Selasa, 28 April 2026

CTF - Chapter 326

Consort of A Thousand Faces

Chapter 326 : Bertunangan


Su Xi-er berjalan menuju ke ruang pribadi di halaman belakang bersama dengan buntalan bajunya di tangan, tetapi tidak tahu yang mana yang merupakan kamarnya. Bagaimanapun juga, mereka semua tampak sama.

Tepat saat ia mulai kehilangan harapan dalam menemukan kamarnya sendiri, Tan Ge muncul di sebelahnya. "Kamarmu adalah yang paling kiri. Chao Mu bilang padaku bahwa sekarang ini ia sedang mencuci piring, jadi aku akan membawamu ke sana."

Su Xi-er mengangguk dan mengikuti Tan Ge.

Membuka pintu ke kamarnya, Su Xi-er menemukan bahwa interiornya solek, jelas sekali sudah dibersihkan sebelumnya. Itu bahkan lebih besar dari kamar yang ditinggalinya sementara berada di Istana Samping. Ia menyadari bahwa semua dayang istana di sini, di Perpustakaan Kekaisaran ini, bukan hanya punya kamar mereka masing-masing, tetapi perlakuan mereka juga jauh lebih baik.

"Kamarmu yang paling besar dan luas." Tan Ge berkomentar sewaktu ia mengamati interiornya.

Su Xi-er membuka lemari pakaian dan mulai membongkar baju-bajunya; ketika ia sampai di korset Cina merah, ia berbalik dan memberikan tatapan penuh harap pada Tan Ge.

Tan Ge paham. "Santai saja membereskannya. Aku akan menyapu jalur istana sebelum datang untuk membantumu mengeringkan buku-bukunya nanti." Kemudian, ia berbalik pergi.

Meskipun ia tidak banyak berinteraksi dengan Su Xi-er, Tan Ge merasa kalau orang itu adalah orang baik dalam hatinya. Karenanya, itu adalah alasan mengapa ia ragu-ragu untuk mengikuti rencana Commandery Prince Xie sementara ia jelas-jelas menargetkan Su Xi-er. Hanya saja, ia tidak mengetahui hingga batas mana Xie Yun akan melakukannya demi sukses.

Tetapi, biarpun jika aku dipaksa menjadi bidak catur, aku tidak akan melukai orang baik seperti Su Xi-er.

Tan Ge mendongak menatap langit. Aku sudah kehilangan kebebasanku, tetapi aku penasaran, bagaimana keadaan Cui-er. Apakah Ayah merasa kecewa karena aku tidak menjadi apa-apa selain seorang dayang istana yang menyapu jalan?

***

Di dalam kamar, Su Xi-er mengeluarkan korset Cina itu dan menaruhnya bersama baju-bajunya, diikuti dengan hiasan rambut hijau giok beruntai. Barangkali, tidak mudah bagi Dayang Senior Liu untuk mengungkit masalah soal hiasan ini sementara kami berada di halaman karena ia bisa mengetahui betapa berharganya itu.

Lima belas menit setelahnya, Su Xi-er selesai membongkar dan menutup pintu lemari pakaiannya.

Ia langsung pergi ke tempat penyimpanan buku, yang mana menyimpan banyak buku-buku yang lebih lama di Perpustakaan Kekaisaran. Karena sudah hampir musim dingin, ia hanya punya delapan jam sinar matahari yang tersisa untuk menyelesaikan tugas yang sudah diberikan Guru Agung Kong padanya.

Su Xi-er bekerja dengan cepat, menyusun semua buku di luar halaman di saat siang tiba untuk jumlah sinar matahari yang optimal.

Satu jam setelahnya, hampir semua buku sudah dibawa keluar dari ruang penyimpanan.

Su Xi-er sedang berdiri di atas sebuah bangku dan membersihkan sisa beberapa buku, tetapi karena ia sudah melakukannya hal itu terus-menerus, tangannya jadi pegal. Hasilnya adalah, beberapa buku jatuh ke tanah.

Sewaktu ia membungkuk untuk memungut mereka, ia menyadari bahwa ujung salah satu halaman dari salah satu bukunya terlipat.

Melirik sepintas lalu, ia melihat tulisan tangan yang halus dari seorang wanita, bersama dengan nama, 'Pei Qian Hao' dan 'Xie Liu Li'.

Xie Liu Li? Mungkinkah ia adalah adik perempuan Commandery Prince Xie—salah satu dari tiga wanita cantik Bei Min?

Su Xi-er memungut buku itu dan dengan hati-hati membalikkan halamannya. Selain dari dua nama itu, ia juga menyadari bahwa halaman-halaman yang terlipat itu memiliki sejumlah kata yang ditandai.

Merangkai kata-kata itu bersama-sama, ia membentuk satu kalimat, 'Pei Qian Hao dan Xie Liu Li bertunangan'.

Tanda tanya yang tak terhitung jumlahnya bermunculan dalam benak Su Xi-er. 'Bertunangan'? Bukankah Keluarga Pei dan Keluarga Xie adalah musuh bebuyutan? Mengapa mereka bertunangan bertahun-tahun yang lalu?

Kebetulan Chao Mu berjalan masuk selagi Su Xi-er mulai merenungi pertanyaan ini. "Su Xi-er, aku akan membantumu." Ia memungut beberapa buku yang terjatuh di lantai sebelum membawa mereka keluar.

Su Xi-er meluruskan lipatan di halaman itu dan dengan benar menutupi buku itu sebelum membawanya keluar, mengingat untuk mencatat nama buku itu, 'Puisi Klasik'.

Setelahnya, Shu Xian, Tan Ge, dan Xiao Yuan Zi, semuanya datang kemari untuk membantu. Dalam waktu kurang dari satu jam, semua bukunya sudah disusun dalam tumpukan di luar.

Chao Mu menepuk-nepukkan tangannya. "Aku menanam pohon jujube Cina di halaman belakang Perpustakaan Kekaisaran tahun lalu, dan sekarang akhirnya berbuah. Aku membuat manisan jujube, jadi biarkan aku membawakannya untuk dicicipi kalian semua."

Dengan itu, ia langsung pergi.

Su Xi-er teringat kala si juru masak wanita dari rumah pos Nan Zhao yang memberikannya sekantong jujube untuk dimakan dalam perjalanan kembali ke Bei Min. Tadinya, Pei Qian Hao tidak suka makan jujube, tetapi ia merebut cukup banyak dariku ketika ia melihatku menikmati mereka.

Segera, Chao Mu kembali bersama sekantong manisan jujube dan mempersembahkan mereka pada semua orang seolah mereka adalah harta. "Semuanya, ambil lebih banyak! Aku bahkan membuang bijinya sehingga kalian tidak perlu memuntahkannya ke tanah."

Xiao Yuan Zi tertawa terbahak-bahak. "Aku ingat ketika Chao Mu sedang makan ini di depan Guru Agung Kong, dan tidak lebih dulu mengeluarkan bijinya. Saat ia melihat kalau Chao Mu memuntahkan bijinya di tanah, ia menghukumnya untuk menyalin buku-buku di penyimpanan buku selama tiga hari!"

Chao Mu menggerutu jengkel. "Jangan mengungkit hal di masa lalu! Selain itu, kau juga makan banyak dariku. Setelah makan malam, datanglah tagihannya; kau harus membalas budi setelah menerima keuntungan dari seseorang."

Setelah disebut, Xiao Yuan Zi tak lagi mengatakan apa-apa, dan semuanya tertawa sementara mereka memakan manisan jujube tersebut. Chao Mu bahkan mengirimkan si juru masak beberapa manisannya.

Semuanya menghabiskan siang berjemur dalam sinar matahari, dan ketika Xiao Yuan Zi membawakan sebuah dipan panjang kemari dengan bantuan Shu Xian, itu hanya membuat mereka merasa ingin tidur siang.

Su Xi-er mengamati mereka. Dibandingkan dengan Istana Samping, kehidupan di Perpustakaan Kekaisaran tidak ada apa-apanya. Ia duduk di atas bangku sementara ia menyaksikan matahari yang berangsur tenggelam.

Sewaktu matahari perlahan-lahan meninggalkan pandangannya, Su Xi-er bangkit berdiri dari bangku dan membawa buku-buku itu masuk kembali ke tiga penyimpanan buku bersama semuanya.

Empat jam lainnya pun berlalu sebelum kelompok enam orang itu makan bersama di dapur. Selanjutnya mereka memanaskan air untuk membersihkan diri, akhirnya menandai berakhirnya hari.

***

Su Xi-er kembali ke kamarnya setelah membersihkan diri, tetapi ketika ia mulai melepaskan sepatu, pintunya mendadak terbuka.

Dengan hati-hati ia mengangkat kepalanya dan melihat Pei Qian Hao berjalan masuk dengan bergayanya, seolah-olah tempat ini adalah miliknya.

"Hamba memberi hormat pada Pangeran Hao." Su Xi-er membungkuk dengan hormat.

Pei Qian Hao menutup pintunya dan mengangkat tangannya agar ia bangkit. "Bagaimana kehidupan di Perpustakaan Kekaisaran?"

"Sangat santai."

"Dibandingkan dengan istana lainnya, memang santai, tanpa ada yang mengganggumu. Su Xi-er, Pangeran ini dengar bahwa kau bisa menulis dengan baik."

Nada bicaranya yang yakin, mengekspresikan bahwa ia sudah mengetahui tentang ujian itu, dan bahwa Commandery Prince Xie telah mengatur agar Tan Ge menjadi seorang dayang istana biasa yang bertugas menyapu di Perpustakaan Kekaisaran.

"Tidak ada yang bisa lolos dari mata Anda, Pangeran Hao. Hamba hanya meniru saja."

"Tiruan murni tidak akan membuatmu dapat menulis dalam Aksara Lan dengan sebaik itu."

Su Xi-er bertanya, "Pangeran Hao, Aksara Lan diciptakan oleh Putri Pertama Kekaisaran Nan Zhao yang terdahulu, tetapi dilarang oleh Pangeran Yun setelah kematiannya. Namun, hamba menemukan sebuah buku salinan baru ketika membersihkan Perpustakaan Kekaisaran hari ini. Ini ...."

"Saat Pangeran ini meninggalkan Nan Zhao, aku membuat sebuah kesepakatan dengan Kaisar Nan Zhao, supaya mahakarya florikultura, seni kerajinan, sekaligus seni sastra Nan Zhao, dikirimkan ke Bei Min. Buku salinan Aksara Lan yang baru ini ada di antara mereka."

Su Xi-er menjawab pelan, "Mmm." Jadi itu alasannya.

Pei Qian Hao meliriknya sebelum berjalan mendekat.

Su Xi-er menyadari kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan ekspresi di matanya, sehingga dengan gesit ia menghindar ke samping.

Akan tetapi, sebelum ia bisa cukup jauh, Pei Qian Hao mengulurkan tangan panjangnya dan menangkap pergelangan tangannya. Dengan satu putaran cepat, Su Xi-er berakhir dalam pelukannya, terhimpit dengan lemari pakaian.

Pei Qian Hao menatap Su Xi-er dengan tatapan mendalam. "Kau terlahir di daerah pedesaan yang miskin, kemudian masuk istana kekaisaran untuk menjadi seorang dayang istana di Istana Samping. Meskipun tidak menerima panduan dari seorang guru, kau masih bisa menulis dalam Aksara Lan sebegitu baiknya hanya dengan meniru. Su Xi-er, Pangeran ini menyadari kalau aku sudah meremehkanmu."

"Hamba tidak berani menerima pujian itu. Pangeran Hao, tolong ...."

Sebelum ia bisa menyelesaikannya, Pei Qian Hao bergerak mendekat, dengan kuat mengamankannya di pintu lemari pakaian.

0 comments:

Posting Komentar