Consort of A Thousand Faces
Chapter 433 : Lancang
Kereta
kuda terus menuju pinggiran kota, dan Pei Qian Hao tidak melakukan apa-apa
selain diam-diam memerhatikan Su Xi-er dengan tatapan yang membuatnya bergeser
ke sudut dengan ketakutan.
Angin
sepoi-sepoi menyingkap tirai jendela, dan Su Xi-er tahu bahwa mereka sudah
sampai di pinggiran kota ketika ia melihat hamparan pohon di luar sana.
Segera,
pengawal itu menghentikan kereta di samping hutan dan melaporkan,
"Pangeran Hao, kita sudah sampai di pinggiran kota."
Pei
Qian Hao mengangkat tirai jendela dan memerintahkan, "Hao Wang Fei ingin
memakan roti kukus jagung dari keluarga petani. Pergi ke desa
terdekat dan belikan beberapa."
(T/N
: contoh roti kukus jagungnya. Sepertinya ada muncul juga di chapter 94, kalo
ga salah sih.)
Terlepas
dari keheranannya, pengawal itu membungkuk dengan hormat. "Bawahan ini
mematuhi perintah." Ia kemudian berbalik untuk berjalan menuju ke hutan,
dimana terletak sebuah desa kecil di belakangnya.
Setelah
mengirim pengawal itu pergi, Pei Qian Hao melihat ke arah Su Xi-er dengan
ekspresi yang natural dan mengangkat tangannya. "Xi-er, kemarilah."
Su
Xi-er tetap di sudut dan menolak dengan tegas. "Aku tidak mau ke sana. Aku
sudah menyesal berjanji denganmu. Aku tidak akan punya tenaga untuk perjamuan istana
malam ini kalau kau menyiksaku sekarang."
"Pangeran
ini sudah pasti tidak akan menyiksamu; aku hanya akan menciummu."
Mengetahui bahwa ia tidak mudah tertipu, Pei Qian Hao mengulurkan tangannya
untuk mengangkatnya dan mendudukkannya di pangkuannya.
"Pelan-pelan;
malam ini akan jadi peristiwa besar." Su Xi-er tidak tahan untuk
mengingatkannya saat ia melihat pria itu berusaha melepaskan gaunnya.
"Pangeran
ini akan memerhatikannya." Tepat setelahnya, hujan ciuman pun menuruni
lehernya sementara ia menghindari wajah Su Xi-er supaya tidak mengacaukan
riasannya.
Di
saat yang sama, tangannya menjelajah nakal di bawah pakaian Su Xi-er yang
setengah terbuka dengan rasa yang akrab. Su Xi-er merasakan tubuhnya memanas,
dan matanya yang setengah tertutup memberikan aura yang memikat.
Pei
Qian Hao adalah pria yang lumayan pintar; ia sudah mengetahui dengan cepat,
bagian tubuh Su Xi-er yang mana yang lebih sensitif.
Tidak
butuh waktu lama sebelum tangan Su Xi-er melingkari leher Pei Qian Hao, dan ia
menopang pinggang wanita itu selagi ia bergerak naik turun. Kilau yang bergerak
di wajah Su Xi-er menyebabkan jantungnya berdebar-debar selagi mereka saling
bertatapan.
Tentu
saja, keretanya sendiri berguncang karena pergerakan di dalam. Satu-satunya hal
yang mencegah seseorang mengintip ke dalam tirai yang sedikit terbuka adalah
tangan kecil yang memeganginya dari dalam.
Untungnya,
waktunya masih pagi dan lokasi yang sepi membuatnya tidak mungkin ada orang di
sekitar.
Saat
akhirnya mereka selesai, suara pakaian yang dikenakan pun dapat terdengar. Tak
lama kemudian, suara wanita yang menarik perhatian pun terdengar. "Pei
Qian Hao, aku tidak akan percaya lagi padamu!"
Suara
seorang pria mengikuti. "Pangeran ini sudah menahan diri. Itu tidak akan
memengaruhi perjamuan istana malam ini."
"Kau
jelas-jelas tahu bahwa ada perjamuan di istana malam ini, tetapi kau tetap
...."
"Kau
bisa memulihkan tenagamu dengan cepat setelah kau istirahat di istana
peristirahatan Consort Dowager Guo nanti."
Ketika
pengawal itu kembali, ia tidak mengerti kenapa Su Xi-er berselisih dengan Pei
Qian Hao, tetapi ia menyadari bahwa majikannya sedang berusaha membujuk
istrinya. Pengawal itu pun tidak tahan untuk meratap. Benar-benar tidak
mudah bagi Pangeran Hao untuk tunduk pada Wang Fei dalam segala hal.
Mendeteksi
suara di luar kereta, Su Xi-er langsung mengangkat tirai. Menyadari bahwa itu
adalah si pengawal, ia segera berbicara dengan gaya yang dingin dan menekan
yang tidak kalah dari Pei Qian Hao, "Berikan rotinya padaku dan bawa kami
ke istana kekaisaran sekarang juga."
Kaget,
pengawal itu bergegas menyerahkan roti kukus yang dibungkus kertas kuning itu.
Sebelum
ia dapat menyerahkannya pada Su Xi-er, tangan besar Pei Qian Hao datang dan
mengambil bungkusannya sementara ia memerintahkan, "Dengarkan Wang
Fei dan segera menuju ke istana kekaisaran."
Ini
mengkonfirmasi kecurigaan si pengawal bahwa Pei Qian Hao takut pada istrinya,
dan mau tak mau, melolong pedih dalam hati sebelum melompat ke atas kereta dan
mengemudikannya menuju istana kekaisaran.
Pei
Qian Hao membungkus kertas kuning itu lebih aman. "Consort Dowager Guo
lahir dengan latar belakang pedagang, tetapi biasanya ia paling suka memakan
roti kukus rasa jagung. Ingatlah untuk memberikan ini padanya ketika kita
sampai di istana peristirahatannya nanti."
Su
Xi-er dapat mengetahui bahwa Pei Qian Hao memperlakukan Consort Dowager Guo
dengan cukup baik, jadi ia memutuskan untuk bertanya secara terus terang,
"Bagaimana kau tahu bahwa Consort Dowager Guo suka makan
ini?"
"Pangeran
ini adalah putra angkat Keluarga Pei, dan selalu dipandang rendah oleh orang
lain semenjak aku masih kecil. Tentunya aku diolok-olok oleh semua orang,
pertama kalinya aku memasuki istana. Consort Dowager Guo-lah
yang menegur yang lainnya, sebelum membawa Pangeran ini ke istana
peristirahatannya. Di hari itulah aku menemukan bahwa ia suka memakan roti
kukus rasa jagung."
Untuk
mengingat bantuan kecil yang diterimanya saat ia masih muda, dan bahkan ingat
untuk terus membalaskanya bertahun-tahun kemudian ... jelas bahwa ia bukanlah
orang tak tahu terima kasih yang melupakan utangnya. Ia juga
memahami lebih baik, mengapa Consort Dowager Guo adalah
satu-satunya dari selir kekaisaran mendiang Kaisar, yang tidak harus
menemaninya dalam kematian.
Su
Xi-er mengulurkan tangan untuk memeluknya. "Saat Ibunda Permaisuri
masih hidup, aku memiliki masa kanak-kanak yang bahagia, tetapi kau ..."
Ia
menguburkan kepalanya ke dadanya dan berujar muram, "Mulai sekarang, kau
punya aku di sisimu. Kau tidak perlu memedulikan tentang menjadi putra
angkat."
"Pangeran
ini merasa terhormat karena menikahi Putri Pertama Kekaisaran suatu kerajaan;
garis keturunan yang begitu agung." Tatapan menggoda berkedip di mata Pei
Qian Hao.
Su
Xi-er mendongakkan kepalanya. "Itulah kenapa, kau harus mendengarkanku
mulai sekarang. Apa kau mengerti?" Ia menunjukkan ekspresi yang iseng dan
licik.
Pei
Qian Hao menundukkan kepalanya untuk memberikan ciuman di keningnya.
"Pangeran ini telah berjanji pada adik lelaki kekaisaranmu bahwa aku akan
mendengarkan keinginanmu dalam segala hal."
Dalam
masyarakat misoginis Bei Min, sungguh tidak mudah bagi seorang pria yang
bersedia terus memikirkan istrinya dalam benaknya selagi membuat keputusan,
terlebih lagi seseorang seberkuasa Pei Qian Hao.
Kereta
kuda berjalan sepanjang jalan ke istana, baru berhenti
saat mereka sampai di gerbang istana. Terlepas dari seberapa banyaknya
kekuasaan yang dimiliki Pei Qian Hao, ia tetap menunjukkan formalitas yang
diperlukan. Dalam keadaan normal, hanya Tandu Naga dan kereta kuda dari istana
kekaisaran yang diizinkan untuk masuk.
Namun,
karena Consort Dowager sudah menunggu kunjungan Su Xi-er,
sudah ada seseorang yang menanti untuk menyambut mereka di gerbang istana.
Saat
seorang dayang senior melihat Pei Qian Hao, ia langsung maju ke depan. "Pelayan
tua ini memberi hormat kepada Pangeran Hao dan Hao Wang Fei. Consort
Dowager Guo sudah menyiapkan teh dan kue, dan sudah menunggu di istana
peristirahatan."
Su
Xi-er menopang dayang senior itu bangun, dan tersenyum sebelum menjawab,
"Dayang Senior, kau boleh mengesampingkan formalitasnya."
Itu
adalah pertama kalinya dayang senior tersebut melihat Su Xi-er. Meski tidak
mengenakan berbagai macam ornamen yang mewah, pesona wanita di depannya cukup
untuk membuat dayang senior itu terpana sesaat sebelum ia kembali tersadar.
"Pangeran
Hao, Hao Wang Fei, silakan ikuti pelayan tua ini." Ia
berbicara selagi mengulurkan tangannya untuk memberi isyarat agar mereka ikut.
Mereka
mengambil jalan yang jarang dipakai karena itu membuat mereka menghindari
perhatian yang tidak perlu, serta tiba di istana peristirahatan Consort
Dowager Guo lebih cepat.
Consort
Dowager Guo
menunggu di depan pintu istana peristiahatan, sedangkan Ye Qing Zhu berdiri di
sebelahnya.
"Qing
Zhu, pergi dan lihat apakah kau sudah menyeduh tehnya dengan baik. Bawakan satu
teko dan letakkan di meja aula utama." Consort Dowager Guo
menginstruksikan selagi ia melihat ke depan.
Ye
Qing Zhu menjawab pelan sambil mengiyakan sebelum berjalan menuju halaman
belakang istana peristirahatan. Karena Pangeran Hao sudah datang ke
istana Consort Dowager, aku bisa mengggunakan kesempatan ini untuk memohon
Pangeran Hao agar mengizinkanku untuk masuk Kediaman Pangeran Hao. Aku akan
merasa puas meski jika aku hanya bisa melirik Kakak Wu dari jauh.
Beberapa
saat sebelum Consort Dowager Guo akhirnya melihat Pei Qian Hao
dan Su Xi-er. Ia langsung maju ke depan untuk menyapa mereka sambil tersenyum
ramah. "Consort Dowager ini merasa bahwa Hao Wang Fei bahkan
sudah jadi semakin cantik sejak pernikahan. Tampaknya, Pangeran Hao mengurusimu
dengan sangat baik. Kemari, duduk dan mengobrol dengan Consort Dowager ini
di dalam."
Meskipun
istana peristirahatan tidak ceria, Consort Dowager Guo adalah
seseorang yang menyukai anak-anak, dan Su Xi-er lima belas tahun lebih muda
dari putranya. Dengan kenangan akan putranya yang terus dalam benaknya, ia pun
hanya bisa meratap.
Pei
Qian Hao menggandeng tangan Su Xi-er dan berjalan masuk.
Su
Xi-er memiliki kesan yang baik terhadap Consort Dowager Guo,
dan cukup menyukainya. Pada hari pernikahan, ia sudah mengirimkan
semangkuk sup kurma merah manis. Ia bahkan datang untuk menasihatiku secara
pribadi dan dengan senyuman di wajahnya, seolah-olah aku adalah putri
kandungnya.

