Selasa, 28 April 2026

CTF - Chapter 329

Consort of A Thousand Faces

Chapter 329 : Su yang Cemburu


Su Xi-er tidak mengantuk, sehingga ia memutuskan untuk berjalan-jalan di halaman. Memandangi langit malam, ia mulai memikirkan Lian Chen. Apakah ketiga kepala menteri itu yakin akan kekuasaannya setelah ia merebut kekuasaan para Menteri itu? Apakah Yun Ruo Feng sedang kembali? Mengapa Aksara Lan diizinkan untuk disebarluaskan lagi?

Ia jadi tersesat dalam lamunannya hingga ia mendengar langkah kaki yang mendekat, menyentaknya kembali tersadar. Namun, ketika ia melihat itu adalah Feng Chang Qing, ia mengendurkan kewaspadaannya.

Sebelum Feng Chang Qing bisa buka mulut, Su Xi-er melambaikan tangan untuk membuatnya tetap diam. Setelahnya, dengan cepat ia menyuruhnya mengikutinya kembali ke kamarnya; hanya ketika pintunya terkunci rapat, barulah Feng Chang Qing mulai bicara.

"Putri Pertama Kekaisaran, salah satu dari bawahan Anda sebelumnya, dari Nan Zhao, mengirimkan sepucuk surat yang mengatakan bahwa semua kebijakan baru yang sebelumnya telah Anda perkenalkan, sudah dipulihkan kembali. Pangeran Yun adalah yang pertama menyetujuinya, dan Yang Mulia melemparkan dukungannya di belakang mosi itu juga. Selain itu, bisnis di Paviliun Angin Cyan semakin berkembang, semuanya berkat dukungan Yang Mulia."

Su Xi-er tampak ragu setelah mendengar itu. "Pangeran Yun adalah yang pertama menyetujui kebijakan baru dipulihkan kembali?"

Feng Chang Qing mengangguk. "Suratnya dengan jelas menyebutkan persetujuan Pangeran Yun, tetapi itu juga mencatat bahwa ia sudah pulih di dalam kediamannya selama ini. Kami tidak tahu mengapa, tetapi ia tidak banyak berpartisipasi dalam urusan mahkamah juga."

Ini sama sekali tidak kedengaran seperti sesuatu yang akan dilakukan oleh Yun Ruo Feng. Su Xi-er mengerutkan alisnya. "Tulis sepucuk surat ke Nan Zhao dan minta mereka menyelidikinya. Aku penasaran, mengapa aku menemukan sebuah buku salinan Aksara Lan selagi aku sedang menyusun buku sore ini."

Feng Chang Qing mengangguk. "Aksara Lan dicetak lagi, dan dipromosikan oleh istana. Semua putri bangsawan sudah mulai mempelajarinya, bahkan para pelajar dari Asosiasi Sastra sudah mulai mempelajarinya. Nan Zhao juga menyisihkan sejumlah besar perak untuk membantu warga sipil, dan mereka tidak boros dalam hal pengeluaran untuk kebutuhan militer. Nan Zhao yang sekarang jauh lebih baik daripada sebelumnya."

"Mmm, Lian Chen melakukannya dengan hebat. Cari tahu apa yang dilakukan Yun Ruo Feng di kediamannya sesegera mungkin dan ingatkan Lian Chen untuk memastikan ia tidak lengah." Sejejak kegembiraan melintas di mata Su Xi-er, tetapi ia tidak lengah sama sekali. Aku baru bisa tenang setelah Lian Chen memiliki otoritas penuh.

"Masih ada satu hal lagi, tetapi bawahan ini tidak tahu apakah aku harus mengatakannya?" Ekspresinya menunjukkan kalau ia berada dalam posisi yang sulit.

"Katakan padaku." Su Xi-er menatapnya. Tatapan bertekad di matanya membuat Feng Chang Qing merasa seolah ia kembali ke medan perang dan menerima perintah Putri Pertama Kekaisaran.

"Yang Mulia telah memerintahkan pengawalnya untuk memanggil putri Tabib Kekaisaran Fang ke Istana Kekaisaran. Meskipun Yang Mulia masih belum berusia delapan belas tahun, mendiang Kaisar sudah memiliki seorang dayang selir kamar ketika seusia itu. Suratnya menyatakan bahwa putri Tabib Kekaisaran Fang sudah mengunjungi istana peristirahatan Yang Mulia beberapa kali berturut-turut."

Alis Su Xi-er tertaut. "Berapa umur putri Tabib Kekaisaran Fang?" Aku tahu kalau Tabib Kekaisaran Fang punya seorang putri, tetapi bukankah ia sudah menikah? Jika ada satu lagi yang muncul, maka, bukankah ia adalah anak haramnya?

"Usianya lima belas tahun."

Su Xi-er mengangguk. Pasti anak haramnya. Tabib Kekaisaran Fang adalah tabib kekaisaran kepercayaan Yun Ruo Feng. Lian Chen pasti memanfaatkannya guna mengendalikan Tabib Kekaisaran Fang, tetapi ... memiliki seorang wanita seperti itu di sisinya, baik atau buruk?

Setelah ia memikirkannya sejenak, Su Xi-er berkata, "Kalau Lian Chen sungguh jatuh cinta padanya, maka ia bisa melakukan apa pun yang ia mau dengan putri Tabib Kekaisaran Fang. Aku tidak bisa terlibat dalam ini." Selain itu, aku yakin bahwa, siapapun yang disukai oleh Lian Chen, akan jadi seorang wanita yang cerdas dan mengerti gambaran besarnya.

"Feng Chang Qing, bagaimana lukamu?" Su Xi-er mengubah topiknya dan melihat ke arah tangan Feng Chang Qing.

"Bawahan ini sudah menggunakan banyak bubuk bunga, dan efeknya luar biasa. Aku masih belum pulih sepenuhnya, tetapi lukaku tidak sakit lagi. Pangeran Hao sudah memerintahkan banyak penanam bunga agar mempelajari sisa dua puluh bunga Ling Rui yang kita bawa dari Nan Zhao dengan harapan agar kami dapat secara sukses mentransplantasikan mereka. Semuanya sudah bekerja keras."

Su Xi-er mengangguk dan menjawab acuh tak acuh, "Pei Qian Hao sangat pintar dan berpandangan jauh, memiliki kecerdasan yang cerdik. Aku tidak tahu kenapa, tetapi aku pikir, ia akan berhasil mentransplantasikannya."

Feng Chang Qing hanya bisa kaget sesaat setelah mendengarkan pujiannya tentang Pangeran Hao. Setelah beberapa waktu, ia berkomentar, "Anda belum pernah memberikan pujian setinggi itu pada siapa pun, atau begitu memercayai kemampuan mereka. Bahkan dulu, ketika hubungan Anda dan Pangeran Yun bagus, bawahan ini belum pernah mendengar Anda mengatakan sesuatu seperti itu tentang Pangeran Yun."

Pantas saja ada sebuah pepatah 'para pengamat melihat sesuatunya lebih jelas daripada mereka yang terlibat'. Penonton melihat sebagian besar permainannya. Feng Chang Qing menyesali dalam hati. Mungkin, Putri Pertama Kekaisaran bahkan tidak menyadari betapa biasnya ia terhadap Pangeran Hao.

Ada sedikit keretakan dalam ekspresi Su Xi-er sebelum kembali normal. "Sudah larut malam; berhati-hatilah saat kau kembali ke Kediaman Pangeran Hao. Meskipun Pangeran Hao akan berada di barak selama beberapa hari ke depan guna menangani sejumlah urusan, kau masih harus waspada. Terlebih lagi ketika ia kembali."

"Bawahan ini akan mengingat ini. Aku akan undur diri sekarang." Feng Chang Qing menjawab pelan sebelum menghilang dari dalam kamar.

Alis ramping Su Xi-er berkerut, sewaktu ia memikirkan tentang apa yang disebutkan oleh Feng Chang Qing. Ia bisa melihat kalau aku memercayai Pei Qian Hao. Orang ini, sudah pasti cakap, tetapi ia juga arogan dan egois; ia tidak akan mengizinkan siapa pun untuk menentang perintahnya, dan melakukan apa pun yang disukainya.

Namun, itu adalah Pei Qian Hao yang sama, yang jadi lembut dan menunjukkan perhatiannya ketika ia sedang memijat pelipisku dan membebat lukaku. Itu adalah pria dingin dan tak berperasaan yang sama, yang melepaskan pertahanannya dan menunjukkan sisi lembutnya pada seseorang sepertiku, walaupun selalu bertingkah seperti dinding es terhadap orang lainnya, meskipun itu hanya untuk sesaat.

Untuk mengatakan bahwa jantungku tidak berdebar-debar sama sekali, adalah dusta. Tampaknya, bahkan aku pun bukanlah sebuah gletser yang tidak bisa dilelehkan.

Pikiran Su Xi-er melayang-layang hingga akhirnya ia berbaring di ranjang, mencoba untuk tidak merenungi lebih jauh sewaktu ia memejamkan matanya.

***

Keesokan harinya, Su Xi-er bangun, berpakaian, dan pergi ke dapur untuk sarapan bersama semuanya. Setelah semuanya selesai makan, ia meninggalkan dapur dan kebetulan melihat Guru Agung Kong.

"Su Xi-er, pindahkan buku-buku Puisi Klasik ke tempat penyimpanan buku di sebelah kanan. Jangan gabungkan mereka bersama buku-buku tentang pemerintahan."

"Baiklah, aku akan memindahkan mereka sekarang juga." Su Xi-er mengangguk sebelum pergi ke tempat penyimpanan buku dimana 'Puisi Klasik' disimpan.

Walaupun ada juga pepatah-pepatah bijak dalam 'Puisi Klasik', sebagian besar, mereka tentang drama dan hubungan antara pria dan wanita. Tidak baik menyimpan mereka bersama dengan buku-buku tentang memerintah kerajaan.

Buku-buku Puisi Klasik menempati dua rak penuh. Ketika Su Xi-er menurunkan mereka semua dari rak dan mulai menghitung mereka, ia jadi bingung. Kenapa ada satu yang hilang?

Aku baru memindahkan buku-buku ini ke dalam penyimpanan buku kemarin. Baru satu malam, dan tidak ada yang datang kemari semenjak itu. Satu-satunya buku yang dibawa pergi adalah buku salinan Aksara Lan, dibawa oleh Pangeran Kekaisaran Ketiga; kenapa ada satu buku yang menghilang secara acak?

Su Xi-er mulai memeriksa buku-buku itu satu per satu sesuai dengan nama yang terdaftar. Akhirnya, ia menyadari bahwa yang menghilang adalah buku yang tertulis dengan pertunangan Pei Qian Hao dan Xie Liu Li.

Seseorang pasti mengambilnya secara diam-diam! Siapa yang akan mengambil buku Puisi Klasik itu secara kebetulan?

Pei Qian Hao di sini kemarin, dan sekarang buku Puisi Klasik itu menghilang. Apakah ia yang mengambilnya? Tetapi kenapa ia mengambilnya? Mungkin benar-benar ada pertunangan, dan sekarang ia merasa bersalah?

Su Xi-er bahkan tidak menyadari bahwa ketidaknyamanan yang dirasakannya sekarang bukanlah rasa sakit, melainkan kecemburuan.

(T/N : akhirnya neng Xi-er ngerasain cemburu juga, terharu saya :")

Ia benar-benar mengambil buku Puisi Klasik itu untuk disembunyikan! Pertunangannya dengan Xie Liu Li pastinya benar, dan sekarang ia mencoba untuk menyembunyikannya dariku!

Akan tetapi, percikan kecemburuan itu padam dengan sangat cepat sampai-sampai Su Xi-er bahkan gagal untuk menyadarinya.

Saat ini, Chao Mu berjalan dengan ekspresi sedih. "Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Ibu Suri hari ini; ia memerintahkan para pengawal untuk membawa semua Bunga Ungu Harum keluar dari Taman Kekaisaran. Bunga-bunga indah itu ditransplantasikan di sana karena perintah Pangeran Hao, tetapi sekarang mereka akan segera menghilang dari Taman Kekaisaran."

0 comments:

Posting Komentar