Selasa, 28 April 2026

CTF - Chapter 338

Consort of A Thousand Faces

Chapter 338 : Menemukannya


"Ibu Suri, mungkin, Anda tidak perlu melakukan apa-apa untuk mendapatkan hasil yang tak terduga."

Mata Pe Ya Ran sedikit menyipit sebelum jadi rileks. "Kau benar. Pangeran Yun telah mengutus orang ke Bei Min untuk menangkap Su Xi-er. Ini berpotensi berakhir dengan Pangeran Hao yang diselingkuhi, dan sudah pasti ia tidak akan senang. Ibu Suri ini akan melihat, bagaimana Pangeran Yun melawan Pangeran Hao. Pada akhirnya, apa yang bisa diperbuat oleh seorang dayang biasa seperti Su Xi-er?"

Ia bermain-main dengan kukunya sementara ia berbicara. Aku baru saja mengecat kuku beberapa hari yang lalu, dan mereka bahkan kelihatan lebih bagus hari ini.

"Mundurlah, dan jangan biarkan siapa pun melihatmu." Pada akhirnya, Pei Ya Ran melambaikan tangannya, memberi sinyal agar si pria berbaju hitam pergi sementara ia berbalik.

Tiba-tiba saja, Pei Ya Ran terpikirkan sesuatu. "Tunggu dulu, hari itu, di halaman belakang Istana Kedamaian Penuh Kasih, apakah kau orang yang bertarung di dalam hutan? Siapa yang memutuskan urat di tangan dan kaki pengawal dari Istana Kedamaian Penuh Kasih?"

Pria berbaju hitam berbalik dan menjawab dengan tenang, "Aku sedang bersembunyi di dalam hutan malam itu, dan aku akan membunuh Su Xi-er dengan Panah Penembus Jantung. Namun, seperti yang Anda ketahui, ia berhasil menghindarinya. Di waktu yang bersamaan, seorang pria berbaju kasar dan memakai cadar muncul. Kami hanya bertukar beberapa pukulan, tetapi aku bisa mengetahui bahwa ia lumayan hebat."

"Jadi, ialah yang memutuskan urat pengawal Istana Kedamaian Penuh Kasih." Pei Ya Ran berhenti bermain-main dengan kuku-kukunya, ekspresi di wajahnya menggelap.

"Bukan dia; aku. Tentu saja aku punya alasanku sendiri untuk menghancurkan uratnya." Pria itu berbalik setelah ia selesai bicara, mengabaikan ekspresi Pei Ya Ran selagi ia menghilang ke dalam kegelapan.

Pei Ya Ran memandangi aula utama yang kosong, tangannya terkepal membentuk tinjuan. Shi Mo sudah bersembunyi di dalam Istana Kedamaian Penuh Kasih selama bertahun-tahun. Ia membantuku dalam sejumlah situasi, dan menghadangku dalam situasi lainnya. Aku tidak pernah mengetahui motif rahasianya.

Tepat selagi ia berpikir keras, Lian Qiao berjalan masuk ke dalam aula utama dan membungkuk untuk memberikan hormatnya. "Ibu Suri, ada satu tanaman herba yang kurang. Hamba pergi mencarinya ke Institut Tabib Kekaisaran, tetapi aku tidak bisa menemukannya."

Institut Tabib Kekaisaran menyimpan segala jenis ramuan obat, tetapi di saat begini, kurang satu?!

"Ibu Suri, untuk membuat wewangian pekasih, tanaman herba ini sesuatu yang ...." Lian Qiao ragu-ragu sejenak sebelum akhirnya mengumpulkan keberaniannya. "... harus ada."

"Apa yang kurang?"

Lian Qiao maju selangkah lebih dekat dan membisikkan. "Musk, atau benang sari atau putik dari Bunga Ungu Harum."

Musk telah dilarang oleh istana kekaisaran selama bertahun-tahun. Sementara untuk Bunga Ungu Harum, aku baru saja menyuruh orang untuk memindahkan mereka dan membuang mereka keluar dari istana.

"Tak bisakah kita menggunakan sesuatu yang lain untuk menggantikannya?" Alis Pei Ya Ran tertaut. Aku baru saja memindahkan bunga-bunga itu, dan sekarang aku membutuhkan mereka.

Lian Qiao menggelengkan kepalanya. "Itu akan membahayakan tubuh apabila kita menggantinya. Sesuatu yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh, pasti tidak akan bisa didapatkan dari Institut Tabib Kekaisaran."

"Kembali ke kamarmu. Kami akan mengirimkan bahan-bahan obat tersebut ke kamarmu malam ini; cukup fokus membuat wewangiannya saja." Pei Ya Ran melambaikan tangannya dan memberi sinyal agar ia pergi.

"Hamba mematuhi perintah." Lian Qiao membungkuk dengan hormat sebelum mundur dari aula.

Pei Ya Ran bangkit berdiri dari kursi teratas dan berjalan keluar dari Istana Kedamaian Penuh Kasih, menuju ke Taman Kekaisaran.

Ia memasuki Taman Kekaisaran dengan sejejak harapan, tetapi diberitahukan bahwa semua Bunga Ungu Harum sudah dipindahkan dari istana.

Pei Ya Ran melambaikan tangannya selagi ia memarahi pelayan yang menyampaikan kabar tersebut. "Mundur."

Dayang istana yang menjawab pertanyaan Pei Ya Ran pun gemetaran. Aku mengikuti perintah Ibu Suri, tetapi kenapa sekarang, ia tampak tidak senang denganku?

"Kenapa kau masih berdiri melamun di sana?" Tatapan dingin Pei Ya Ran tertuju pada si dayang istana, memaksa orang itu segera pergi.

Pei Ya Ran mempertimbangkannyaAku harus meninggalkan istana demi mendapatkan tanaman herba ini.

Tiba-tiba saja, ia mendengar suara wanita lainnya. "Tan Ge, apa kau melihat Su Xi-er? Apa ia kembali kemarin?"

Hati Tan Ge terasa berat. Tepat sewaktu ia akan menjawab, ia melihat Ibu Suri di depannya, menggerakkannya menarik Chao Mu mendekat dan mendorong punggungnya untuk membungkuk ke arahnya. "Hamba memberi hormat pada Ibu Suri."

Pei Ya Ran memandangi pakaian mereka. Mereka sedang membicarakan soal Su Xi-er, sehingga mereka pasti berasal dari Perpustakaan Kekaisaran.

"Apakah Su Xi-er meninggalkan istana kemarin?" Nada bicara Pei Ya Ran menjadi agak manis, sudut bibirnya terangkat sementara ia mendekati mereka.

Chao Mu tidak bilang apa-apa. Walaupun Ibu Suri kelihatannya ramah, ia hanya sedang bersandiwara untuk mengorek infromasi dari kami.

Tan Ge menjawab dengan hormat, "Su Xi-er pergi keluar istana bersama dengan Yang Mulia kemarin. Ibu Suri, Anda dapat menanyakan Yang Mulia." Itu melanggar peraturan istana, bagi seorang dayang istana untuk meninggalkan istana, tetapi lain ceritanya apabila mereka pergi dikarenakan perintah Kaisar.

"Yang Mulia benar-benar nakal. Ia tahu bahwa itu bertentangan dengan peraturan, bagi seorang dayang istana untuk meninggalkan istana dan mempersulit Su Xi-er. Lupakan saja, Ibu Suri ini tidak akan menyalahkannya untuk ini. Apakah Su Xi-er sudah kembali?"

Chao Mu mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah Ibu Suri sebelum berkata, "Ia tidak kembali."

"Tidak kembali?" Mata Pei Ya Ran menggelap. Kalau Su Xi-er tidak mati, juga tidak berada di Perpustakaan Kekaisaran, maka, kemana perginya dia?

"Ibu Suri, hamba berpikir bahwa kemungkinan ia akan segera kembali. Bukan hanya Yang Mulia mencemaskannya, bahkan Commandery Prince Xie juga telah mengutus orang keluar untuk mencari." Tan Ge memutuskan untuk membawa Xie Yun juga dalam gambarannya.

Ketika Pei Ya Ran mendengar kata-kata 'Commandery Prince Xie', ia cepat-cepat beralih menjadi ekspresi yang natural. "Su Xi-er bukan lagi hanya seorang dayang istana, tetapi court lady. Jika ia kehilangan nyawanya di luar istana, itu harus dilaporkan pada Departemen Rumah Tangga Kekaisaran. Ketika ia kembali ke Perpustakaan Kekaisaran, sampaikan pesan Ibu Suri ini padanya: seorang pelayan, harus memiliki sikap seorang pelayan."

Setelah itu, Pei Ya Ran memutar tumitnya dan pergi.

Sejejak rasa jengkel melintas di mata Chao Mu. Seorang pelayan harus memiliki sikap seorang pelayan, tetapi Ibu Suri tidak memiliki sikap seorang majikan! Setelah bersikap begitu berpikiran sempit dan picik, bagaimana ia ada bedanya dengan seorang wanita cerewet yang menjerit-jerit di jalanan?

"Chao Mu, mari kita bergegas menyapu Taman Kekaisaran. Jangan buang-buang waktu." Tan Ge mulai bekerja tanpa kata lainnya.

"Tidak ada yang terjadi pada Su Xi-er di luar istana, kan? Kenapa kau satu-satunya yang kembali, padahal kalian meninggalkan istana bersama-sama?"

Tan Ge menggelengkan kepalanya. "Itu terjadi secara tiba-tiba. Yang Mulia mau makan manisan hawthorn Cina, dan Su Xi-er pergi membelikannya untuk beliau, tetapi berakhir menghilang. Jangan khawatir, orang sudah dikirim untuk mencarinya."

Chao Mu mendongak ke langit yang biru. Cuacanya semakin dingin, dan perjamuan malam Titik Balik Matahari Musim Dingin akan segera tiba. Su Xi-er, kau harus kembali dengan aman dan selamat!

***

Saat ini, Su Xi-er sedang berjalan di jalan utama. Akhirnya ia menemukan seorang pengawal kekaisaran dari Kediaman Pangeran Hao, tetapi menyadari orang lain yang mengikutinya di saat yang sama.

Ia sedikit mengalihkan pandangannya, menemukan Qin Ling di belakangnya.

Ada pengawal kekaisaran dari Kediaman Pangeran Hao dimana-mana. Qin Ling benar-benar berani.

Su Xi-er mempercepat langkahnya sementara ia berjalan melewati si pengawal, sementara Qin Ling mempertahankan langkah yang sama cepatnya dari sebuah gang gelap di samping. Dimana Su Xi-er bersembunyi semalam? Akan sulit untuk membawanya kembali ke Nan Zhao setelah aku kehilangan kesempatan terbaik kemarin malam.

Segera, Su Xi-er bisa melihat seseorang berbaju hitam, jubah bermotif ular di kejauhan. Itu adalah Pei Qian Hao, sekarang ini duduk di atas kuda hitamnya, selagi tatapannya berlarian naik-turun di jalanan.

Perlahan-lahan, sudut bibir Su Xi-er melengkung ke atas; tetapi sebelum ia bahkan menyadarinya, ia sudah memaksa menormalkan ekspresinya.

Kepala Pei Qian Hao menoleh, matanya terkunci pada Su Xi-er di saat ia muncul.

Terkejut, syok, suka cita, amarah, dan banyak emosi lainnya, berkedip-kedip di mata tak berdasarnya. Pada akhirnya, ia melecut cemetinya dan bergegas menuju ke arah Su Xi-er.

Berhenti di depan Su Xi-er, Pei Qian Hao mengangkatnya, bahkan sebelum gadis itu bisa mengucapkan sepatah kata pun, mendudukkan Su Xi-er di depannya di atas kuda.

(T/N : akhirnya ketemu ya, Bang :')

0 comments:

Posting Komentar