi-er duduk?

Su Xi-er menyadari bahwa alis Yun Ruo Feng agak tertaut. Meskipun hilang di saat berikutnya, ia bisa menyadari kesulitannya. Ia pasti sedang memikirkan tentang pengaturan tempat duduk.

Ada sebuah kursi kosong yang tadinya untuk Ning An Lian; namun, ia tidak berhasil datang kemari hari ini. Sesuai dengan tradisi Nan Zhao, entah apakah perjamuan kerajaan semalam, atau tamasya di Sungai Air Caltrop hari ini, Putri Pertama Kekaisaran harus disediakan sebuah kursi.

Chu Ling Long sudah menghadiri perjamuan kerajaan di tahun-tahun sebelumnya, dan jelas-jelas tahu untuk siapakah tempat duduk itu. Namun, ia juga adalah seseorang yang suka memperkeruh suasana. Ia menunjuk tempat kosong itu sebelum berbicara, "Putra Mahkota ini berpikir kalau tempat ini tampak bagus. Peraturan itu kaku, tetapi orang fleksibel, jadi mengapa tidak biarkan dayang Pangeran Hao untuk mengambil tempat itu? Yang Mulia, bagaimana menurutmu?"

Ia menanganinya dengan baik, mengarahkan pertanyaan itu pada Ning Lian Chen, bukannya Yun Ruo Feng.

Ning Lian Chen melirik Su Xi-er, merasa ada sesuatu yang tidak beres. Tarian Jing Hong semalam terasa sangat familier baginya. Tariannya sangat mirip dengan tarian Kakak Perempuanku!

Kemudian, ia melihat ke arah kursi yang kosong. Kursi itu tadinya untuk Kakak Perempuannya, dan ia akan lebih suka seseorang dengan sikap yang mirip yang mengambilnya daripada menawarkannya pada Ning An Lian. Terlebih lagi, Ning An Lian pasti akan mengetahui bahwa Su Xi-er mengambil tempat duduk ini. Setelah Ning An Lian mengetahuinya, ia akan marah sampai meledak-ledak, dan itulah tepatnya hasil yang diinginkan Ning Lian Chen!

Oleh sebab itu, Ning Lian Chen angkat bicara sebelum Yun Ruo Feng bisa merespons. "Walaupun Nan Zhao memiliki banyak peraturan, kami tidaklah sekaku itu untuk bersikeras mengikuti mereka melawan akal sehat. Tempat duduk ini kosong, dan Nona Xi-er tetaplah seorang tamu, meskipun jika ia adalah dayang Pangeran Hao. Silakan, duduklah agar kita tidak menyia-nyiakan tempatnya."

Hening sejenak. Sudut bibir Chu Ling Long agak terangkat selagi tatapannya bergonta-ganti di antara Yun Ruo Feng dan Pei Qian Hao. Tatapan Hua Zi Rong tertuju pada Su Xi-er, dan memerhatikannya dengan saksama.

Tepat saat itu, Menteri Ritus maju ke depan. "Yang Mulia, Pangeran Yun, semuanya sudah siap. Rumah opera sudah siap di panggung yang mengambang, dan restorannya sudah mempersiapkan berbagai macam kudapan ringan. Mereka akan siap dalam semenit."

Kata-katanya adalah pengingat halus bahwa semuanya sudah menanti agar mereka duduk.

Pei Qian Hao melirik Su Xi-er sebelum mengalihkan tatapannya kembali ke tempat duduk yang dibicarakan. Itu sudah cukup buruk karena tempat duduknya akan memisahkan kami, tetapi, itu bahkan menempatkannya di antara Yun Ruo Feng dan si Kaisar kecil Nan Zhao!

Mana mungkin aku mengizinkan Su Xi-er untuk duduk di sana!

Ia segera merespons, "Kursi kosong itu adalah untuk Putri Pertama Kekaisaran. Dayang Pangeran ini hanyalah: seorang dayang. Meskipun Putri Pertama Kekaisaran Nan Zhao sedang tidak sehat hari ini dan tidak bisa bergabung dengan kita, dayang Pangeran ini tetap tidak bisa mengambil tempat itu."

Ekspresi Yun Ruo Feng menjadi rileks setelah mendengarkan kata-kata Pei Qian Hao. Jika Su Xi-er akan duduk di tempat yang dirancang untuk Putri Pertama Kekasiaran Nan Zhao, mereka tidak akan sanggup membenarkannya tidak peduli apa pun yang mereka lakukan.

Akan tetapi, kelegaannya hanya bertahan hingga kata-kata Pei Qian Hao berikutnya.

"Pindahkan tempat duduk itu ke sebelah Pangeran ini. Selama itu tidak di tempat yang spesifik, itu bukanlah sebuah tempat yang secara khusus disediakan untuk Putri Pertama Kekaisaran." Tatapannya menyapu setiap tamu, terhenti sejenak pada Chu Ling Long dan Hua Zi Rong.

Hua Zi Rong terlihat tak berminat seperti Su Xi-er; keputusan ini terserah kerajaan tuan rumah dan tidak ada hubungannya dengannya.

Namun, Yun Ruo Feng tidak setuju dengan kata-kata Pei Qian Hao. "Pangeran Hao baru saja berkomentar mengenai peraturan di istana Nan Zhao. Kalau begitu, seorang dayang harus mengikuti aturan dan tetap berada di belakang tuannya." Ia menjeda sebelum memandang Su Xi-er. "Bukan begitu?"

Karena Yun Ruo Feng mengajukan pertanyaan itu pada Su Xi-er, orang itu harus menjawabnya. Namun, ia tidak pernah menyangka kalau Su Xi-er akan menyanggahnya.

"Tidak." Jawaban sederhana Su Xi-er menyebabkan Chu Ling Long kehilangan sikap tenangnya, kikikan pun lolos dari bibirnya selagi ia berkomentar asal bahwa itu menarik.

Yun Ruo Feng mempertahankan roman wajah lembutnya, tetapi sudut bibirnya tidak lagi terangkat, sebuah cela dalam topeng sempurnanya.

Ning Lian Chen sedang berdiri paling dekat dengan Yun Ruo Feng. Untuk melawan Yun Ruo Feng berulang kali, ia bisa mengetahui Su Xi-er bukanlah wanita biasa. Di bawah keadaan yang biasa, tidak ada wanita yang dapat lolos dari roman wajah tersenyum lembut Yun Ruo Feng.

Tetapi, Su Xi-er sama sekali tidak terpesona. Ning Lian Chen merasa sangat puas dan melambaikan tangannya. "Pelayan, pindahkan kursi itu ke sisi Pangeran Hao."

Kasim Fu memandang Pangeran Yun. Ia hanya berani memindahkan kursi itu setelah Pangeran Yun menganggukkan kepalanya.

Segera, kursinya dipindahkan ke sisi Pangeran Hao. Kasim Fu memberikan gestur mengundang pada Su Xi-er. "Nona, silakan duduk."

Su Xi-er mengangguk dan duduk.

Situasi canggung itu langsung kembali normal, dengan beberapa penghibur yang mengenakan berbagai jubah warna-warni yang menari mengikuti alunan musik.

Sudah pernah melihat tarian Jing Hong kemarin, banyak tamu yang telah kehilangan minat menonton tarian saat ini. Apalagi, tidak ada satu pun dari wanita-wanita itu yang secantik Su Xi-er.

Oleh sebab itu, situasi yang lebih canggung pun timbul tepat setelah yang pertama menghilang. Semua garis pandang orang akan melayang pada Su Xi-er, secara sengaja atau tidak disengaja, tidak tertarik pada tarian yang ada di atas panggung yang mengambang.

Pei Qian Hao segera menyadarinya dan merasa sangat tidak senang. Apa ini, semua orang hanya memandangi dayangku! Tetapi, tak peduli seberapa tidak senang dirinya, ia hanya bisa menunjukkan keputusasaannya dengan menatap dingin Su Xi-er.

Menyadari bahwa ia sedang dalam suasana hati yang buruk, Su Xi-er menoleh dan tersenyum. "Pangeran Hao, lihatlah panggung yang mengambang itu. Sangat unik. Sepertinya, Bei Min tidak punya ini."

Ekspresinya sedikit membaik saat ia mendengar kata-kata Su Xi-er, kemudian mengalihkan tatapannya ke arah panggung di atas air sebelum berbicara. "Memang, Bei Min tidak punya ini. Pengrajin mana di Nan Zhao yang memikirkan ini?" Ia bertanya dan menatap Yun Ruo Feng.

Yun Ruo Feng membalas sambil tersenyum kecil, "Sayang sekali, pengrajinnya sudah meninggal dunia. Ia juga tidak bersedia untuk mengungkapkan namanya saat ia masih hidup."

Su Xi-er tutup mulut. Pengrajin yang merancang teras mengambang ini memang sudah meninggal dunia. Tahun itu, ia berulang kali mengundangnya beberapa kali sebelum ia bersedia untuk turun gunung.

"Siapa sangka, Nan Zhao mampu mengundang orang berbakat yang tersembunyi keluar dari pegunungan." Pei Qian Hao menjawab dengan acuh tak acuh, wajahnya tanpa ekspresi. Kemudian, ia berbalik dan menatap Su Xi-er.

Mengapa aku terus merasa bahwa kepala Su Xi-er sedang berada di dalam awan?

0 comments:

Posting Komentar