Selasa, 28 April 2026

CTF - Chapter 333

Consort of A Thousand Faces

Chapter 333 : Meninggalkan Istana


Guru Agung Kong mengangguk dan menyetujui. "Su Xi-er sangat ahli dengan Aksara Lan, dan sastrawan-sastrawan hebat bisa jadi pria atau wanita. Pangeran Kekaisaran Ketiga, baguslah karena Anda tidak berprasangka."

Situ Lin tersenyum setelah mendengar itu. "Kakak Kekaisaran Ketiga, apakah kau akan berlatih kaligrafi bersama-sama denganku hari ini?"

"Iya, aku akan berlatih kaligrafi dan sekalian mengawasimu." Lalu, Situ Li duduk di meja lain dan membuka sebuah buku salinan Aksara Lan sebelum mulai menggiling batu tinta.

Guru Agung Kong pun rileks. Jika Pangeran Kekaisaran Ketiga di sini untuk mengawasi, Yang Mulia akan lebih disiplin. Merasa lega, ia pun berbalik dan meninggalkan Paviliun Kaligrafi.

Melihat kalau Guru Agung Kong sudah pergi, Situ Lin segera meletakkan kuas di tangannya dan berjalan ke arah Situ Li. "Kakak Kekaisaran Ketiga, kapan kau akan kembali ke istana dan tinggal di sini?"

"Aku akan tinggal di istana hari ini, tetapi kau harus kembali untuk berlatih dan berhenti mengobrol." Mata Situ Li tidak menyimpang dari batang tintanya.

"Kakak Kekaisaran Ketiga, Kakak Kekaisaran Kedua sudah pergi jauh dari istana selama bertahun-tahun dan tidak pernah kembali untuk berkunjung, dan ia bisa begitu tanpa beban sementara ia menjelajahi dunia luar. Kalau saja aku bisa melakukan itu." Mata Situ Lin diliputi rasa mendamba.

Ketika Su Xi-er melihatnya cemberut dan terlihat begitu menggemaskan, ia pun tak tahan untuk bergabung. "Anda adalah Kaisar. Apabila Anda tinggal di luar istana seperti Pangeran Kekaisaran Kedua, Bei Min akan kacau. Pangeran Hao juga tidak akan membiarkan Anda melakukan itu."

Saat Situ Lin mendengar kata-kata 'Pangeran Hao', ia cemberut lagi. "Bisakah kau tidak menyebut Pangeran Hao? Kaisar ini takut pada Paman Kekaisaranku. Ia terlalu ketat, dan akan memukuliku kalau aku membuat kesalahan, sedikit saja. Haah, tidak ada yang memahami bagaimana rasanya itu." Situ Lin memperlihatkan ekspresi seorang ksatria heroik yang menghadapi kematian dengan gagah berani. Ia mengangkat tangan dan mencengkeram dadanya.

Ketika Su Xi-er melihat ini, perlahan-lahan, ia mengerti. Pei Qian Hao tidak bernafsu akan kekuasaan sebanyak Yun Ruo Feng. Kalau iya, maka Yang Mulia barangkali akan lebih tegang seperti Lian Chen, bukannya berkepribadian lesu seperti sekarang ini.

"Kaisar ini benar-benar ingin meninggalkan istana kekaisaran, dan keliling dunia bersama Kakak Kekaisaran Kedua." Gumam Situ Lin. Aku benar-benar tidak menginginkan takhta.

Situ Li menggetok jidat Situ Lin setelah mendengar itu. "Yang Mulia, Anda harus menyisihkan pemikiran itu. Walaupun aku bukanlah Pangeran Hao, aku masih ingin memukulmu setelah mendengar itu."

"Pangeran Kekaisaran Ketiga, Paman Kekaisaran sekarang ini berada di barak tentara, jadi tolong berhenti membicarakan tentang dia! Haah, aku mau pergi keluar istana dan bermain, sekali saja. Setelah itu, aku akan kembali ke istana, melupakan tentang segala hal itu dan belajar dengan benar, bagaimana caranya memerintah kerajaan!"

Segera setelah kata-kata itu meninggalkan mulutnya, suara pria lain pun terdengar. "Saat mendiang Kaisar masih muda, ia sering meninggalkan istana dan mengamati penderitaan rakyat di luar sana. Masih masuk akal bagi Yang Mulia untuk menirunya." Setelah itu, seorang pria yang mengenakan jubah putih panjang pun muncul—Xie Yun.

Situ Lin tidak takut pada Commandery Prince Xie, dan ia segera mengangguk. "Commandery Prince Xie, itu masuk akal."

Sewaktu Su Xi-er melihat Xie Yun muncul lagi, ia sedikit membungkuk untuk memberikan salam sebelum berbalik pergi ke tempat penyimpanan buku.

"Bukankah kau akan menggilingkan batang tintanya untuk Yang Mulia? Apakah ada suatu tempat yang kau tuju?" Xie Yun mengangkat tangannya dan menghadang Su Xi-er.

Situ Lin menyadari interaksi halus di antara Su Xi-er dan Xie Yun, dan sudut mulutnya terangkat selagi ia maju. "Commandery Prince Xie, Kaisar ini berpikir bahwa Su Xi-er bijaksana, jadi aku akan menyuruhnya menemaniku saat aku meninggalkan istana. Karena Paman Kekaisaranku tidak ada di istana saat ini, kita akan gunakan kesempatan ini untuk menyelinap keluar dan kembali dalam beberapa jam."

Xie Yun tersenyum samar. "Yang Mulia, apa Anda tidak takut kalau Pangeran Hao akan mengetahuinya?"

"Bukankah aku punya kau di sini, yang mendukungku, Commandery Prince Xie?" Situ Lin mengerling nakal dan menarik lengan baju Su Xi-er. "Cantik, cepat dan setuju untuk ikut bersama Kaisar ini."

"Yang Mulia, Anda memerlukan persetujuan Pangeran Hao sebelum Anda meninggalkan istana." Su Xi-er tersenyum pada Situ Lin dan mundur dua langkah ke belakang untuk memberi jarak di antara mereka.

Situ Lin sangat cerdas, dan ia segera mengerti. Entah apakah aku bisa meninggalkan istana atau tidak, tergantung pada Su Xi-er, tetapi, karena Commandery Prince Xie yang bertanggung jawab, aku tidak akan terkena masalah meski jika Paman Kekaisaran mengetahuinya.

"Lihatlah betapa menyedihkannya Kasiar ini; aku belum pernah keluar istana kekaisaran. Paling-paling yang dapat kulakukan adalah berdiri di dalam angin dingin di pintu masuk utama." Situ Lin meratap sementara ia menitikkan beberapa tetes air mata. Tampang menyedihkannya sangat imut.

Saat ini, Situ Li maju ke depan. Ia memahami pemikiran Xie Yun. Setelah ia melirik Kaisar, ia berkata pada Su Xi-er, "Yang Mulia merasa bosan, terkurung di dalam istana. Apabila kita tidak memuaskan harapannya, barangkali ia tidak akan rajin belajar di masa yang akan datang. Bagaimana kalau pergi keluar beberapa jam dan kembali lebih awal ke istana. Tidak masalah selama Pangeran Hao tidak mengetahuinya."

Ketika Situ Lin melihat bahwa Kakak Kekaisaran Ketiganya menyetujui, ia mendesak lagi. "Cantik, cepat pergi bersama Kaisar ini. Aku akan membawamu keluar, makan makanan enak dan bersenang-senang." Ia merengek seperti anak manja sementara ia menarik-narik keliman baju Su Xi-er dan menggoyang-goyangkannya ke kiri dan kanan. Sikap manisnya ini mengingatkan Su Xi-er akan Lian Chen, dulu ketika ia masih kecil.

Yang Mulia masih muda, dan masih bisa belajar bagaimana caranya bersikap dengan layak di masa depan. Sulit untuk tidak terpikirkan Lian Chen dan bersimpati padanya saat aku melihatnya.

Tak lama kemudian, Su Xi-er mengangguk. "Kita akan kembali kurang dari enam jam."

Situ Lin melonjak penuh suka cita saat akhirnya Su Xi-er mengalah. "Baiklah! Enam jam!"

Xie Yun mengulurkan tangannya. "Anda harus pergi dan menunggu di pintu masuk Perpustakaan Kekaisaran. Pangeran ini akan mengurusinya dan meminta beberapa orang untuk menemani Anda."

Situ Lin berulang kali mengangguk dan menyeret Su Xi-er ke depan. Saat Su Xi-er pergi, ia melirik Xie Yun. Aku harus sangat berhati-hati selama perjalanan keluar ini.

Setelah keduanya meninggalkan ruangan tersebut, ekspresi Situ Li jadi sekeras batu. "Commandery Prince Xie, terlepas dari apa pun rencanamu, kau tidak boleh melukai Yang Mulia."

Mata Xie Yun melengkung membentuk senyuman, kata-katanya yang keluar terasa acuh tak acuh. "Pangeran Kekaisaran Ketiga, bukannya kau baru saja membantu rencana Pangeran ini? Tujuanku sangat sederhana. Bukankah kau juga sependapat bahwa Su Xi-er tidak boleh masuk Kediaman Pangeran Hao dan tidak akan diizinkan untuk menjadi Hao Wang Fei?"

"Aku punya tujuan yang sama, tetapi caraku berbeda darimu, Commandery Prince Xie."

"Mungkinkah itu karena kau menyukai Su Xi-er? Menarik. Pangeran Kekaisaran Ketiga yang tidak berminat pada apa pun di dunia ini, tertarik pada Su Xi-er?"

Situ Li menggelengkan kepalanya. "Pangeran Kekaisaran ini tidak menyukainya." Akan tetapi, Su Xi-er seperti sesama pengelana di jalan yang sama denganku. Aku menyadarinya ketika ia diserang oleh pria berbaju hitam, dulu di istana peristirahatan Ibunda Permaisuri.

"Sulit untuk menerka pikiranmu." Akhirnya Xie Yun berkata setelah beberapa saat, memutuskan untuk pergi selagi ia melakukannya.

***

Situ Lin dan Su Xi-er menunggu di depan Perpustakaan Kekaisaran selama beberapa menit sebelum sebuah kereta kuda muncul di hadapan mereka.

"Yang Mulia, silakan naik ke atas kereta kuda." Seorang pengawal kekaisaran turun dari kereta kuda dan berujar dengan hormat.

Situ Lin melompat naik ke atas kereta seperti seekor kera, sementara Su Xi-er berbalik dan melihat Tan Ge berjalan keluar dari Perpustakaan Kekaisaran.

"Commandery Prince Xie menginstruksikan hamba agar pergi bersama Anda." Tan Ge berjalan ke sebelah Su Xi-er dan memberitahunya.

Situ Lin mengangkat tirai kereta kuda. "Dua wanita cantik, tidak buruk! Cepat naik ke atas kereta kuda!"

Su Xi-er menggelengkan kepalanya. "Hamba tidak boleh menaiki kereta kuda yang sama seperti Yang Mulia."

Tepat selagi ia mengucapkannya, kereta kuda lainnya muncul, mendorong Su Xi-er dan Tan Ge, keduanya untuk naik. Tak lama setelahnya, kereta kuda mulai bergerak maju ke luar istana.

Tan Ge duduk di satu sisi, tetap diam sementara matanya terpaku pada lantai kereta.

Su Xi-er mengamati Tan Ge. Ia pendiam, dan ekspresinya tenang, tetapi ia terlihat punya banyak sekali pikiran.

Su Xi-er memutuskan untuk menanyakan. "Tan Ge."

Panggilan itu membuat tubuh Tan Ge mendadak bergetar. "Ada masalah apa?"

0 comments:

Posting Komentar