3L3W Lotus Step 1
Chapter 3 part 1
T/N: Hai, udah setahun buku ini nganggur. Karena belum ada tanda-tanda kemunculan penerjemah Inggris, saya ngeberaniin diri untuk nyoba terjemahin dari RAW mandarinnya.
Perlu diketahui, saya ngga menguasai bahasa mandarin, jadi hasil terjemahannya mungkin ngga akan sehalus kalo nerjemahin dari Inggris. Tapi, saya berusaha nerjemahin sedekat mungkin dengan aslinya, tentu dengan pemahaman saya.
Itu aja, selamat membaca :)
*
*
*
Cheng Yu dan Hua Fei Wu, semenjak memberikan payung di penyeberangan perahu kecil, dikarenakan hujan yang turun berturut-turut, mereka pun pergi ke penyeberangan perahu kecil itu selama beberapa hari, dan membagikan payung selama beberapa hari berturut-turut.
Namun, mereka cukup ambisius, sampai-sampai keduanya lupa untuk memberitahukan para pelajar muda yang disukai Hua Fei Wu, kemana harus mengembalikan payung mereka. Jadi, selain anak remaja yang dikirim oleh Lian San untuk mengembalikannya, mereka tidak menunggu orang lain datang ke Lin Lang Ge untuk mengembalikan payung kepada Hua Fei Wu.
Mereka berdua sangat frustrasi, dan Hua Fei Wu adalah orang yang menghabiskan uang untuk payung-payung itu, jadi ia lebih frustrasi daripada Cheng Yu.
Namun setelah itu, sebuah rumor menyebar di sekitar kota bahwa setiap kali hujan turun, seorang wanita muda seperti peri akan memberikan payung kepada orang yang lewat di daerah penyeberangan perahu kecil.
Pendeta Tao tua yang memiliki kios di pintu masuk Kuil Cheng Huang menyebut wanita ini dengan sebutan Dewi Payung.
(T/N: Aslinya adalah伞娘娘—Sǎn Niáng Niang.)
Xiao Li dari Li Zhi Hu Tong, menerima bantuan dari Dewi Payung dan menyumbangkan sebuah kuil untuk Dewi Payung dan memahat tubuh emasnya untuknya, yang kemudian menjadi cerita populer di jalanan.
Sayangnya, Hua Fei Wu sangat tertekan sehingga ia tidak sering keluar rumah dan tidak menghabiskan banyak waktu dengan para tamunya, sehingga ia tidak tahu bahwa ia telah dinobatkan sebagai Dewi Payung.
Suatu hari setelah ia tenang, Hua Fei Wu membawa Cheng Yu ke Kuil Yue Lao untuk mencari jodoh. Melihat Kuil Dewi Payung yang baru dibangun di sebelah Kuil Yue Lao, ia mengira bahwa itu karena Yue Lao telah menambahkan seorang pelindung baru yang khusus dalam membantu muda mudi menikah dengan payung. Ia bahkan tidak memikirkan apakah sedikit tidak pantas bagi Yue Lao untuk memiliki pelindung, jadi tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia berlari masuk dan menyeret Cheng Yu ke dalam dan menyembah sepuluh kali untuk menghormatinya.
(T/N: Yue Lao—Dewa jodoh.)
Adapun Cheng Yu, ia berusia lebih dari empat belas tahun dan berada pada usia ketika ia sombong dan tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang dirinya sendiri. Ia berpikir, dunia ini luas dan ia bisa melakukan apa saja, tetapi ia dikalahkan saat membantu Hua Fei Wu mencari jodoh. Bagaimana bisa ia mengaku kalah?
Setelah membaca cerita rakyat secara tertutup selama lima belas hari, ia memberi Hua Fei Wu ide-ide seperti membalas budi Bibi Jing Hua yang harum manis, atau mempelajari bagaimana mandi di sungai dari seorang peri di langit, menunggu penggembala sapi mencuri pakaiannya dan kemudian mereka berdua menikah, dan seterusnya, dan seterusnya.
Namun, pernikahan itu sulit dan mereka mencoba ide-ide ini satu per satu, tetapi tidak ada yang berhasil. Dan sambil mencoba, tanpa disadari, Cheng Yu telah berusia lima belas tahun.
Menurut Su Ji, penasihat nasional dinasti saat ini, Putri Giok Merah Cheng Yu, begitu ia berusia lima belas tahun, ia tidak perlu lagi terjebak di Menara Sepuluh Bunga. Jika ia memiliki kemampuan untuk melakukannya, ia bisa pergi ke Jiu Chong Tian untuk mengumpulkan bulan atau ke Lima Lautan untuk menangkap kura-kura. Ia boleh melakukan apa pun yang diinginkannya.
Setelah tumbuh setahun lebih tua, Cheng Yu mendapatkan perspektif baru tentang kehidupan dan harus mengakui bahwa dengan bakatnya saat ini, sulit baginya untuk membantu Hua Fei Wu mendapatkan keberhasilan dalam pernikahannya. Jadi, sehari setelah ulang tahunnya yang kelima belas, ketika ia akhirnya bisa meninggalkan Kota Ping'an, ia meninggalkan Hua Fei Wu sekitar dua puluh buku berisi kisah cinta antara makhluk abadi, roh, dan siluman. Dengan nurani yang jernih, ia mengikuti Zhu Jin dan Li Xiang ke selatan menuju Li Chuan untuk melihat dunia.
***
Sudah satu setengah tahun semenjak menetap di Li Chuan. Ketika ia pergi, ia masih seorang gadis belia, tetapi saat ia kembali ke Kota Ping'an, ia sudah menjadi seorang gadis berusia enam belas tahun.
Sekembalinya ke Kota Ping’an, hal pertama yang Cheng Yu lakukan adalah menabung untuk mengunjungi Lin Lang Ge untuk menemui Hua Fei Wu. Seperti yang ia duga, Hua Fei Wu memanglah Hua Fei Wu gigih yang sama. Setelah tidak bertemu lebih dari setahun, ia masih dengan beraninya meniti jalan untuk menemukan cinta sejati.
Saat itu adalah penghujung hari, langit tidak cukup cerah, matahari hanya menunjukkan bayangannya, dan Yao Huang serta Ye Luo, satu demi satu, mendominasi meja empat sisi itu. Cheng Yu terhimpit ke sudut untuk minum teh.
Ketika Hua Fei Wu, yang telah berpisah selama lebih dari setahun, mendengar suara Cheng Yu di luar, ia sangat bersemangat hingga ia memakai sepatunya dan keluar untuk menyambutnya.
Cheng Yu merasakan kegembiraan ini, yang membuktikan persahabatannya dengan Xiao Hua.
(T/N: Xiao Hua maksudnya adalah nama panggilan untuk Hua Fei Wu.)
Hua Fei Wu melompat berlutut, matanya berkaca-kaca: "Sahabatku! Akhirnya kau kembali, aku sudah menunggumu dengan sangat sabar!"
Lihatlah betapa Xiao Hua merindukannya.
Cheng Yu mengulurkan tangan seperti seorang ibu yang baik hati dan membelai rambut Hua Fei Wu di keningnya.
Air mata Hua Fei Wu menggenangi matanya dan ia berkata: "Kau tahu, kau kembali tepat pada waktunya. Ada sesuatu yang hanya kau yang bisa membantuku, kau harus membantuku!"
.... Yah, ia salah tentang Xiao Hua, Xiao Hua tidak merindukannya sama sekali.
Cheng Yu terdiam sejenak seperti ayah tua yang kedinginan dan berdiri dari kursi, "Aku ingat Zhu Jin memintaku pergi ke pasar sayur untuk membeli dua ekor ayam Lu Hua untuknya, aku akan ...."
Hua Fei Wu dengan gesit memeluk kaki Cheng Yu, "Master Bunga~~~ betapa menyakitkannya untuk membicarakan ayam Lu Hua di saat ini~~~ Apakah persahabatan antara kita berdua sebanding dengan dua ayam Lu Hua itu~~~~"
Cheng Yu diam-diam melepaskan jari-jari Hua Fei Wu, tetapi setelah sekian lama, dia menemukan bahwa ia tidak dapat melepaskannya. Ia harus mematuhinya dan pasrah pada takdirnya, "Bantuan apa, katakanlah."
Hua Fei Wu langsung bangun dan duduk sederet dengannya, mengatakan, "Belakangan ini, aku menyukai seorang tuan muda yang terlihat benar-benar ... dan bakatnya benar-benar ...." Hua Fei Wu belum membaca beberapa buku, jadi sewaktu ia harus menggunakan idiom atau kiasan, ia akan mandek dalam pembicarannya.
Cheng Yu akan secara otomatis membantunya untuk melanjutkan: "Yu Shu Lin Feng, penampilan luar biasa, berpengetahuan luas tentang masa lalu dan masa kini, dan tahu segalanya."
(T/N: Yu Shu Lin Feng adalah kiasan atau idiom untuk mengungkapkan bahwa seseorang itu berpenampilan luar biasa, rupawan.)
Hua Fei Wu mengangguk dengan penuh kekaguman dan berkata, "Benar, Yu Shu Lin Feng, luar biasa dalam penampilan, berwawasan dalam masa lalu dan masa sekarang, dan semacamnya. Nanti, pria ini akan datang kemari untuk mendengarkan lagu, Master Bunga, kau berpura-puralah memonopoliku, memprovokasi ketidakpuasannya, membuatnya mencemaskanku, bantuan ini sudah termasuk berhasil kau lakukan!"
Cheng Yu balas menatapnya dengan kaget dan berkata, "Aku, aku, aku, aku, aku, aku adalah seorang wanita."
Hua Fei Wu berkata dengan enteng, "Aku tidak memintamu untuk benar-benar mendominasiku, ini hanya pura-pura. Lihat, kau sudah berjalan di Lin Lang Ge selama bertahun-tahun, tidak ada yang mengenalimu sebagai seorang wanita, yang berarti bahwa kau memiliki dasar dalam berakting."
Masalah klaim Cheng Yu sebagai seorang wanita telah diselesaikan, dan Hua Fei Wu menghela napas panjang, "Awalnya aku tidak berniat mencari seseorang untuk menjalin ikatan di antara para playboy muda yang berkeliaran di rumah bordil ini, tetapi Jenderal Lian terlalu bagus untuk dilewatkan!" Ia meratap: "Tetapi bahkan Tuan Muda Lian hanya datang ke sini sekali atau dua kali sebulan untuk mendengarkan musik. Xiang Lian dari Kuai Lu Yuan, Huan Qing dari Meng Xian Lou, dan Jian Meng dari Xi Chun Yuan, ia harus pergi ke pertunjukan itu sesekali untuk mendukung mereka. Itu benar-benar membuat orang kesal, ah ...."
Masuk telinga kiri Cheng Yu dan keluar di telinga kanannya, merasa seolah-olah kata-kata 'Jenderal Lian' sedikit familier, seakan-akan ia pernah mendengarnya di suatu tempat sebelumnya. Akan tetapi untuk sesaat, ia lupa dimanakah tepatnya ia pernah mendengarnya. Namun, sesuai maksud Hua Fei Wu, tampaknya Jenderal Lian ini memiliki orang kepercayaan di berbagai rumah bordil di ibu kota.
Ia mengingatkan Hua Fei Wu dengan sungguh-sungguh, "Zhu Jin mengatakan bahwa sebentar wanita ini, sebentar wanita itu, inilah yang disebut playboy, pria semacam ini adalah yang paling buruk. Kurasa Xiao Hua, kau tetap ...."
Xiao Hua mengangguk setuju, "Buku mengatakan bahwa ini yang disebut playboy, tetapi itu juga mengajarkan bagaimana cara menaklukkan seorang playboy. Dikatakan bahwa, untuk menjinakkan hati seorang playboy yang tak terkendali dan mencintai kebebasan, hal pertama yang harus dilakukan adalah untuk membuatnya cemburu, iri, dan gelisah, dan ia akan merasa cemas, mengingat, dan kemudian terus mengingatnya, dan jatuh cinta dan cintanya akan jadi dalam.”
Cinta dan kasih sayang semacam ini, Cheng Yu tidak begitu paham. Ia berpikir bahwa Hua Fei Wu semestinya memintanya untuk memainkan seorang pria pesolek. Tugas ini mudah, tetapi bisa membantu. Memainkan peran pria pesolek yang suka berjalan-jalan di rumah bordil, Cheng Yu pikir, ia handal dalam hal itu, bagaimanapun juga, ia sudah akrab dengan Lin Lang Ge semenjak ia berumur dua belas tahun.
Namun tak pelak lagi, ia masih memiliki beberapa kekhawatiran: "Kau bilang bahwa Tuan Muda Lian adalah seorang jenderal, kan? Lalu, jika ia marah, akankah ia memukulku?"
Jelas saja, Hua Fei Wu tidak mempertimbangkan masalah ini dan ragu-ragu: "Tidak ...."
Cheng Yu sedikit ragu dan berkata: "Kalau begitu, aku masih ...."
Hua Fei Wu akhirnya ingat bahwa ia adalah siluman bunga, "Ya ampun, aku ingat bahwa aku adalah siluman bunga, aku kan tahu cara menggunakan sihir, jika ia memukulmu, aku akan melindungimu."
Cheng Yu mengingatkannya, "Apakah kau mau melawannya untukku? Kalau begitu ia mungkin tidak akan menyukaimu lagi."
Hua Fei Wu berpikir sejenak, "Itu benar!"
Mereka berdua mengernyit dalam selagi mereka membahasnya sebentar.
Ye Luo yang duduk di meja segi empat menanyai Yao Huang yang duduk di seberangnya dengan suara rendah, "Apa sebenarnya yang kau sukai dari Shao Yao, Kaisar Yao? Setiap tahunnya, kau datang kemari untuk melihat betapa gugupnya ia terhadap pria lain. Bukankah kau menyiksa dirimu sendiri? Aku juga tidak begitu mengerti dirimu."
Yao Huang melambaikan daun Yan Ba dan berujar lemah, "Kenapa aku menyukainya? Itu adalah sebuah misteri, dan justru untuk memecahkan misteri inilah makanya aku datang untuk melihatnya beberapa kali dalam setahun secara berkala."
Ye Luo penasaran: "Sudahkah kau sudah memecahkan misteri ini? Apa jawabannya?"
Yao Huang diliputi rasa melankolis dan kemuraman, "Akulah yang sakit."
***
Salah satu pelayan Hua Fei Wu datang berlari untuk melaporkan mengatakan bahwa ketika ia diperintahkan untuk mengawasi dari lantai atas, tampaknya ia telah melihat kereta dari kediaman Tuan Muda Lian. Hua Fei Wu segera berpikir, dan dalam beberapa saat telah pergi ke meja qin di depan layar lipat dan membungkuk. Cheng Yu dan Hua Fei Wu sudah menjadi mitra selama bertahun-tahun, jadi mereka memiliki pemahaman diam-diam dan buru-buru pergi untuk bersandar di depan meja qin juga.
(T/N: alat musik seperti kecapi. Contohnya.)
Kedua pelayan wanita itu juga sangat ahli dalam pekerjaan mereka, yang satu menuangkan anggur dan yang lainnya memegang pipa dan memainkan lagu kecil.
(T/N: pipa adalah jenis alat musik. Ini contohnya.)
Namun, masalahnya dengan Cheng Yu adalah, karena reputasinya sebagai pecundang tersebar luas di ibu kota, jenderal terkenal mana di rumah bordil yang tidak akan menyanjungnya saat melihatnya. Oleh sebab itu, ia tak punya pengalaman untuk menyenangkan orang lain.
Hua Fei Wu menatapnya dari samping dan berkata, "Master Bunga, jangan hanya fokus makan dan minum sendiri. Kau harus memberiku minum arak terlebih dahulu, dan kau juga harus menyuapiku buah anggur terlebih dahulu. Jangan lupa bahwa kau menyukaiku dan kau ingin menyenangkanku!"
Cheng Yu mengupas buah anggur dengan sedikit bingung dan berkata, "Apakah berbeda dari biasanya, ya?"
Hua Fei Wu mengangguk dengan berat, berniat untuk memberinya pelajaran, tetapi telinganya tiba-tiba mendengar suara langkah kaki mendekati pintu dan wajahnya tiba-tiba membeku.
Cheng Yu rupanya juga mendengar langkah kaki itu, dan Hua Fei Wu berkata bahwa ia harus menyuapinya karena itu berbeda dari biasanya. Bagaimana ia harus menyuapi Hua Fei Wu? Hua Fei Wu orang sedewasa itu, masih harus mengandalkannya untuk menyuapinya makan? Meskipun Cheng Yu sering berkeliaran dan bergaul dengan orang lain, pada dasarnya ia hanya nongkrong di tempat Hua Fei Wu. Ia tidak pernah benar-benar melihat bagaimana kedekatan dan kemesraan pria dan wanita, benaknya jadi bingung sesaat, dan mau tidak mau merasa sedikit gugup.
Pelayan itu menyerahkan segelas anggur pada waktu yang tepat, dan dengan suara pipa yang bermain, ada dua ketukan di pintu, diikuti dengan dorongan pelan. Hua Fei Wu punya ide cerdas dan bergegas ke pelukan Cheng Yu seketika, dan langsung mendorongnya menjauh sembari memasang wajah orang yang siap mati demi mempertahankan kesuciannya darpiada menurut, berkata, "Tuan Muda Kecil Yu, jangan lakukan ini~~"
Cheng Yu bingung, tetapi ia juga pintar. Walaupun benaknya kebingungan, tanpa sadar ia tahu bagaimana cara bekerja sama dengan Hua Fei Wu. Ia berkata dengan suara yang tenang, "Kakak, kau terlalu cantik. Ah Yu hanya, tidak bisa menahannya." Kalimat-kalimatnya mengalir dengan mulus, hanya saja ekspresinya sedikit kaku.
Hua Fei Wu menutupi wajahnya dengan sehelai saputangan sutra dan berkata, "Cinta tulus Tuan Muda Kecil Yu akan selalu kuingat dengan penuh rasa syukur, tetapi Fei Wu ...."
Berpura-pura memerhatikan pintu yang terbuka dan si pria berpakaian putih yang berdiri di ambang pintu, ia berkata dengan suara genit dan lembut, "Tuan Muda Lian ...."
Cheng Yu merasa bahwa di sini ia mungkin perlu bermain lebih banyak lagi, jadi, dengan ekspresi kaku, ia menarik Hua Fei Wu dan berkata, "Kakak, Ah Yu bukan terburu nafsu, Ah Yu benar-benar ...."
Hua Fei Wu sudah menghindar ke sisi lain meja qin-nya, dan sudah bangun dan bersembunyi ke arah si tuan muda berpakaian putih yang muncul di pintu. Cheng Yu berpikir sendiri, untuk apa bersembunyi sejauh itu. Toh aku juga bukannya benar-benar akan melakukan apa-apa padamu. Berpikir begitu dalam hatinya, tatapannya juga melirik ke arah Xiao Hua yang sudah menghindar ke dekat pintu, tetapi ia langsung tertarik pada kipas lipat yang dipegang di tangan kanan si pemuda berbaju putih di pintu.
Bukan hal yang aneh bagi para pria pesolek untuk membawa kipas ketika mengunjungi rumah bordil, dan Cheng Yu sendiri terkadang membawa kipas untuk berpura-pura romantis. Tetapi kipas di tangan pemuda itu sangat berbeda. Pada waktu itu, orang-orang menyukai kipas, dan tulang kerangka kipasnya sebagian besar terbuat dari kayu atau bambu. Jarang sekali bagi anak cucu dari keluarga yang sangat kaya raya untuk menggunakan giok untuk dijadikan tulang kerangka kipasnya. Namun, tulang kipas di tangan pria berbaju putih ini bukanlah bambu atau kayu atau giok, melainkan berwarna hitam dan bersinar dengan cahaya dingin, seperti sejenis logam. Kipasnya dipadukan dengan gagangnya, dan tidak tahu terbuat dari apakah kipas itu. Pita sutra hitam yang melilit di bawah gagangnya diikat dengan batu giok merah berbentuk air mata, yang merupakan satu-satunya warna unik dari seluruh kipas hitam itu.
Tatapan Cheng Yu pertama-tama tertuju pada kipas lipat itu dan kemudian pada tangan yang memegangnya dan tidak bisa berpaling.
Tangan itu seputih batu giok, bahkan lebih panjang dan lebih indah dari tangan seorang wanita, tetapi sekilas, ia tahu bahwa itu adalah tangan pria. Meskipun postur dari cengkeraman santai pada kipas lipat itu agak malas-malasan, tangannya memiliki persendian yang jelas dan mengandung kekuatan.
Tampaknya, tangan seperti itu pasti cocok untuk memegang kipas hitam seaneh itu.
Ketika Cheng Yu akhirnya merasa cukup dan siap untuk langsung ke intinya, ia mendongak, melihat seperti apakah si pemuda berpakaian putih yang telah memikat Hua Fei Wu, tetapi melewati desa ini, tidak ada lagi toko seperti ini.
(T/N: 却已经过了这个村没有这个店了--Què yǐjīngguòle zhège cūn méiyǒu zhège diànle. Artinya kesempatan ini langka sekali dan harus diraih atau bisa juga berarti kesempatan terakhir.)
Xiao Hua berputar dan menghindar ke depan si pemuda, menghadang sebagian besar dari dirinya, sedangkan si pemuda mundur dua langkah ke belakang dan sepenuhnya keluar dari lingkup pandangan Cheng Yu.
Cheng Yu hanya mendengar suara pemuda itu datang dari luar pintu, "Jadi Nona Fei Wu sudah ada tamu di sini." Suaranya sedikit dingin.
Cheng Yu merasa bahwa ia pernah mendengar suara ini di suatu tempat sebelumnya.
Meskipun Cheng Yu tidak berada dalam keadaan yang baik, Hua Fei Wu berakting dengan ceroboh sesuai dengan naskahnya. Nona Fei Wu meneteskan air mata dan berkata, "Fei Wu tidak tahu kalau Tuan Muda Kecil Yu tiba-tiba mendekat ...."
Pemuda itu menyelanya, "Jika aku senggang," suaranya agak main-main, "Aku akan mendengarkan nona menyanyikan lagu Selamat Tinggal Bangau di Istana."
Keingintahuan Cheng Yu benar-benar meledak, dan ia diam-diam bergerak ke arah pintu, dan kemudian selangkah lagi, bahkan berjinjit sedikit, untuk melihat seperti apakah rupa pemuda itu sebenarnya.
Saat itu, si pemuda mengangkat tangannya untuk membantu mereka menutup pintu. Dengan lirikan cepat, Cheng Yu hanya bisa melihat wajah yang sebagian besarnya tersembunyi di ambang pintu, dan melihat mata sipit seperti burung phoenix di wajah itu. Hanya satu mata, dengan ekor mata yang sedikit terangkat, indah sekali, menyembunyikan keagungan dan aura yang tertahan.
Pada saat itu, ia merasa bahwa pemuda itu juga menatapnya, dan kemudian sudut matanya melengkung, dengan lengkungan yang sangat kecil, tetapi ia tahu bahwa itu adalah senyuman.
Cheng Yu tanpa sadar mengambil satu langkah lagi ke depan, dan pada saat yang sama setengah pintu itu sudah tertutup sepenuhnya. Wajah pemuda itu menghilang di balik pintu, dan sebelum Cheng Yu sadar, langkah kaki terdengar di luar pintu.
Ada keheningan sesaat di ruangan itu.
Cheng Yu tetap diam selama beberapa saat, dan menanyai Hua Fei Wu, yang berdiri di depan meja qin dengan ragu-ragu, "Apakah aku melakukannya dengan baik?"
Hua Fei Wu juga tidak yakin, dan dengan ragu-ragu selagi ia berjongkok di sampingnya, "Menurutku, itu dilakukan dengan sangat baik." Ia menambahkan, "Kurasa, kita semua berakting dengan cukup baik." Dia juga menanyai kedua pelayan wanitanya, "Aku baru saja memainkan bagian dimana Hua Rong kehilangan warnanya, apakah aktingnya tampak hidup?"
Para pelayan menganggukkan kepala seperti ayam yang sedang mematuk beras, dan Hua Fei Wu bertekad dalam hatinya. Ia berujar tegas pada Cheng Yu, "Seperti yang dikatakan oleh buku, ia harus cemburu dan merasa tidak tenang. Meskipun tidak jelas, kurasa ia harusnya merasa cemburu dan resah ketika ia pulang ke rumah ...."
Cheng Yu menghela napas lega.
Satu-satunya pria di ruangan itu, Yao Huang, sebagai Kaisar Peoni, merasa sepertinya ia tidak sanggup mendengarkan omong kosong Hua Fei Wu lagi, dan mau tak mau mengatakan sesuatu yang sarkas: "Kurasa orang itu, dari luar tidak kelihatan cemburu atau resahnya, sebab ia tidak pernah cemburu dan tidak nyaman sejak awal. Mengatakan bahwa kalau ada waktu, akan datang lagi untuk mendengarkanmu bernyanyi. Ini hanyalah pernyataan sopan dalam situasi seperti ini. Tidak pasti apakah ia akan punya waktu luang lain kali, dan berencana mendengarkanmu menyanyikan lagu, tetapi ia ingat bahwa kau adalah orang yang sibuk. Tidak mungkin mengetahui apakah ada tamu VIP atau tidak, jadi ia hanya terlalu malas untuk datang. Lagian, di Meng Xian Lou, Kuai Lu Yuan, dan Xi Chun Yuan juga tidak kekurangan wanita cantik yang bisa bernyanyi."
Baginya, ia seharusnya hanya memedulikan soal urusan manusia dan urusan nasional, Kaisar Bunga yang murni dan elegan. Sekarang, ia bisa dengan gampangnya melafalkan sejumlah nama rumah bordil besar di ibu kota dengan mulutnya yang terbuka. Yao Huang merasa putus asa sejenak. Setelah mengucapkan perkataan ini, tiba-tiba ia merasa sedikit bosan.
Kata-kata dingin Yao Huang tepat sasaran, menyebabkan Hua Fei Wu merasa curiga dan gugup. Ia terbata-bata, "Be-be-be-benarkah? Ja-ja-ja-ja-jadi apa yang harus dilakukan?"
Yao Huang, sembari merasa bosan, tetap tidak tahan. Ia dengan sungguh-sungguh menyarankan padanya, "Jika kau benar-benar ingin bertemu dengannya dari waktu ke waktu, buat ia datang ke tempatmu untuk mendengarkan lagu dan menikmati musik. Minta Master Bunga menyusul orang itu dan menerangkan dengan jelas padanya. Belum terlambat, masih ada waktu untuk menyusulnya sekarang."
Hua Fei Wu segera mengalihkan kedua matanya yang membara ke arah Cheng Yu.
Cheng Yu, yang mengira ia sudah tidak ada kaitannya, sedang memasukkan anggur ke dalam mulutnya sewaktu ia melihat ke arah Hua Fei Wu dan Yao Huang, menunjuk dirinya sendiri, "Aku lagi?"
Satunya orang dan satunya bunga, mengangguk serempak, serta mengangguk-anggukkan daunnya.
Ketika Cheng Yu didorong keluar dari gerbang Lin Lang Ge oleh Hua Fei Wu, Ye Luo menatap dengan tidak percaya pada Yao Huang yang sedang memandangi langit bak biksu tua yang sedang bermeditasi dan berkata, "Kaisar Yao, kukira kau menyukai Shao Yao, tetapi kau dengan murah hati dan tanpa pamrih menjodohkannya dengan tuan muda lain ... atau kau berpikir bahwa, selama ia bahagia, kau juga akan bahagia." Di titik ini, Ye Luo nyaris menitikkan air mata, "Cintamu untuk Shao Yao benar-benar menyentuh."
Yao Huang tetap diam selama beberapa saat, "Jika ia tidak bisa menikah dan aku yang sakit seperti ini, mungkin pada akhirnya, aku akan menikahinya. Selagi aku masih belum sakit parah, selamatkan diri sendiri lebih dulu."



0 comments:
Posting Komentar