Selasa, 28 April 2026

CTF - Chapter 324

Consort of A Thousand Faces

Chapter 324 : Muncul Orang yang Tak Terduga


Su Xi-er menyusun buku-buku itu sesuai dengan genre-nya; setelah sekitar satu jam, setiap buku di rak tergeletak menjadi tiga tumpukan terpisah di lantai. Kemudian, Su Xi-er menggunakan saputangan basah untuk membersihkan rak-rak buku kosong sebelum kemudian mengeringkan mereka dengan kain kering lainnya.

Setelah ia selesai membersihkan, lalu Su Xi-er mulai meletakkan buku-buku itu kembali ke tempatnya, mengatur buku yang lebih umum digunakan di rak bawah dan tengah. Sementara untuk buku-buku yang jarang dibaca seperti buku seni perang, mereka diletakkan di atas rak. Aku tahu bahwa biasanya, hanya Kaisar atau mereka yang berkekuatan militer yang akan mempelajari seni perang. Faktanya, buku-buku yang mereka baca tidak akan disimpan di tempat seperti ini. Buku-buku semacam itu langka, dan akan tersembunyi di sebuah lokasi yang hanya diketahui oleh beberapa orang terpilih, sehingga mereka tidak akan ditemukan di Perpustakaan Kekaisaran.

Agar mencapai rak paling tinggi, Su Xi-er terpaksa menggunakan sebuah bangku kayu, dan akan naik-turun bangku itu kapan saja ia mengambil set buku berikutnya. Ketika akhirnya ia turun ke set terakhir buku tersebut, ia tergelincir dan kehilangan pijakan pada bangku itu.

Tetapi, sebelum ia jatuh ke tanah, ia merasakan tangan yang dingin menopangnya dari punggungnya yang kecil.

Tak lama setelahnya, satu suara memasuki telinganya. "Lain kali, hati-hati."

Su Xi-er langsung berbalik dan mundur beberapa langkah ke belakang sebelum membungkuk. "Hamba memberikan hormat pada Pangeran Kekaisaran Ketiga."

Apa yang Pangeran Kekaisaran Ketiga lakukan di Perpustakaan Kekaisaran? Apakah ia hanya kemari untuk membaca buku?

Tatapan Situ Li bergerak melintasi rak-rak buku di kedua sisi. "Tidak buruk; dibersihkan dengan baik."

"Pangeran Kekaisaran Ketiga, Anda memberikan hamba terlalu banyak pujian. Ini berada dalam lingkup pekerjaanku."

Situ Li menatap Su Xi-er. "Seorang dayang istana dari Istana Samping yang kini merupakan seorang court lady dari Perpustakaan Kekaisaran. Kau punya pangkat sekarang, dan statusmu lebih tinggi daripada dayang-dayang istana biasa."

"Pangeran Kekaisaran Ketiga, buku jenis apa yang suka Anda baca? Hamba akan mencarikannya untuk Anda." Su Xi-er langsung mengubah percakapan itu dan mendongakkan kepalanya untuk menanyai Situ Li.

Situ Li melambaikan tangannya. "Pangeran Kekaisaran ini kemari bukan untuk membaca buku; aku kemari untuk melihatmu."

Su Xi-er terdiam sejenak. Aku tidak bisa benar-benar hanya bertanya padanya, "Apanya yang bisa dilihat?" setelah ia memberitahukanku tujuannya dengan sangat terus terang, bukan?

"Kau diawasi oleh begitu banyak orang, bukan hanya kau tidak terluka, kau bahkan sangat rileks. Pangeran Kekaisaran ini penasaran, bagaimana kau kembali dari mara bahaya dengan selamat?"

Su Xi-er menjawab, "Hamba tidak bisa lolos dengan selamat dari bahaya setiap saat. Tetapi, Pangeran Kekaisaran Ketiga, mohon izinkan hamba untuk mengajukan satu pertanyaan pada Anda. Apakah Anda sungguh tidak mengenal pria berbaju hitam yang mencoba untuk membunuh hamba di istana peristirahatan mendiang Permaisuri?"

"Pangeran Kekaisaran ini memberitahukan padamu sebelumnya, aku tidak kenal orang itu. Apa, kau tidak percaya padaku?"

Su Xi-er mengangguk. "Hamba benar-benar tidak memercayainya. Hamba merasa kalau pria berbaju hitam itu mengenal Anda, Pangeran Kekaisaran Ketiga."

"Kau gadis yang lucu. Ada banyak orang yang mengenali Pangeran Kekaisaran ini. Apakah Pangeran Kekaisaran ini harus mengenali mereka juga?" tanya Situ Li, kemudian berjalan menuju ke rak buku untuk melihat buku-buku baru yang baru sampai.

Su Xi-er tidak mengatakan apa-apa, hanya membungkuk untuk mengambil bagian terakhir dari buku-buku tersebut. Ketika ia melakukannya, sebuah buku kecil berwarna biru menyelinap keluar dari antara halaman salah satu buku yang besar.

Hm? Aku tidak melihat itu ketika aku sedang menata buku-buku itu sebelumnya; Buku ini tidak ada dalam catatan.

Tepat ketika Su Xi-er baru saja akan membungkuk untuk memungutnya, sebaliknya, satu tangan besar terulur dari sampingnya dan melakukannya.

Situ Li tertawa saat ia melihat sampul buku kecil itu sebelum menyerahkannya pada Su Xi-er. "Sebuah buku salinan."

Su Xi-er mengambilnya dan menatap sampulnya. Ia tertegun sejenak. Sebuah buku salinan Aksara Lan. Apakah bandar taruhan Nan Zhao mulai membuat mereka secara diam-diam? Tetapi, kalau memang demikian kasusnya, ini tidak akan menyebar ke Bei Min karena prajurit di perbatasan akan memeriksa semua barang yang lewat. Kalau itu kasusnya, itu berarti bahwa buku ini dicetak sepenuhnya secara terbuka!

Napas Su Xi-er tercekat sesaat. Apakah Lian Chen bertarung untuk lebih banyak kekuasaan lagi?

Ia tidak tahu bahwa penyebabnya bukanlah Ning Lian Chen merebut lebih banyak kekuasaan, tetapi karena ia telah menggunakan pengaruh yang dimilikinya untuk mengimplementasikan ulang kebijakan baru Ning Ru Lan yang sebelumnya ditiadakan oleh Yun Ruo Feng. Dengan itu, buku salinan Aksara Lan dapat dicetak lagi.

"Kau tahu Aksara Lan?" Situ Li melihat kalau ekspresinya aneh dan bertanya.

Su Xi-er mengangguk. "Hamba masuk Perpustakaan Kekaisaran dan Guru Agung Kong ...."

Sebelum ia dapat menyelesaikan kalimatnya, pintu ruangan itu terbuka. Guru Agung Kong muncul dengan jubah pejabat birunya dan membungkuk ke arah Pangeran Kekaisaran Ketiga. "Pangeran Kekaisaran Ketiga, pejabat rendahan ini baru saja mendengar dari asisten pria kalau Anda sudah tiba. Buku apa yang sedang Anda cari?"

Situ Li mengangkat tangannya dan memberi sinyal agar Guru Agung Kong bangkit sebelum mengambil buku salinan Aksara Lan dari tangan Su Xi-er. "Pangeran Kekaisaran ini mendengar bahwa ada sebuah buku salinan Aksara Lan dalam buku-buku yang baru tiba, jadi aku datang untuk mengambilnya."

Ia punya alasan yang lumayan mudah, tetapi siapa yang akan menebak kalau niat aslinya adalah untuk datang kemari, secara spesifik untuk mengamatiku? Ia hanya ingin melihat bagaimana aku dapat bertahan dengan baik di istana kekaisaran.

Ketika Guru Agung Kong mendengar Situ Li membicarakan soal Aksara Lan, tatapannya segera tertuju pada Su Xi-er. "Pangeran Kekaisaran Ketiga, jika Anda kemari untuk sebuah buku salinan Aksara Lan, mengapa tidak menyuruh Su Xi-er untuk menuliskan satu halaman untuk Anda dalam Aksara Lan?"

Suara Situ Li meninggi sementara ia menatap Su Xi-er. "Apakah kau berniat untuk mengatakan bahwa ia tahu bagaimana cara untuk menuliskannya?"

Situ Li mengetahui betapa sulitnya untuk menulis dalam Aksara Lan. Hanya Aksara Lan yang memadukan kelembutan dan kekuatan dalam paket yang sama. Akan tetapi, dengan sifat misoginis dari keempat kerajaan besar, akan sulit bagi gaya semacam itu, yang diciptakan oleh seorang wanita, untuk mendapatkan popularitas. Hanya mereka yang tidak menganggap bias semacam itu yang akan berusaha serius untuk mempelajari gaya sesulit ini.

Guru Agung Kong mengangguk dengan persetujuan di wajahnya. "Ia menirunya dengan sangat baik, saking baiknya sampai-sampai pejabat rendahan ini berani mengatakan bahwa tidak ada orang lain di Bei Min yang dapat menuliskannya lebih baik."

"Pangeran Kekaisaran Ketiga ini belum pernah mendengarmu sangat memuji seseorang, Guru Agung Kong. Bahkan sebagai guru yang Pangeran Kekaisaran ini hormati, kau tidak pernah mengatakan sesuatu seperti itu tentang diriku." Situ Li tiba-tiba bersenda gurau sembari tersenyum.

Guru Agung Kong langsung menjawab, "Pangeran Kekaisaran Ketiga, Anda pasti sedang bercanda."

"Karena Su Xi-er bisa menulis dalam Aksara Lan, dan Pangeran Kekaisaran ini secara kebetulan tertarik, aku akan meminjam gadis ini selama beberapa hari. Pangeran Kekaisaran ini akan tinggal di istana selama beberapa hari."

Guru Agung Kong dalam keadaan terjepit. Su Xi-er direkomendasikan oleh Pangeran Hao. Haruskah aku melaporkannya pada Pangeran Hao dan memberitahukan padanya bahwa Pangeran Kekaisaran Ketiga ingin belajar Aksara Lan dari Su Xi-er?

Su Xi-er membungkuk untuk memberi salam dan secara tak langsung menolaknya. "Pangeran Kekaisaran Ketiga, Anda cukup pintar untuk menirunya hanya dengan melalui buku salinan. Selain itu, tidak akan baik bagi kita berdua apabila ini ketahuan, bahwa hamba berada di sisi Anda selama Anda belajar."

Guru Agung Kong menghembuskan napas lega. Su Xi-er benar, ia tidak bisa pergi ke istana peristirahatan Pangeran Kekaisaran Ketiga.

"Kau benar, Pangeran Kekaisaran ini tidak memikirkannya dengan pantas."

Tepat ketika Guru Agung Kong berpikir bahwa Situ Li telah menyerah, orang itu mengejutkan dirinya dengan melanjutkan. "Siapa saja boleh datang ke Perpustakaan Kekaisaran, sehingga jika ada sesuatu yang tidak dipahami oleh Pangeran Kekaisaran ini, aku bisa datang ke Perpustakaan Kekaisaran dan menanyai Su Xi-er, kan?"

Aku tidak akan memintamu untuk meninggalkan Perpustakaan Kekaisaran. Pangeran ini akan mendatangimu. Sulit bagi Su Xi-er untuk menolaknya setelah ia sampai sejauh ini.

Dengan demikian, ia hanya bisa mengangguk. "Pangeran Kekaisaran Ketiga, apabila Anda tidak membenci hamba, Anda bisa datang."

"Bagaimana mungkin Pangeran Kekaisaran ini membenci seseorang yang telah kau setujui, Guru Agung Kong?" kata Situ Li lembut. Kemudian, ia mengambil buku salinan Aksara Lan itu dan berjalan keluar dari Perpustakaan Kekaisaran.

Guru Agung Kong selalu menghargai orang-orang berbakat, dan takut kalau sesuatu akan terjadi pada Su Xi-er; karenanya, ia mengingatkannya, "Pangeran Hao telah merekomendasikanmu kepadaku. Di dalam istana kekaisaran, tidak peduli siapa yang mengulurkan tangan mereka kepadamu, kau harus ingat, di pihak mana kau berdiri."

"Guru Agung Kong, terima kasih banyak atas pengingat Anda. Hamba akan mengingatnya."

0 comments:

Posting Komentar