Consort of A Thousand Faces
Chapter 336 : Surat Pangeran Yun
Pintu semua orang tertutup rapat, dan hanya ada beberapa orang yang
membuka jendela mereka untuk mengamati apa yang sedang terjadi di luar
sana. Apa yang terjadi? Ada banyak sekali orang yang diutus ke jalanan.
Sementara itu, orang yang dicari-cari oleh semua orang, saat ini sedang
berada di dalam rumah seorang warga sipil. Su Xi-er menatap si pengawal
kekaisaran dari Kediaman Pangeran Yun dalam diam, yang semuanya mengenakan
pakaian warga sipil selagi mereka mengepungnya.
"Pangeran Yun memberikan perintah agar membawamu pergi dari Bei Min
hari ini. Tolong maafkan kami jika kami telah menyinggungmu barusan ini."
(T/N : Pangeran halu beraksi, guys. Ckckck.)
Dengan kemampuan Su Xi-er, ia tidak akan pernah tertangkap dengan mudahnya
oleh mereka. Jika aku di sini, itu karena aku menginginkannya. Aku mau
tahu, permainan apa yang sedang dilakukan Yun Ruo Feng.
"Pangeran Yun mengirimkan kalian kemari, tetapi kalian begitu
percaya diri kalau aku akan kembali bersama kalian?" Nada bicara Su Xi-er
tidak ramah sementara dengan dingin ia memandangi para pengawal di sekitarnya.
Tiba-tiba saja, pintunya terbuka, dan Qin Ling berjalan masuk mengenakan
baju warga sipil yang sama seperti sisa pengawal lainnya.
Alis Su Xi-er mengerut. Seharusnya ia sudah diutus ke
perbatasan, tetapi kini ia berada di ibu kota Bei Min.
Qin Ling maju dan memberikan hormat sebelum mengeluarkan sepucuk surat
dari lengan bajunya. "Nona, ini adalah surat dari Pangeran Yun; silakan
dibaca." Ia menyerahkan surat itu pada Su Xi-er.
Su Xi-er mengambilnya dan mulai membaca; setelah beberapa waktu, Su
Xi-er terkekeh dan memegangnya erat-erat.
Lan-er, kebijakan baru telah diterapkan kembali. Pangeran ini sudah
secara tulus membantu Lian Chen. Aku berharap kau akan segera kembali ke sisi
Pangeran ini; mari ulang lagi dari awal.
Setelah menyakitiku, ia mencoba mendapatkanku kembali dengan beberapa
patah kata? Ia tidak mengetahui bahwa beberapa luka bersifat permanen.
"Komandan Qin, meski jika Pangeran Yun yang datang secara pribadi
kemari, aku tetap tidak akan kembali ke Nan Zhao." Su Xi-er memegangi
surat itu di atas sebatang lilin, membiarkannya dengan cepat berubah menjadi
abu.
"Nona, apa kau benar-benar begitu yakin akan keputusanmu?" Qin
Ling bertanya lagi, berupaya memancingnya.
Su Xi-er bangkit berdiri. "Komandan Qin, seharusnya kau berada di
perbatasan. Tetapi kau, sebagai Komandan Pasukan Tentara Kekaisaran Nan Zhao,
sekaligus tangan kanan Pangeran Yun, tiba-tiba berada di sini, di Bei Min. Apa
kau tidak takut kalau orang-orang akan mengetahui kau di sini dan berpikir
bahwa Nan Zhao ingin berperang dengan Bei Min?"
"Nona, bawahan ini harus mematuhi perintah Pangeran Yun. Karena kau
menolak untuk kembali, mohon maafkan aku." Dengan kilasan tubuhnya, Qin
Ling menyebarkan bubuk obat yang disembunyikannya di dalam lengan bajunya ke
tubuh Su Xi-er.
Itu adalah bubuk obat yang akan membuatku pingsan. Su Xi-er segera menahan napasnya, tetapi ia sudah menghirup sejumlah bubuk
tersebut. Seluruh tubuhnya mulai merasa lemah, tetapi matanya masih menatap
tajam kepada calon penculiknya. "Komandan Qin, aku pikir kau adalah orang
yang jujur, tetapi kau sudah mulai menjadi hina juga. Sederhananya, kau terlalu
loyal. Untuk mengatakannya secara tidak menyenangkan, kau membantu
kejahatan."
"Nona, tolong maafkan aku. Sebagai seorang pejabat, aku harus
melayani tuanku seumur hidup." Qin Ling maju dengan seutas tali tebal di
tangannya sementara ia berbicara, bersiap-siap untuk mengikat Su Xi-er.
Dengan sisa kesadarannya yang terakhir, Su Xi-er melihat ke pintu dan
berusaha memikirkan jalan keluar.
Tiba-tiba saja .... Brak! Pintunya
dibuka secara paksa oleh seseorang dari luar sana.
Sekelompok pria yang memegang pentungan langsung menerobos masuk ke
dalam ruangan tersebut bersama seorang wanita paruh baya yang berpakaian dengan
gaya menggoda di belakang mereka. Ia melambaikan saputangan di tangannya dan
menunjuk ke arah Su Xi-er. "Itu adalah gadis yang telah kupilih hari ini.
Tidak ada seorang pun dari kalian yang boleh membawanya pergi!"
Qin Lin memandangi wanita itu. Ia jelas-jelas tampak seperti
seorang germo. Ia langsung melambaikan tangan ke bawahannya agar mengurusnya, menyebabkan pecahnya perkelahian.
Wanita itu tersenyum dan menggunakan kesempatan ini untuk mendekati Su
Xi-er. Menyadarinya, Qin Ling dengan cepat menghadang jalannya.
Su Xi-er mengambil kesempatan dan melarikan diri melalui pintu. Para
pengawal teralihkan oleh orang-orang yang dibawa wanita tersebut, dan Qin Ling
sendiri sibuk mengatasi si wanita. "Dadamu kokoh sekali. Bagaimana kalau
kau datang berkunjung ke tempatku? Gadis-gadis di tempatku sangat cantik;
bahkan ada beberapa yang masih belum pernah melayani tamu."
Alis Qin Ling tertaut, mendorong wanita itu darinya sementara ia
bergegas keluar dari pintu. Ia tidak bisa pergi jauh setelah dibius.
Su Xi-er sendiri sekarang ini sedang bersembunyi di sebuah gang berbeda,
bersandar di tembok sementara ia mencoba memeriksa setiap gerakan. Melalui
pengelihatannya yang memburam, ia melihat satu bayangan tinggi di
tanah. Itu Qin Ling, ia sudah keluar untuk mencariku.
Su Xi-er berbalik dan mulai berlari, angin malam yang dingin membantunya
mempertahankan pikiran yang lebih jernih.
Saat Su Xi-er mencapai di ujung gang, ia mendengar beberapa langkah kaki
dari belakangnya. Bersembunyi di belakang sebuah patung singa, ia tiba-tiba
saja merasakan seseorang menepuk pundaknya. Berputar, ia melihat ... Mei Jin
Xiu.
Mei Jin Xiu menyadari Qin Ling di depan mereka dan segera mendesak
pelan, "Ikutlah bersamaku, aku tinggal di rumah di sini." Katanya,
selagi dengan cepat ia membuka pintu ke rumahnya.
Su Xi-er mengangguk dan mengikutinya masuk; cepat-cepat menutup pintu di
belakangnya.
Saat Qin Ling sampai di gang, ia dibingungkan karena tidak adanya
orang. Aku jelas-jelas melihat Su Xi-er berjalan ke arah sini. Kalau
aku tidak bisa membawa Su Xi-er kembali, aku tidak bisa kembali ke Nan Zhao.
Aku harus bersembunyi di dalam ibu kota Bei Min dan menantikan perintah
Pangeran Yun selanjutnya.
***
Di dalam ruangan, dengan cepat Su Xi-er jadi pusing tanpa ada apa pun yang menstimulasi indranya. Menyadari keadaannya yang tidak biasa,
Mei Jin Xiu mengeluarkan beberapa jarum perak dan mulai menusukkannya ke titik
akupuntur Su Xi-er, agak meredakan gejalanya.
Mei Jin Xiu mengangkat pergelangan tangannya dan mulai memeriksa
nadinya. "Ini adalah obat bius yang lumayan kuat. Aku tidak percaya, kau
tetap sadar sampai sekarang. Hanya tidur yang akan membuatmu pulih sepenuhnya;
yang bisa kulakukan adalah memberikanmu beberapa herbal untuk mengurangi
efeknya supaya kau tidak perlu istirahat selama itu."
Su Xi-er bertanya, "Kenapa kau di sini, di Bei Min?"
"Keluarga Mei sudah diambil alih oleh orang lain, dan aku tidak
punya lagi orang untuk diandalkan. Karenanya, aku datang ke Bei Min, mengobati
orang sepanjang perjalanan. Ketika aku telah membangun pengaruh yang cukup
besar, aku akan kembali untuk merebut Keluarga Mei dengan kedua tanganku
sendiri." Suara Mei Jin Xiu tenang, tetapi sejejak tekad tampak jelas di
wajahnya.
"Banyak hal yang tidak selalu berjalan sesuai yang kita inginkan.
Senang sekali, karena kau bisa keluar dari masa lalu dan menerimanya. Baguslah
karena kau jelas tentang apa yang ingin kau lakukan di masa depan." Su
Xi-er berdiri dan memandang ke sekeliling ruangan, tatapannya terhenti pada
sejumlah herbal di samping.
Ia maju dan mengambil beberapa herbal, kemudian menghancurkan mereka
untuk mengeluarkan sarinya sebelum menempelkannya di pelipisnya.
"Kau mengerti bagaimana caranya menggunakan ramuan obat?" Mei
Jin Xiu maju dan bertanya. Bagaimana ia mengetahui yang mana untuk
pusing?
"Aku tahu sedikit. Apakah ini toko obatmu?"
Mei Jin Xiu mengangguk. "Aku perhatikan, mahal untuk berobat di Bei
Min, dan biayaku jauh lebih murah daripada tabib-tabib lainnya. Kalau orang
miskin datang menemuiku, aku hanya akan menagih mereka untuk biaya ramuan
obatnya saja. Setelah berada di sini selama dua hari, aku sudah menemui banyak
pasien."
"Su Xi-er, masuklah ke dalam dan beristirahat. Aku harus menyusun ramuan-ramuan obatku malam ini. Aku tidak tahu siapa yang mencoba untuk
menangkapmu, tetapi kau harus berhati-hati di masa yang akan datang."
Su Xi-er mengangguk dan berjalan menuju ke kamar dalam.
Tepat ketika ia akan melangkah masuk ke kamar dalam, Mei Jin Xiu
tiba-tiba bertanya, "Aku paham sekarang kalau aku salah, tetapi apa kau
masih keberatan, karena sebelumnya aku menyinggungmu dan Pangeran Hao dengan
kesombonganku?"
"Ada banyak sekali wanita yang mengagumi Pangeran Hao, mengapa itu
menyusahkanku? Selain itu, aku hanyalah seorang pelayan." Setelah itu, Su
Xi-er berjalan masuk ke dalam kamar dalam.
Mei Jin Xiu tertegun sejenak. Mana mungkin ia hanya seorang
pelayan? Apakah ia sedang membohongi dirinya sendiri, ataukah ia tidak berani
menjadi wanita Pangeran Hao?
(T/N : Mbak Mei uda sembuh dari kehaluan, terharu saya :') )

0 comments:
Posting Komentar