Selasa, 28 April 2026

CTF - Chapter 330

Consort of A Thousand Faces

Chapter 330 : Ia Tidak Menyukainya


Setelah Chao Mu selesai bicara, ia menyadari kalau Su Xi-er sedang membaca beberapa buku dan bertanya, "Ada apa? Apakah ada buku yang hilang?"

"Mmm, ada sebuah buku Puisi Klasik yang hilang. Aku harus memberitahukan pada Guru Agung Kong."

Chao Mu tertawa setelah mendengar itu. "Guru Agung Kong tidak memedulikan tentang hal-hal seperti itu, ia juga bukannya mengetahui dengan pasti jumlah buku-buku yang ada di dalam Perpusatakaan Kekaisaran. Su Xi-er, kau adalah pekerja yang sungguh-sungguh, tetapi di Bei Min, kita menghargai militer melebihi sastra. Perpustakaan Kekaisaran hanyalah dekorasi. Biasanya hanya ada sedikit sekali orang yang datang kemari untuk membaca, jadi tidak masalah selama buku yang hilang bukanlah buku yang baru datang."

"Puisi Klasik adalah buku-buku lama, tetapi baguslah karena sekarang Bei Min mementingkan buku-buku baru. Itu berarti bahwa kerajaan ini sudah mulai menganjurkan literatur." Su Xi-er tersenyum selagi ia berdiri dengan tumpukan buku di tangannya.

"Kau akan memindahkan Puisi-Puisi Klasik ke ruang penyimpanan buku lainnya? Biarkan aku membantumu." Chao Mu mengambil beberapa buku dan mengikuti di belakang Su Xi-er.

Mereka menemukan dua baris rak yang kosong di dalam ruang penyimpanan lainnya sebelum bolak-balik lima kali untuk memindahkan Puisi-Puisi Klasik itu ke sana.

"Su Xi-er, mari kita pergi dan makan jujube!" Chao Mu tertawa dan menarik tangan Su Xi-er untuk berjalan maju.

Su Xi-er tidak bisa menolak antusiasmenya. Di perjalanan ke kamar Chao Mu, mereka juga melihat Tan Ge, yang sedang memegang sapu. "Chao Mu, Guru Agung Kong sudah menginstruksikan kita agar pergi ke Taman Kekaisaran dan membantu dayang istana menyapu jalan-jalan di sana."

Ekspresi Chao Mu jadi buruk setelah mendengar itu. "Pasti karena ada tanah dimana-mana setelah mereka mencabut Bunga Ungu Harum. Melakukan sesuatu seperti itu tanpa alasan ... bukankah mereka hanya mencari masalah?!"

"Chao Mu, kau tidak boleh bicara sesantai itu di luar Perpustakaan Kekaisaran." Ekspresi Su Xi-er jadi serius sewaktu ia mengingatkannya.

"Kau serius sekali, tetapi jangan cemas. Walaupun aku tidak tumbuh besar dalam ketakutan seperti dirimu. Aku sudah banyak menderita kekalahan di tangan Nona Qing sebelumnya; aku tahu menutup mulutku setelah meninggalkan Perpustakaan Kekaisaran. Ayo kita pergi, Tan Ge!" Chao Mu meyakinkan dengan suaranya yang tegas.

Chao Mu baru saja akan masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil sapu, suara yang berbeda menggema di sepanjang halaman. "Pastinya sulit bagimu, karena masih mengingat kalau sebelumnya kau menderita kekalahan di tanganku."

Su Xi-er melihat ke arah suara tersebut. Suara itu, tak lain tak bukan, adalah milik Nona Qing, Ye Qing Zhu. Ia masih dengan sombongnya memandang rendah orang lain sambil memakai gaun berwarna cyan muda.

Tepat saat Chao Mu ingin membalas, Tan Ge mencubit tangannya, memaksanya untuk cepat-cepat menekan amarahnya sementara ia menjawab, "Nona Qing, kau tidak suka membaca; jadi kenapa kau datang ke Perpustakaan Kekaisaran?"

Ye Qing Zhu melemparkan tatapan pada Chao Mu sebelum tatapannya tertuju pada Su Xi-er. "Ia adalah orang yang kucari hari ini."

Semua karena Chao Mu memprovokasiku dulu, aku dimarahi oleh Kakak Lelaki Wu! Aku belum lupa, dan aku tidak akan berusaha bersikap baik terhadapnya. Faktanya, aku tidak mau bertemu lagi dengannya.

Chao Mu tahu seperti apa kepribadian Ye Qing Zhu. Ketika ia mendengar bahwa orang itu mencari Su Xi-er, ia mengira kalau Ye Qing Zhu kemari untuk membuat masalah. "Nona Qing, kalau kau kemari untuk mencari masalah, maka kau harus melihat siapa lawanmu! Su Xi-er bukanlah seseorang yang bisa dengan santainya kau singgung sepertiku. Ia adalah seorang court lady di Perpustakaan Kekaiasaran, tetapi kau hanyalah seorang dayang di Kediaman Pangeran Hao. Oh, tunggu, aku salah, aku dengar bahwa kau telah meninggalkan Kediaman Pangeran Hao. Itu berarti, kau bahkan bukan seorang dayang lagi."

Su Xi-er tahu soal ini. Hanya ada pria di Kediaman Pangeran Hao di hari kami kembali. Ye Qing Zhu tidak bisa ditemukan dimana pun.

Ye Qing Zhu mendengus dingin. "Mulut jahatmu itu tidak bisa mengatakan hal-hal yang menyenangkan, ya? Aku bukannya diusir dari Kediaman Pangeran Hao, maupun aku perlu memberitahukan padamu kemana aku pergi. Cepat pergi dan bersihkan jalur istana daripada bersikap tidak sopan di sini padaku!"

Setelah ia selesai dengan kata-kata kasarnya, ia mengangkat tangannya dan menunjuk Su Xi-er. "Ikuti aku, ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu." Kemudian, ia memutar tumitnya dan menuju ke arah area yang sunyi di Perpustakaan Kekaisaran.

Chao Mu takut kalau Su Xi-er akan kalah, sehingga ia berjalan dan berujar dengan suara rendah, "Jangan meremehkan Nona Qing; ia bahkan jauh lebih arogan daripada He Ying. Ia bisa melakukan begitu karena ia punya Pangeran Hao yang menyokongnya!"

Tan Ge menarik Chao Mu. "Mari kita pergi. Mana mungkin Su Xi-er kalah saat ia begitu pintar?" Nona Qing mengikuti perintah Pangeran Hao, sehingga pasti ia mengetahui siapa yang dipedulikan pria itu. Chao Mu hanya terlalu cemas.

"Aku akan berhati-hati, jangan khawatir." Su Xi-er menenangkan sebelum mengikuti Ye Qing Zhu.

Setelah keduanya menemukan sebuah jalanan yang sepi di Perpustakaan Kekaisaran, ekspresi Ye Qing Zhu berubah dari arogan menjadi cemas. "Su Xi-er, kemana Pangeran Hao pergi?"

Su Xi-er bingung. Mengapa ia menanyaiku pertanyaan ini? Apakah terjadi sesuatu pada Pei Qian Hao?

"Aku tidak bisa menemukan Kakak Wu, tetapi ia pasti bersama-sama dengan Pangeran Hao. Aku tidak bisa menanyakannya secara terbuka pada Pangeran Hao, jadi aku datang untuk bertanya padamu." Ye Qing Zhu menghela napas dan jadi kesal. "Itu semua salahku, karena aku tidak bisa menjaga ketenanganku. Setelah mengejar-ngejar Kakak Wu sekian lama, akhirnya aku memaksa menciumnya dua hari yang lalu. Ia sudah menghindariku semenjak itu."

Ketika Su Xi-er mendengar kata-kata 'memaksa mencium', ia nyaris tertawa. Ia menyembunyikan senyumannya dan berkata, "Pangeran Hao berada di barak tentara."

"Barak tentara? Kalau begitu Kakak Wu pasti ada di sana juga. Tetapi apa yang harus kulakukan? Wanita tidak diizinkan untuk masuk ke barak tentara. Bukan hanya itu, apa yang harus kukatakan ketika aku bertemu dengannya? Aku terlalu malu untuk mengakui kalau aku menciumnya karena aku menyukainya ...." Ye Qing Zhu mulai bergumam sendiri.

Tiba-tiba saja, Su Xi-er teringat bahwa Ruo Yuan menyukai Wu Ling juga. Tetapi, dengan betapa kukuhnya Ye Qing Zhu, Ruo Yuan mungkin harus perlahan-lahan melepaskan perasaannya.

"Beritahu aku, apa yang harus kuperbuat?" Wajah kecil Ye Qing Zhu berkerut frustrasi. Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan; ini adalah masalah terbesar yang pernah kuhadapi dalam hidupku sejauh ini.

"Kau sudah mencium paksa Wu Ling, jadi, tak peduli seberapa bebal dirinya, ia tahu kalau kau menyukainya. Dikatakan begitu, hanya ada dua kemungkinan, jika ia menghindarimu." Su Xi-er mulai menganalisa situasinya dengan sabar.

"Cepat beritahu aku, apa dua kemungkinan tersebut?"

Su Xi-er tertawa. "Kemungkinan yang pertama: sama sepertimu, ia juga tidak tahu apa yang harus dilakukan, sehingga ia membutuhkan beberapa hari untuk memikirkan soal itu. Tentu saja, itu bisa juga kemungkinan yang kedua: ia tidak menyukaimu, dan tidak tahu bagaimana caranya menolakmu. Karenanya, satu-satunya pilihannya adalah bersembunyi."

Kemungkinan yang kedua menancap dengan dalam di hati Ye Qing Zhu. Aku sudah mengikuti Kakak Wu selama bertahun-tahun, bagaimana bisa ia tidak menyukaiku? Tidak mungkin, ia pasti menyukaiku!

"Aku tidak bisa menunggu saja seperti ini. Su Xi-er, katakan padaku, bagaimana Pangeran Hao memberitahukan padamu kalau ia menyukaimu?" Ye Qing Zhu bertanya blak-blakan. Setelah berada sekian lama di Kediaman Pangeran Hao, aku memahami kepribadian Pangeran Hao dengan sangat baik. Ia adalah pria yang menepati ucapannya, tetapi mengubur semua pemikiran aslinya di balik topeng dingin dan tidak berperasaannya. Pria seperti itu tidak akan mengakui perasaannya kepada seorang wanita dengan begitu mudahnya. Pertama-tama, ia tidak akan terbiasa untuk membuat perasaannya diketahui. Kedua, ia tidak akan tahu dimana untuk memulai!

Itulah mengapa, aku ingin meniru metode Pangeran Hao.

Su Xi-er tidak tahu bagaimana cara menjawab pertanyaan itu, tetapi berusaha keras saat ia melihat wajah cemas Ye Qing Zhu. "Pangeran Hao belum pernah bilang kalau ia menyukaiku."

"Apa?! Ia masih belum mengatakannya?! Tidakkah kau tahu seberapa besar ia menyukaimu?!" Ye Qing Zhu tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri dan mulai berteriak.

Ketika ia melihat kalau Su Xi-er tidak merespons, ia menghela napas. "Saat Istana Kecantikan dibubarkan, aku mengumpulkan keberanianku untuk mengajukan satu pertanyaan pada Pangeran Hao, 'Apa kau tidak akan mempertahankan ke-72 wanita cantik yang ada di dalam?' Aku tidak akan pernah lupa bagaimana ia menjawabnya."

Ye Qing Zhu melirik ke arah hutan di samping dan berdiri tegak lurus sebelum merendahkan suaranya, meniru Pei Qian Hao.

"Su Xi-er tidak menyukainya."

(T/N : ciye bang hao (゚∀゚))

0 comments:

Posting Komentar