Selasa, 28 April 2026

CTF - Chapter 336

Consort of A Thousand Faces

Chapter 336 : Surat Pangeran Yun


Pintu semua orang tertutup rapat, dan hanya ada beberapa orang yang membuka jendela mereka untuk mengamati apa yang sedang terjadi di luar sana. Apa yang terjadi? Ada banyak sekali orang yang diutus ke jalanan.

Sementara itu, orang yang dicari-cari oleh semua orang, saat ini sedang berada di dalam rumah seorang warga sipil. Su Xi-er menatap si pengawal kekaisaran dari Kediaman Pangeran Yun dalam diam, yang semuanya mengenakan pakaian warga sipil selagi mereka mengepungnya.

"Pangeran Yun memberikan perintah agar membawamu pergi dari Bei Min hari ini. Tolong maafkan kami jika kami telah menyinggungmu barusan ini."

(T/N : Pangeran halu beraksi, guys. Ckckck.)

Dengan kemampuan Su Xi-er, ia tidak akan pernah tertangkap dengan mudahnya oleh mereka. Jika aku di sini, itu karena aku menginginkannya. Aku mau tahu, permainan apa yang sedang dilakukan Yun Ruo Feng.

"Pangeran Yun mengirimkan kalian kemari, tetapi kalian begitu percaya diri kalau aku akan kembali bersama kalian?" Nada bicara Su Xi-er tidak ramah sementara dengan dingin ia memandangi para pengawal di sekitarnya.

Tiba-tiba saja, pintunya terbuka, dan Qin Ling berjalan masuk mengenakan baju warga sipil yang sama seperti sisa pengawal lainnya.

Alis Su Xi-er mengerut. Seharusnya ia sudah diutus ke perbatasan, tetapi kini ia berada di ibu kota Bei Min.

Qin Ling maju dan memberikan hormat sebelum mengeluarkan sepucuk surat dari lengan bajunya. "Nona, ini adalah surat dari Pangeran Yun; silakan dibaca." Ia menyerahkan surat itu pada Su Xi-er.

Su Xi-er mengambilnya dan mulai membaca; setelah beberapa waktu, Su Xi-er terkekeh dan memegangnya erat-erat.

Lan-er, kebijakan baru telah diterapkan kembali. Pangeran ini sudah secara tulus membantu Lian Chen. Aku berharap kau akan segera kembali ke sisi Pangeran ini; mari ulang lagi dari awal.

Setelah menyakitiku, ia mencoba mendapatkanku kembali dengan beberapa patah kata? Ia tidak mengetahui bahwa beberapa luka bersifat permanen.

"Komandan Qin, meski jika Pangeran Yun yang datang secara pribadi kemari, aku tetap tidak akan kembali ke Nan Zhao." Su Xi-er memegangi surat itu di atas sebatang lilin, membiarkannya dengan cepat berubah menjadi abu.

"Nona, apa kau benar-benar begitu yakin akan keputusanmu?" Qin Ling bertanya lagi, berupaya memancingnya.

Su Xi-er bangkit berdiri. "Komandan Qin, seharusnya kau berada di perbatasan. Tetapi kau, sebagai Komandan Pasukan Tentara Kekaisaran Nan Zhao, sekaligus tangan kanan Pangeran Yun, tiba-tiba berada di sini, di Bei Min. Apa kau tidak takut kalau orang-orang akan mengetahui kau di sini dan berpikir bahwa Nan Zhao ingin berperang dengan Bei Min?"

"Nona, bawahan ini harus mematuhi perintah Pangeran Yun. Karena kau menolak untuk kembali, mohon maafkan aku." Dengan kilasan tubuhnya, Qin Ling menyebarkan bubuk obat yang disembunyikannya di dalam lengan bajunya ke tubuh Su Xi-er.

Itu adalah bubuk obat yang akan membuatku pingsan. Su Xi-er segera menahan napasnya, tetapi ia sudah menghirup sejumlah bubuk tersebut. Seluruh tubuhnya mulai merasa lemah, tetapi matanya masih menatap tajam kepada calon penculiknya. "Komandan Qin, aku pikir kau adalah orang yang jujur, tetapi kau sudah mulai menjadi hina juga. Sederhananya, kau terlalu loyal. Untuk mengatakannya secara tidak menyenangkan, kau membantu kejahatan."

"Nona, tolong maafkan aku. Sebagai seorang pejabat, aku harus melayani tuanku seumur hidup." Qin Ling maju dengan seutas tali tebal di tangannya sementara ia berbicara, bersiap-siap untuk mengikat Su Xi-er.

Dengan sisa kesadarannya yang terakhir, Su Xi-er melihat ke pintu dan berusaha memikirkan jalan keluar.

Tiba-tiba saja ...Brak! Pintunya dibuka secara paksa oleh seseorang dari luar sana.

Sekelompok pria yang memegang pentungan langsung menerobos masuk ke dalam ruangan tersebut bersama seorang wanita paruh baya yang berpakaian dengan gaya menggoda di belakang mereka. Ia melambaikan saputangan di tangannya dan menunjuk ke arah Su Xi-er. "Itu adalah gadis yang telah kupilih hari ini. Tidak ada seorang pun dari kalian yang boleh membawanya pergi!"

Qin Lin memandangi wanita itu. Ia jelas-jelas tampak seperti seorang germo. Ia langsung melambaikan tangan ke bawahannya agar mengurusnya, menyebabkan pecahnya perkelahian.

Wanita itu tersenyum dan menggunakan kesempatan ini untuk mendekati Su Xi-er. Menyadarinya, Qin Ling dengan cepat menghadang jalannya.

Su Xi-er mengambil kesempatan dan melarikan diri melalui pintu. Para pengawal teralihkan oleh orang-orang yang dibawa wanita tersebut, dan Qin Ling sendiri sibuk mengatasi si wanita. "Dadamu kokoh sekali. Bagaimana kalau kau datang berkunjung ke tempatku? Gadis-gadis di tempatku sangat cantik; bahkan ada beberapa yang masih belum pernah melayani tamu."

Alis Qin Ling tertaut, mendorong wanita itu darinya sementara ia bergegas keluar dari pintu. Ia tidak bisa pergi jauh setelah dibius.

Su Xi-er sendiri sekarang ini sedang bersembunyi di sebuah gang berbeda, bersandar di tembok sementara ia mencoba memeriksa setiap gerakan. Melalui pengelihatannya yang memburam, ia melihat satu bayangan tinggi di tanah. Itu Qin Ling, ia sudah keluar untuk mencariku.

Su Xi-er berbalik dan mulai berlari, angin malam yang dingin membantunya mempertahankan pikiran yang lebih jernih.

Saat Su Xi-er mencapai di ujung gang, ia mendengar beberapa langkah kaki dari belakangnya. Bersembunyi di belakang sebuah patung singa, ia tiba-tiba saja merasakan seseorang menepuk pundaknya. Berputar, ia melihat ... Mei Jin Xiu.

Mei Jin Xiu menyadari Qin Ling di depan mereka dan segera mendesak pelan, "Ikutlah bersamaku, aku tinggal di rumah di sini." Katanya, selagi dengan cepat ia membuka pintu ke rumahnya.

Su Xi-er mengangguk dan mengikutinya masuk; cepat-cepat menutup pintu di belakangnya.

Saat Qin Ling sampai di gang, ia dibingungkan karena tidak adanya orang. Aku jelas-jelas melihat Su Xi-er berjalan ke arah sini. Kalau aku tidak bisa membawa Su Xi-er kembali, aku tidak bisa kembali ke Nan Zhao. Aku harus bersembunyi di dalam ibu kota Bei Min dan menantikan perintah Pangeran Yun selanjutnya.

***

Di dalam ruangan, dengan cepat Su Xi-er jadi pusing tanpa ada apa pun yang menstimulasi indranya. Menyadari keadaannya yang tidak biasa, Mei Jin Xiu mengeluarkan beberapa jarum perak dan mulai menusukkannya ke titik akupuntur Su Xi-er, agak meredakan gejalanya.

Mei Jin Xiu mengangkat pergelangan tangannya dan mulai memeriksa nadinya. "Ini adalah obat bius yang lumayan kuat. Aku tidak percaya, kau tetap sadar sampai sekarang. Hanya tidur yang akan membuatmu pulih sepenuhnya; yang bisa kulakukan adalah memberikanmu beberapa herbal untuk mengurangi efeknya supaya kau tidak perlu istirahat selama itu."

Su Xi-er bertanya, "Kenapa kau di sini, di Bei Min?"

"Keluarga Mei sudah diambil alih oleh orang lain, dan aku tidak punya lagi orang untuk diandalkan. Karenanya, aku datang ke Bei Min, mengobati orang sepanjang perjalanan. Ketika aku telah membangun pengaruh yang cukup besar, aku akan kembali untuk merebut Keluarga Mei dengan kedua tanganku sendiri." Suara Mei Jin Xiu tenang, tetapi sejejak tekad tampak jelas di wajahnya.

"Banyak hal yang tidak selalu berjalan sesuai yang kita inginkan. Senang sekali, karena kau bisa keluar dari masa lalu dan menerimanya. Baguslah karena kau jelas tentang apa yang ingin kau lakukan di masa depan." Su Xi-er berdiri dan memandang ke sekeliling ruangan, tatapannya terhenti pada sejumlah herbal di samping.

Ia maju dan mengambil beberapa herbal, kemudian menghancurkan mereka untuk mengeluarkan sarinya sebelum menempelkannya di pelipisnya.

"Kau mengerti bagaimana caranya menggunakan ramuan obat?" Mei Jin Xiu maju dan bertanya. Bagaimana ia mengetahui yang mana untuk pusing?

"Aku tahu sedikit. Apakah ini toko obatmu?"

Mei Jin Xiu mengangguk. "Aku perhatikan, mahal untuk berobat di Bei Min, dan biayaku jauh lebih murah daripada tabib-tabib lainnya. Kalau orang miskin datang menemuiku, aku hanya akan menagih mereka untuk biaya ramuan obatnya saja. Setelah berada di sini selama dua hari, aku sudah menemui banyak pasien."

"Su Xi-er, masuklah ke dalam dan beristirahat. Aku harus menyusun ramuan-ramuan obatku malam ini. Aku tidak tahu siapa yang mencoba untuk menangkapmu, tetapi kau harus berhati-hati di masa yang akan datang."

Su Xi-er mengangguk dan berjalan menuju ke kamar dalam.

Tepat ketika ia akan melangkah masuk ke kamar dalam, Mei Jin Xiu tiba-tiba bertanya, "Aku paham sekarang kalau aku salah, tetapi apa kau masih keberatan, karena sebelumnya aku menyinggungmu dan Pangeran Hao dengan kesombonganku?"

"Ada banyak sekali wanita yang mengagumi Pangeran Hao, mengapa itu menyusahkanku? Selain itu, aku hanyalah seorang pelayan." Setelah itu, Su Xi-er berjalan masuk ke dalam kamar dalam.

Mei Jin Xiu tertegun sejenak. Mana mungkin ia hanya seorang pelayan? Apakah ia sedang membohongi dirinya sendiri, ataukah ia tidak berani menjadi wanita Pangeran Hao?

(T/N : Mbak Mei uda sembuh dari kehaluan, terharu saya :') )

0 comments:

Posting Komentar