Rabu, 09 Desember 2020

CTF - Chapter 47

Consort of A Thousand Faces

Chapter 47 : Sekumpulan Orang Bodoh


Su Xi-er beristirahat di kamarnya dan baru keluar saat waktunya makan malam. Benaknya terfokus untuk menyusup ke Biro Layanan Binatu setelah menggosok pispot; sesuatu seperti ancaman Pei Qian Hao tidak akan menghalanginya untuk melakukannya.

Namun, ia menyadari kalau Lian Qiao memandanginya dengan ekspresi yang aneh selagi ia makan malam. Walaupun ekspresinya tersenyum, ada pula ekspresi menyelidik bercampur dengannya.

Saat Lian Qiao tersadar bahwa Su Xi-er melihatnya, ia cepat-cepat mengalihkan niatannya dan tersenyum. "Su Xi-er, bagaimana kalau aku menggosok pispot bersamamu malam ini?"

"Tidak perlu lagi, karena beberapa hari ini jumlah pispot semakin sedikit. Aku tidak perlu bekerja terlalu keras." Su Xi-er menolaknya dengan tegas. Ia pun meletakkan mangkuk dan sumpitnya sebelum berjalan keluar aula makan dan menuju ke arah barat daya.

Lian Qiao tersesat dalam pikirannya saat ia memperhatikan sosok Su Xi-er yang menjauh. Hanya setelah dayang kurus itu menepuk pundaknya, barulah ia tersadar dari lamunannya.

Si dayang kurus menurunkan kepalanya dan berbicara pelan di telinga Lian Qiao. "Aku lihat, kau kesulitan memeluk pahanya, jadi aku akan memberikanmu ide. Jika kau ingin menggosok pispot, diam-diam, ikuti saja ia. Apa gunanya berbicara banyak dengannya?" Si dayang kurus pun bangkit dan pergi.

Lian Qiao menundukkan kepala dan memandangi nasi putih yang bersinar di mangkuknya. Setelah memandangi mereka cukup lama, sebuah ide pun terbentuk dalam hatinya.

***

Setelah tiba di rumah kayu di sisi barat daya, Su Xi-er menghitung jumlah pispotnya selagi ia memindahkan mereka. Hm? Mengapa cuma ada sepuluh? Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Apakah para majikan itu tidak buang air besar dan buang air kecil belakangan ini?

Su Xi-er mulai merasa mual akibat pemikirannya sendiri. Baguslah kalau jumlahnya sedikit.

Meletakkan sepuluh pispot itu di atas papan kayu, ia menyeret mereka ke sebelah sumur dan menimba beberapa ember air untuk dituangkan di dalam pispot. Ia melanjutkannya dengan mencampurkan air Chinese honey locust ke dalam pispot agar bau menyengatnya segera mereda.

Memungut sikatnya dan membasahinya dengan air Chinese honey locust, Su Xi-er mulai menggosok pispot.

Sepuluh pispot hanya akan membutuhkan waktu paling banyak dua jam, memberikanku banyak waktu untuk menyusup ke dalam Biro Layanan Binatu.

Su Xi-er asyik menggosok pispot dan menyelesaikannya bahkan jauh lebih cepat dari yang diduga. Menimba air sumur lagi untuk membilas pispot sekali lagi, ia mengangkut mereka kembali ke rumah kayu di sisi barat daya.

Setelah semuanya beres, ia bersiap berjalan menuju ke arah Biro Layanan Binatu.

Akan tetapi, ia baru saja mengambil beberapa langkah sebelum mendengar suara samar di belakangnya.

Seseorang sedang membuntutiku. Menunggu waktunya, Su Xi-er berbalik menuju sumur dan menimba seember air lagi, menggunakannya untuk mencuci tangannya secara perlahan-lahan selagi ia menanti orang yang tengah bersembunyi untuk memperlihatkan diri mereka. Semakin tenang dirinya, maka semakin gelisahlah pengunjungnya itu.

Sekitar lima belas menit setelahnya, orang yang sedang bersembunyi dalam kegelapan akhirnya tidak bisa menahannya lebih lama dan berjalan keluar.

"Su Xi-er, kau sudah lama menyadari keberadaanku, kan?" Tidak ada lagi pemandangan penuh senyum dalam raut wajah Lian Qiao, mengetahui kalau Su Xi-er telah melihatnya.

Ketika berhadapan dengan senyum manisnya sepanjang hari, bahkan dayang dengan mulut paling jahat pun kadang kala akan tersenyum padanya.

Tetapi, ketika berhadapan dengan Su Xi-er, tak peduli seberapa banyak ia menjilatnya, tidak berhasil juga.

Su Xi-er merespon dengan pertanyaannya sendiri, "Apa tujuanmu membuntutiku? Kau tidak percaya kalau aku akan ada di sini, menggosok pispot?"

"Kau akan menggosok pispot. Itu sudah pasti. Namun, apakah kau berencana kembali ke kamarmu untuk beristirahat setelah selesai begitu awal? Ataukah kau ...?” Suara Lian Qiao pun mengecil selagi ia menatap Su Xi-er cermat. Apa yang sebenarnya ingin dilakukannya dengan batang tanaman itu? Jika ekstrak dari batang itu dibuat menjadi bubuk, bisa menyebabkan tubuh orang gatal-gatal.

Su Xi-er menjawab perlahan, "Sudah pasti aku akan kembali ke kamarku untuk beristirahat. Jangan bilang kalau kau masih merindukan ranjangmu dulu dan ingin kembali ke kamar yang sebelumnya?"

"Aku tidak punya hasrat untuk kembali ke kamar itu sekarang karena kamar itu milikmu. Hanya saja ... aku mencemaskanmu." Lian Qiao berjalan mendekati Su Xi-er dan memandanginya lekat.

Saat ia berada tiga meter jauhnya dari Su Xi-er, ia berhenti berjalan dan memandanginya. "Apakah tubuhmu tidak merasa gatal hari ini? Sama seperti Hong Li?"

Jika aku mengungkit ini, Su Xi-er pasti langsung paham apa yang kumaksudkan.

Su Xi-er menyipitkan matanya saat ia menilai Lian Qiao. Ia memahami tentang tanaman obat. Pastinya ada cerita di balik mengapa seorang dayang dari Istana Samping mengerti soal tanaman obat.

Saat Lian Qiao melihat ekspresi Su Xi-er dan sikapnya yang menjadi dingin, ada rasa takut dan kepanikan yang tak terjelaskan merayapi hatinya.

"Su Xi-er ... kau ..." Lian Qiao meneguk ludahnya gugup.

Su Xi-er terkekeh. "Mengapa aku merasa tubuhku gatal? Lian Qiao, apakah kau sedang mengancamku? Apa keuntungannya bagimu setelah mengancamku?"

Menghadapi serentetan pertanyaan interogatif Su Xi-er, Lian Qiao gugup sampai-sampai ia terdiam beberapa saat. Hanya setelah agak lama barulah ia bisa berbicara, suaranya pecah seiring tiap kata yang keluar. "Aku ingin seperti Hong Li dan mengikutimu. Aku berasal dari keluarga pengobatan tradisional Cina terkemuka. Setelah keluargaku kehilangan kekuasaan, aku memasuki istana dan menjadi dayang di Istana Samping. Aku bisa membantumu, tetapi tolonglah bantu aku juga."

Mempunyai seseorang yang berasal dari keluarga pengobatan tradisional Cina terkemuka mungkin sebenarnya akan berguna di masa mendatang. Namun, musuh dan sekutu tidak bisa dengan mudah dibedakan sekarang ini. Aku tidak boleh dengan sembrono langsung mempercayainya.

Su Xi-er menolaknya dengan bijaksana. "Bahkan aku saja ada di Istana Samping. Dengan masa depan yang tidak jelas, aku tidak akan bisa membantumu."

Lian Qiao berhasil menenangkan diri sebelum menatap Su Xi-er dan berbicara lagi. "Jangan terburu-buru menolakku. Aku tidak sedang mengancammu. Aku tahu kau pasti mengambil batang-batang itu untuk sesuatu; namun ini akan menjadi rahasia kita. Tetapi, aku harus mengingatkanmu, jika jumlah ekstrak batangnya terlalu banyak, akan ada bintik-bintik merah berlebihan ditambah dengan kemungkinan cacat."

Lian Qiao pun berbalik dan pergi tanpa mengutarakan kata lainnya.

Su Xi-er memandangi sosoknya yang menjauh. Orang ini, Lian Qiao, menyembunyikan dirinya dengan begitu dalam. Hong Li cerdas dan kadang kala terlalu gegabah. Ruo Yuan tulus dan kadang kala sangat pemberani. Lian Qiao lebih tenang, tetapi di waktu bersamaan, tidak bisa ditebak.

Sekarang ini, Lian Qiao gelisah, ingin membuktikan kalau ia bisa dipercaya. Karena ia telah kembali ke kamarnya, ia tidak akan datang lagi.

Su Xi-er pun berbalik dan menuju ke arah Biro Layanan Binatu.

Mengingat-ingat ucapan Pei Qian Hao semalam, Su Xi-er pun jadi lebih berhati-hati di jalannya menuju Biro Layanan Binatu. "Kau tidak boleh membiarkan Pangeran ini mengetahui kalau kau datang ke Biro Layanan Binatu lagi."

Karena ia sudah mengatakan sesuatu seperti ini, itu artinya, ia mungkin sudah mengatur pengawal kekaisaran untuk mengawasi Biro Layanan Binatu.

Aku harus memeriksa sekitar dengan benar dan memikirkan sebuah cara untuk memancing pengawal kekaisaran itu pergi sebelum aku menyusup masuk ke dalam Biro Layanan Binatu.

***

Kurang dari lima belas menit, Su Xi-er melihat pintu masuk Biro Layanan Binatu. Daripada tergesa masuk, ia berdiri cukup jauh, diam-diam mengamati sebentar. Walaupun ia tidak melihat adanya pengawal kekaisaran, ia masih sengaja berjalan di lingkar luar Biro Layanan Binatu dan menciptakan kericuhan untuk mengetesnya.

Segera setelahnya, Su Xi-er mendengar serangkaian langkah kaki yang diikuti dengan suara seorang pengawal kekaisaran. "Seseorang di sini. Semuanya, waspadalah. Jika kalian membiarkan orang tak berkepentingan memasuki Biro Layanan Binatu, kita tidak akan bisa mempertahankan kepala kita!"

Para pengawal kekaisaran ini mungkin adalah bawahan Pangeran Hao. Su Xi-er dengan tangkas menyembunyikan dirinya di pojok sebelum dengan hati-hati mengintip dan melihat tiga pengawal kekaisaran.

Pei Qian Hao menginstruksikan tiga bawahannya untuk menjaga tempat itu, tak peduli diriku hanyalah seorang wanita.

Sebuah ide muncul di benak Su Xi-er. Ia terus sengaja membuat suara yang lebih besar, dan memperhatikan tiga pengawal kekaisaran itu jadi waspada dan berjalan ke arahnya.

Aku harus memecah ketiga pengawal kekaisaran ini. Memungut beberapa kerikil kecil di atas tanah, ia sengaja melemparkannya ke tiga arah terpisah.

"Kita akan berpencar. Suaranya datang dari tiga arah, jadi aku menduga kalau ada lebih dari satu orang!" Ketiga pengawal kekaisaran itu pun berpencar.

Su Xi-er mengangkat sudut mulutnya. Ketiga pengawal kekaisaran yang diutusnya semua adalah orang bodoh. Jika bawahan Pei Qian Hao semuanya 'berbakat' seperti ini, kurasa sudah lama ia dilengserkan oleh orang lain.

Aku harus memisahkan para pengawal itu dan menyerang mereka satu per satu. Walaupun Pei Qian Hao mengetahuinya besok, ia tidak bisa menghukumku tanpa bukti.

x

Related Posts:

0 comments:

Posting Komentar