Consort of A Thousand Faces
Chapter 329 : Su yang Cemburu
Su Xi-er tidak mengantuk, sehingga ia memutuskan untuk berjalan-jalan di
halaman. Memandangi langit malam, ia mulai memikirkan Lian Chen. Apakah
ketiga kepala menteri itu yakin akan kekuasaannya setelah ia merebut kekuasaan
para Menteri itu? Apakah Yun Ruo Feng sedang kembali? Mengapa Aksara Lan
diizinkan untuk disebarluaskan lagi?
Ia jadi tersesat dalam lamunannya hingga ia mendengar langkah kaki yang
mendekat, menyentaknya kembali tersadar. Namun, ketika ia melihat itu adalah
Feng Chang Qing, ia mengendurkan kewaspadaannya.
Sebelum Feng Chang Qing bisa buka mulut, Su Xi-er melambaikan tangan untuk membuatnya tetap diam. Setelahnya,
dengan cepat ia menyuruhnya mengikutinya kembali ke kamarnya; hanya ketika
pintunya terkunci rapat, barulah Feng Chang Qing mulai bicara.
"Putri Pertama Kekaisaran, salah satu dari bawahan Anda sebelumnya,
dari Nan Zhao, mengirimkan sepucuk surat yang mengatakan bahwa semua kebijakan
baru yang sebelumnya telah Anda perkenalkan, sudah dipulihkan kembali. Pangeran
Yun adalah yang pertama menyetujuinya, dan Yang Mulia melemparkan dukungannya
di belakang mosi itu juga. Selain itu, bisnis di Paviliun Angin Cyan semakin
berkembang, semuanya berkat dukungan Yang Mulia."
Su Xi-er tampak ragu setelah mendengar itu. "Pangeran Yun adalah
yang pertama menyetujui kebijakan baru dipulihkan kembali?"
Feng Chang Qing mengangguk. "Suratnya dengan jelas menyebutkan
persetujuan Pangeran Yun, tetapi itu juga mencatat bahwa ia sudah pulih di
dalam kediamannya selama ini. Kami tidak tahu mengapa, tetapi ia tidak banyak
berpartisipasi dalam urusan mahkamah juga."
Ini sama sekali tidak kedengaran seperti sesuatu yang akan dilakukan
oleh Yun Ruo Feng. Su Xi-er mengerutkan alisnya.
"Tulis sepucuk surat ke Nan Zhao dan minta mereka menyelidikinya. Aku
penasaran, mengapa aku menemukan sebuah buku salinan Aksara Lan selagi aku
sedang menyusun buku sore ini."
Feng Chang Qing mengangguk. "Aksara Lan dicetak lagi, dan
dipromosikan oleh istana. Semua putri bangsawan sudah mulai mempelajarinya,
bahkan para pelajar dari Asosiasi Sastra sudah mulai mempelajarinya. Nan Zhao
juga menyisihkan sejumlah besar perak untuk membantu warga sipil, dan mereka
tidak boros dalam hal pengeluaran untuk kebutuhan militer. Nan Zhao yang
sekarang jauh lebih baik daripada sebelumnya."
"Mmm, Lian Chen melakukannya dengan hebat. Cari tahu apa
yang dilakukan Yun Ruo Feng di kediamannya sesegera mungkin dan ingatkan Lian
Chen untuk memastikan ia tidak lengah." Sejejak kegembiraan melintas di
mata Su Xi-er, tetapi ia tidak lengah sama sekali. Aku baru bisa tenang
setelah Lian Chen memiliki otoritas penuh.
"Masih ada satu hal lagi, tetapi bawahan ini tidak tahu apakah aku
harus mengatakannya?" Ekspresinya menunjukkan kalau ia berada dalam posisi
yang sulit.
"Katakan padaku." Su Xi-er menatapnya. Tatapan bertekad di
matanya membuat Feng Chang Qing merasa seolah ia kembali ke medan perang dan
menerima perintah Putri Pertama Kekaisaran.
"Yang Mulia telah memerintahkan pengawalnya untuk memanggil putri
Tabib Kekaisaran Fang ke Istana Kekaisaran. Meskipun Yang Mulia masih belum
berusia delapan belas tahun, mendiang Kaisar sudah memiliki seorang dayang
selir kamar ketika seusia itu. Suratnya menyatakan bahwa putri Tabib Kekaisaran
Fang sudah mengunjungi istana peristirahatan Yang Mulia beberapa kali
berturut-turut."
Alis Su Xi-er tertaut. "Berapa umur putri Tabib Kekaisaran
Fang?" Aku tahu kalau Tabib Kekaisaran Fang punya seorang putri,
tetapi bukankah ia sudah menikah? Jika ada satu lagi yang muncul, maka,
bukankah ia adalah anak haramnya?
"Usianya lima belas tahun."
Su Xi-er mengangguk. Pasti anak haramnya. Tabib Kekaisaran Fang
adalah tabib kekaisaran kepercayaan Yun Ruo Feng. Lian Chen pasti memanfaatkannya
guna mengendalikan Tabib Kekaisaran Fang, tetapi ... memiliki seorang wanita
seperti itu di sisinya, baik atau buruk?
Setelah ia memikirkannya sejenak, Su Xi-er berkata, "Kalau Lian
Chen sungguh jatuh cinta padanya, maka ia bisa melakukan apa pun yang ia mau dengan putri Tabib Kekaisaran Fang. Aku tidak bisa
terlibat dalam ini." Selain itu, aku yakin bahwa, siapapun yang
disukai oleh Lian Chen, akan jadi seorang wanita yang cerdas dan mengerti
gambaran besarnya.
"Feng Chang Qing, bagaimana lukamu?" Su Xi-er mengubah
topiknya dan melihat ke arah tangan Feng Chang Qing.
"Bawahan ini sudah menggunakan banyak bubuk bunga, dan efeknya luar
biasa. Aku masih belum pulih sepenuhnya, tetapi lukaku tidak sakit lagi.
Pangeran Hao sudah memerintahkan banyak penanam bunga agar mempelajari sisa dua
puluh bunga Ling Rui yang kita bawa dari Nan Zhao dengan harapan agar kami
dapat secara sukses mentransplantasikan mereka. Semuanya sudah bekerja
keras."
Su Xi-er mengangguk dan menjawab acuh tak acuh, "Pei Qian Hao sangat
pintar dan berpandangan jauh, memiliki kecerdasan yang cerdik. Aku tidak tahu
kenapa, tetapi aku pikir, ia akan berhasil mentransplantasikannya."
Feng Chang Qing hanya bisa kaget sesaat setelah mendengarkan pujiannya
tentang Pangeran Hao. Setelah beberapa waktu, ia berkomentar, "Anda belum
pernah memberikan pujian setinggi itu pada siapa pun, atau
begitu memercayai kemampuan mereka. Bahkan dulu, ketika hubungan Anda dan
Pangeran Yun bagus, bawahan ini belum pernah mendengar Anda mengatakan sesuatu seperti itu
tentang Pangeran Yun."
Pantas saja ada sebuah pepatah 'para pengamat melihat sesuatunya lebih
jelas daripada mereka yang terlibat'. Penonton melihat sebagian besar
permainannya. Feng Chang Qing menyesali dalam hati. Mungkin,
Putri Pertama Kekaisaran bahkan tidak menyadari betapa biasnya ia terhadap
Pangeran Hao.
Ada sedikit keretakan dalam ekspresi Su Xi-er sebelum kembali normal.
"Sudah larut malam; berhati-hatilah saat kau kembali ke Kediaman Pangeran
Hao. Meskipun Pangeran Hao akan berada di barak selama beberapa hari ke depan
guna menangani sejumlah urusan, kau masih harus waspada. Terlebih lagi ketika
ia kembali."
"Bawahan ini akan mengingat ini. Aku akan undur diri
sekarang." Feng Chang Qing menjawab pelan sebelum menghilang dari dalam
kamar.
Alis ramping Su Xi-er berkerut, sewaktu ia memikirkan tentang apa yang
disebutkan oleh Feng Chang Qing. Ia bisa melihat kalau aku memercayai
Pei Qian Hao. Orang ini, sudah pasti cakap, tetapi ia juga arogan dan egois; ia
tidak akan mengizinkan siapa pun untuk
menentang perintahnya, dan melakukan apa pun yang
disukainya.
Namun, itu adalah Pei Qian Hao yang sama, yang jadi lembut dan
menunjukkan perhatiannya ketika ia sedang memijat pelipisku dan membebat
lukaku. Itu adalah pria dingin dan tak berperasaan yang sama, yang melepaskan
pertahanannya dan menunjukkan sisi lembutnya pada seseorang sepertiku, walaupun
selalu bertingkah seperti dinding es terhadap orang lainnya, meskipun itu hanya
untuk sesaat.
Untuk mengatakan bahwa jantungku tidak berdebar-debar sama sekali,
adalah dusta. Tampaknya, bahkan aku pun bukanlah sebuah gletser yang tidak bisa
dilelehkan.
Pikiran Su Xi-er melayang-layang hingga akhirnya ia berbaring di
ranjang, mencoba untuk tidak merenungi lebih jauh sewaktu ia memejamkan
matanya.
***
Keesokan harinya, Su Xi-er bangun, berpakaian, dan pergi ke dapur untuk
sarapan bersama semuanya. Setelah semuanya selesai makan, ia meninggalkan dapur
dan kebetulan melihat Guru Agung Kong.
"Su Xi-er, pindahkan buku-buku Puisi Klasik ke tempat penyimpanan
buku di sebelah kanan. Jangan gabungkan mereka bersama buku-buku tentang
pemerintahan."
"Baiklah, aku akan memindahkan mereka sekarang juga." Su Xi-er
mengangguk sebelum pergi ke tempat penyimpanan buku dimana 'Puisi Klasik'
disimpan.
Walaupun ada juga pepatah-pepatah bijak dalam 'Puisi Klasik', sebagian
besar, mereka tentang drama dan hubungan antara pria dan wanita. Tidak baik
menyimpan mereka bersama dengan buku-buku tentang memerintah kerajaan.
Buku-buku Puisi Klasik menempati dua rak penuh. Ketika Su Xi-er
menurunkan mereka semua dari rak dan mulai menghitung mereka, ia jadi
bingung. Kenapa ada satu yang hilang?
Aku baru memindahkan buku-buku ini ke dalam penyimpanan buku kemarin.
Baru satu malam, dan tidak ada yang datang kemari semenjak itu. Satu-satunya
buku yang dibawa pergi adalah buku salinan Aksara Lan, dibawa oleh Pangeran
Kekaisaran Ketiga; kenapa ada satu buku yang menghilang secara acak?
Su Xi-er mulai memeriksa buku-buku itu satu per satu sesuai dengan nama
yang terdaftar. Akhirnya, ia menyadari bahwa yang menghilang adalah buku yang
tertulis dengan pertunangan Pei Qian Hao dan Xie Liu Li.
Seseorang pasti mengambilnya secara diam-diam! Siapa yang akan mengambil
buku Puisi Klasik itu secara kebetulan?
Pei Qian Hao di sini kemarin, dan sekarang buku Puisi Klasik itu
menghilang. Apakah ia yang mengambilnya? Tetapi kenapa ia mengambilnya? Mungkin
benar-benar ada pertunangan, dan sekarang ia merasa bersalah?
Su Xi-er bahkan tidak menyadari bahwa ketidaknyamanan yang dirasakannya
sekarang bukanlah rasa sakit, melainkan kecemburuan.
(T/N : akhirnya neng Xi-er ngerasain cemburu juga, terharu saya :")
Ia benar-benar mengambil buku Puisi Klasik itu untuk disembunyikan!
Pertunangannya dengan Xie Liu Li pastinya benar, dan sekarang ia mencoba untuk
menyembunyikannya dariku!
Akan tetapi, percikan kecemburuan itu padam dengan sangat cepat
sampai-sampai Su Xi-er bahkan gagal untuk menyadarinya.
Saat ini, Chao Mu berjalan dengan ekspresi sedih. "Aku tidak tahu
apa yang terjadi pada Ibu Suri hari ini; ia memerintahkan para pengawal untuk
membawa semua Bunga Ungu Harum keluar dari Taman Kekaisaran. Bunga-bunga indah
itu ditransplantasikan di sana karena perintah Pangeran Hao, tetapi sekarang
mereka akan segera menghilang dari Taman Kekaisaran."

0 comments:
Posting Komentar