Minggu, 21 November 2021
CTF - Chapter 140
Consort of A Thousand Faces
Chapter 140 : Meneriakkan Caci-Maki
Su
Xi-er tidak menahan diri, mengimbangi
Ning An Lian sewaktu mereka terus minum, secangkir demi secangkir, tanpa
menunjukkan tanda-tanda mabuk.
Melihat
kalau wanita di seberangnya tidak masalah mengimbanginya, Ning An Lian jadi
semakin cemburu. Tadinya, aku mengira kalau anggur ini cukup untuk
membuat jalang ini mabuk dan mempertontonkan kehebatanku. Aku tidak menyangka
kalau ia akan baik-baik saja.
Alhasil,
Ning An Lian mendadak terpikirkan sesuatu. "Putri ini sedang dalam suasana
hati yang baik hari ini, dan aku senang karena bertemu dengan orang yang
sama-sama bisa minum anggur." Setelah itu, ia melambaikan tangannya ke
arah belakang. "Kemari, seseorang bawakan anggur bunga untuk Putri
ini."
Yun
Ruo Feng tahu bahwa anggur bunga memiliki kadar alkohol yang tinggi,
dan karena Su Xi-er berasal dari Bei Min, toleransi alkoholnya pasti tidak akan
bisa bersaing dengan Ning An Lian.
Ia
cepat-cepat menghentikannya. "Putri Pertama, tiga babak minum anggur sudah
cukup; tidak akan baik bagi tubuh jika kau minum lebih banyak."
Ini
sebenarnya adalah pengingat yang baik, tetapi bagi Ning An Lian, terdengar
seolah Yun Ruo Feng sedang melindungi jalang itu.
Baik,
karena ia mau melindunginya, maka semakin aku tidak boleh mendengarkannya.
Ia
tersenyum. "Tidak perlu khawatir, Pangeran Yun. Putri ini bisa mengetahui
kalau dayang ini kuat minum, sehingga Putri ini akan terus menemaninya hari
ini. Aku menduga, ia pasti merasa sangat terhormat, dapat minum bersama Putri
ini."
Selain
itu, baik Pangeran Hao maupun si jalang kecil itu juga tidak punya bantuan
untuk menghentikanku. Sebagai Prince Regent Nan Zhao, bagaimana ia bisa dalam
posisi melibatkan dirinya?
Yun
Ruo Feng berhenti bicara dan memfokuskan tatapannya pada Su Xi-er, merasa kalau
wajahnya tetap acuh tak acuh, tak memperlihatkan tanda-tanda mabuk.
Tak
lama setelahnya, satu dayang datang membawakan anggur bunga ke meja.
Ning
An Lian meminta dayang itu menuangkan anggur untuk mereka berdua sebelum
menghabiskan satu cangkir sekali teguk. Su Xi-er pun dengan cepat mengikutinya,
menolak tertinggal.
Sewaktu
semua orang diam-diam menonton pertandingan minum di antara Putri Pertama dan
si dayang, mereka pun merasa terkejut.
Apa
yang terjadi pada Putri Pertama malam ini? Ia bisa mabuk kalau terus minum
sebanyak itu.
Walau
wanita dari Nan Zhao jago minum, Su Xi-er pun sepertinya tidak kalah dari Putri
Pertama. Jika mereka terus melaju begini, sulit menentukan siapa pemenangnya!
Semua
orang menonton selagi anggur bunganya dihabiskan, seguci demi seguci.
Saat
semua anggur bunganya dihabiskan, Putri Pertama terus saja meneriakkan lebih
banyak anggur meskipun sudah benar-benar mabuk. Ia sudah sepenuhnya kehilangan
martabat seorang putri kekaisaran.
Kebalikan
darinya, Su Xi-er, yang selagi wajahnya merona merah, jelas sekali tidak mabuk.
Semua
orang mendesah. Semua orang bilang bahwa
wanita dari Nan Zhao bertoleransi alkohol tinggi, tetapi pada akhirnya, sungguh
seorang dayang dari Bei Min-lah pemenangnya!
Ning
An Lian cukup mabuk sampai-sampai ia tidak bisa berdiri tegak, memaksa Piao Xu
memapahnya dari samping, takut-takut ia akan terjatuh.
"Putri
ini ingin minum lagi. Terus tuangkan, terus tuangkan untuk Putri ini!
Cepat!" Ning An Lian menyuruh. Dengan mata memerah dan berkabut, ia
mencoba menuangkan anggur dari guci yang sudah kosong tetapi sudah pasti tidak
berhasil.
"Putri
Pertama, Anda mabuk." Alis Piao Xu mengerut selagi pada dasarnya, ia
mengangkat Ning An Lian.
Mengapa
Putri Pertama semabuk ini hari ini? Aku ingat bahwa
toleransi alkohol Putri Pertama hebat.
Mendengar
apa yang dikatakan Piao Xu, Ning An Lian menolak mendengarnya, dan sebaliknya,
malah meledak dengan amarahnya. "Putri ini tidak mabuk! Mana mungkin Putri
ini mabuk?"
Ia
menatap ke arah Yun Ruo Feng yang duduk di sebelahnya, menangkap ekspresi tak
peduli di wajahnya. Daripada menatap balik dirinya, tatapan kosong pria itu
terlihat seolah ia tengah memikirkan tentang sesuatu.
Apakah
ia sedang memikirkan si jalang Ning Ru Lan itu? Apakah ia sudah tidak
mencintaiku lagi? Aku telah berkorban begitu banyak demi dirinya, tetapi aku
masih menunggunya menikahiku dan memberikanku status.
Setelah
memikirkan tentang dukanya, Ning An Lian mulai menangis, air matanya menetes
seperti mutiara yang berjatuhan dari kalung mutiara yang rusak.
Ia
menatap tepat ke arah Su Xi-er dengan mata penuh tuduhan, dan mencaci makinya
seolah ia adalah orang yang begitu dibencinya. "Ning Ru Lan, dasar jalang
kecil, kau masih mencoba memprovokasi orang bahkan setelah kematianmu. Ning Ru
Lan, kau ...."
Ning
An Lian baru saja mulai sebelum ekspresi Yun Ruo Feng mendadak berubah,
menginterupsi Ning An Lian dengan alis tertaut. "Putri Pertama mabuk.
Antarkan ia kembali ke istana peristirahatannya sekarang juga!"
Piao
Xu dengan cepat memanggil orang kemari untuk membawa pergi Putri Pertama. Apabila
ia terus berbicara, ia akan jadi lelucon.
Dayangnya
bertindak dengan cepat, membawa Ning An Lian pergi dalam hitungan detik.
Karena
Su Xi-er sudah minum banyak sekali anggur, ekspresi kaburnya menyamarkan semua
aura dingin di matanya. Ia hanya memandang tak peduli sewaktu Ning An Lian
mencaci-maki dirinya, menonton orang itu kehilangan seluruh harkat dan
martabatnya sebagai seorang putri kekaisaran.
Saat
Yun Ruo Feng melihat Ning An Lian sudah dibawa pergi, ia meminta maaf kepada
Pei Qian Hao. "Putri Pertama mabuk dan lupa siapa dirinya. Kami meminta
maaf karena membiarkanmu melihat lelucon ini, Pangeran Hao."
Setelah
itu, ia melihat ke arah Su Xi-er yang berada di sebelah Pei Qian Hao.
"Dayangmu punya toleransi alkohol yang baik. Pangeran ini tidak menyangka
kalau ada wanita dari Bei Min yang mampu menoleransi begitu banyak
alkohol."
Jangankan
Yun Ruo Feng, bahkan Pei Qian Hao pun terkejut karena Su Xi-er bisa minum
sebanyak itu.
Walaupun
ia sedikit ragu, ekspresinya tidak berubah dan ia menjawab sopan, "Tidak
apa-apa."
Mengikuti
pertandingan minum dan hilangnya penguasaan diri Putri Pertama Kekaisaran,
tidak ada seorang pun yang bernafsu untuk meneruskan perjamuan malamnya. Pei
Qian Hao langsung bangkit berdiri.
"Sudah
larut, dan Pangeran ini merasa agak mabuk, jadi aku akan pulang."
Yun
Ruo Feng tidak mencoba membujuknya untuk tinggal, bahkan mengantarkan mereka
keluar kediamannya secara pribadi.
Yun
Ruo Feng berjalan di depan bersama Pangeran Hao, sementara Su Xi-er mengikuti
mereka.
Walaupun
Su Xi-er tidak kelihatan mabuk, ia nyaris tidak bisa berjalan dengan stabil.
Kereta
kudanya menanti di depan pintu masuk, dan kusirnya mengangkat tirai kereta
kuda, menyambut Pangeran Hao naik.
Di
sampingnya, Su Xi-er merasa pusing. Ia menggelengkan kepalanya sebelum
terhuyung ke arah keretanya.
Yun
Ruo Feng terus mengawasi Su Xi-er. Meskipun ia berada agak jauh darinya, ia
tetap bergegas ke arahnya secepat mungkin ketika Su Xi-er maju ke depan.
Satu
tangan besar memapah Su Xi-er, tetapi itu adalah tangan Pangeran Hao.
Melalui
mata kaburnya, Su Xi-er melihat ke arah Pei Qian Hao, dan setelahnya melihat
tangan Yun Ruo Feng menggantung canggung di udara.
Tiba-tiba
saja ia mendengarkan suara Pei Qian Hao di sebelah telinganya. "Pangeran ini
tidak akan merepotkan Pangeran Yun dengan dayangku."
Tangan
Yun Ruo Feng membeku di udara sejenak sebelum ia menjatuhkannya. Ia masih
tersenyum lembut layaknya angin musim semi, dan tidak tampak
terpengaruh dengan tindakannya. Bagi orang lain, hanya terlihat seolah Pangeran
Yun sedang mencoba memapah seorang dayang karena ia peduli.
Pinggang
Su Xi-er dipeluk oleh Pei Qian Hao selagi mereka bergerak menuju ke arah kereta
kuda. Ia ingin bergerak sendiri, tetapi dengan betapa mabuk dirinya, ia tak punya
pilihan selain mengikuti Pei Qian Hao.
Yun
Ruo Feng memerhatikan di samping, sosok pria dan wanita tersebut membekas dalam
benaknya.
Matanya
dalam, tak terbaca oleh siapa pun. Memerhatikan kereta kudanya
menghilang di kejauhan, ia merasakan ada sesuatu yang semakin menjauh darinya.
***
Di
dalam kereta kuda yang menghilang di kejauhan.
Su
Xi-er benar-benar merasa mabuk sekarang. Walaupun ia menahannya karena ia tidak
ingin siapa pun
mengetahuinya, sesungguhnya ia sudah mabuk selama beberapa waktu.
Pei
Qian Hao melihat ke arahnya, menyadari sentuhan rona di pipinya sebelumnya
sekarang telah menyebar di seluruh wajahnya. Sebenarnya, ia tampak
cukup menyenangkan dengan penampilan memerahnya ini.
Su
Xi-er berbaring di samping, merintih dan mengerang. Tampaknya, mabuk membuatnya
jadi agak tidak sehat.
Tanpa
mencaci dan pelototan, penampilan malu-malunya ini membuat Pei Qian Hao tanpa
sadar menjawil hidungnya.
Sudut
mulut Pei Qian Hao terangkat membentuk senyuman, tak mampu menghentikan dirinya
berujar, "Penampilan ini sebenarnya agak manis juga."
Dengan
hidungnya dicubiti, Su Xi-er tidak bisa bernapas dengan normal. Ia agak
berontak sebelum membuka matanya dan memandangi orang yang sedang
melecehkannya.
Su
Xi-er yang agak mabuk itu menunjuk hidung Pei Qian Hao, dan berpura-pura
serius. "Dasar jalang kecil." Setelah itu, ia tertawa terbahak-bahak.
CTF - Chapter 139
Consort of A Thousand Faces
Chapter 139 : Bersaing Dengan Anggur
Su
Xi-er tidak ingin minum, tetapi tepat saat ia akan menolak, tatapannya mendarat
pada seseorang yang tidak jauh darinya.
"Minum
anggur apa? Putri ini juga ingin mencicipinya."
Ning
An Lian!
Ia
pasti mendengar kalau Yun Ruo Feng mengadakan perjamuan untuk Pei Qian Hao dan
memutuskan untuk menunjukkan perhatiannya untuk kekasihnya.
Meskipun
waktu telah lama berlalu, Su Xi-er tidak mampu menghentikan tatapannya yang
berubah menjadi kepingan es sewaktu ia melihat Ning An Lian.
Kebencian
mendalamnya terhadap Ning An Lian membuatnya tak mampu menyembunyikan kilatan
kebencian yang tak terselubung di matanya.
Walaupun
dengan cepat menghilang, tidak luput dari mata Pei Qian Hao. Diam-diam ia
mengamati, bibir tipisnya mengerucut seolah ia tengah merenungkan sesuatu.
Putri
Pertama Kekaisaran, Ning An Lian, menghampirinya dan membungkuk. "Memberi
salam kepada Pangeran Hao."
Pei
Qian Hao hanya sedikit mengangguk. "Tebakanku, ini pastilah Putri Pertama
Kekaisaran."
"Benar,
Putri inilah orangnya." Ning An Lian tidak sombong maupun pemarah. Ia
mengenakan senyuman samar di sudut mulutnya, menunjukkan disposisi yang tepat
dari seorang putri kekaisaran.
Dengan
dingin ia menyapukan matanya ke sekeliling sebelum mengambil tempat di sebelah Yun
Ruo Feng, tersenyum padanya, tetapi sebaliknya, diam.
Ning
An Lian cukup tahu bahwa ia harus
menampilkan hubungan biasa saja di hadapan orang luar. Tentu saja, ini termasuk
membiarkan Yun Ruo Feng menjaga harga dirinya, tidak meninggalkan celah apa pun
bagi orang lain untuk bergosip.
Akan
tetapi, tanpa diketahuinya, ia memperlihatkan tatapan kelewat bergairah di
matanya. Mana mungkin seseorang seteliti Pangeran Hao melewatkan sesuatu
semacam itu?
Yun
Ruo Feng memutar cangkir di tangannya, ekspresinya tetap biasa. Dengan senyuman
lembut yang sama di wajahnya, tak ada yang tahu isi pikirannya.
Ning
An Lian menatap cangkir di tangannya dan menghirup aroma anggur di
sekeliling. Ia pasti sudah minum banyak.
Mau
tak mau, ia pun mengernyitkan alisnya. Tersenyum ke arah Pei Qian Hao, ia
berkata, "Pangeran Yun masih belum sembuh dari cedera sebelumnya, dan
tidak pantas baginya untuk minum terlalu banyak anggur. Apabila kau tidak
keberatan, Putri ini akan menemanimu minum, Pangeran Hao."
Mendengar
apa yang dikatakannya, mendadak Pei Qian Hao tergelak. "Seorang pria
bersembunyi di balik seorang wanita, bahkan membutuhkannya untuk
menggantikannya minum. Ini pertama kalinya Pangeran ini mendengarkan tentang
itu."
Ekspresi
Ning An Lian langsung berubah. "Kau ...."
Yun
Ruo Feng menyela. "Tidak perlu. Pangeran ini bisa minum."
Ekspresi
Ning An Lian pun sekali lagi menjadi masam. Menyadari kalau warna wajah Yun Ruo
Feng tidak terlihat begitu baik, ia tidak peduli lagi dengan orang-orang di
sekitar. "Kau tidak bisa minum dengan tubuhmu yang masih belum sehat.
Apakah kau sudah lupa dengan perjamuan istana sebelumnya ...."
"Tidak
perlu cemas, Putri Pertama. Pangeran ini baik-baik saja."
Dengan
percakapan di antara keduanya, tak terhindarkan, orang-orang akan membiarkan
imajinasi mereka menjadi liar.
Su
Xi-er memperhatikan dingin. Betapa luar biasanya tampilan kasih sayang
di antara sepasang kekasih ini.
Pada
saat ini, tiba-tiba saja Pei Qian Hao berujar, "Pangeran ini tidak akan
mempersulit orang lain. Karena Pangeran Yun kurang sehat, Putri Pertama boleh menggantikannya. Akan tetapi ...."
Selagi
Pei Qian Hao menjeda, tatapan semua orang mendarat padanya, hanya melihat
senyuman di matanya. "Karena Putri Pertama minum menggantikan dirinya,
Pangeran ini tidak bisa minum."
Pei
Qian Hao langsung menarik Su Xi-er ke arah tempat duduk di sebelahnya tanpa
bertanya apakah ia menyetujuinya. Kemudian, ia menuangkan secangkir anggur dan
menyuruhnya dengan ekspresi tenang. "Kau boleh minum secangkir dengan
Putri Pertama Kekaisaran Nan Zhao."
Ning
An Lian melihat seragam dayang Su Xi-er. Ini jelas-jelas adalah dayang
yang melayani Pangeran Hao. Bagaimana bisa aku, Putri Pertama Kekaisaran yang
agung, minum bersama seorang dayang? Pangeran Hao ini benar-benar lancang,
membandingkanku dengan seorang dayang!
Amarah
Ning An Lian yang terpendam membuatnya berharap agar ia bisa mencabik-cabik
Pangeran Hao. Biar begitu, dengan adanya kesenjangan di antara Nan Zhao dan Bei
Min saat ini, ia tak punya pilihan lain selain menahan emosinya.
Su
Xi-er menatap Ning An Lian dingin. Aku tidak pernah menyangka kalau
sebagai Putri Pertama Kekaisaran yang berstatus tinggi dan agung, ia sungguh
diminta Pangeran Hao untuk minum dengan seorang dayang. Ini merendahkan
statusnya!
Baik
Ning An Lian maupun Yun Ruo Feng tidak merespon.
Ning
An Lian merasa tercekik saat ia melihat tak ada jalan untuk melampiaskan
amarahnya. Tadinya, ia berpikir kalau Yun Ruo Feng akan membantunya, tetapi ia
tidak mengira kalau pria itu akan diam saja.
Pei
Qian Hao memandanginya dan mengingatkan, "Putri Pertama, silakan
minum!"
Segera
setelah aku meminumnya, aku akan mengakui bahwa
tidak ada perbedaan di antara diriku dan seorang dayang. Tetapi, kalau tidak
kulakukan, aku sudah menjebak diriku sendiri. Dengan seberapa kuat dan
makmurnya Bei Min, sulit mencegah peperangan apabila Pangeran Hao jadi marah.
Ning
An Lian tidak bodoh, dan tentu saja mengetahui hubungan di antara kedua
kerajaan.
Kebencian
terpancar di matanya. Ia mengangkat kepalanya dan menilai Su Xi-er yang duduk
di sebelah bangku utama dengan saksama, merasa
kalau gadis ini sebenarnya sangatlah cantik. Mereka semua bilang kalau
Pangeran Hao menyukai gadis cantik, tetapi aku tidak berpikir kalau bahkan
dayangnya saja bisa secantik ini.
Bagi
Pangeran Hao menganggapnya begitu tinggi ....
Jangan bilang kalau wanita ini sebenarnya bukan hanya seorang dayang, tetapi
selir atau Dayang Selir Kamarnya?
Mengikuti
rentetan pemikiran ini, Ning An Lian merasa kalau ini sangat memungkinkan.
Tetapi,
wanita ini punya aura yang acuh tak acuh. Tak peduli bagaimanapun aku
melihatnya, ia mirip sekali dengan ....
Ning Ru Lan—si jalang itu!
Ia
membenci Ning Ru Lan dengan setiap serat keberadaannya. Ia mencuri
posisi yang semestinya jadi milikku, begitu pula dengan kekasihku. Meskipun
Ning Ru Lan sudah mati, ia pernah menjadi tunangan Yun Ruo Feng, tetapi aku ....
Setelah
bertarung sekian lama, tadinya aku mengira kalau ia akan cepat-cepat menikahiku
dan memberikanku status.
Tetapi,
aku tidak mengira, dengan Ning Ru Lan yang sudah lama mati, aku tetap harus
menunggu setelah ia menjadi Prince Regent!
Ning
Ru Lan, mengapa kau harus tetap menyiksa Putri ini walaupun kau sudah mati?
Atas dasar apa, atas dasar apa?
Di
bawah sinar bulan yang berkabut dan cahaya lembut dari lilin, sikap acuh tak
acuh yang berasal dari Su Xi-er tumbuh kian mirip dengan Ning Ru Lan.
Ning
An Lian menatap tepat ke mata di seberangnya, merasa bahwa
mata itu jadi semakin mirip dengan mata Ning Ru Lan. Mereka menatapnya dengan
ketidakpedulian sombong yang mendarah daging, seolah selamanya mata itu akan
memandang remeh dirinya karena menjadi seorang putri rendahan yang dilahirkan
oleh seorang selir. Citra ini menyengat mata Ning An Lian.
Kebenciannya
mendidih, Ning An Lian tidak peduli apakah itu hanya seorang dayang kecil yang
minum-minum bersamanya, dan melupakan martabat yang semestinya dimilikinya.
Ia
segera mengangkat cangkir anggurnya dan menginstruksikan seseorang di
sebelahnya. "Kemari, tuangkan anggur untuk Putri ini!"
Dengan
cangkirnya yang terisi, Ning An Lian mengangkatnya dan tersenyum ke arah jalang
kecil di depannya dengan bibir merahnya, kecemburuan di ceruk matanya
terpampang dengan jelas.
Ia
memberitahu Su Xi-er, "Secangkir anggur ini untuk menunjukkan niat Nan
Zhao membentuk hubungan diplomatik dengan Bei Min. Putri ini akan minum duluan
untuk memperlihatkan ketulusanku."
Setelahnya,
Ning An Lian menatap Su Xi-er, menunggunya minum.
Su
Xi-er tidak menolak dan mengambil cangkir anggurnya. "Hamba akan meminum
secangkir anggur ini, menggantikan Pangeran Hao."
Setelahnya,
Ning An Lian dan Su Xi-er terus minum, satu demi satu, seolah itu adalah teh,
bukannya anggur.
Nan
Zhao adalah kerajaan yang terkenal akan anggurnya. Baik pria dan wanitanya
bertoleransi alkohol tinggi, dan Ning An Lian sangat percaya diri tentang hal
ini. Setiap cangkir yang diminumnya dipenuhi dengan kecemburuan juga
kepercayaan diri.
Seolah
ia memperlakukan Su Xi-er sebagai Ning Ru Lan, merasa bahwa, ia bisa menang
apabila ia dapat membuat Su Xi-er mabuk.
CTF - Chapter 138
Consort of A Thousand Faces
Chapter 138 : Mengizinkanmu Minum
Ekspresi
Yun Ruo Feng tetap lembut dan elegan meskipun tengah dipertanyakan.
Ia
minum anggur buah di tangannya sebelum menjawab perlahan, "Apa pun,
terutama hukum di mahkamah kekaisaran, akan memiliki celah yang semakin mencolok
yang dapat dieksploitasi setelah menjadi agak ketinggalan zaman. Pangeran ini
hanya menemukan metode yang lebih baik untuk menggantikan kebijakan yang
lama."
Mata
Yun Ruo Feng tampaknya tetap tertuju pada Pei Qian Hao sewaktu ia berbicara,
tetapi sebenarnya melihat ke arah Su Xi-er yang ada di belakang pria itu.
"Oh?
Jadi, kaulah yang sengaja mengajukan perubahannya, Pangeran Yun?" Ada
makna tersembunyi dalam ucapan Pei Qian Hao, dan Yun Ruo Feng tentunya paham
hal itu.
Ia
menatap Pei Qian Hao. "Pangeran ini telah mendiskusikan urusan ini dengan
Yang Mulia. Menyadari terdapat beberapa kelemahan besar di dalam kebijakan
tersebut, mendorong kami menempatkan kebijakan baru sebagai gantinya. Tentu
saja, Pangeran ini hanya menyarankan beberapa solusi semata. Keputusan akhir
tetap selalu tergantung pada Yang Mulia."
Su
Xi-er sedikit mengangkat matanya, memandangi Yun Ruo Feng.
'Yang
Mulia' tepatnya adalah adik lelaki Ning Ru Lan. Walaupun identitasku
berbeda sekarang, tidak akan mengubah fakta bahwa aku adalah kakak perempuan
Lian Chen.
Su
Xi-er merasakan dadanya menegang. Aku penasaran, bagaimanakah keadaan
Lian Chen sekarang?
Kematianku
membuat Lian Chen seorang diri di istana kekaisaran yang dingin. Lian Chen
masih belum menemukan pijakannya, tetapi dengan
Yun Ruo Feng mendominasi mahkamah, dan Ning An Lian membuat kekacauan di harem
kekaisaran, bagaimana Lian Chen akan bertahan di istana kekaisaran ini, yang
dipenuhi dengan tipu muslihat?
Apabila
Lian Chen bukanlah seorang pangeran kekaisaran dan bermanfaat bagi Yun Ruo
Feng, takutnya, sudah lama ia bertemu nasib yang sama dengan diriku. Mana
mungkin ia terus mendiskusikan urusan mahkamah
dengan Lian Chen?
Lian
Chen seperti sebuah boneka bagi Yun Ruo Feng.
Su
Xi-er merasakan gelombang tiada henti memorak-porandakan hatinya, tetapi
ekspresinya tetap tak terpengaruh. Ia tahu kalau Yun Ruo Feng sedang
memperhatikannya. Entah apakah Yun Ruo Feng mengetahui sesuatu, aku
tidak boleh membiarkan ekspresiku memperlihatkan apa pun.
Diam-diam,
Pei Qian Hao mengamati ekspresi Yun Ruo Feng dan tersenyum samar. "Itu
masuk akal. Kaisar Nan Zhao sudah bukan anak kecil lagi, usia kedewasaannya
akan datang dalam lima tahun lagi. Kau bisa jadi jauh lebih santai setelah itu,
Pangeran Yun."
Meski
senyuman tergantung di sudut bibirnya, ia memancarkan aura arogan tak
tertandingi. Ia seperti seorang raja terhormat di atas awan, memandang rendah
semua makhluk hidup. Walau ia tersenyum, ia masih bisa menunjukkan kekuatannya
yang mengesankan.
Yun
Ruo Feng diam-diam memutar cangkir anggurnya dan membalas, "Benar,
Pangeran ini akan lebih lega saat hari itu tiba. Pangeran Hao, Kaisar Bei Min
masih sangat muda sehingga kau masih harus mencemaskannya selama beberapa tahun
lagi."
Pei
Qian Hao mengangguk. "Walaupun Kaisar Nan Zhao agak lebih
tua, Kaisar Bei Min juga tidak sekecil itu lagi. Ia sudah mempelajari bagaimana
caranya memerintah suatu bangsa, dan mengembangkan pendapatnya sendiri juga.
Sebagai pejabat Bei Min, Pangeran ini pasti akan melaju, melakukan yang terbaik
yang bisa kulakukan untuk Bei Min. Setelah Yang Mulia dewasa, Pangeran ini juga
bisa terbebas dari beban besar, dan mundur ke pegunungan, hidup
menyendiri."
"Itu
benar, Pangeran Hao. Meski dengan adanya seseorang secakap dirimu, walau Kaisar
Bei Min bisa menghadapi semuanya secara independen, kau tidak perlu pensiun dan
tinggal menyendiri. Takutnya, Bei Min masih tetap membutuhkan dirimu, Pangeran
Hao." Yun Ruo Feng berujar sambil lalu, tetapi secara samar menyerang
Pangeran Hao lagi.
Tidak
menolak tantangannya, Pei Qian Hao mengangguk dan mengikuti permainannya.
"Tentu saja tidak; tetapi Pangeran ini juga akan lelah saat waktunya
datang. Karena Kaisar terdahulu mempercayakan Yang Mulia kepada Pangeran ini,
tentu saja aku akan melakukan yang terbaik dalam mendidik Yang Mulia. Saat Yang
Mulia dewasa, ia pasti bisa menangani urusan kerajaan seorang diri. Apabila
Yang Mulia masih menginginkan bawahan tua ini saat waktunya datang, tentu saja, aku akan terus menyumbangkan
kontribusiku pada Bei Min."
Keduanya
terus beradu kata-kata selagi mereka minum anggur mereka acuh tak acuh, tidak
menyentuh satu pun
hidangan di atas meja.
Biarpun
kata-kata mereka terdengar santai, atmosfer yang menyelimuti mereka sekali lagi
terendam dalam aura dingin. Implikasi halus dari kata-kata mereka menyiratkan
permusuhan yang mendasarinya, layaknya dua bilah pedang yang dihunuskan.
Dengan
Su Xi-er melayani di sampingnya, tentu saja ia merasakan ketegangan genting di
antara keduanya. Kata-kata dingin layaknya belati milik Pangeran Hao mampu
menembus hati orang. Di lain pihak, meski ekspresinya lembut, provokasi terbuka
Yun Ruo Feng juga tidak meninggalkan kelonggaran.
Mengabaikan
semuanya, dengan tenang Su Xi-er meletakkan hidangan yang dikiranya terasa
lezat ke dalam mangkuk Pangeran Hao.
Ia
terlihat seakan tidak menyadari kompetisi di antara keduanya dan berujar,
"Pangeran Hao, Anda bisa menyantap hidangannya sekarang."
Pei
Qian Hao melihat wajah tulusnya sewaktu ia memilihkan hidangan dan merasa hal
itu menyenangkan. Ia pun tersenyum ke arahnya dan mengambil sumpitnya sebelum
pelan-pelan mulai menikmati makanannya.
Baru
setelah beberapa lama, Pei Qian Hao memuji, "Hidangan yang dipersiapkan
oleh koki di Kediaman Pangeran Yun memang lezat."
"Kau
terlalu menyanjungku, Pangeran Hao."
"Akan
tetapi, dibandingkan dengan hidangan yang dibuatkan oleh dayang yang ada di
sebelah Pangeran ini, tetap masih sedikit kurang."
Suhu
yang ada di sekitar sepertinya menurun. Pangeran Hao memang bicara
omong kosong.
Hanya
Su Xi-er yang tahu seberapa tak bisa dimakannya hidangan buatannya.
Walau
koki di Kediaman Pangeran Yun bukanlah koki kekaisaran yang berasal dari
istana, puluhan tahun pengalamannya membuatnya mustahil kalah dari mereka.
Bukan
hanya Pangeran Hao membandingkan kepala koki Kediaman Pangeran Yun dengan
seorang gadis kecil, ia bahkan mengatakan bahwa
koki itu kalah darinya?
"Kalau
begitu, Pangeran ini sungguh kurang informasi. Aku penasaran, apakah Pangeran
ini bisa beruntung, mencicipi hidangan yang dipersiapkan oleh dayangmu,
Pangeran Hao?"
Su
Xi-er merasa kalau Pei Qian Hao sengaja melakukannya, dan buru-buru menyela.
"Pangeran Hao terlalu melebih-lebihkan diriku. Hamba hanya tahu bagaimana
caranya mempersiapkan dua jenis hidangan kasar. Pangeran Hao terbiasa menyantap
hidangan eksotik yang lezat, sehingga ia mungkin merasa makanan itu enak ketika
mencicipi sesuatu yang berbeda. Barangkali, itu sama sekali terasa tidak
enak."
Pei
Qian Hao tidak lagi mengatakan apa-apa, sementara Yun Ruo Feng tertawa kecil.
"Karena Pangeran Hao begitu memujimu, aku menduga kalau Nona Xi-er
pastinya punya bakat. Pangeran ini menantikan hidangan darimu."
"Mudah
saja dibahasnya. Namun, itu tergantung pada suasana hati dayang ini. Hanya di
saat dirinya sedang dalam suasana baik saja barulah ia bisa menyajikan hidangan
mewah, jadi ada tingkat keberuntungan tertentu."
Ini
dapat pula dianggap Pangeran Hao sedang menolak permintaan Yun Ruo Feng. Di
waktu bersamaan, ia juga membuktikan kepada yang lain bahwa
ia sangat membela dan melindungi si dayang yang ada di sisinya. Semua
tergantung pada suasana hatinya, dan Pangeran Hao tidak akan memaksanya.
Yun
Ruo Feng tersenyum dan mengangguk, dan biarpun ia tidak mengatakan apa-apa
lebih jauh, matanya menyipit seraya memperhatikan dayang di sisi Pei Qian Hao
mengambilkan hidangan untuk pria itu.
Kedua
pria terhormat itu tampak elegan dan agung bahkan di saat mereka sedang makan.
Meski mereka hanya melihat, orang-orang di sekitar merasa kalau mereka sangat
beruntung bisa menyaksikan pemandangan ini.
Kadang
kala, mata Yun Ruo Feng akan singgah ke arah Pei Qian Hao, tetapi akhirnya,
tatapannya mendarat pada Su Xi-er yang ada di belakangnya.
Setelah
tiga ronde minum-minum, Yun Ruo Feng tidak menunjukkan tanda-tanda mabuk.
Sebaliknya, ia justru tampak lebih berpikiran jernih seiring makin banyaknya ia
minum. Melihat ke arah wanita yang berada tak jauh darinya, ia merasa agak
sulit mengalihkan pandangannya.
Mereka
yang mengelilingi area tersebut adalah orang-orang pintar, dan mereka bisa tahu
kalau Pangeran Yun tengah menatap dayang yang ada di samping Pangeran Hao.
Terlebih lagi, Pangeran Hao sepertinya memperlakukan wanita ini secara berbeda, kata-katanya dipenuhi kasih sayang dan
membelanya.
Mereka
agak cemburu terhadap si wanita cantik ini. Kami semua jelas-jelas
adalah wanita rendahan, tetapi kemampuan macam apa yang dimilikinya hingga
menarik perhatian kedua Prince Regent tersebut?
Sebelum
semua orang dapat mengumpulkan pikiran mereka, mereka melihat, tiba-tiba saja
ia mengangkat cangkir anggurnya dan memanggil Su Xi-er. "Nona Xi-er,
karena kau berasal dari Bei Min, mungkin kau belum pernah meminum anggur buah
spesial Nan Zhao. Anggur buah ini tidak membahayakan tubuh, dan wanita juga
bisa meminumnya. Kalau kau tidak keberatan memberikanku suatu kehormatan,
bagaimana kalau bersulang secangkir dengan Pangeran ini?"
Tanpa
menunggu Su Xi-er menjawabnya, alis Pei Qian Hao sedikit berkerut,
mengekspresikan ketidaksenangannya yang tak terdeteksi. "Wanita meminum
anggur? Akan tetapi, apabila kau sungguh ingin meminumnya,
Pangeran ini akan mengizinkanmu."
CTF - Chapter 137
Consort of A Thousand Faces
Chapter 137 : Dua Orang Minum-Minum Bersama
Perjamuan
malamnya dimulai, dan taman belakang Kediaman Pangeran Yun bercahaya di malam
yang gelap.
Bunga
yang sebelumnya bermekaran, berdiri diam setengah terbuka saat mataharinya
terbenam, layaknya gadis-gadis cantik pemalu yang diterangi cahaya lilin di
malam hari, membentuk pemandangan yang indah.
Permukaan
danau terdekat samar-samar merefleksikan bayangan dari orang-orang yang tengah
mengadakan perjamuan megah. Walaupun hanya ada dua orang, keduanya adalah Prince
Regent Nan Zhao dan Bei Min.
Pangeran
Hao duduk di kursi utama, sementara Yun Ruo Feng duduk di kursi
samping. Kerelaan Yun Ruo Feng untuk membiarkannya melakukan itu sudah cukup
untuk menunjukkan 'rasa hormat' terhadap Pangeran Hao.
(T/N
: Kursi utama (Kursi teratas) biasanya untuk orang dengan status tertinggi.
Orang-orang biasanya duduk berdasarkan posisi mereka selama perjamuan, dengan
yang paling berkuasa duduk paling dekat dengan tuan rumah atau kursi utama.)
Melihat
ke arah pemandangan sekitarnya yang indah, Pei Qian Hao berkomentar pelan,
"Hanya taman belakang dari Kediaman Pangeran Yun sudah begitu cantik dan
unik. Sepertinya bisa bersaing dengan Taman Kekaisaran di istana."
Apa
yang diutarakan Pei Qian Hao, pernyataan sarkasme yang diekspresikan
secara serius; mana mungkin Yun Ruo Feng tidak memahami maksudnya?
Senyuman
lembut terbentuk di sudut mulutnya, dengan tenang ia menanggapi. "Pangeran
ini hanya menyukai bunga dan tanaman, sehingga aku menyuruh orang untuk menanam
lebih banyak."
Pei
Qian Hao berhenti berbicara. Maju dari tempatnya di samping, Su Xi-er merapikan
mangkuk dan sumpit di depan Pei Qian Hao. Setiap pergerakan yang dibuatnya
berhati-hati dan terukur, menyita seluruh perhatiannya. Namun, karena ini, ia
tidak menyadari kalau orang lain yang ada di meja telah mengalihkan pandangan
ke arahnya.
Hanya
dengan dua orang yang berada di meja besar tersebut, atmosfernya jadi sangat
dingin.
Saat
Yun Ruo Feng melihat kalau sebagian besar hidangan telah tiba di meja, senyum
kecil muncul di sudut mulutnya. Ia menatap ke arah Su Xi-er dan tak mampu
menahan untuk berkata, "Nona Xi-er, meskipun kau adalah dayang Pangeran
Hao, kau juga adalah seorang tamu Nan Zhao. Bagaimana kalau kau duduk di kursi
rendah dan makan bersama kami?"
Setelah
mendengarkan saran Yun Ruo Feng, dayang lainnya hanya bisa menghirup udara
dingin dan diam-diam menyumpahi. Bahkan seorang dayang bisa makan
bersama para pria paling terhormat di dunia. Kehormatan macam apa ini?
Siapa
saja akan merasa gembira luar biasa; ini merupakan hadiah besar yang mampu
membuat siapa pun bahagia!
Akan
tetapi, wajah Su Xi-er tetap acuh tak acuh; ia terus melayani Pangeran Hao, tak
terpengaruh akan lusinan tatapan yang menantikan jawabannya.
Sebelum
Pei Qian Hao dapat menjawab, ia membalas, "Hamba hanyalah seorang dayang;
tidak pantas makan di meja yang sama dengan Pangeran Yun dan Pangeran
Hao."
Setelah
ia selesai melayani Pei Qian Hao, Su Xi-er perlahan mundur, berdiri di
belakangnya.
Semua
orang yang ada di sekitar memandangi Su Xi-er dengan kecemburuan yang tercetak
jelas, kaget karena ia menyerahkan kesempatan sebagus itu. Di waktu bersamaan,
mereka senang karena wanita itu tidak makan bersama-sama para Prince
Regent.
Pei
Qian Hao meliriknya dan berujar dingin. "Seorang dayang memang tidak
pantas makan di meja yang sama."
Yun
Ruo Feng tertawa dan tidak mencoba meyakinkannya lagi, sebaliknya, melambaikan
tangannya pada dayang yang berada di sebelahnya.
Dayang
itu paham, dan perlahan berjalan ke sisi Pei Qian Hao
membawa seguci anggur.
Dari
kursinya, Yun Ruo Feng berkata, "Ini bukanlah anggur yang berasal dari
istana kekaisaran, dan bukan pula anggur bunga. Sebaliknya, ini adalah anggur
buah yang lezat. Terdapat ginko, kurma Cina, delima, dan lusinan buah-buahan di
dalamnya; rasa anggur buahnya murni dan meninggalkan aroma luar biasa di
mulutmu, tetapi tidak membuatmu mabuk. Pangeran Hao, kau harus
mencobanya."
Sementara
ia berbicara, dayang tersebut sudah maju dua langkah ke depan dan bersiap
menuangkan anggurnya ke dalam cangkir di depan Pangeran Hao.
Sebelum
dayang itu bisa menuangkan anggurnya, Pangeran Hao melambaikan tangannya.
"Biarkan dayang Pangeran ini yang menuangkan anggurnya untukku; aku tidak
ingin merepotkan orang lain."
Mendengarkan
ini, Yun Ruo Feng melambaikan tangannya dan memberi isyarat pada si dayang
untuk mundur.
Dayang
tersebut menganggukkan kepalanya ringan dan menyerahkan guci anggurnya pada Su
Xi-er sebelum berbalik.
Su
Xi-er menerima guci anggurnya dan perlahan menuangkan anggur buahnya ke dalam
cangkir Pei Qian Hao.
Aroma
anggur buahnya keluar, tetapi sebelum ia selesai menuangkannya, Su Xi-er
merasakan cubitan kuat di pahanya ....
(T/N
: Pei Qian Hao yang super sekali ....
sempet-sempetnya cubit-cubit paha, bang
.... XD)
Sudah
jelas siapa pelakunya; Su Xi-er hanya tidak mengira kalau pria itu akan sangat jail sekarang.
Alhasil,
tangannya berkedut dan anggurnya tumpah.
Semua
orang menyadari insiden ini; bagaimanapun juga, malam ini adalah tentang
Pangeran Hao.
Saat
Su Xi-er melihat apa yang terjadi, ia selesai menuangkan anggurnya dan dengan
hati-hati mengelap pinggiran cangkirnya.
Pei
Qian Hao meliriknya sekilas dan berbisik padanya sehingga hanya mereka berdua
yang bisa mendengarnya, "Jadi, kau benar-benar tidak suka menuangkan
anggur untuk Pangeran ini? Atau apakah kau ingin menuangkan anggur untuk
Pangeran Yun?" Setelah itu, ia mengangkat cangkirnya dan menyesapnya satu kali.
Wajah
Su Xi-er masih acuh tak acuh. Tanpa rasa takut, ia berkata, "Tentu saja
tidak."
"Hmph,
lebih baik kau berhati-hati agar Pangeran ini tidak menemukan sebaliknya."
Mata
Pei Qian Hao tetap tertuju ke arah Yun Ruo Feng sementara ia berbicara. Orang
itu pun hanya membalas dengan senyuman hangat yang akan memikat wanita mana pun.
Su
Xi-er membisikkan balasannya agar hanya mereka berdua yang bisa
mendengarkannya. "Pangeran Hao semestinya tahu apa yang hamba pikirkan;
sungguh berkah besar bisa melayani Pangeran Hao."
"Oh?"
Ia menjawab penuh makna. Pei Qian Hao jelas tidak mempercayainya, tetapi karena
jawabannya itu menyanjungnya, ia pun tidak terus mempersulitnya.
Setelah
itu, keduanya berhenti berbicara.
Ketika
Yun Ruo Feng melihat kalau Pei Qian Hao telah menghabiskan secangkir anggurnya,
ia bertanya, "Pangeran Hao, bagaimana rasanya anggur buah ini?"
"Aromanya
enak, dan rasanya juga menyegarkan, meninggalkan sisa rasa yang menyenangkan
pula. Sudah jelas tidak mempermalukan reputasi Nan Zhao sebagai kerajaannya
anggur." Sanjungan murah hati Pei Qian Hao menyenangkan semua orang yang
ada di sekitar.
Sesuai
dugaan, bahkan Prince Regent Bei Min juga dimenangkan dengan anggur Nan Zhao.
Akan
tetapi, Yun Ruo Feng tidak merasa bangga seperti yang lainnya. Pei Qian
Hao bertemperamen aneh. Tak peduli apakah ia positif atau negatif, kata-katanya
hanyalah: kata-kata.
Meskipun
itu adalah yang dipikirkannya, Yun Ruo Feng tetap berujar lembut,
"Pangeran Hao, silakan minum dua cangkir lagi. Bagaimanapun juga, anggur
buah ini merupakan spesialisasi Nan Zhao. Mungkin, kau tidak akan bisa
menikmatinya lagi setelah kembali ke Bei Min."
Pangeran
Hao mencibir. "Walaupun anggur buah ini beraroma murni dan tidak membuatmu
mabuk, sebenarnya Pangeran ini menikmati anggur yang terasa lebih pedas. Tentu
saja, kadang-kadang meminum anggur semacam ini juga tidak masalah."
Setelah
menghabiskan apa yang ada di cangkirnya, Pei Qian Hao melambaikan tangannya
untuk mengisyaratkan Su Xi-er mengisi ulang cangkirnya, menyeruputnya dengan
hati-hati.
Keheningan
di udara tampak membeku. Ada begitu banyak orang di taman belakang yang luas
itu, tetapi sunyi hingga suara burung dan serangga saja tidak terdengar.
Kedua
pria itu tidak berbicara, hanya menyeruput anggurnya, secangkir demi secangkir
dalam diam.
Guci
anggur yang ada di tangan Su Xi-er pun berangsur kosong karena ia terus mengisi
ulang cangkir Pei Qian Hao, membuatnya pergi dan mengambil guci baru.
Melihatnya
pergi sementara, Pei Qian Hao sedikit menggeser tubuhnya dan bertanya pada Yun
Ruo Feng, "Pangeran ini mendengar kalau Pangeran Yun telah mencopot
kebijakan baru yang ditetapkan oleh Putri Pertama Kekaisaran yang terdahulu tak
lama setelah kematiannya. Apakah benar begitu?"
Su
Xi-er baru saja kembali dengan seguci anggur baru dan mendengar Pei Qian Hao
membicarakan tentang kebijakan baru. Matanya agak menyipit, tetapi kembali
normal saat Yun Ruo Feng menoleh.
Memang
benar, kebijakan barunya dicopot oleh Yun Ruo Feng. Bagaimanapun juga,
kebijakan itu telah dipopulerkan ketika Ning Ru Lan masih hidup. Kini, wanita
itu telah dibunuh dengan kejam olehnya, mana mungkin ia membiarkan kebijakannya
tetap ada?
CTF - Chapter 136
Consort of A Thousand Faces
Chapter 136 : Perjamuan Malam Dimulai
Ketika
Ning An Lian mendengar kalau Pangeran Yun mengundang Pangeran Hao datang ke
kediamannya, ia mendadak bangkit berdiri. "Apa? Pangeran Yun akan menemani
Pangeran Hao?"
Si
pengawal rahasia pun mengangguk. "Benar, Putri Pertama."
"Kenapa
ia menemani Pangeran Hao di saat begini? Apakah ia tidak tahu kalau tubuhnya
yang masih pemulihan itu tidak bisa minum terlalu banyak anggur? Tidak bisakah
ia lebih menghargai tubuhnya sendiri?"
Ekspresi
Ning An Lian cemas selagi dengan cepat berjalan ke arah pintu depan.
"Tidak, Putri ini akan pergi dan melihatnya sendiri. Aku tidak boleh
membiarkan apa pun
terjadi pada Pangeran Yun!"
Piao
Xu yang memerhatikan di samping pun cepat-cepat pergi menghentikannya.
"Putri Pertama, Anda tidak boleh melakukannya."
Ekspresi
Ning An Lian jadi semakin buruk saat ia mendengar ini, menoleh ke arah Piao Xu,
bertanya, "Kenapa Putri ini tidak boleh pergi dan melihatnya? Semua orang
bilang kalau minum anggur buruk bagi tubuh. Ia sudah cedera dan denyut nadinya
tidak stabil; belum lagi menyebutkan bahwa ia sudah minum
banyak sekali anggur di perjamuan yang terakhir."
Saat
ia memikirkan ini, Ning An Lian tidak bisa duduk diam lagi; ia ingin berada di
sisi Yun Ruo Feng sesegera mungkin.
Piao
Xu melambaikan tangannya ke satu sisi, memberikan sinyal pada si pengawal
rahasia untuk mundur, dan dengan cepat menyusul, menarik tangan Ning An Lian.
"Putri Pertama, takutnya ini bukanlah waktu yang tepat untuk ke sana
sekarang."
Saat
Ning An Lian mendengar ini, rasa tidak senang langsung tampak di raut wajahnya.
"Apanya yang tidak pantas? Beritahu aku; apakah tidak pantas bagi Putri
ini untuk pergi dan menemui Pangeran Yun?"
Aku
hanya takut sesuatu terjadi pada Feng. Apakah salah jika aku berkunjung dan
memperhatikannya? Bahkan kepala dayangku saja meyakinkanku hal sebaliknya!
Piao
Xu familier dengan temperamen Putri Pertama Kekaisaran, dan tahu kalau ia
sedang meminta sesuatu yang mustahil. Gagasan ini membuatnya gemetar ketakutan.
Namun,
ia tak punya pilihan lain. Karena aku sudah memutuskan untuk mengikuti
majikan ini, aku harus mengikuti mereka sampai akhir. Keberuntungan mereka akan
jadi milikku.
Ia
berujar pelan-pelan, "Putri Pertama, Anda baru saja mendengarnya dari
pengawal rahasia, tamu yang diundang Pangeran Yun adalah Pangeran Hao. Dengan
kedua Prince Regent dari dua kerajaan bertemu di satu
perjamuan, mereka pastinya akan mendiskusikan perihal urusan kerajaan mereka
dan urusan di mahkamah. Putri Pertama, Anda telah dilindungi oleh Pangeran Yun,
sehingga tentu saja Anda tidak menyadari persaingan di antara kedua kerajaan.
Apabila Anda bergegas menuju ke sana, akan menghasilkan rasa tersinggung bagi
Pangeran Yun."
Kata-kata
Piao Xu tulus, dan bukannya Ning An Lian tidak memahaminya. Namun, memahaminya,
tidak sama dengan menerimanya.
"Tetapi
Putri ini hanya ingin meminta agar Pangeran Yun menjaga tubuhnya dan minum
sedikit anggur saja. Putri ini tidak akan menginterupsi percakapan diantara
dirinya dan Pangeran Hao; kenapa aku tidak boleh pergi?"
Aku
adalah wanita Yun Ruo Feng. Apakah salah bagiku ingin memerhatikannya? Meskipun
aku mengganggu urusan di mahkamah, tidak ada dasar untuk menyalahkanku. Kami
akan bersama di masa depan, dan menjadi orang-orang paling dihormati di Nan
Zhao. Kemudian, kami akan berbagi tanggung jawab bersama-sama sebagai
suami-istri.
Jadi,
kenapa aku tidak boleh pergi sekarang?
"Tetapi
...."
Piao Xu membuka mulutnya dan ingin mengutarakan sesuatu, tetapi diinterupsi
oleh Ning An Lian. "Putri ini adalah orang yang paling disukai Pangeran
Yun. Piao Xu, semestinya sebagai dayang pribadiku, kau mengetahui hal
ini."
Piao
Xu mengangguk. "Pelayan ini tahu."
"Kalau
begitu, bagaimana bisa kau mengatakan kalau Pangeran Yun akan kesal apabila
Putri ini pergi ke kediamannya untuk memerhatikan dirinya? Aku hanya khawatir, jika Pangeran Hao punya motif tersembunyi dan
membujuknya minum terlalu banyak, memperburuk kondisi cederanya. Hanya Putri
ini saja yang bisa meyakinkan Pangeran Yun untuk menghindari hal semacam
itu."
Tentu
saja Piao Xu mengetahui tentang ini. Tetapi, dari apa yang bisa kulihat
belakangan ini, Pangeran Yun ....
Piao
Xu memikirkannya dan menatap orang yang berada di hadapannya. Aku tidak
berani mengatakan itu pada Putri Pertama.
Putri
Pertama menyukai Pangeran Yun, dan Pangeran Yun menyukai Putri Pertama.
Meskipun
demikian, perasaan Pangeran Yun terhadap Putri Pertama pastinya sudah berubah
pesat semenjak ia menjadi Prince Regent!
"Selain
itu, bukannya Ning Ru Lan menemani Pangeran Yun ketika ia mendiskusikan masalah
bersama dengan para menteri?" Selagi ia berbicara, Ning An Lian
memperlihatkan ekspresi ganas dan kebenciannya. "Kalau seorang kriminal
memalukan seperti Ning Ru Lan saja bisa ikut campur dengan diskusi di antara
Pangeran Yun dan para menteri, lalu kenapa Putri ini tidak boleh menghadiri
perjamuan malamnya?"
(T/N : eh mo’on maap ye neng, situ keknya yang memalukan
=_=)
Piao
Xu memikirkannya. Putri Pertama terdahulu berbeda dengan yang sekarang.
Dulu, Ning Ru Lan-lah yang mengendalikan dan mengatur mahkamah dengan baik. Hal
yang sama tidak bisa dikatakan untuk Putri Pertama Kekaisaran yang sekarang.
Para
menteri tidak pernah menyukai bagian istana dalam ikut campur dengan mahkamah
politik. Putri Pertama terdahulu sungguh sangat berbeda dibandingkan dengan
yang sekarang.
Suara
Ning An Lian jadi meninggi sewaktu ia berbicara, seolah mencoba membuktikan, 'Putri
ini adalah wanita yang paling dicintai oleh Pangeran Yun.' Meskipun jika Putri
ini tidak bisa masuk atas nama menunjukkan perhatianku padanya, sebagai seorang
Putri Pertama Kekaisaran, kenapa aku tidak boleh bertemu dengan Pangeran Hao
bersamanya?
Ning
An Lian menyadari, setelah Yun Ruo Feng menjadi Prince Regent,
tampaknya pria itu memperlakukannya dengan hina. Jenis penolakan semacam ini,
entah apakah disengaja atau tidak, telah membuat hatinya mendingin.
Tidak,
pria ini, akan selalu menjadi milikku. Entah apakah Ning Ru Lan atau wanita
lain di masa yang akan datang, Yun Ruo Feng adalah milikku dalam kehidupan ini!
Tidak ada seorang pun yang bisa merebutnya dariku!
Piao
Xu masih ingin menghentikannya, tetapi Ning An Lian sudah berteriak pada
orang-orang di luar sana. "Kemari, siapkan kuda untuk Putri ini."
"Baik."
***
Di
Kediaman Pangeran Yun, perjamuannya akan segera dimulai.
Para Prince
Regent duduk di ruang depan sebentar, membicarakan tentang hal-hal
yang tidak penting semenjak Su Xi-er pergi.
Kadang
kala, Pei Qian Hao bisa merasakan mata Yun Ruo Feng melihat ke arah dapur
belakang, seolah ia sedang menantikan sesuatu.
Gerakan
Yun Ruo Feng ini membuat Pei Qian Hao tidak senang. Pangeran Yun jelas
sekali sedang memeriksa apakah Su Xi-er sudah kembali.
Memikirkan
tentang interaksi di antara keduanya, semakin mendukung kecurigaan Pei Qian
Hao. Apakah ada sesuatu yang terjadi di antara Su Xi-er dan Yun Ruo Feng?
Aku tidak bisa mendeskripsikan perasaan aneh dari interaksi mereka.
Terlebih
lagi, ini rasanya seperti sesuatu yang kupelihara direnggut oleh pria di
hadapanku. Ini
membuatnya merasa tidak nyaman.
Tetapi,
jelas dari investigasinya bahwa tidak mungkin
bagi Su Xi-er untuk bisa mengenal Yun Ruo Feng.
Pengurusnya
mendadak berjalan dan berbisik di sebelah telinga Yun Ruo Feng. "Yang
Mulia, perjamuannya siap dimulai."
Yun
Ruo Feng mengangguk. "Mmm, pergi dan persiapkanlah. Pangeran ini
dan Pangeran Hao akan segera ke sana."
Tepat
saat ini, Su Xi-er kembali dari dapur belakang.
Kali
ini, Su Xi-er tidak memandang ke arah Yun Ruo Feng lagi.
Namun,
ketika Yun Ruo Feng melihat Su Xi-er telah kembali, tatapannya tanpa sadar
tertuju padanya dengan satu perasaan tidak ingin meninggalkannya.
Senyum
samar di wajahnya jauh lebih mudah didekati dan enak dilihat dibandingkan
dengan wajah dingin dan luhur Pei Qian Hao.
Pei
Qian Hao melambaikan tangannya ke arah Su Xi-er. "Kemarilah."
Dengan
cekatan Su Xi-er mengitari Yun Ruo Feng dan datang ke sisi Pei Qian Hao.
Wajah
Pei Qian Hao dingin; ia menatap Su Xi-er dan bertanya, "Pangeran ini hanya
memintamu mencuci perlengkapan makannya. Apa yang membuatmu begitu lama?"
Su
Xi-er menundukkan kepalanya dan menjawab patuh. "Karena perlengkapan makan
Anda harus dicuci dengan cara khusus, dibutuhkan waktu yang agak lama, Pangeran
Hao. Harap Anda bisa memahaminya."
Dengan
sikap ramah begitu, Pei Qian Hao tidak bisa mempersulit Su Xi-er di hadapan
orang lain. Alhasil, ia hanya memberikan lirikan dingin sebelum memalingkan
muka.
Saat
Yun Ruo Feng melihat ini, ia pun bangkit dari bangkunya. "Pangeran Hao,
pengurus rumah baru saja datang melaporkan kalau perjamuannya sudah siap
dimulai. Silakan ikuti Pangeran ini menuju ke taman belakang."
Pei
Qian Hao sedikit mengangguk dan melirik ke arah Su Xi-er, memberi isyarat agar
gadis itu mengikutinya.
CTF - Chapter 135
Consort of A Thousand Faces
Chapter 135 : Kerinduan Seorang Wanita
Wajah
gadis kecil itu diliputi dengan kekaguman dan penghormatan untuk Yun Ruo Feng.
Nyaris seakan ia berharap agar Yun Ruo Feng bisa muncul di hadapannya agar ia
bisa menyembah pria itu dengan pantas.
Su
Xi-er berhenti melakukan apa yang dikerjakannya, dan mengira bagaimana Xiao Cui
mirip dengan banyak gadis muda lainnya di kamar tidur mereka yang menyimpan
kerinduan terhadap Yun Ruo Feng.
Sama
halnya dengan diriku dulu. Aku tidak bisa melihat menembus topeng Yun Ruo Feng,
dan mengira kalau ia selembut dan seelegan kelihatannya. Wajah tampannya telah
menangkap hati mudaku begitu saja.
Kata-kata
tanpa henti Xiao Cui terus mengalir masuk ke dalam telinganya. "Kau baru
di sini, jadi kau mungkin belum bertemu dengan Pangeran Yun. Kau pasti tidak tahu
betapa tampan dan baik hatinya dia."
Xiao
Cui bahkan berhenti bekerja, seolah perlu baginya agar dapat menerangkan segala kelebihan Pangeran Yun dengan
jelas.
"Pernah
ada suatu ketika saat aku tanpa sengaja menabrak dengan Pangeran
Yun di dapur, mengagetkanku. Tepat saat aku mengira aku akan dihukum oleh
majikanku, Pangeran Yun memaafkanku. Ia bahkan bertanya apakah aku terluka
akibat jatuhku. Aku sudah pernah mendengar di kediaman lainnya, seorang pelayan
akan dihukum walaupun hanya sedikit saja mengacau. Namun, Pangeran Yun, berbeda
...."
Sementara
Xiao Ciu terus mengoceh tentang kelebihan Yun Ruo Feng, ekspresi Su Xi-er tetap
acuh tak acuh. Ia mendengar semuanya, tetapi tidak mau berkomentar.
Sama
saja, Xiao Cui juga tidak peduli jika Su Xi-er tetap diam, dan berasumsi kalau
ia tidak berbicara karena ia masih pemalu. Seolah Xiao Cui telah menemukan
seorang pendengar yang luar biasa agar ia bisa mencurahkan kesannya terhadap
Pangeran Yun.
"Kau
tidak tahu betapa tampannya Pangeran Yun saat ia tersenyum. Mirip seperti sinar
mentari di musim dingin, atau sebuah kipas daun cattail di
musim panas. Hah, aku tidak tahu bagaimana mendeskripsikannya.
Pokoknya, Pangeran Yun itu sangat luar biasa. Aku bahkan bersedia mati demi
kesempatan mencuri lihatnya sedikit. Di lain pihak, aku merasa Pangeran Hao
tidak begitu baik. Aku mendengar rumor dari Tao Zi jie jie bahwa ia
bertingkah dingin setiap hari; dan bahwa ekspresi tak ramahnya sangatlah
menakutkan."
(T/N : contoh kipasnya.)
| Kipas daun cattail |
Su
Xi-er meletakkan kayu bakarnya sebelum memandang ke atas langit. Mengakar di
tempat, ia menyadari kalau malam sudah hampir turun.
Itu
benar. Gadis muda ini benar. Yun Ruo Feng benar-benar tampak lembut dan sopan;
panutan dari setiap pribadi Nan Zhao.
Namun,
tidak seorang pun mengetahui kalau ia menyembunyikan hati yang hitam. Dengan
kejamnya ia menghukum mati diriku dengan satu panah. Ia bahkan bekerja sama
dengan adik perempuanku, menyandera adik lelakiku, dan menjadi Prince Regent,
menikmati kemewahan yang bukan miliknya.
Ia
mendesah. Pola pikirku bukan lagi pola pikir seorang gadis. Sekarang
ini, yang kuinginkan adalah menyaksikan bagaimana Yun Ruo Feng dan Ning An Lian
jatuh dari puncak. Semakin tragis, semakin baik. Ini adalah satu-satunya cara
bagiku untuk memecahkan kebencianku!
Ketika
Xiao Cui melihat Su Xi-er berdiri termenung di sana, ia mengira kalau
kata-katanya telah menyebabkan gadis itu berfantasi tentang Pangeran Yun.
Ia
langsung menggodanya, "Kau tidak boleh melabuhkan pemikiran apa pun
tentang memanjat tiang totem dengan menjalin hubungan dengan Pangeran
Yun. Ia bukanlah seseorang yang bisa
diasosiasikan dengan pelayan rendahan semacam kita. Yang kuminta hanyalah untuk
membelah kayu bakar di kediaman pangeran agar kadang-kadang aku bisa melihatnya
sepintas."
Su
Xi-er tiba-tiba saja tersenyum begitu cantiknya sampai-sampai Xiao Cui
tertegun. Ia tidak tahan untuk memuji, "Kau cantik sekali, bahkan jauh
lebih cantik ketimbang para bangsawan yang pernah kulihat."
Senyum
Su Xi-er mendadak jadi cerah. "Berapa banyak bangsawan yang pernah kau
lihat sampai berani omong besar begini?"
Xiao
Cui kaget. Aku tidak menyangka ia mendadak akan mengajukan pertanyaan
semacam ini. Hanya saat ia sudah tersadar barulah ia menjawab,
"Walaupun aku belum pernah melihat banyak bangsawan, aku pernah melihat si
cantik nomor satu di Nan Zhao, Putri Pertama Kekaisaran. Aku merasa kalau kau
terlihat lebih cantik darinya."
Xiao
Cui sengaja menurunkan volume suaranya dan menambahkan, "Kau tidak boleh
membiarkan orang lain tahu apa yang kukatakan; kalau tidak, kepala kita berdua
akan terguling."
Su
Xi-er jauh lebih sadar dari siapa pun bahwa berkomentar santai tentang bangsawan memang bisa
membuat orang kehilangan kepala mereka.
"Meskipun
kau cantik, sialnya adalah kau merupakan seorang dayang rendahan seperti
diriku. Kalau saja kau terlahir sebagai seorang nona bangsawan, kau pasti bisa
mendapatkan pernikahan yang baik." Tidak ada jejak kecemburuan di wajah
Xiao Cui, hanya rasa penasaran. Mengapa seorang wanita cantik
sepertinya melakukan pekerjaan kasar di dapur
belakang?
Su
Xi-er membalas, "Penampilan seseorang itu hanyalah: penampilan luar. Semua
orang akan menua entah apakah mereka jelek atau cantik. Saat itu, bukankah
semua orang akan sama saja?"
Xiao
Cui memikirkannya. Tampaknya agak masuk akal.
Keduanya
melanjutkan pekerjaan mereka lagi sejenak sebelum satu pesuruh mendadak
mendekati mereka.
Ia
maju beberapa langkah dan memberitahukan pada Xiao Cui, "Perjamuan
malamnya akan segera dimulai. Kau tidak boleh terlalu sembrono membelah kayu
bakarnya, karena bagian dapur juga membutuhkannya. Kalau nantinya sampai tidak
cukup, bahkan sepuluh nyawa juga tidak akan cukup."
Xiao
Cui dengan cepat mengangguk. "Baik. Baik. Aku akan segera selesai."
Si
pesuruh melirik ke arah Xiao Cui sebelum matanya beralih ke arah Su Xi-er,
kebingungan karena gagal mengenalinya.
Apakah
wanita cantik ini adalah pelayan baru di kediaman pangeran? Tidak benar, baju
ini bukanlah baju yang dikenakan gadis pelayan di Kediaman Pangeran Yun.
Walaupun
ia tidak bisa mengidentifikasikan jenis kainnya, ia masih bisa membedakan
kualitasnya. Ini sudah jelas bukanlah seragam pelayan. Mungkinkah ia
seorang majikan? Tetapi selain dari Pangeran Hao, aku tidak mendengar ada orang
lain yang datang ke Kediaman Pangeran Hao.
Masih
kebingungan, si pesuruh pun hanya bisa bergerak maju dan bertanya dengan sopan,
"Nona, bolehkah aku tahu siapa dirimu? Kenapa aku belum pernah melihatmu
di Kediaman Pangeran Yun?"
Xiao
Cui dengan cepat membantunya menjawab, "Oh, ia adalah gadis pelayan baru.
Aku menariknya kemari untuk membantuku."
"Gadis
pelayan baru?" Si pesuruh jelas sekali tidak mempercayainya seraya
menunjukk ke arah busana Su Xi-er. "Akankah seorang gadis pelayan baru
memiliki jenis baju semacam ini?"
Baru
saat itu saja Xiao Ciu menyadari busana Su Xi-er. Ini jelas bukanlah
baju yang akan dikenakan seorang gadis pelayan. Jangan-jangan aku salah orang?
Keduanya
mendadak merasa canggung.
Mengamati
perubahan dalam atmosfernya, Su Xi-er menjelaskan. "Kita semua adalah
pelayan. Hanya saja perbedaannya, aku dibawa kemari oleh Pangeran Hao."
Wajah
Xiao Cui langsung jadi terdistorsi dan terperanjat.
Dibawa
kemari oleh Pangeran Hao .... Aku
mengatakan banyak sekali hal buruk tentang Pangeran Hao barusan ini. Akankah
aku ....
Xiao
Cui tidak berani meneruskan pemikirannya, hanya tiba-tiba merasakan adanya hawa dingin di sekitar lehernya.
Si
pesuruh pun mengangguk. "Pantas saja. Jangan berada di gudang kayu lagi.
Kau harus cepat-cepat ke aula karena perjamuannya akan segera dimulai. Sebagai
dayang Pangeran Hao, kau pasti akan diminta untuk menungguinya."
Su
Xi-er mengangguk kecil, tetapi tidak merespon.
Ia
tidak langsung menuju ke ruang depan. Sebaliknya, ia berjalan masuk ke dalam
dapur belakang, berencana untuk mencuci perlengkapan makannya sekali lagi
sebelum perjamuannya.
Ketika
ia keluar dari dapur belakang, sudah hampir waktunya perjamuan malam dimulai.
***
Istana
Peristirahatan Putri Pertama Kekaisaran, Ning An Lian.
Seseorang
dengan cepat memasuki aula utama dan berlutut.
Ning
An Lian melihat ke arahnya. Orang ini adalah pengawal rahasia yang
kuutus ke Kediaman Pangeran Yun.
Selama
urusan itu menyangkut Kediaman Pangeran Yun, Ning An Lian tidak akan pernah
bisa menjaga ketenangannya.
Ia
cepat-cepat bertanya, "Bagaimana?"
Si
pengawal rahasia menangkupkan kepalan tangannya. "Menjawab Putri Pertama
Kekaisaran, Pangeran Yun sedang menemani Pangeran Hao di taman belakang
kediamannya hari ini."
