Consort of A Thousand Faces
Chapter 217 : Panggung yang Mengambang
Wei
Guang mengamati roman muka Ning An Lian, mampu dengan jelas melihat kebencian
di matanya. Tampaknya, dayang Pangeran Hao benar-benar telah mencuri
seluruh perhatiannya.
Hanya
dibutuhkan sejenak bagi Wei Guang untuk memahami situasinya. Ini
seperti kesepakatan bisnis memberi dan menerima yang klasik. Kami berdua
sama-sama mengambil apa yang kami butuhkan dari yang lainnya.
Wei
Guang langsung mengirimkan perintahnya ke ladang. Dalam waktu empat jam
berikutnya, ladang sudah mengirimkan bahan-bahan ke restoran di sebelah Sungai
Air Caltrop. Mereka baru saja mengirimkan sekumpulan bahan-bahan di pagi hari,
dengan sekumpulan kedua yang ditujukan untuk perjamuan makan malam.
Saat
Rumah Aprikot Keberuntungan masih ada, itu begitu terkenal hingga menekan
restoran lain yang ada di ibu kota. Sekarang, karena tempat itu
sudah ambruk, sebelum pemilik baru bisa membangun kembali tempat itu, restoran
di sebelah Sungai Air Caltrop mengeluarkan beberapa hidangan baru untuk mempergunakan
kesempatan atas kekosongannya. Restoran itu segera menjadi bintang yang melesat
di antara para pesaingnya.
Sementara
itu, Ning An Lian masuk ke dalam kamar yang mana tadinya milik Nona-Nona Wei.
Ia berganti pakaian dan menata ulang rambut dan riasannya. Gaunnya berwarna
merah menyilaukan, dan benang-benang emas tersulam di ujungnya, membuatnya
tampak mewah.
***
Di
waktu bersamaan, semuanya ditata di dek pengamatan di Sungai Air Caltrop. Para
tamu sudah duduk berdasarkan pengaturan kursi yang sudah ditentukan.
Satu-satunya masalah adalah ... Su Xi-er belum dihitung.
Tidak
ada seorang pun yang menduga kalau Pei Qian Hao akan seenggan itu untuk
membiarkan dayangnya meninggalkan sisinya. Ini adalah situasi yang sulit;
dimana Su Xi-er duduk?
Su
Xi-er menyadari bahwa alis Yun Ruo Feng agak tertaut. Meskipun hilang di
saat berikutnya, ia bisa menyadari kesulitannya. Ia pasti sedang
memikirkan tentang pengaturan tempat duduk.
Ada
sebuah kursi kosong yang tadinya untuk Ning An Lian; namun, ia tidak berhasil
datang kemari hari ini. Sesuai dengan tradisi Nan Zhao, entah apakah perjamuan
kerajaan semalam, atau tamasya di Sungai Air Caltrop hari ini, Putri Pertama
Kekaisaran harus disediakan sebuah kursi.
Chu
Ling Long sudah menghadiri perjamuan kerajaan di tahun-tahun sebelumnya, dan
jelas-jelas tahu untuk siapakah tempat duduk itu. Namun, ia juga adalah
seseorang yang suka memperkeruh suasana. Ia menunjuk tempat kosong itu sebelum
berbicara, "Putra Mahkota ini berpikir kalau tempat ini tampak bagus. Peraturan
itu kaku, tetapi orang fleksibel, jadi mengapa tidak biarkan dayang Pangeran
Hao untuk mengambil tempat itu? Yang Mulia, bagaimana menurutmu?"
Ia
menanganinya dengan baik, mengarahkan pertanyaan itu pada Ning Lian Chen,
bukannya Yun Ruo Feng.
Ning
Lian Chen melirik Su Xi-er, merasa ada sesuatu yang tidak beres. Tarian Jing
Hong semalam terasa sangat familier baginya. Tariannya sangat mirip
dengan tarian Kakak Perempuanku!
Kemudian,
ia melihat ke arah kursi yang kosong. Kursi itu tadinya untuk Kakak Perempuannya,
dan ia akan lebih suka seseorang dengan sikap yang mirip yang mengambilnya
daripada menawarkannya pada Ning An Lian. Terlebih lagi, Ning An Lian pasti
akan mengetahui bahwa Su Xi-er mengambil tempat duduk ini. Setelah Ning
An Lian mengetahuinya, ia akan marah sampai meledak-ledak, dan itulah tepatnya
hasil yang diinginkan Ning Lian Chen!
Oleh
sebab itu, Ning Lian Chen angkat bicara sebelum Yun Ruo Feng bisa merespons.
"Walaupun Nan Zhao memiliki banyak peraturan, kami tidaklah sekaku itu
untuk bersikeras mengikuti mereka melawan akal sehat. Tempat duduk ini kosong,
dan Nona Xi-er tetaplah seorang tamu, meskipun jika ia adalah dayang Pangeran
Hao. Silakan, duduklah agar kita tidak menyia-nyiakan tempatnya."
Hening
sejenak. Sudut bibir Chu Ling Long agak terangkat selagi tatapannya
bergonta-ganti di antara Yun Ruo Feng dan Pei Qian Hao. Tatapan Hua Zi Rong
tertuju pada Su Xi-er, dan memerhatikannya dengan saksama.
Tepat
saat itu, Menteri Ritus maju ke depan. "Yang Mulia, Pangeran Yun, semuanya
sudah siap. Rumah opera sudah siap di panggung yang mengambang, dan restorannya
sudah mempersiapkan berbagai macam kudapan ringan. Mereka akan siap dalam
semenit."
Kata-katanya
adalah pengingat halus bahwa semuanya sudah menanti agar mereka duduk.
Pei
Qian Hao melirik Su Xi-er sebelum mengalihkan tatapannya kembali ke tempat
duduk yang dibicarakan. Itu sudah cukup buruk karena tempat duduknya
akan memisahkan kami, tetapi, itu bahkan menempatkannya di antara Yun Ruo Feng
dan si Kaisar kecil Nan Zhao!
Mana
mungkin aku mengizinkan Su Xi-er untuk duduk di sana!
Ia
segera merespons,
"Kursi kosong itu adalah untuk Putri Pertama Kekaisaran. Dayang Pangeran
ini hanyalah: seorang dayang. Meskipun Putri Pertama Kekaisaran Nan Zhao sedang
tidak sehat hari ini dan tidak bisa bergabung dengan kita, dayang Pangeran ini
tetap tidak bisa mengambil tempat itu."
Ekspresi
Yun Ruo Feng menjadi rileks setelah mendengarkan kata-kata Pei Qian Hao. Jika
Su Xi-er akan duduk di tempat yang dirancang untuk Putri Pertama Kekasiaran Nan
Zhao, mereka tidak akan sanggup membenarkannya tidak peduli apa pun
yang mereka lakukan.
Akan
tetapi, kelegaannya hanya bertahan hingga kata-kata Pei Qian Hao berikutnya.
"Pindahkan
tempat duduk itu ke sebelah Pangeran ini. Selama itu tidak di tempat yang
spesifik, itu bukanlah sebuah tempat yang secara khusus disediakan untuk Putri
Pertama Kekaisaran." Tatapannya menyapu setiap tamu, terhenti sejenak pada
Chu Ling Long dan Hua Zi Rong.
Hua
Zi Rong terlihat tak berminat seperti Su Xi-er; keputusan ini terserah kerajaan
tuan rumah dan tidak ada hubungannya dengannya.
Namun,
Yun Ruo Feng tidak setuju dengan kata-kata Pei Qian Hao. "Pangeran Hao
baru saja berkomentar mengenai peraturan di istana Nan Zhao. Kalau begitu,
seorang dayang harus mengikuti aturan dan tetap berada di belakang
tuannya." Ia menjeda sebelum memandang Su Xi-er. "Bukan begitu?"
Karena
Yun Ruo Feng mengajukan pertanyaan itu pada Su Xi-er, orang itu harus
menjawabnya. Namun, ia tidak pernah menyangka kalau Su Xi-er akan
menyanggahnya.
"Tidak."
Jawaban sederhana Su Xi-er menyebabkan Chu Ling Long kehilangan sikap
tenangnya, kikikan pun lolos dari bibirnya selagi ia berkomentar asal bahwa itu
menarik.
Yun
Ruo Feng mempertahankan roman wajah lembutnya, tetapi sudut bibirnya tidak lagi
terangkat, sebuah cela dalam topeng sempurnanya.
Ning
Lian Chen sedang berdiri paling dekat dengan Yun Ruo Feng. Untuk melawan Yun
Ruo Feng berulang kali, ia bisa mengetahui Su Xi-er bukanlah wanita biasa. Di
bawah keadaan yang biasa, tidak ada wanita yang dapat lolos dari roman wajah
tersenyum lembut Yun Ruo Feng.
Tetapi,
Su Xi-er sama sekali tidak terpesona. Ning Lian Chen merasa sangat puas dan
melambaikan tangannya. "Pelayan, pindahkan kursi itu ke sisi Pangeran
Hao."
Kasim
Fu memandang Pangeran Yun. Ia hanya berani memindahkan kursi itu setelah
Pangeran Yun menganggukkan kepalanya.
Segera,
kursinya dipindahkan ke sisi Pangeran Hao. Kasim Fu memberikan gestur
mengundang pada Su Xi-er. "Nona, silakan duduk."
Su
Xi-er mengangguk dan duduk.
Situasi
canggung itu langsung kembali normal, dengan beberapa penghibur yang mengenakan
berbagai jubah warna-warni yang menari mengikuti alunan musik.
Sudah
pernah melihat tarian Jing Hong kemarin, banyak tamu yang telah kehilangan
minat menonton tarian saat ini. Apalagi, tidak ada satu pun dari wanita-wanita
itu yang secantik Su Xi-er.
Oleh
sebab itu, situasi yang lebih canggung pun timbul tepat setelah yang pertama
menghilang. Semua garis pandang orang akan melayang pada Su Xi-er, secara
sengaja atau tidak disengaja, tidak tertarik pada tarian yang ada di atas
panggung yang mengambang.
Pei
Qian Hao segera menyadarinya dan merasa sangat tidak senang. Apa ini,
semua orang hanya memandangi dayangku! Tetapi, tak peduli seberapa
tidak senang dirinya, ia hanya bisa menunjukkan keputusasaannya dengan menatap
dingin Su Xi-er.
Menyadari
bahwa ia sedang dalam suasana hati yang buruk, Su Xi-er
menoleh dan tersenyum. "Pangeran Hao, lihatlah panggung yang mengambang
itu. Sangat unik. Sepertinya, Bei Min tidak punya ini."
Ekspresinya
sedikit membaik saat ia mendengar kata-kata Su Xi-er, kemudian mengalihkan
tatapannya ke arah panggung di atas air sebelum berbicara. "Memang, Bei
Min tidak punya ini. Pengrajin mana di Nan Zhao yang memikirkan ini?" Ia
bertanya dan menatap Yun Ruo Feng.
Yun
Ruo Feng membalas sambil tersenyum kecil, "Sayang sekali, pengrajinnya
sudah meninggal dunia. Ia juga tidak bersedia untuk mengungkapkan namanya saat
ia masih hidup."
Su
Xi-er tutup mulut. Pengrajin yang merancang teras mengambang ini memang sudah
meninggal dunia. Tahun itu, ia berulang kali mengundangnya beberapa kali
sebelum ia bersedia untuk turun gunung.
"Siapa
sangka, Nan Zhao mampu mengundang orang berbakat yang tersembunyi keluar dari
pegunungan." Pei Qian Hao menjawab dengan acuh tak acuh, wajahnya tanpa
ekspresi. Kemudian, ia berbalik dan menatap Su Xi-er.
Mengapa
aku terus merasa bahwa kepala Su Xi-er
sedang berada di dalam awan?

0 comments:
Posting Komentar