Selasa, 28 April 2026

CTF - Chapter 331

Consort of A Thousand Faces

Chapter 331 : Keluarga Pei dan Xie


Setelah selesai meniru Pangeran Hao, ekspresi Ye Qing Zhu kembali normal sebelum ia menghadap Su Xi-er lagi. "Semua orang di Bei Min terkejut mendengar bahwa Istana Kecantikan dibubarkan, dan ada banyak rumor di antara warga sipil. Jadi, Pangeran Hao belum pernah bilang sesuatu yang penuh cinta padamu?"

"Sepertinya kau mengetahui banyak tentang topik itu; mengapa kau tidak memberitahukan padaku, kata-kata penuh cinta apa yang seharusnya diucapkannya padaku? Mungkin, kau kebanyakan membaca drama di waktu luangmu?" Su Xi-er tersenyum samar, menyebabkan Ye Qing Zhu tersipu dan ujung telinganya berubah memerah.

Memang benar kalau aku membaca banyak drama, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang mengatakan sesuatu tentang mencium seseorang secara paksa; aku hanya bersikap impulsif. Semua orang mengatakan bahwa pria sangat bertanggung jawab; entah kau memasak beras menjadi nasi dengan melakukannya lebih dulu, dan bukan hanya berciuman saja, tetapi juga .... Ye Qing Zhu menggelengkan kepalanya dengan kuat. Kenapa pikiranku kotor sekali!

(T/N : frasa ini berarti bahwa, apa yang dilakukan telah dilakukan, tetapi sering kali digunakan untuk merujuk pada makna lain dalam novel-novel romantis Cina, yang mana melakukannya lebih dulu sehingga yang pria harus bertanggung jawab atas kesucian si wanita. Dalam beberapa kasus tertentu, dimana si wanita sungguh hamil, nyaris mustahil bagi si pria untuk mengelak dari tanggung jawab.)

"Nona Qing, apabila Wu Ling bersedia menerimamu, maka ia akan bicara secara baik-baik denganmu setelah ia merenungkannya. Ia bisa bersembunyi sebentar, tetapi tidak selamanya. Untuk sekarang, kau hanya perlu menunggu dengan sabar dan membiarkan semuanya berjalan. Kalau ia ditakdirkan menjadi milikmu, maka takdir akan mengatakannya, tetapi jika tidak, maka memang seperti itulah yang seharusnya terjadi."

Ye Qing Zhu menggelengkan kepalanya. "Kalau kau mengatakan ini kepada Pangeran Hao, ia pasti tidak akan senang. Di matanya, hanya ada hal yang diinginkannya, dan hal yang tidak diinginkannya. Ia tidak memedulikan tentang takdir atau siapa yang milik siapa; jika ia menyukainya, ia akan mengambilnya, meski jika itu milik orang lain."

Su Xi-er tidak bisa membantah. Kepribadian Pei Qian Hao seperti itu. "Pangeran Hao adalah pengecualian. Tidak akan berlaku untukmu. Sekarang, karena kau sudah mengetahui dimana Wu Ling berada, kau harus berhenti sebentar untuk memikirkan apa yang dilakukan selanjutnya. Kalau itu saja, aku akan pergi dulu."

Setelah itu, Su Xi-er berbalik dan berjalan maju, meninggalkan Ye Qing Zhu dengan ekspresi yang dongkol. Aku bahkan jauh lebih kebingungan tentang apa yang harus dilakukan setelah mengetahui dimana Kakak Wu berada. Haruskah aku mendengarkan Su Xi-er dan menunggunya untuk datang dan berbicara padaku?

Su Xi-er tidak menyangka kalau Ye Qing Zhu datang ke Perpustakaan Kekaisaran hanya untuk menanyakan soal Wu Ling, tetapi ia berhasil mengetahui bahwa Pangeran Hao membubarkan Istana Kecantikan karena dirinya.

Setahap demi setahap, ia menyadari bahwa Pei Qian Hao telah menjadi bagian dari hidupnya. Setiap langkah yang kuambil, terjalin dengannya. Bahkan ketika aku membantu Lian Chen dalam merebut kekuasaan, ia menawarkan bantuannya begitu saja, tanpa ribut-ribut.

Apakah ini cinta? Karena ia mencintaiku, ia bisa mendukungku dalam segala hal tanpa mempertanyakannya?

Tiba-tiba saja, Su Xi-er merasakan kehangatan meliputi hatinya, dan bersamaan dengan itu, jantungnya berdebar kencang. Namun, ia mau tak mau kehilangan perasaan tersebut ketika ia terpikirkan tentang buku Puisi Klasik yang menghilang.

Ia yakin bahwa Pei Qian Hao sudah mengambil buku itu, dan pertunangan itu nyata.

***

Tentu saja, saat ini, Pei Qian Hao sedang sibuk di barak tentara, dan tidak tahu bahwa ini semua sedang terjadi.

Wu Ling menyadari bahwa Pangeran Hao agak teralihkan, dan tak tahan untuk batuk pelan. "Pangeran Hao, apakah Anda tidak tidur nyenyak semalam? Apakah bawahan ini perlu undur diri?"

"Tidak perlu." Pei Qian Hao merespons dengan nada bicaranya yang dalam seperti biasa, sebelum mengalihkan perhatiannya kembali ke diagram formasi militer di depannya.

"Pangeran Hao, kami telah mengefisienkan formasi militer sesuai dengan perintah Anda sebelumnya." Wu Ling mengulurkan tangannya dan menunjuk ke beberapa titik selagi ia menjelaskan.

Mata Pei Qian Hao menatap dengan saksama pada diagram itu sebelum menunjuk ke satu titik. "Buat perubahan di sini; kita terkurung di lembah-lembah ini, sehingga musuh kita akan menggunakan bebatuan besar melawan kita. Jika kita masuk menggunakan formasi ini, hanya beberapa prajurit saja yang akan keluar hidup-hidup." Setelah itu, ia membuat beberapa goresan di atas diagramnya, dan Wu Ling langsung mengerti.

"Pangeran Hao bijaksana! Bawahan ini akan memperbaikinya lagi!" Wu Ling mengambil diagram itu dan berjalan keluar dari tenda.

Sewaktu ia pergi, prajurit lain memasuki tendanya. "Melapor pada Pangeran Hao, Commandery Prince Xie sudah sampai di barak tentara dan meminta untuk bertemu dengan Anda."

Pei Qian Hao sudah mengantisipasi ini, dan dengan santai mengangkat tangannya. "Biarkan ia masuk."

Seorang pengawal menerima perintah dan pergi. Kemudian, tak lama setelahnya, ia kembali bersama Xie Yun di belakangnya, tetapi pergi agar hanya dirinya dan Pangeran Hao yang berada di dalam tenda.

Xie Yun tersenyum. "Pangeran Hao, apa kau tidak menyambut Pangeran ini?"

"Mengapa kau berpikir kalau Pangeran ini tidak menyambutmu? Silakan duduk, Commandery Prince Xie." Suara Pei Qian Hao tenang selagi ia menggesturkan agar Xie Yun duduk.

Duduk di tempat duduk yang lebih rendah, kemudian, Commandery Prince Xie pun berkata, "Pangeran Hao, barangkali, kau sangat jelas tentang untuk apa Pangeran ini kemari."

"Commandery Prince Xie, katakan saja secara langsung padaku; kau tidak perlu berputar-putar dengan Pangeran ini." Pei Qian Hao duduk di kursi atas dan berbicara dengan ekspresi yang nyaris bosan.

"Keluarga Pei dan Xie mempunyai rencana dua belas tahun yang lalu, dimana putra sulung keluarga Pei akan menikahi putri sulung dari Keluarga Xie. Namun, putra sulung Keluarga Pei meninggal selama insiden yang malang, hanya dua tahun setelah rencana itu dibuat, membuat Pangeran Hao sebagai putra sulungnya."

Mata Pei Qian Hao tampak dingin. "Commandery Prince Xie, bukankah kau mengetahui bagaimana kakak lelakiku meninggal, begitu pula tentang mengapa keluarga kita menjadi musuh sekarang ini?"

Tentu saja Xie Yun mengetahui tentang apa yang terjadi, tetapi mengungkit topik ini karena ia punya sebuah agenda. Itu terjadi sudah lama sekali; memangnya kenapa kalau aku mengungkitnya lagi?

"Tentu saja Pangeran ini mengetahuinya. Putra sulung Keluarga Pei meninggal setelah terjatuh dari kudanya, dan ayah Pangeran ini meninggal dunia tak lama setelahnya. Sangat disayangkan karena keluarga kita berhenti saling mengunjungi satu sama lain setelah itu, padahal kita begitu dekat sebelumnya." Xie Yun tertawa kecil sebelum ia bicara lagi. "Sangat menyedihkan, karena satu-satunya adik perempuan Pangeran ini terus saja memikirkanmu setiap hari. Pangeran ini tidak suka jika keluarga kita tetap jadi musuh, dan aku berharap agar kau dapat menggunakan kekuasaanmu yang signifikan untuk mengabaikan pengaruh Tuan Pei atas pernikahanmu, Pangeran Hao."

Pei Qian Hao meninggikan suaranya, dan sudut mulutnya melengkung membentuk senyuman mencemooh. "Commandery Prince Xie, kau sudah mengatakan bahwa Tuan Pei tidak sanggup memutuskan untuk pernikahan Pangeran ini, jadi kenapa Pangeran ini harus mengikuti rencana yang dibuat Tuan Pei untuk mendiang putranya?"

Sudah menduga jawaban Pangeran Hao, tangan kanan Xie Yun mengetuk meja di sebelahnya. "Pangeran ini memiliki sepertiga kekuasaan militer, dan kebanyakan dari pejabat sipil mahkamah berada di pihak Keluarga Xie. Apabila ada aliansi pernikahan di antara Keluarga Pei dan Keluarga Xie, mahkamah akan menjadi lebih stabil. Pangeran Hao, kau tidak boleh gegabah dan ceroboh tentang ini."

"Apa kau sedang bernegosiasi dengan Pangeran ini?" Jawaban Pei Qian Hao datar.

"Sebagai putra adopsi Keluarga Pei, kau selalu menjadi objek perdebatan di antara pejabat mahkamah dikarenakan garis keturunanmu yang tidak murni. Sekarang ini, hanya seorang putri dari Keluarga Xie yang cocok untukmu, dan menikahi adik perempuan Pangeran ini akan memperkuat posisimu, mencegah adanya pejabat mahkamah yang berbeda pendapat lagi." Xie Yun sengaja mengambil kelemahan Pei Qian Hao.

Posisi dan asal muasal Pei Qian Hao selalu menjadi hal yang dibahas secara pribadi oleh para pejabat mahkamah. Setiap kerajaan mementingkan kemurnian garis keturunan di antara para bangsawan. Meski jika seorang bangsawan mencintai wanita yang terlahir dari keluarga rendahan, ia tidak akan diizinkan untuk menjadi istri sahnya atau istri kedua. Paling banter, ia hanya akan jadi seorang selir.

"Pangeran Hao, bukankah Pangeran ini benar? Commandery Prince ini akan memberikanmu waktu untuk berpikir. Jika kau menyetujuinya, maka umumkan pernikahan di antara keluarga Pei dan Xie selama perjamuan malam istana yang diadakan untuk merayakan Titik Balik Matahari Musim Dingin." Xie Yun tersenyum dan bangkit, meninggalkan tenda.

Namun, tepat sebelum Xie Yun bisa keluar, ia mendengar suara yang rendah tetapi kuat dari belakangnya.

"Pangeran ini tidak peduli apabila orang lain mempertanyakan diriku, tetapi aku akan melenyapkan sebanyak mungkin orang yang diperlukan jika mereka menghadang jalanku. Commandery Prince Xie, kau boleh mengujiku."

Tatapan muram melintas di mata Xie Yun sebelum ia berbalik dan tersenyum lembut. "Semua orang mengatakan bahwa Pangeran Hao sombong dan keras kepala. Aku sudah melihat itu memang benar hari ini. Namun, kau akan membayar harganya atas kekeraskepalaanmu."

Setelah itu, Xie Yun memutar tumitnya dan berjalan keluar dari tenda. 

0 comments:

Posting Komentar