Consort of A Thousand Faces
Chapter 338 : Menemukannya
"Ibu Suri, mungkin, Anda tidak perlu melakukan apa-apa untuk
mendapatkan hasil yang tak terduga."
Mata Pe Ya Ran sedikit menyipit sebelum jadi rileks. "Kau benar.
Pangeran Yun telah mengutus orang ke Bei Min untuk menangkap Su Xi-er. Ini
berpotensi berakhir dengan Pangeran Hao yang diselingkuhi, dan sudah pasti ia
tidak akan senang. Ibu Suri ini akan melihat, bagaimana Pangeran Yun melawan
Pangeran Hao. Pada akhirnya, apa yang bisa diperbuat oleh seorang dayang biasa
seperti Su Xi-er?"
Ia bermain-main dengan kukunya sementara ia berbicara. Aku baru
saja mengecat kuku beberapa hari yang lalu, dan mereka bahkan kelihatan lebih
bagus hari ini.
"Mundurlah, dan jangan biarkan siapa pun
melihatmu." Pada akhirnya, Pei Ya Ran melambaikan tangannya, memberi
sinyal agar si pria berbaju hitam pergi sementara ia berbalik.
Tiba-tiba saja, Pei Ya Ran terpikirkan sesuatu. "Tunggu dulu, hari
itu, di halaman belakang Istana Kedamaian Penuh Kasih, apakah kau orang yang
bertarung di dalam hutan? Siapa yang memutuskan urat di tangan dan kaki
pengawal dari Istana Kedamaian Penuh Kasih?"
Pria berbaju hitam berbalik dan menjawab dengan tenang, "Aku sedang
bersembunyi di dalam hutan malam itu, dan aku akan membunuh Su Xi-er dengan
Panah Penembus Jantung. Namun, seperti yang Anda ketahui, ia berhasil
menghindarinya. Di waktu yang bersamaan, seorang pria berbaju kasar dan memakai
cadar muncul. Kami hanya bertukar beberapa pukulan, tetapi aku bisa mengetahui
bahwa ia lumayan hebat."
"Jadi, ialah yang memutuskan urat pengawal Istana Kedamaian Penuh
Kasih." Pei Ya Ran berhenti bermain-main dengan kuku-kukunya, ekspresi di
wajahnya menggelap.
"Bukan dia; aku. Tentu saja aku punya alasanku sendiri untuk
menghancurkan uratnya." Pria itu berbalik setelah ia selesai bicara,
mengabaikan ekspresi Pei Ya Ran selagi ia menghilang ke dalam kegelapan.
Pei Ya Ran memandangi aula utama yang kosong, tangannya terkepal
membentuk tinjuan. Shi Mo sudah bersembunyi di dalam Istana Kedamaian
Penuh Kasih selama bertahun-tahun. Ia membantuku dalam sejumlah situasi, dan
menghadangku dalam situasi lainnya. Aku tidak pernah mengetahui motif
rahasianya.
Tepat selagi ia berpikir keras, Lian Qiao berjalan masuk ke dalam aula
utama dan membungkuk untuk memberikan hormatnya. "Ibu Suri, ada satu
tanaman herba yang kurang. Hamba pergi mencarinya ke Institut Tabib Kekaisaran,
tetapi aku tidak bisa menemukannya."
Institut Tabib Kekaisaran menyimpan segala jenis ramuan obat, tetapi di
saat begini, kurang satu?!
"Ibu Suri, untuk membuat wewangian pekasih, tanaman herba ini
sesuatu yang ...." Lian Qiao ragu-ragu sejenak sebelum akhirnya mengumpulkan
keberaniannya. "... harus ada."
"Apa yang kurang?"
Lian Qiao maju selangkah lebih dekat dan membisikkan. "Musk,
atau benang sari atau putik dari Bunga Ungu Harum."
Musk telah dilarang oleh istana kekaisaran selama bertahun-tahun.
Sementara untuk Bunga Ungu Harum, aku baru saja menyuruh orang untuk
memindahkan mereka dan membuang mereka keluar dari istana.
"Tak bisakah kita menggunakan sesuatu yang lain untuk
menggantikannya?" Alis Pei Ya Ran tertaut. Aku baru saja
memindahkan bunga-bunga itu, dan sekarang aku membutuhkan mereka.
Lian Qiao menggelengkan kepalanya. "Itu akan membahayakan tubuh
apabila kita menggantinya. Sesuatu yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh,
pasti tidak akan bisa didapatkan dari Institut Tabib Kekaisaran."
"Kembali ke kamarmu. Kami akan mengirimkan bahan-bahan obat
tersebut ke kamarmu malam ini; cukup fokus membuat wewangiannya saja." Pei
Ya Ran melambaikan tangannya dan memberi sinyal agar ia pergi.
"Hamba mematuhi perintah." Lian Qiao membungkuk dengan hormat
sebelum mundur dari aula.
Pei Ya Ran bangkit berdiri dari kursi teratas dan berjalan keluar dari
Istana Kedamaian Penuh Kasih, menuju ke Taman Kekaisaran.
Ia memasuki Taman Kekaisaran dengan sejejak harapan, tetapi
diberitahukan bahwa semua Bunga Ungu Harum sudah dipindahkan dari istana.
Pei Ya Ran melambaikan tangannya selagi ia memarahi pelayan yang
menyampaikan kabar tersebut. "Mundur."
Dayang istana yang menjawab pertanyaan Pei Ya Ran pun gemetaran. Aku
mengikuti perintah Ibu Suri, tetapi kenapa sekarang, ia tampak tidak senang
denganku?
"Kenapa kau masih berdiri melamun di sana?" Tatapan dingin Pei
Ya Ran tertuju pada si dayang istana, memaksa orang itu segera pergi.
Pei Ya Ran mempertimbangkannya. Aku
harus meninggalkan istana demi mendapatkan tanaman herba ini.
Tiba-tiba saja, ia mendengar suara wanita lainnya. "Tan Ge, apa kau
melihat Su Xi-er? Apa ia kembali kemarin?"
Hati Tan Ge terasa berat. Tepat sewaktu ia akan menjawab, ia melihat Ibu
Suri di depannya, menggerakkannya menarik Chao Mu mendekat dan mendorong
punggungnya untuk membungkuk ke arahnya. "Hamba memberi hormat pada Ibu
Suri."
Pei Ya Ran memandangi pakaian mereka. Mereka sedang membicarakan
soal Su Xi-er, sehingga mereka pasti berasal dari Perpustakaan Kekaisaran.
"Apakah Su Xi-er meninggalkan istana kemarin?" Nada bicara Pei
Ya Ran menjadi agak manis, sudut bibirnya terangkat sementara ia mendekati
mereka.
Chao Mu tidak bilang apa-apa. Walaupun Ibu Suri kelihatannya
ramah, ia hanya sedang bersandiwara untuk mengorek infromasi dari kami.
Tan Ge menjawab dengan hormat, "Su Xi-er pergi keluar istana
bersama dengan Yang Mulia kemarin. Ibu Suri, Anda dapat menanyakan Yang
Mulia." Itu melanggar peraturan istana, bagi seorang dayang istana
untuk meninggalkan istana, tetapi lain ceritanya apabila mereka pergi
dikarenakan perintah Kaisar.
"Yang Mulia benar-benar nakal. Ia tahu bahwa itu bertentangan
dengan peraturan, bagi seorang dayang istana untuk meninggalkan istana dan
mempersulit Su Xi-er. Lupakan saja, Ibu Suri ini tidak akan menyalahkannya
untuk ini. Apakah Su Xi-er sudah kembali?"
Chao Mu mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah Ibu Suri sebelum
berkata, "Ia tidak kembali."
"Tidak kembali?" Mata Pei Ya Ran menggelap. Kalau Su
Xi-er tidak mati, juga tidak berada di Perpustakaan Kekaisaran, maka, kemana
perginya dia?
"Ibu Suri, hamba berpikir bahwa kemungkinan ia
akan segera kembali. Bukan hanya Yang Mulia mencemaskannya, bahkan Commandery
Prince Xie juga telah mengutus orang keluar untuk mencari." Tan
Ge memutuskan untuk membawa Xie Yun juga dalam gambarannya.
Ketika Pei Ya Ran mendengar kata-kata 'Commandery Prince Xie',
ia cepat-cepat beralih menjadi ekspresi yang natural. "Su Xi-er bukan lagi
hanya seorang dayang istana, tetapi court lady. Jika ia kehilangan
nyawanya di luar istana, itu harus dilaporkan pada Departemen Rumah Tangga
Kekaisaran. Ketika ia kembali ke Perpustakaan Kekaisaran, sampaikan pesan Ibu
Suri ini padanya: seorang pelayan, harus memiliki sikap seorang pelayan."
Setelah itu, Pei Ya Ran memutar tumitnya dan pergi.
Sejejak rasa jengkel melintas di mata Chao Mu. Seorang pelayan
harus memiliki sikap seorang pelayan, tetapi Ibu Suri tidak memiliki sikap
seorang majikan! Setelah bersikap begitu berpikiran sempit dan picik, bagaimana
ia ada bedanya dengan seorang wanita cerewet yang menjerit-jerit di jalanan?
"Chao Mu, mari kita bergegas menyapu Taman Kekaisaran. Jangan
buang-buang waktu." Tan Ge mulai bekerja tanpa kata lainnya.
"Tidak ada yang terjadi pada Su Xi-er di luar istana, kan? Kenapa
kau satu-satunya yang kembali, padahal kalian
meninggalkan istana bersama-sama?"
Tan Ge menggelengkan kepalanya. "Itu terjadi secara tiba-tiba. Yang
Mulia mau makan manisan hawthorn Cina, dan Su Xi-er pergi membelikannya untuk beliau, tetapi berakhir menghilang. Jangan
khawatir, orang sudah dikirim untuk mencarinya."
Chao Mu mendongak ke langit yang biru. Cuacanya semakin dingin,
dan perjamuan malam Titik Balik Matahari Musim Dingin akan segera tiba. Su Xi-er,
kau harus kembali dengan aman dan selamat!
***
Saat ini, Su Xi-er sedang berjalan di jalan utama. Akhirnya ia menemukan
seorang pengawal kekaisaran dari Kediaman Pangeran Hao, tetapi menyadari orang
lain yang mengikutinya di saat yang sama.
Ia sedikit mengalihkan pandangannya, menemukan Qin Ling di belakangnya.
Ada pengawal kekaisaran dari Kediaman Pangeran Hao dimana-mana. Qin Ling
benar-benar berani.
Su Xi-er mempercepat langkahnya sementara ia berjalan melewati si
pengawal, sementara Qin Ling mempertahankan langkah yang sama cepatnya dari
sebuah gang gelap di samping. Dimana Su Xi-er bersembunyi semalam? Akan
sulit untuk membawanya kembali ke Nan Zhao setelah aku kehilangan kesempatan
terbaik kemarin malam.
Segera, Su Xi-er bisa melihat seseorang berbaju hitam, jubah bermotif
ular di kejauhan. Itu adalah Pei Qian Hao, sekarang ini duduk di atas kuda
hitamnya, selagi tatapannya berlarian naik-turun di jalanan.
Perlahan-lahan, sudut bibir Su Xi-er melengkung ke atas; tetapi sebelum
ia bahkan menyadarinya, ia sudah memaksa menormalkan ekspresinya.
Kepala Pei Qian Hao menoleh, matanya terkunci pada Su Xi-er di saat ia
muncul.
Terkejut, syok, suka cita, amarah, dan banyak emosi lainnya,
berkedip-kedip di mata tak berdasarnya. Pada akhirnya, ia melecut cemetinya dan
bergegas menuju ke arah Su Xi-er.
Berhenti di depan Su Xi-er, Pei Qian Hao mengangkatnya, bahkan sebelum
gadis itu bisa mengucapkan sepatah kata pun, mendudukkan Su Xi-er di depannya
di atas kuda.
(T/N : akhirnya ketemu ya, Bang :')

0 comments:
Posting Komentar