Consort of A Thousand Faces
Chapter 323 : Sangat Terkejut
"Tan Ge, ada apa?" Chao Mu menariknya dan bertanya.
"Bagaimana kau tahu kalau aku adalah Tan Ge dan bukannya Su Xi-er?
Bagaimanapun juga, kau belum pernah bertemu dengan kami berdua
sebelumnya."
Chao Mu terkikik setelah mendengar itu. "Guru Agung Kong menunjukmu
ketika ia menyuruhku untuk membawamu ke Departemen Rumah Tangga Kekaisaran.
Omong-omong, apa ada masalah? Kau tidak terlihat senang."
Tan Ge menggelengkan kepalanya. "Tidak, senang bertemu denganmu,
Chao Mu." Aku iri pada orang yang naif, bebas-stres seperti
dirinya, tetapi aku ikut senang juga untuknya.
"Kalau begitu, aku akan membawamu ke sana. Perpustakaan Kekaisaran
tidak seketat istana lainnya. Yang terburuk, Guru Agung Kong hanya akan
menyuruhmu menulis kalimat." Chao Mu menatap Tan Ge sewaktu ia berbicara.
Di perjalanan menuju ke Departemen Rumah Tangga Kekaisaran, Chao Mu
terus mengoceh tanpa henti. Dulu, Perpustakaan Kekaisaran sangat sunyi,
tetapi aku senang sekali karena sekarang ada dua wanita lagi yang datang!
Tak lama setelah kabar bahwa Su Xi-er sudah menjadi seorang court
lady sebagai bagian dari Perpustakaan Kekaisaran, Kasim Zhang sendiri
yang menghapuskan namanya dari daftar dayang istana dari Istana Samping.
Kemudian, ia mendaftarkannya ke daftar pejabat wanita.
Seorang court lady dianggap sebagai pejabat wanita
berpangkat rendah di istana kekaisaran Bei Min, tetapi itu jauh lebih baik
ketimbang menjadi seorang dayang istana biasa. Setidaknya, mereka punya
pangkat.
Tak perlu dikatakan lagi, baik Ibu Suri
dan Kaisar pun mendengar soal itu.
***
Pei Ya Ran sedang duduk di aula utama Istana Kedamaian Penuh Kasih
ketika ia mendengar kabar itu, sembari meminum Sup Jamur Putih Polong Teratai,
yang mana setelahnya, ia kehilangan nafsu makan. Ia bertanya pada dayang di
sebelahnya. "Su Xi-er baik-baik saja di Istana Samping. Beritahu aku,
mengapa ia tiba-tiba saja pergi ke Perpustakaan Kekaisaran?"
Dayang istana itu gemetar ketakutan. "Hamba hanya mendengar bahwa
seorang kasim dari Perpustakaan Kekaisaran diperintahkan oleh Guru Agung Kong
agar membawa Su Xi-er ke sana. Nona Pertama dari Kediaman Tan juga pergi ke
Perpustakaan Kekaisaran, tetapi tampaknya Guru Agung Kong memilih Su Xi-er
setelah menguji keduanya."
Pei Ya Ran menurunkan mangkuk Sup Jamur Putih Polong Teratai. "Nona
Pertama dari Kediaman Tan ...." Ia
menggumam pelan. Putri sulung Keluarga Tan semestinya kembali ke
kediamannya setelah Istana Kecantikan dibubarkan. Siapa yang mengirimkannya
kembali ke istana?
Yang lebih mengejutkan adalah karena Su Xi-er menang melawannya selama
pengujian Guru Agung Kong. Bagi putri dari sebuah keluarga sastrawan, tidak
sanggup mengalahkan seorang dayang istana dari Istana Samping .... Tampaknya, Kediaman Tan tidak perlu ada lagi.
Saat ini, seorang pengawal dari Istana Kedamaian Penuh Kasih, yang
menyaksikan Kasim Zhang masuk ke aula utama, membungkuk dengan hormat.
"Ibu Suri, ada sesuatu yang ingin bawahan ini laporkan."
Pei Ya Ran melambaikan tangannya dan menginstruksikan dayang istana yang
ada di sebelahnya untuk pergi, mendorong orang itu untuk segera membungkuk dan
keluar.
Pengawal itu baru mulai berbicara setelah dayang istana itu pergi.
"Ibu Suri, dua jam sebelum Su Xi-er pergi ke Perpustakaan Kekaisaran, ia
pergi ke Departemen Rumah Tangga Kekaisaran dan tinggal di gudang bersama Kasim
Zhang untuk beberapa waktu yang lama. Akan tetapi, ketika ia keluar,
satu-satunya yang dibawanya adalah sejumlah kain kasar. Bawahan ini curiga
kalau mungkin terjadi sesuatu yang lain, kalau tidak, kenapa ia di dalam sana
begitu lama? Mengambil sejumlah kain, semestinya cukup cepat."
"Jika bukan karena Kasim Zhang di sana semalam, Ibu Suri ini pasti
sudah menangani Su Xi-er; mengapa aku harus menunggu hingga sekarang? Semakin
lama diulur, akan semakin banyak komplikasinya." Pei Ya Ran menggebrak
sandaran lengan kursinya. Kasim Zhang sudah berada di pihak Su Xi-er.
Tidak peduli perintah siapa yang diikutinya, aku tidak bisa mempertahankannya.
Pei Ya Ran bangkit berdiri dari kursi dan melambaikan tangannya.
"Mundur."
"Bawahan ini mematuhi perintah."
Setelah si pengawal pergi, Pei Ya Ran tetap berada di aula utama sejenak
sebelum berjalan ke halaman belakang dan masuk ke ruangan Lian Qiao. Lian Qiao
mendengar pintu kamarnya terbuka dan buru-buru membuka sebuah buku pengobatan,
berpura-pura membacanya. Aku masih belum memutuskan apakah aku akan
membantu Ibu Suri untuk membuat wewangian pekasih itu.
Saat Lian Qiao melihat bahwa itu adalah Ibu Suri, ia langsung
mengesampingkan buku pengobatan itu dan bangkit untuk memberikan hormatnya.
"Hamba ...."
Pei Ya Ran memotongnya sebelum ia bahkan bisa berbicara. "Tidak
perlu formalitas. Ibu Suri ini datang kemari untuk memintamu membuat sesuatu
selain wewangian pekasih itu. Aku juga ingin kau membuat racun; kau tahu
bagaimana cara membuatnya?"
Hawa
dingin mengalir menuruni punggung Lian Qiao. "Ibu Suri,
maksud Anda ...."
"Kau tahu bagaimana cara melakukannya?" Pei Ya Ran mengulangi
dengan tegas, matanya cerah. Racun dikendalikan dengan sangat ketat di
dalam Istana Kekaisaran, dan hanya Institut Tabib Kekaisaran saja yang dapat
menggunakannya untuk membunuh selir dari Harem Kekaisaran di bawah sebuah
perintah. Semenjak mustahil bagiku untuk mendapatkan racun dari sana, aku hanya
bisa menyuruh seseorang membuatkannya.
Lian Qiao langsung berlutut. "Ibu Suri, hamba berasal dari keluarga
pengobatan Cina. Kami hanya menyelamatkan orang, dan tidak meracuni mereka. Hamba tidak tahu bagaimana caranya membuat racun ...."
"Bagaimana kalau Ibu Suri ini memberikanmu sebuah buku dengan
petunjuknya? Apakah kau bisa membuatnya?" Selama ada instruksinya,
tabib mana pun seharusnya dapat membuatkan racun biasa.
Lian Qiao mengatupkan bibirnya. Ayah selalu mengajariku bahwa,
obat digunakan untuk menyelamatkan orang, dan bukan untuk menyakiti orang lain.
Sudah cukup membuatku terjepit untuk membuat wewangian pekasih itu, tetapi
sekarang ia memintaku untuk membuat racun.
"Lian Qiao, tampaknya, bagi Ibu Suri ini, kau tidak bersedia."
Suara Pei Ya Ran tiba-tiba saja jadi lembut dan pelan. Ia bermain-main dengan
kuku-kukunya selagi ia berjalan menuju ke arah Lian Qiao.
"Angkat kepalamu dan biarkan Ibu Suri ini melihatmu."
Tubuh Lian Qiao gemetaran, dan matanya dipenuhi ketakutan sewaktu ia
mendongak.
"Ck,ck, kau lumayan cantik sekarang setelah Ibu Suri ini
melihat lebih dekat. Kau benar-benar bisa menjadi seorang wanita cantik hanya
dengan beberapa riasan. Itu mungkin sajaa, apabila Ibu
Suri ini senang, tetapi kalau aku tidak senang ...." Pei Ya Ran melarikan kuku-kuku panjangnya perlahan-lahan di
sepanjang wajah Lian Qiao. Tenaganya bahkan tidak cukup untuk meninggalkan
bekas merah, tetapi itu cukup untuk menakuti Lian Qiao sampai mau mati.
Lian Qiao tidak berani ragu-ragu lagi, tetapi suaranya masih bergetar
ketika ia membuka mulutnya. "Ibu Suri, apabila ada sebuah buku, hamba dapat
membuatnya. Namun, hamba berharap agar Ibu Suri akan melindungiku di masa
depan."
"Apa kau takut kalau kau akan ketahuan? Jika kau tidak bilang
apa-apa, maka tidak akan ada yang mengetahuinya. Kau bahkan mungkin akan jadi
He Ying berikutnya apabila kau melakukannya dengan baik."
Rencana menjadi kepala dayang Istana Kedamaian Penuh Kasih merupakan
godaan yang besar bagi Lian Qiao. Sebagai dayang istana utama, bahkan
court lady berpangkat tinggi saja harus memanggilku 'Nona' untuk menunjukkan
rasa hormat mereka.
Dengan itu, akhirnya Lian Qiao pun memutuskan. "Hamba tidak akan
mengecewakan Ibu Suri."
Pei Ya Ran mengangguk. "Bagus. Ibu Suri ini ingin melihat dua obat
yang kuminta padamu dalam waktu tujuh hari. Buku dengan instruksi tentang
bagaimana cara membuat racun akan diantarkan malam ini."
Setelah itu, Pei Ya Ran berjalan keluar dari kamar; tetapi, sebelum ia
bisa sampai sangat jauh, ia berbicara lagi. "Wewangian pekasih itu tidak
akan digunakan pada Ibu Suri ini, jadi jangan ragu-ragu untuk membuatnya."
Kemudian, ia cepat-cepat pergi, tetapi kata-katanya membuat kaki Lian
Qiao gemetaran.
Lian Qiao mengepalkan tinjunya dengan erat. Apabila Ibu Suri
tidak berniat untuk menggunakan wewangian pekasih itu dengan Pangeran Hao,
maka, kepada siapa ia berencana untuk menggunakannya? Sudah pasti ia tidak akan
membiarkan wanita lain dan Pangeran Hao untuk ....
Tiba-tiba saja, Lian Qiao paham. Ia akan membuat wanita lain
memakainya, tetapi prianya bukan Pangeran Hao. Itu akan jadi pria lain, seperti
seorang pengawal!
Bukankah ini berarti bahwa Ibu Suri sedang menargetkan Su Xi-er lagi?
Kalau begitu kasusnya, mengapa ia memintaku untuk membuatkan wewangian pekasih
yang tidak merusak tubuh seorang pria?
Lian Qiao jadi semakin kebingungan selagi ia memikirkan tentang itu.
Pada akhirnya, ia menggelengkan kepalanya dan memutuskan bahwa ia akan membuat
kedua obat tersebut. Kalau tidak, Ibu Suri akan jadi orang pertama yang
mencabut nyawaku!
***
Sementara itu, Su Xi-er sangat tidak menyadari rencana Ibu Suri. Ia
sibuk menyusun buku-buku yang tiba dua hari yang lalu.
Ada buku puisi, buku yang dipenuhi dengan lukisan, buku yang
mendeskripsikan taktik perang, bahkan buku mengenai adat istiadat dari
kerajaan-kerajaan yang berbeda.
Saat Su Xi-er memeriksa buku-buku itu, ia menyadari kalau banyak dari
mereka yang bukan berasal dari Bei Min, tetapi sebenarnya berasal dari kerajaan
kecil di sekitar juga.
Perpustakaan Kekaisaran Nan Zhao pastinya tidak punya buku-buku dari
kerajaan yang lebih kecil. Ini mungkin adalah sebuah perbedaan kecil, tetapi
ini sudah cukup untuk mengetahui bahwa itu adalah salah satu alasan Bei Min
sangat kuat; mereka terus belajar dari orang-orang di sekitar mereka dan sangat
menerima ide-ide baru.

0 comments:
Posting Komentar