Selasa, 28 April 2026

CTF - Chapter 339

Consort of A Thousand Faces

Chapter 339 : Pelukan Erat


Pei Qian Hao meletakkan tangannya dengan lembut di belakang kepala Su Xi-er, memeluknya di dadanya. Jubah hitamnya tertiup angin, membuat hanya bagian atas kepala gadis itu saja yang dapat terlihat.

Tak ada kata yang diperlukan selagi mereka hanya menikmati waktu dengan saling berpelukan. Setelah beberapa saat, Pei Qian Hao melecut cemeti kuda dan menunggangi kuda menuju ke Kediaman Pangeran Hao.

Tidak disadari oleh mereka berdua, kereta kuda besar berhenti di ujung seberang jalan. Di dalamnya adalah seorang pelayan yang cantik, yang mendongak dan menyadari bahwa nona-nya tengah memandang ke arah perginya Pei Qian Hao barusan. "Commandery Princess, ada masalah apa?"

Wanita yang berada di dalam kereta mengenakan manik-manik kaca pandora di keningnya. Ketika ia tersenyum, pelan-pelan ia memiringkan kepalanya, menyebabkan manik-manik itu berkilauan dengan indahnya diterpa sinar mentari.

"Bukan apa-apa; kembali ke Kediaman Commandery Prince." Setelah itu, wanita itu menutup tirai jendela dari keretanya.

Selagi kereta kuda mulai bergerak, kedua wanita itu mulai berpikir. Pria yang ada di atas kuda adalah Pangeran Hao, tetapi siapakah wanita yang sedang dipeluknya? Aku sudah tinggal di Kediaman Commandery Prince selama bertahun-tahun, dan hanya keluar sekali tiap beberapa bulan. Kakak belum pernah memberitahukanku siapakah yang disukai Pangeran Hao, dan hanya mengatakan bahwa ia sama seperti sebelumnya; mengagumi wanita cantik, tetapi tak bisa tergerak oleh mereka.

Tetapi sekarang karena aku keluar sendiri, aku melihat Pangeran Hao sedang memeluk seorang wanita di jalan, jelas bahwa ia menyukainya. Mungkinkah keluarga Pei dan Xie tak bisa lagi kembali ke masa lalu? Akankah pertunangannya dibatalkan begitu saja?

***

Sementara itu, Su Xi-er dibawa kembali ke Kediaman Pangeran Hao oleh Pei Qian Hao. Ia turun dari kuda sebelum berbalik untuk membantunya turun, memegang tangannya sementara ia menuntunnya masuk ke kediaman.

Tepat setelah ia masuk, Wu Ling maju. "Pangeran Hao, karena Su Xi-er sudah ditemukan, kita akan menarik mundur semua pengawal kekaisaran ...."

Pei Qian Hao melambaikan tangannya. "Tidak perlu. Pangeran ini menyadari sejumlah orang yang tidak semestinya berada di ibu kota Bei Min. Suruh pengawal menyisir dengan teliti di sekitar ibu kota; tangkap siapa saja yang tampak mencurigakan, tak peduli siapa mereka."

Wu Ling menangkupkan kedua tangannya dan menjawab, "Bawahan ini mematuhi perintah."

"Pangeran ini tidak akan mengizinkanmu untuk kembali ke Perpustakaan Kekaisaran sekarang ini. Aku akan mengantarmu kembali ketika malam perjamuan Titik Balik Matahari Musim Dingin tiba." Kata Pei Qian Hao selagi ia berjalan maju ke depan.

Su Xi-er mengikuti di belakangnya hingga mereka berada di halaman belakang. Di perjalanan, ia melihat Feng Chang Qing dan Yu Xiao, masing-masing sedang membawa satu pot bunga Ling Rui. Bunga-bunganya bermekaran, dan tidak tampak layu sama sekali. Apakah mereka sudah berhasil ditransplantasikan?

Feng Chang Qing mengangguk ke arah Su Xi-er dan menyapa dengan hormat, "Nona Xi-er."

Su Xi-er tersenyum dengan lembut. "Kau sudah bekerja keras; bunga-bunga Ling Rui itu kelihatan benar-benar indah."

"Tentu saja, bahkan aku saja berpartisipasi dalam menyelidiki bagaimana mentransplantasikannya. Setelah kami memindahkan mereka ke pergola bunga, aku ingin pergi dan melihat seperti apa rasa anggur Bei Min." Yu Xiao terkikik dan menatap Su Xi-er.

Mendengar ini, Pei Qian Hao meliriknya sekilas. Walaupun ia tidak mengatakan apa-apa, Su Xi-er memahami makna mendalam di matanya.

Su Xi-er berjalan mendekat dan tersenyum. "Pangeran Hao, teruslah berjalan. Hamba akan mengikuti Anda dari dekat."

Ketika Pei Qian Hao mendengar kata 'dari dekat', alisnya rileks, dan ia lanjut berjalan menuju ke aula utama.

Menyaksikan keduanya berlalu, Yu Xiao merasa aneh. "Tidakkah kau berpikir bahwa Pangeran Hao sangat pendiam tentang pemikirannya? Karena ia menyukai Su Xi-er, seharusnya ia bersikap lebih seperti seorang pria dan berterus-terang tentang itu. Seorang wanita akan merasa dimanjakan apabila kau selalu mencoba untuk menjilatnya."

"Kau tahu apa? Kau bahkan tidak memahami Su Xi-er." Feng Chang Qing memberinya pandangan meremehkan sebelum berjalan menuju ke pergola bunga.

Yu Xiao cemberut. "Jadi, aku tidak memahaminya, tetapi kau iya?"

***

Pei Qian Hao masuk ke aula utama sebelum menuju ke salah satu koridor samping dan balik berteriak, "Ikuti."

Kali ini, ia tidak membawa Su Xi-er ke halaman belakang, tetapi ke halaman utama, tempat tinggalnya. Wanita pertama yang masuk Kediaman Pangeran Hao adalah Ye Qing Zhu. Ia masuk sebagai seorang dayang, dan menyukai Wu Ling. Akan tetapi, satu-satunya wanita yang dapat masuk ke halaman utama dari Kediaman Pangeran Hao adalah Su Xi-er.

Su Xi-er menyadari bahwa halamannya berbeda. Tempat itu lebar dan luas, dengan dekorasi sederhana dan ruangan-ruangan terang berinterior rapi. Semua ruangannya dicat dengan warna gelap dan dewasa, dan cocok sekali dengan latarnya.

Ini pasti halaman utama kediaman. Ia berhenti di jalan. "Pangeran Hao, Anda membawa hamba kemari ...."

Sebelum ia selesai bicara, Pei Qian Hao menarik tangannya. "Biarkan Pangeran ini bertanya padamu, apa yang terjadi kemarin? Pangeran ini tidak menganggapmu sebagai seseorang yang suka bermain-main, tetapi kau mengikuti Yang Mulia keluar istana."

Su Xi-er menceritakan kebenarannya padanya. "Yang Mulia datang ke Perpustakaan Kekaisaran untuk melatih kaligrafinya, dan setelahnya, datanglah Pangeran Kekaisaran Ketiga. Karena kedua bersaudara itu dekat, Yang Mulia teringat akan Pangeran Kekaisaran Kedua, dan mendambakan kebebasan yang dimiliki orang itu. Pada akhirnya, ia memohon pada Pangeran Kekaisaran Ketiga supaya membiarkannya keluar istana untuk bermain."

"Omong kosong." Pei Qian Hao sedikit mengernyit, dan nada bicaranya sedingin es.

"Mulanya, Pangeran Kekaisaran Ketiga tidak mau, tetapi Commandery Prince Xie datang setelahnya, dan mengucapkan banyak hal yang mengubah pikirannya. Sementara untuk hamba, Yang Mulia memaksaku pergi bersamanya."

Ketika Pei Qian Hao mendengar kata-kata 'Commandery Prince Xie', tatapannya jadi mendalam. Ia menarik tangan Su Xi-er. "Xie Yun lembut di permukaan, tetapi menyembunyikan pikiran yang licik. Kau harus menjauhinya."

"Hamba akan mengingatnya. Yang lebih penting, Pangeran Hao, mengapa Anda membawa hamba kemari?"

Pei Qian Hao mengangkat aslinya dan mulai menatapnya dengan jejak godaan. "Kita berada di halaman utama Pangeran ini; menurutmu, apa artinya Pangeran ini membawamu kemari?"

"Hamba sudah bilang ...." Su Xi-er tahu apa maksudnya. Kalau aku masuk kediaman dan jadi wanitanya, aku harus masuk sebagai Hao Wang Fei.

Sebelum ia bisa selesai, Pei Qian Hao menjamin, "Pangeran ini tidak akan memperlakukanmu dengan buruk. Pangeran ini akan memberikanmu semua yang kau inginkan."

Semua yang kuinginkan termasuk status sebagai Hao Wang Fei. Jantung Su Xi-er berdebar-debar. Apakah ia sungguh akan melakukannya?

Pei Qian Hao terkekeh saat ia melihat keterkejutan di matanya. "Apa? Kau takut kalau Pangeran ini berbohong?"

Su Xi-er menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku hanya tidak berani memercayainya. Situasi Anda saat ini ...." Seseorang yang memikirkan tentang gambaran besar tidak akan melakukan sesuatu segegabah ini.

"Kau bahkan memedulikan tentang situasi Pangeran ini?" Pei Qian Hao tersenyum dan perlahan-lahan berjalan menuju ke kamarnya. "Ikuti."

Su Xi-er mengakar di tempat untuk sejenak sebelum memutuskan untuk mengikutinya.

Kamar utamanya luas, tetapi didekorasi jarang-jarang. Tampak sedikit sepi dan suram.

"Pangeran ini selalu tinggal di kamar ini, jadi dekorasinya sederhana. Jika kau merasa itu sedikit gersang, kau boleh menambahkan apa saja yang kau sukai untuk membuatnya lebih sesuai dengan kesukaan wanita ...." Sebelum ia bisa selesai, Pei Qian Hao merasakan tangannya ditarik oleh tangan lain yang jauh lebih kecil dan lembut.

"Pangeran Hao, bagaimana Anda akan menghadapi semua pejabat mahkamah? Bagaimana Anda akan mengatasi keluarga Pei dan Xie?"

"Keluarga Xie?" Tatapan Pei Qian Hao jadi mendalam. Aku bisa memahami bahwa aku harus menghadapi para pejabat mahkamah dan Keluarga Pei. Tetapi Keluarga Xie? Mungkinkah ia sudah mengetahuinya?

Mata Su Xi-er melengkung membentuk seulas senyuman. "Anda bertunangan dengan adik perempuan Commandery Prince Xie, Xie Liu Li. Hamba tahu bahwa apa yang tertulis di buku Puisi Klasik itu benar. Kalau tidak, mengapa Anda akan diam-diam pergi di malam hari untuk menghancurkannya?"

Pei Qian Hao menatapnya untuk waktu yang lama, lama sekali, sebelum menjawab, "Cemburu?"

"Pangeran Hao, apakah yang Anda katakan pada hamba hari ini adalah tulus?" Su Xi-er menatapnya untuk waktu yang lama. Hatinya mendadak jadi lembut selagi ia memikirkan tentang segala hal yang telah diperbuat Pei Qian Hao secara diam-diam untuknya. Ia bisa dengan mudahnya mengambilku secara paksa, tetapi ia sudah mengendalikan dirinya selama ini.

0 comments:

Posting Komentar