Consort of A Thousand Faces
Chapter 322 : Hal-hal Berubah Menjadi Baru
Tan Ge pernah melihat Aksara Lan sebelumnya. Aku pernah mencoba
melatihnya dulu, tetapi itu begitu sulit hingga aku menyerah. Akan tetapi, Su
Xi-er sanggup menirunya dengan sangat baik sampai-sampai aku tidak bisa
membedakannya dengan yang asli.
Aku benar-benar mengakui kekalahanku. Pria macam apa yang tidak akan
menyukai seseorang seperti ini; seorang wanita yang cantik sekaligus berotak?
Pantas saja, Pangeran Hao menyukainya. Bagaimana bisa aku bersaing dengan Su
Xi-er?
Harapan 'Kediaman Tan' yang disebut-sebut itu? Lucu sekali. Tatapan Tan Ge memperlihatkan kekagumannya pada Su Xi-er selagi ia
tertawa kecil. "Aku sudah kalah. Aku merasakan penyesalan yang sama
seperti Guru Agung Kong; bakatmu telah terkubur untuk waktu yang sangat
lama."
Tetapi, di saat ini, seorang kasim dari Perpustakaan Kekaisaran masuk.
"Guru Agung Kong, Commandery Prince Xie sudah sampai, dan
sedang menanti Anda di aula utama."
Guru Agung Kong menjawab mengiyakan sebelum menoleh untuk menatap Su
Xi-er dan Tan Ge. "Kalian berdua, ikuti aku ke aula utama."
Su Xi-er dan Tan Ge segera mengikuti. Tan Ge tahu bahwa ia mungkin harus
kembali ke Kediaman Tan sekali lagi. Saat itu, Ayah pasti akan semakin
memandang rendah diriku, dan bahkan membiarkan adik perempuanku merebut kamarku
lagi.
Xie Yun sedang menunggu di aula utama, berdiri tegak lurus hingga ia
melihat Guru Agung Kong dan menyapa dengan lembut, "Kau sudah bekerja
keras, Guru Agung Kong."
Guru Agung Kong membungkuk sebagai tanggapannya. "Pejabat rendahan
ini memberikan hormatku pada Commandery Prince Xie. Hanya
saja, Perpustakaan Kekaisaraan hanya bisa memilih satu court lady.
Su Xi-er telah memenangkan pertandingan, sehingga Nona Tan hanya bisa ...." Saat ini, Guru Agung Kong berhenti dan menatap Commandery
Prince Xie.
Xie Yun menatap Su Xi-er. "Aku tidak tahu bahwa seorang dayang dari
Istana Samping bisa sangat berbakat. Sulit dipercaya bahwa putri resmi pertama
dari Kediaman Tan, suatu keluarga sastrawan, akan kalah melawanmu."
Su Xi-er membungkuk untuk menyampaikan hormatnya dan perlahan-lahan
menjawab, "Itu hanya keberuntungan saja, makanya hamba menang. Nona Tan
sangat berbakat, dan hamba terkesan olehnya."
"Oh?" Nada bicara Xie Yun jadi lebih tinggi selagi ia
maju beberapa langkah, mengamati Su Xi-er dengan cepat. "Kau baru saja
mengatakan bahwa Nona Tan berbakat, tetapi ia kalah darimu. Bukankah itu
berarti bahwa kau bahkan jauh lebih berbakat darinya?"
"Hamba berharap agar Anda tidak terus membelah rambut dan
kecapi tentang sesuatu yang tidak ada artinya seperti ini, Commandery
Prince Xie."
(T/N : membelah rambut : membuat perbedaan kecil dan berlebihan tentang
suatu pernyataan.)
Guru Agung Kong dan Tan Ge, keduanya tertegun. Commandery Prince
Xie memiliki pengaruh militer yang signifikan, dan telah ikut
campur ke dalam mahkamah politik belum lama ini. Otoritasnya
mirip dengan milik Pangeran Hao, tetapi Su Xi-er berani untuk menyuruhnya agar
tidak membelah rambut!
Xie Yun tertawa, suaranya jelas dan lembut. "Seorang wanita yang
cantik dan berbakat sepertimu telah meninggalkan kesan yang besar pada Pangeran
ini." Lalu, ia berbalik dan menatap Guru Agung Kong. "Pangeran ini
tidak masalah dengan kau memilih Su Xi-er, tetapi Nona Tan tidak boleh
meninggalkan istana."
Guru Agung Kong tidak mengerti tujuannya. Perpustakaan
Kekaisaran hanya membutuhkan satu court lady. Aku sudah memilih Su Xi-er,
sehingga aku tidak bisa mempertahankan Tan Ge. Apa maksud Commandery Prince
Xie?
"Hanya satu dayang istana yang dibutuhkan untuk menata buku-buku di
Perpustakaan Kekaisaran, tetapi Pangeran ini melihat banyak dedaunan di jalur
menuju kemari. Menyuruh Nona Tan di sini sebagai seorang dayang istana untuk
menyapu tempat itu, ia bahkan dapat membantu Su Xi-er di waktu
senggangnya."
Setelah Commandery Prince Xie sampai berkata sebanyak
itu, Guru Agung Kong tidak bisa menolaknya. "Pejabat rendahan ini mematuhi
perintah."
Tan Ge hanya bisa meratapi nasibnya setelah mendengar itu. Aku
tidak bisa jadi seorang court lady, tetapi aku masih harus tinggal sebagai seorang
dayang istana untuk membersihkan tempat itu. Aku tidak menyangka kalau aku
masih akan berakhir tinggal di istana kekaisaran setelah semua ini.
Tatapan Xie Yun tertuju pada Tan Ge. "Ada beberapa kata yang ayahmu
minta Pangeran ini untuk sampaikan padamu." Setelah itu, ia melemparkan
pandangan bermakna pada Su Xi-er dan berjalan keluar dari aula utama.
Tan Ge segera mengikuti, dan Guru Agung Kong mulai menginstruksikan Su
Xi-er tentang bagaimana melakukan pekerjaannya dalam menata buku-buku,
sekaligus dengan sejumlah peraturan Perpustakaan Kekaisaran.
***
Di luar aula utama, Xie Yun berhenti di satu jalur dan berkomentar,
"Pangeran ini tidak menyangka kau kalah."
Tan Ge menundukkan kepalanya dan mengakui lirih, "Gadis biasa ini tidak seberbakat dirinya; aku menerima
kekalahanku secara sukarela."
Xie Yun menatapnya. "Kepala Keluarga Tan gelisah dan tidak sabaran,
tetapi kau justru sebaliknya. Apabila Pangeran ini tidak menolongmu, kau harus
kembali ke Kediaman Tan lagi."
"Kenyataannya adalah, gadis biasa ini tidak membutuhkan bantuan
Anda, Commandery Prince Xie. Mungkin, gadis biasa ini akan
meninggalkan istana kalau bukan karena campur tangan Anda." Tan Ge
tiba-tiba saja mendongakkan kepalanya dengan air mata yang berkelip redup di
matanya. Semua mimpi kebebasan yang kumiliki, sekarang hilang,
dihancurkan oleh pria di hadapanku. Kecuali seseorang meningkatkan statusku,
aku akan jadi seorang pelayan seumur hidup. Jika aku berada di luar istana
kekaisaran, barangkali aku masih bisa mencoba menjadi warga sipil biasa.
Tiba-tiba saja, Xie Yun mengangkat tangannya dan menarik rambut yang
longgar ke belakang telinganya. "Meninggalkan istana? Kau sungguh berpikir
bahwa kau bisa menjadi warga sipil biasa? Meskipun tidak ada banyak dari
mereka, kau sudah bertemu orang-orang seperti ketiga bersaudara itu. Tan Ge,
karena kau sudah masuk istana, kau harus menjalankan tanggung jawabmu dengan
benar."
Hati Tan Ge bergetar. Commandery Prince Xie sedang mengancamku.
Xie Yun memindahkan tangannya dan memandang ke arah langit berwarna biru
itu. "Dimana-mana, langit berwarna biru. Mengapa kau peduli apakah kau
berada di dalam istana atau di luar? Su Xi-er adalah seseorang yang disukai
Pangeran Hao. Kau semestinya cukup pintar untuk memahami mengapa Pangeran ini
mengirimmu kemari di waktu yang bersamaan dengan Su Xi-er, dan membuatmu jadi
seorang dayang istana barusan ini."
Setelah itu, tatapannya tertuju pada Tan Ge.
Bibir Tan Ge terkatup dengan erat. Mana mungkin aku tidak
memahaminya? Hanya saja, aku tidak mau jadi salah satu bidak catur Commandery
Prince Xie.
"Commandery Prince Xie ...."
"Tidak ada seorang pun di dunia ini yang boleh menolak Pangeran
ini. Tan Ge, apa kau mengerti?"
Suaranya lembut, tetapi penuh dengan maksud jahat. Melihat bahwa Tan Ge
tidak merespos, Xie Yun mulai beranjak. Bahkan setelah ia menghilang dari
pandangan, tinju Tan Ge masih terkepal dengan eratnya.
Mengapa langit memperlakukanku seperti ini? Sejak awal, satu-satunya
alasan aku masuk istana adalah karena ayahku mengancam untuk membunuh Cui-er
apabila aku menolak.
Jeritannya yang putus asa itu menghancurkan hatiku. Aku ingin berlari
menabrak pilar dan bunuh diri, tetapi aku tidak bisa. Meski jika orang tuaku
tidak menyukaiku, aku tidak bisa melarikan diri dari keluargaku. Darah dari
Keluarga Tan, mengalir dalam nadiku.
Hanya saja, kebetulan bahwa inilah saat Su Xi-er berjalan keluar. Hari
ini hari yang cerah, tetapi tampak belakang Tan Ge terlihat begitu sedih.
Saat Tan Ge akhirnya menyingkirkan ekspresi sakitnya dan berbalik, ia
terkejut melihat Su Xi-er sedang memandanginya. Pada akhirnya, ia tersenyum
dengan sopan dan menyapanya. "Su Xi-er."
Suara Tan Ge enak didengar. Ia akan menjadi seorang penyanyi yang sangat
berbakat jika ia mencobanya.
Su Xi-er tidak memanggil namanya, malah memilih untuk mengangguk pelan
dan berjalan maju. Ia harus pergi ke
ruang buku untuk menyusun dan mencatat buku-buku baru yang tiba sehari
sebelumnya.
Selagi Tan Ge memerhatikan Su Xi-er berlalu, tiba-tiba saja ia merasa
iri. Statusnya rendah, dan ia tidak merasakan tekanan membawa harapan
dari keluarganya di punggungnya.
Tentu saja, Tan Ge tidak mengetahui bahwa Su Xi-er membawa beban yang
bahkan jauh lebih berat daripada miliknya sendiri. Bukan hanya sebuah keluarga,
melainkan seluruh kerajaan.
"Tan Ge, Guru Agung Kong sudah menginstruksikanmu agar pergi ke
Departemen Rumah Tangga Kekaisaran untuk mendaftarkan namamu. Pastikan untuk
mendapatkan sejumlah pakaian untuk awal musim dingin. Mulai sekarang, kau akan
menjadi dayang istana di Perpustakaan Kekaisaran." Suara dari seorang
wanita dapat terdengar; itu adalah dayang istana yang sebelumnya mengurusi
beraneka ragam hal di dalam Perpustakaan Kekaisaran sendirian.
Tan Ge tersenyum, "Terima kasih, aku akan pergi sekarang."
"Kau bisa menemaniku nantinya. Namaku adalah Chao Mu. Guru Agung
Kong memberiku nama itu; terdengar bagus kan? Aku dengar kalau ada dua wanita
yang tiba di Perpustakaan Kekaisaran, dan yang satunya lagi bernama Su Xi-er.
Dimana dia?" Chao Mu tersenyum cerah, tampang polosnya membuat Tan Ge
terpesona.

0 comments:
Posting Komentar