Selasa, 28 April 2026

CTF - Chapter 328

Consort of A Thousand Faces

Chapter 328 : Ia Mencintaimu


"Pangeran Hao, apa yang Anda katakan masuk akal. Selain itu, bahkan, kalau Anda saja tidak mengetahui soal pertunangan itu, pastinya hanyalah sebuah kisah khayalan." Su Xi-er mencoba untuk melangkah menjauhi Pei Qian Hao selagi ia berbicara.

Akan tetapi, orang itu memeganginya erat-erat. "Kau tidak boleh memercayai apa yang dikatakan orang lain; kau hanya boleh memercayai Pangeran ini. Apa kau mengerti?" Ia bertanya pada Su Xi-er. Orang bilang kalau wanita cenderung memercayai semua hal yang diberitahukan pada mereka, dan biarpun aku tidak percaya kalau Su Xi-er seperti itu, aku lebih suka selamat daripada menyesal.

Su Xi-er mengangguk. "Aku hanya akan mendengarkan Anda, Pangeran Hao." Ia tidak akan melepaskanku jika aku tidak menyetujuinya. Su Xi-er tahu bahwa ia harus bertindak sesuai dengan situasi, sehingga ia tersenyum dan mengangguk.

Pei Qian Hao melepaskannya hanya setelah ia setuju. "Ada urusan di barak tentara yang membutuhkan perhatian Pangeran ini, jadi aku akan pergi selama beberapa hari ke depan. Hati-hatilah dengan semuanya, dan cari Yu Chi Mo jika terjadi sesuatu."

Su Xi-er membungkuk hormat. "Terima kasih banyak, Pangeran Hao."

Sementara ia masih di pertengahan membungkuk dan menghadap ke lantai, ia merasakan ketukan ringan di kepalanya. Kemudian, Pei Qian Hao berjalan keluar dari ruangan dengan tampang cemberut di wajahnya, tidak mengucapkan sepatah kata pun lagi.

Su Xi-er mengangkat kepalanya dan mengusap-usap dimana ia dipukul. Sulit untuk menerka apa yang sedang dipikirkan Pangeran Hao. Ia tidak suka saat aku berterima kasih padanya, jadi haruskah aku tidak usah mengucapkan apa-apa di masa depan? Tetapi, kalau aku tidak berterima kasih padanya, bukankah itu akan terlihat seolah ia wajib untuk melakukan sesuatu untukku? Ia juga bukan keluargaku.

Setelah pemikirannya sampai di titik ini, jantung Su Xi-er berdetak sakit. Keluargaku ....

***

Setelah Pei Qian Hao meninggalkan kamar, ia membuka pintu ke penyimpanan buku dan melihat-lihat sekitar. 'Puisi Klasik' biasanya disimpan di suatu tempat di bagian kiri tempat penyimpanan.

Tak lama setelahnya, ia menemukan buku yang dicarinya, dan mulai membolak-balikkannya hingga ia menemukan halaman yang ujungnya terlipat dengan kata-kata yang tertulis di atas mereka.

Pei Qian Hao segera memasukkan buku Puisi Klasik itu ke dalam lengan jubahnya dan berjalan keluar dari ruang penyimpanan buku, keluar dari Perpustakaan Kekaisaran.

Tepat ketika ia hampir keluar dari Perpustakaan Kekaisaran, ia mendengar suara gemerisik pelan di dekat jalur istana. Alisnya mengerut sementara dengan kasar ia memanggil. "Keluar!"

Lingkungan sekitar jadi hening, tetapi tidak ada yang menunjukkan diri mereka.

Pei Qian Hao agak memiringkan kepalanya, tatapan dingin dalam matanya. "Apa kau memerlukan Pangeran ini untuk mengundangmu?"

Suaranya rendah tetapi menggema, dan tak lama, satu wanita yang langsing dan ramping pun muncul di jalur istana. Ia membungkuk kepada Pei Qian Hao. "Hamba memberi hormat pada Pangeran Hao."

Wanita itu adalah Tan Ge. Ia hanya pernah melihat Pei Qian Hao satu kali di Kediaman Pei.

Walaupun aku tidak pernah bisa melupakan wajahnya, mana mungkin Pangeran Hao mengenali seseorang sepertiku? Bahwa ada seorang wanita bernama Tan Ge yang tinggal di Istana Kecantikan selama tiga tahun penuh? Selama bertahun-tahun itu, aku berada di Istana Kecantikan, dapat dikatakan bahwa ia bahkan tidak pernah sekali pun melihatku.

"Seorang dayang istana dari Perpustakaan Kekaisaran?" Mata Pei Qian Hao sedikit menyipit, suaranya bahkan jadi lebih dalam.

Tan Ge mengangguk. "Nama hamba adalah Tan Ge."

Pei Qian Hao sudah pasti tidak ingat nama ini, tetapi ia mengetahui tentang Kediaman Tan. Lebih dari dua tahun yang lalu, aku mengambil seorang putri dari Kediaman Tan ke dalam Istana Kecantikan. Apakah dayang istana ini adalah wanita yang sama?

Istana Kecantikan sudah dibubarkan, tetapi kini ia bertugas sebagai seorang dayang istana di Perpustakaan Kekaisaran?

Suara Pei Qian Hao dingin. "Dengan seberapa banyak merosotnya, Kediaman Tan tidak punya kekuasaan untuk membiarkanmu masuk istana kekaisaran, apalagi merekomendasikanmu pada sebuah jabatan di Perpustakaan Kekaisaran. Siapa yang melakukannya?"

"Commandery Prince Xie." Tan Ge tidak berani berbohong.

Pei Qian Hao mencibir, kilat halus melintas di matanya. Aku tidak menyangka bahwa Xie Yun akan terlibat dalam ini. Ia benar-benar mencampuri urusan yang tidak semestinya ia campuri. Apakah ia berencana untuk bergerak pada Su Xi-er?

"Pangeran ini tidak peduli tentang hubunganmu dengan Commandery Prince Xie, tetapi jika kau berencana untuk menargetkan Su Xi-er dengan mendekatinya, Pangeran ini tidak peduli walau kau berasal dari Kediaman Tan. Apakah itu jelas?"

Tan Ge terkejut oleh aura dingin dan kata-kata berbahayanya. Jantung berdebar kencang dalam dadanya sebelum ia mengangguk. "Hamba tidak akan melakukan apa-apa terhadap Su Xi-er. Mohon jangan khawatir, Pangeran Hao."

"Beritahukan Commandery Prince Xie bahwa tidak semestinya ia melibatkan wanita dalam sesuatu di antara para pria." Pei Qian Hao meninggalkan kalimat terakhir ini sebelum berbalik pergi. Tan Ge hanya bisa menyaksikan sosok jangkungnya selagi pria itu pergi, auranya yang menawan nyaris seperti sebuah lingkaran cahaya selagi ia menghilang di bawah sinar rembulan.

Meskipun Pei Qian Hao sudah meninggalkan Perpustakaan Kekaisaran, Tan Ge masih mengakar di tempat. Semua orang mengatakan bahwa Pangeran Hao dingin, tak berperasaan, dan orang kejam yang hanya mengumpulkan wanita-wanita cantik, tetapi apa yang tidak mereka ketahui adalah bahwa, pria semacam itu adalah yang paling setia pada orang yang dicintainya. Sekalinya ia benar-benar jatuh cinta, hatinya akan menjadi milik mereka seumur hidup.

Orang yang menggerakkan hatinya adalah Su Xi-er, dan ia akan mempertahankannya dekat di hatinya seumur hidup. Seorang pria kuat sepertinya sudah pasti akan mengurusi kecemasannya, dan menghadang semua ancaman dari luar.

Pada akhirnya, Tan Ge menengadahkan kepala dan memandang bulan sabit yang menggantung di langit malam. Aku menghabiskan begitu banyak waktu, mempelajari apa yang disukainya bahkan sebelum aku mengetahui wajahnya; kesukaannya, ketidaksukaannya, dan temperamennya ... aku berusaha untuk menghafal mereka semua. Namun kini ... semuanya terasa seperti lelucon yang kejam. Faktanya, seluruh keberadaanku adalah sebuah lelucon.

Tan Ge bergumam sendiri. "Aku tidak benar-benar menyukai Pangeran Hao, tetapi aku tidak mau memikirkan bahwa waktu yang kuhabiskan itu sia-sia. Bahkan sekarang, aku bertanya pada diri sendiri, mengapa aku tinggal di sini, di Perpustakaan Kekaisaran. Apakah demi Kediaman Tan? Tetapi, apakah bahkan masih ada harapan tersisa untuk Kediaman Tan?"

Tan Ge menggelengkan kepalanya dan berbalik, berjalan menuju ke kamarnya. Ketika ia setengah jalan ke sana, ia melihat kalau Su Xi-er keluar dari kamarnya sendiri.

"Tan Ge, kenapa kau masih terjaga saat sudah selarut ini?" Su Xi-er keluar karena ia tidak bisa tidur; ia tidak mengira kalau ia akan bertemu Tan Ge.

"Ini adalah hari pertamaku tinggal di istana, aku hanya keluar untuk cari angin, karena aku tidak terbiasa dengan perasaan berada di dalam kamarku." Tan Ge menjawab sembari tersenyum.

Ketika ia berjalan di sebelah Su Xi-er, Tan Ge mempertanyakan, "Aku melihat Pangeran Hao. Apakah ia kemari untuk menemuimu?"

Sebelum Su Xi-er dapat menjawab, Tan Ge meneruskan, "Aku berada di Istana Kecantikan selama hampir tiga tahun."

Su Xi-er menunjukkan tatapan menyelidik di matanya. Aku tidak tahu itu tentangnya. Sulit dipercaya bahwa ia dikirimkan kembali ke Perpustakaan Kekaisaran oleh Xie Yun setelah diusir dari Istana Kecantikan.

"Walaupun Pangeran Hao mendirikan Istana Kecantikan, ia tidak pernah sekali pun mengunjungi aula wanita mana pun. Istana Kecantikan hanya sebuah penampilan luar saja. Su Xi-er, memiliki seorang pria seperti Pangeran Hao yang mencintaimu adalah sesuatu yang membuatku iri padamu, tetapi aku juga mengagumimu. Karena begitu berbakat, lembut, dan sopan, cukup untuk membuat pria mana pun tertarik padamu." Tan Ge berujar perlahan dengan tatapan yang tenang.

"Tan Ge, karena kau tidak suka hidup seperti ini, kenapa kau tidak mencari sebuah kesempatan untuk pergi?"

"Kalau aku bisa melarikan diri, maka aku tidak akan ada di sini sekarang. Itu karena ada beberapa hal yang harus kuhadapi yang tidak bisa tidak kulakukan." Tan Ge mendesah.

Su Xi-er mengangkat tangan dan menepuk bahunya. "Entah itu menghimpun keberanianmu dan melarikan diri, atau menjadi optimis dan tetap di dalam istana."

Saat ia mendengar kata-kata Su Xi-er, Tan Ge kaget. Logika yang sederhana sekali; hanya ada dua jalan di depanku.

"Su Xi-er, tipe yang manakah dirimu?"

"Aku berbeda darimu. Aku masuk istana sebagai seorang dayang istana di usia muda, dan telah menghabiskan seluruh hidupku di sini. Aku tidak punya pengalaman tinggal di luar sana, jadi aku hanya bisa dengan optimis tetap berada di sini." Suara Su Xi-er lambat dan lembut, tersenyum dengan matanya.

"Ada sesuatu yang bisa kau bandingkan. Sebelumnya, tidak ada orang yang mendukungmu, tetapi kini kau memiliki Pangeran Hao. Bagaimanapun juga, aku harus pergi beristirahat karena sudah larut. Aku masih harus membersihkan jalur istana lagi besok pagi." Tan Ge tersenyum dan berjalan menuju ke kamarnya.

Selagi Su Xi-er memerhatikan sosok Tan Ge yang pergi, kilatan melintas di matanya. Hanya aku yang mengetahui bahwa hidupku sebenarnya jauh lebih rumit daripada hidup Tan Ge.

0 comments:

Posting Komentar